Jumat, 18 Oktober 2019 | 03.34 WIB
Metro24Jam>News>Beawiharta: Fotografer Wilayah Bencana Rawan Gangguan Psikologis

Beawiharta: Fotografer Wilayah Bencana Rawan Gangguan Psikologis

Rabu, 10 Juli 2019 - 17:19 WIB

IMG-72848

Pewarta Foto Medan. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Pembangunan (STIK-P) Medan menggelar Dialog Fotografi Kebencanaan dalam The Journalism Literacy (Photo Reporting Programme), di Kampus STIK-P Medan Jalan SM Raja, Selasa (9/7/2019) malam.

Dengan mengusung tema ‘The Unexpected Disaster’, salah satu pewarta foto ‘keras’ dan handal, Beawiharta, hadir sebagai narasumber.

Di hadapan puluhan peserta terdiri dari fotografer, pegiat film dan mahasiswa dari beberapa unversitas di Kota Medan, Bea membagikan pengalamannya meliput perang di negara konflik seperti Afghanistan dan daerah bencana termasuk tsunami Aceh dan erupsi Sinabung di Karo, Sumatra Utara.

“Dalam meliput bencana, ada banyak hal bisa terjadi seperti fasilitas yang tidak memadai pasca bencana, kelelahan fisik dan mental, gangguan psikologis hingga ancaman keselamatan jiwa,” kata Bea.

Dia kemudian merinci apa yang seharusnya dipersiapkan fotografer dalam beradaptasi di zona bencana yang tidak terduga.

“Adalah hal memilukan ketika berdiri di hadapan ratusan jenazah dan orang-orang yang mencari anggota keluarganya yang hilang dengan pandangan kosong. Beban ini yang tak dapat saya tanggung, sehingga saya sempat dibawa ke psikiater,” kata Bea yang sempat terganggu secara psikologis pasca meliput bencana tsunami Aceh 2004.

Moralitas sebagai dasar kemanusiaan sangat tergerak ketika momentum itu menjadi tanggung jawab seorang pewarta foto untuk dapat menyampaikan informasi kepada khalayak ramai.

“Dalam kondisi ini persiapan sebelum bertugas adalah penting untuk menentukan keberhasilan dalam proses adaptasi di zona bencana, sebab sangat tidak baik jika kita akhirnya malah merepotkan korban bencana,” ujar pria kelahiran Jember tersebut.

Bea menambahkan, metode utama yang dilakukan adalah observasi, eksekusi dan kemudian perangkuman materi.

“Di mana dalam observasi, akan menentukan bekal yang penting untuk dipersiapkan, baik itu makanan peralatan, terutama mental,” ujar mantan Fotografer Reuters itu.

Berhadapan dengan resiko gangguan psikologi, lanjutnya, adalah konsekuensi yang penting untuk dapat diatasi bagi jurnalisme kebencanaan, sehingga memulihkan psikologi adalah hal yang wajib dilakukan pasca penugasan.

Winnis Mesra Zega, mahasiswi jurusan Filsafat Universitas Panca Budi Medan yang tertarik pada dunia fotografi sempat menanyakan pertanyaan terkait bagaimana perasaan Bea ketika berada di lokasi konflik dan harus dihadapkan pada tanggung jawab dan resiko akan kehilangan nyawa.

Mahasiswi semester II tersebut mengklaim acara ini bagus, ia dan setiap peserta yang hadir sangat antusias.

Ketua Panitia Panyahatan Siregar mengatakan pentingnya pengalaman beharga seorang fotografer sekelas Bea untuk memperkaya metode dalam menjalankan tugas jurnalistik di zona bencana, terutama bagi fotografer pemula.

Panyahatan yang juga merupakan anggota Kelompok Studi Fotografi POTRET mengungkapkan rasa syukurnya yang sangat besar karena acara ini berlangsung dengan baik.

“Harapan saya agar ke depannya acara dapat lebih besar lagi sehingga dapat memberikan manfaat dan memotivasi pecinta fotografi di manapun berada,” katanya.

Rahmad Suryadi, Ketua Pewarta Foto Indonesia, juga berharap agar melalui acara ini banyak audiens merasakan manfaat dan inspirasi dari setiap materi yang diberikan. (*/red)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Pulang Belanja Sabu di Gang Kinantan, 2 Sekawan Dicegat Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 23:24 WIB

Pulang Belanja Sabu di Gang Kinantan, 2 Sekawan Dicegat Polisi

Belum sempat menikmati sabu yang baru saja dibeli dari Gang Kinantan, dua sekawan ini keburu dicegat polisi, Selasa (15/10/2019) malam.Keduanya ...
Pembagian Kios Pekan Tigaraja Bermasalah, Camat Akan Panggil Pedagang
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:44 WIB

Pembagian Kios Pekan Tigaraja Bermasalah, Camat Akan Panggil Pedagang

Pembagian kios di Pekan Tigaraja dinilai merbasalah karena tidak merata. Camat Girsang Sipangan Bolon Eva Suryati Ulyarta Tambunan SKom MSi ...
Rencana Bertanding di Pilkada 2020 Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Mendaftar ke Perindo
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:29 WIB

Rencana Bertanding di Pilkada 2020 Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Mendaftar ke Perindo

H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati Labuhanbatu ke DPD Partai Perindo, Selasa (15/10/2019). Pendaftaran ...
Yuk Bantu Biaya Perobatan Darisa Boru Sianturi, Bayi 8 Bulan Penderita Pneumonia
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:24 WIB

Yuk Bantu Biaya Perobatan Darisa Boru Sianturi, Bayi 8 Bulan Penderita Pneumonia

Darisa boru Sianturi, bayi baru berusia 8 bulan penderita penyakit Pneumonia (radang paru-paru) kini terbaring di RS Haji Adam Malik ...
Beli Sabu dari Tanjungbalai, 3 Warga Sei Dadap Ditangkap Polisi, Rencananya Dijual di Air Batu
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 21:33 WIB

Beli Sabu dari Tanjungbalai, 3 Warga Sei Dadap Ditangkap Polisi, Rencananya Dijual di Air Batu

Personel Unit Reskrim Polsek Airbatu meringkus tiga terduga pengedar sabu-sabu di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, ...
Sempat Hilang 2 Hari, Kapal Nelayan Cumi dan 7 Awal Ditemukan Dalam Kondisi Selamat
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 17:27 WIB

Sempat Hilang 2 Hari, Kapal Nelayan Cumi dan 7 Awal Ditemukan Dalam Kondisi Selamat

Tim Basarnas Tanjungbalai-Asahan berhasil menemukan satu unit kapal nelayan cumi-cumi yang mengalami kerusakan di perairan Pulau Pandan, Kabupaten Batubara, Rabu ...
Loading...
Kombes Andi Rian
Hendrik Marpaung
Kapolres Siantar

Loading…