Selasa, 23 Juli 2019 | 01.06 WIB
Metro24Jam>News>Sawit Milik PTPN III Kebun Bangun Bertumbangan, Asisten APK: Belum Mengkhawatirkan

Sawit Milik PTPN III Kebun Bangun Bertumbangan, Asisten APK: Belum Mengkhawatirkan

Selasa, 9 Juli 2019 - 23:50 WIB

IMG-72786

Salah satu pohon sawit tumbang di TM 2019 PTPN III Kebun Bangun. Insert: Jefrijal Karo-karo, Asisten APK PTPN III (Persero) Kebun Bangun. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Sejumlah tanaman menghasilkan (TM2102), di Blok L8 dan L9, tepatnya di sekitaran Perkebunan PTPN III Kebun Bangun, Kecamatan Gunung Malela Simalungun, terlihat sudah tumbang dan mati, Selasa (9/7/2019).

Sejumlah pemerhati perkebunan mengatakan, Kondisi ini sangat menyedihkan, dan sudah bisa dipastikan hasil produksi PTPN III Kebun Bangun akan menurun, baik dari segi kualitas dan kuantitas.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, kinerja PTPN III (Persero), terkesan terus memburuk. Melihat kondisi tersebut, sejumlah kalangan bahkan mendukung agar perusahaan melakukan penghentian operasional untuk mencegah kerugian lebih besar.

Langkah tersebut, walaupun tidak mengembirakan, harus di dukung oleh seluruh staf dan karyawan, mitra dan stakeholder, terutama pemerintah daerah.

Produksi untuk ekspor dari PT Perkebunan Nusantara III juga disebut belum bisa melampaui hasil dari PTPN lainya. Kondisi itu semakin diperparah dengan merosotnya hasil panen kelapa sawit dan getah karet.

Hal ini diduga dilatarbelakangi ketidaksiapan pimpinan setingkat unit dan tidak maksimalnya manajemen PTPN III khususnya di Kebun Bangun, terutama dalam hal pengawasan dan perawatan tanaman kelapa sawit.

“Kalau memang selalu begitu, kita menilai PTPN III, ini terkesan tidak ingin mendukung program pemerintah untuk mendapatkan dolar sebanyak-banyaknya dan kita juga ketahui miliaran rupiah disalurkan BUMN untuk itu,” sebut salah seorang pensiunan staf di PTPN III Kebun Bangun, Selasa (9/7/2019).

“Jadi bohong itu semua, yang dikatakannya hasil panen kelapa sawit dan getah karet meningkat memenuhi target. Apalagi, saat ini marak-maraknya pencurian kelapa sawit dan getah karet,” ungkapnya ketika ditemui di seputaran Kebun Bangun.

Awak media ini mencoba mencari penjelasan terkait penyebab tumbang dan matinya sejumlah pohon sawit di PTPN III tersebut. Ternyata, diduga kuat penyebabnya adalah serangan jamur/virus Ganoderma dan penyakit akar.

“Itu biasa juga disebut penyakit busuk pangkal batang atau penyakit akar. Dalam dunia perkebunan sawit dikenal penyakit busuk pangkal batang,” kata seorang mahasiswa semester akhir Fakultas Pertanian jurusan Agroteknologi kepada metro24jam.com

“Pohon sawit berusia singkat sawit dan tiba-tiba tumbang, penyebabnya adalah jamur Ganoderma,” imbuhnya.

Dijelaskannya, dalam beberapa tahun terakhir, penyakit ini sangat menakutkan bagi para petani maupun industri sawit.

“Ciri-ciri tanaman yang terserang Ganoderma biasanya, daun bewarna hijau pucat serta daun muda yang terbentuk jumlahnya sedikit. Daun tua akan layu dan pelepahnya menggantung pada batang. Selanjutnya pangkal batang menghitam, tempat yang terinfeksi akan mengeluarkan getah dan pada akhirnya batang yang membusuk berwarna coklat muda,” jelasnya.

Puncak kerusakan terjadi pada bagian atas tumbuhan dan perlahan jatuh lalu batangnya akan roboh.

Penyakit akar biasanya ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang lambat, lemah, daun kemudian berubah warna dari hijau menjadi kuning.

Penyebabnya ini adalah jamur Rhizoctonia lamellifera dan Phytium Sp. Pertumbuhan yang tidak normal akibat jamur ini akan menyebabkan usia tanaman menjadi lebih singkat.

Guna mencegah penyakit ini, petani sawit disarankan rajin merawat dan menjaga kebersihan tanaman sehingga media pembawanya tidak menempel seperti serangga dan hewan ternak.

“Selain itu, kegiatan pengawasan secara berkala dan penelitian merupakan tindakan yang baik sebelum seluruh tanaman benar-benar mati terserang penyakit ini,” saat bincang-bincang di salah satu kafe Kota Siantar, Selasa (9/7/2019).

Terpisah, manajer tanaman PTPN III (Persero) Kebun Bangun, Ir Syarif Emil, ketika dikonfirmasi metro24jam.com terkait pohon kelapa sawit yang tumbang dan mati melalui Asisten APK Jefrijal S Karokaro mengatakan, hal itu belumlah mengkhawatirkan.

“Saat sekarang ini, itu belum lagi mengkhawatirkan bagi perusahaan. Tapi yang sangat mengkhawatirkan saat ini, serangan serangga, sejenis ulat api dan itu sudah mulai mewabah di salah satu Afdeling di PTPN III Kebun Bangun,” kata Jefrijal di ruang kerjanya.

Terkait usulan sejumlah peternak sapi di lingkungan PTPN III Kebun Bangun untuk permohonan bantuan dan perhatian perusahaan, Jefrijal menegaskan bahwa harapan peternak itu tidak bisa dipenuhi.

“Mulai 2019 ini PTPN 3 (Persero), tidak ada lagi yang dikatakan hibah ataupun pinjam pakai lahan kepada siapapun, pihak ketiga maupun lainnya. Yang ada, harus menguntungkan, harus ada timbal baliknya, kepada perusahaan diuntungkan, itu kebijakan manajeman pusat,” pungkasnya.

Langkah yang ditempuh manajemen PTPN III (Persero) ini dinilai telah mencederai sejumlah peternak sapi di lingkungan PTPN III Kebun Bangun.

Pasalnya, program ‘Turn Around’ dan ‘Bina Lingkungan’ yang selama ini disebut sebagai program bersama serta menjadi pondasi perusahaan untuk mendapatkan dukungan semua pihak agar proses pemulihan kinerja membaik, tidak terwujud. (age)

BACA JUGA:
Ratusan Ternak Sapi Ancam Tanaman Sawit PTPN III Kebun Bangun, Ada Oknum Kutip Bayaran?


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 23:07 WIB

HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Fachruddin Siregar memimpin upaca peringatan HUT Adhyaksa ke-59 di halaman kantor Kejatisu, Jalan AH ...
Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:57 WIB

Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana

Dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap peserta Program Keluarga Harapan (PKH), masih saja terjadi di Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela ...
Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:40 WIB

Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci

Rezeki bisa datang dari mana saja tanpa pernah diduga. Seperti yang dialami dan dirasakan Kamaluddin bin Mohammad Hafiz alias Ongku ...
Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:16 WIB

Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda

Satu unit rumah semi permanen di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), Jalan Kawal Samudra, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, ...
Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:54 WIB

Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil

Polrestabes Medan hingga Polsek jajaran, gencar melakukan patroli hunting ke jalanan dalam sebulan terakhir demi menekan angka kriminalitas di Kota ...
Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:40 WIB

Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!

Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PAUS), Herowhin Sinaga, sebagai tersangka ...
Loading...

Loading…


Bupati Padang Lawas
BPKAD Padang Lawas
Dinas Perindag dan UMKM Padang Lawas
Bank Sumut Sibuhuan
Dinas PU & PE Padang Lawas
Bappeda Padang Lawas
Dinas LH dan Hut Padang Lawas
Dinas PMD Padang Lawas