Selasa, 23 Juli 2019 | 01.27 WIB
Metro24Jam>News>Beawiharta: Fotografer Wilayah Bencana Rawan Gangguan Psikologis

Beawiharta: Fotografer Wilayah Bencana Rawan Gangguan Psikologis

Rabu, 10 Juli 2019 - 17:19 WIB

IMG-72848

Pewarta Foto Medan. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Pembangunan (STIK-P) Medan menggelar Dialog Fotografi Kebencanaan dalam The Journalism Literacy (Photo Reporting Programme), di Kampus STIK-P Medan Jalan SM Raja, Selasa (9/7/2019) malam.

Dengan mengusung tema ‘The Unexpected Disaster’, salah satu pewarta foto ‘keras’ dan handal, Beawiharta, hadir sebagai narasumber.

Di hadapan puluhan peserta terdiri dari fotografer, pegiat film dan mahasiswa dari beberapa unversitas di Kota Medan, Bea membagikan pengalamannya meliput perang di negara konflik seperti Afghanistan dan daerah bencana termasuk tsunami Aceh dan erupsi Sinabung di Karo, Sumatra Utara.

“Dalam meliput bencana, ada banyak hal bisa terjadi seperti fasilitas yang tidak memadai pasca bencana, kelelahan fisik dan mental, gangguan psikologis hingga ancaman keselamatan jiwa,” kata Bea.

Dia kemudian merinci apa yang seharusnya dipersiapkan fotografer dalam beradaptasi di zona bencana yang tidak terduga.

“Adalah hal memilukan ketika berdiri di hadapan ratusan jenazah dan orang-orang yang mencari anggota keluarganya yang hilang dengan pandangan kosong. Beban ini yang tak dapat saya tanggung, sehingga saya sempat dibawa ke psikiater,” kata Bea yang sempat terganggu secara psikologis pasca meliput bencana tsunami Aceh 2004.

Moralitas sebagai dasar kemanusiaan sangat tergerak ketika momentum itu menjadi tanggung jawab seorang pewarta foto untuk dapat menyampaikan informasi kepada khalayak ramai.

“Dalam kondisi ini persiapan sebelum bertugas adalah penting untuk menentukan keberhasilan dalam proses adaptasi di zona bencana, sebab sangat tidak baik jika kita akhirnya malah merepotkan korban bencana,” ujar pria kelahiran Jember tersebut.

Bea menambahkan, metode utama yang dilakukan adalah observasi, eksekusi dan kemudian perangkuman materi.

“Di mana dalam observasi, akan menentukan bekal yang penting untuk dipersiapkan, baik itu makanan peralatan, terutama mental,” ujar mantan Fotografer Reuters itu.

Berhadapan dengan resiko gangguan psikologi, lanjutnya, adalah konsekuensi yang penting untuk dapat diatasi bagi jurnalisme kebencanaan, sehingga memulihkan psikologi adalah hal yang wajib dilakukan pasca penugasan.

Winnis Mesra Zega, mahasiswi jurusan Filsafat Universitas Panca Budi Medan yang tertarik pada dunia fotografi sempat menanyakan pertanyaan terkait bagaimana perasaan Bea ketika berada di lokasi konflik dan harus dihadapkan pada tanggung jawab dan resiko akan kehilangan nyawa.

Mahasiswi semester II tersebut mengklaim acara ini bagus, ia dan setiap peserta yang hadir sangat antusias.

Ketua Panitia Panyahatan Siregar mengatakan pentingnya pengalaman beharga seorang fotografer sekelas Bea untuk memperkaya metode dalam menjalankan tugas jurnalistik di zona bencana, terutama bagi fotografer pemula.

Panyahatan yang juga merupakan anggota Kelompok Studi Fotografi POTRET mengungkapkan rasa syukurnya yang sangat besar karena acara ini berlangsung dengan baik.

“Harapan saya agar ke depannya acara dapat lebih besar lagi sehingga dapat memberikan manfaat dan memotivasi pecinta fotografi di manapun berada,” katanya.

Rahmad Suryadi, Ketua Pewarta Foto Indonesia, juga berharap agar melalui acara ini banyak audiens merasakan manfaat dan inspirasi dari setiap materi yang diberikan. (*/red)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 23:07 WIB

HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Fachruddin Siregar memimpin upaca peringatan HUT Adhyaksa ke-59 di halaman kantor Kejatisu, Jalan AH ...
Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:57 WIB

Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana

Dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap peserta Program Keluarga Harapan (PKH), masih saja terjadi di Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela ...
Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:40 WIB

Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci

Rezeki bisa datang dari mana saja tanpa pernah diduga. Seperti yang dialami dan dirasakan Kamaluddin bin Mohammad Hafiz alias Ongku ...
Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:16 WIB

Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda

Satu unit rumah semi permanen di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), Jalan Kawal Samudra, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, ...
Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:54 WIB

Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil

Polrestabes Medan hingga Polsek jajaran, gencar melakukan patroli hunting ke jalanan dalam sebulan terakhir demi menekan angka kriminalitas di Kota ...
Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:40 WIB

Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!

Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PAUS), Herowhin Sinaga, sebagai tersangka ...
Loading...

Loading…


Bupati Padang Lawas
BPKAD Padang Lawas
Dinas Perindag dan UMKM Padang Lawas
Bank Sumut Sibuhuan
Dinas PU & PE Padang Lawas
Bappeda Padang Lawas
Dinas LH dan Hut Padang Lawas
Dinas PMD Padang Lawas