Selasa, 12 November 2019 | 03.04 WIB
Metro24Jam>News>Wanita Tukang Urut Dibunuh di Kutalimbaru, 12 Jam Kemudian Pelaku Menyerah

Wanita Tukang Urut Dibunuh di Kutalimbaru, 12 Jam Kemudian Pelaku Menyerah

Kamis, 20 Juni 2019 - 02:55 WIB

IMG-71034

Kondisi Arma saat ditemukan.tewas di kediamannya. (ist/metro24jam.com)

KUTALIMBARU, metro24jam.com – Keheningan pagi di┬áDusun VII, Tanjung Pama, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang mendadak heboh geger, Rabu (19/6/2019). Sesosok wanita ditemukan tak bernyawa dan bersimbah darah di kediamannya.

Temuan itu pun dengan cepat menyebar dan tak lama kemudian, ratusan warga langsung menyemut di lokasi untuk sekedar melihat dan mengetahui peristiwa itu.

Wanita berusia 56 tahun itu diketahui bernama Arma, warga setempat dan sehari-hari mencari nafkah sebagai tukang urut. Jasad Arma ditemukan dalam kondisi telentang bersimbah darah.

Kematian Arma pertama kali diketahui Ulani br Sembiring. Saat itu, Ulani datang ke sana karena berniat untuk mengurutkan anaknya.

Tiba di kediaman Arma, Ulani melihat pintu rumah tertutup. Ulani pun coba memanggil Arma beberapa kali. Namun, tak sekalipun terdengar suara sahutan dari dalam rumah.

Merasa sudah jauh datang dari, Pasar VII, Tanjung Manggusta, Binjai Selatan dan sangat membutuhkan Arma untuk mengurut anaknya, wanita berusia 34 tahun itu akbirnya memberanikan diri membuka pintu rumah, yang ternyata tidak dikunci.

Begitu melihat ke dalam rumah, Ulani pun sontak terperangah. Pasalnya, di hadapannya Arma terlihat sudah terbujur kaku dan bersimbah darah. Seketika itu Ulani langsung beranjak lalu berlari ke rumah Kepala Dusun VII, Jumino (62) lalu menceritakan apa yang baru dilihatnya.

Mendengar cerita Ulani, Jumino pun langsung bergegas dan meminta beberapa warga mendampinginya menuju kediaman Arma. Tiba di sana, Kadus Jumino kemudian menyaksikan kebenaran cerita Ulani. Dia lalu menghubungi Kapolsek Kutalimbaru AKP Bilter Sitanggang.

Tak membuang waktu, Kapolsek segera memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Riswan Ginting bersama personel lainnya menuju ke lokasi.

“Benar, kita mendapat informasi dari Kadus. Selanjutnya Kanit Reskrim beserta anggotanya turun ke lokasi dan mendapati korban dalam keadaan kaku terlentang. Di dagu korban ditemukan luka robek dan mengeluarkan darah,” sebut Bilter saat dikonfirmasi, Rabu (19/6/2019) malam.

“Kita temukan kayu alu yang masih ada bercak darah. Dugaan kita kayu tersebut digunakan untuk memukul korban. Selanjutnya kita menghubungi tim Inafis,” jelasnya.

Usai melakukan olah TKP, petugas pun memasang garis police line di lokasi. Sementara tim Reskrim yang dipimpin Ipda Riswan Ginting melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan.

Diserahkan Keluarga ke Polisi

Saat melakukan penyelidikan, polisi juga turut menggalang masyarakat sekitar lokasi dan menghimbau pelaku agar segera menyerahkan diri.

“Jadi dalam penyelidikan, kita juga beri himbauan kepada warga. Apabila mengetahui pelaku agar menyerahkannya kepada kita, atau pelaku langsung menyerahkan diri, sebelum mendapat tindakan tegas dari kepolisian,” kata AKP Bilter.

Pemijat Arma Dibunuh

Tersangka GAG setelah diserahkan keluarhanya kepada polisi. (ist/metro24jam.com)

Upaya tersebut ternyata tak sia-sia. Kurang dari 12 Jam, polisi kemudian mendapat informasi bahwa pelaku adalah remaja berinisial GAG (18). Pemuda itu tinggal tak begitu jauh dari dari kediaman Arma. Pihak keluarga menyerahkan GAG kepada kepolisian melalui kepala dusun setempat.

“Sekira pukul 19.00 Wib, Kepala Dusun VII menghubungi kita agar menjemput pelaku. Selanjutnya pelaku kita boyong ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan,” beber Bilter.

Dari pengungkapan tersebut, selain sebatang alu yang sebelumnya diamankan ebagai barang bukti, polisi juga menyita baju, celana dan sepatu milik GAG yang dipakai saat menghabisi Arma.

“Alu itu alat yang digunakan pelaku menghabisi korban. Selain itu kita amankan juga pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi,” ungkapnya.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti motif pembunuhan tersebut. AKP Bilter Sitanggang ketika dikonfirmasi kembali, belum bersedia memberikan penjelasan. (adi)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 00:03 WIB

Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan

Aksi tawuran berkepanjangan antar kelompok warga di Kelurahan Tanjung Tiram, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, disebut sudah mendapat perhatian dari pihak ...
Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:47 WIB

Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?

Sepanjang tahun 2019, angka stunting balita di dua nagori (desa) di Kabupaten Simalungun, tercatat mengalami peningkatan. Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, ...
Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:00 WIB

Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas

Seorang wanita meninggal dunia di kediamannya di kawasan Afdeling VI Kebun Bah Jambi, Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, ...
CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:43 WIB

CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!

Pemerintah Kabupaten Asahan membuka pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun ini, mulai Senin (11/11/2019) hingga 24 November ...
Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:27 WIB

Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP

Pangulu (Kades) Nagori Sibaganding mengundang sejumlah masyarakat dalam Rapat Rencangan Kerja Pemerintah (RKP) TA 2020 dengan tujuan mendukung program pemerintah ...
Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 21:09 WIB

Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam

Kematian Rili Kemit--Kepala Desa Ketangkuhen, Sibolangit, Deliserdang--masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Temuan sebilah pisau yang menancap di dada pria berusia 57 ...
Loading...

Loading…