Selasa, 12 November 2019 | 03.52 WIB
Metro24Jam>News>12 Pekan Setelah Digigit Anjing, Warga Nauli Baru Meninggal Dunia

12 Pekan Setelah Digigit Anjing, Warga Nauli Baru Meninggal Dunia

Rabu, 19 Juni 2019 - 20:41 WIB

IMG-71005

Guru dan siswa SMP Panei rekan-rekan anak Sarmati saat melayat ke rumah duka. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Setelah selama 12 pekan berjuang melawan virus rabies, korban gigitan anjing Sarmati boru Purba (42), menghembuskan nafas terakhirnya di ruang perawatan rumah sakit umum Adam Malik, Medan, Senin (17/6/2019).

Jenazah Sarmati kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Nagori Nauli Baru, Kecamatan Panei, Simalungun, pada hari yang sama.

Rabu (19/6/2019) siang, isak tangis anggota keluarga serta sejumlah pelayat mewarnai prosesi pemakaman jenazah. Mereka mengaku merasa sangat kehilangan dengan ibu dua anak yang aktif membantu kegiatan di Posyandu itu.

Darken Hutabarat (45), suami Sarmati sangat bersedih, duduk di dekat ke dua anaknya yang terus menangis. Demikian juga putri sulung Sarmati yang masih duduk di bangku kelas VIII SMP. Remaja itu terlihat sesenggukan menahan tangisnya.

Informasi yang dihimpun metro24jam.com, Rabu (19/6/2019), Sarmati diduga terinfeksi virus rabies setelah digigit anjing sekitar 3 bulan lalu saat sedang berada di ladang miliknya.

Sebelum kejadian, Sarmati kala itu hendak makan siang. Tiba-tiba di dekat bekal nasi yang dibawanya muncul seekor anjing. Karena tak mengenal anjing tersebut, Sarmati kemudian mengusirnya.

Namun alih-alih takut dan pergi, anjing tersebut langsung menggigit tangan kanan Sarmati.

Sarmati pun langsung mendatangi bidan desa untuk mendapatkan pengobatan dan berobat tradisional anti bisa (racun).

Berselang dua hari setelah menggigit Sarmati, anjing yang belum diketahui pemiliknya itu kembali muncul dan akhirnya dipukul warga, lantaran hendak menggigit warga lainya di ladang.

“Sampai mati anjing itu,” kata seorang personel kepolisian yang ikut melayat di rumah duka, Rabu (19/6/2019).

“Selama kejadian itu, Sarmati tampak sehat dan sudah terlihat beraktivitas seperti biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang teman baik Sarmati mengatakan, seminggu sebelum meninggal, Sarmati sudah mengeluh masalah tangannya yang terasa kebas.

“Waktu itu dia (Sarmati) sedang menjemur padi. Tetapi tidak begitu dipedulikannya dan merasa itu efek dari gigitan anjing saja,” kata Boru Purba, teman Sarmati.

Seminggu kemudian, Sarmati mulai sering merasa kedinginan dan takut melihat air. Kebiasaannya sehari-hari pun mulai aneh.

Pihak keluarga yang merasa khawatir, lalu membawanya kembali ke bidan desa. Oleh sang bidan kemudian disarankan agar dirujuk ke rumah sakit di Kota Siantar.

Setelah dirujuk ke rumah sakit di Kota Siantar, kondisi kesehatan Sarmati semakin memburuk. Dokter di sana kemudian merujuk Sarmati ke Rumah Sakit Umum Adam Malik Medan.

“Di sana, pihak rumah sakit mengatakan kesehatan Sarmati tidak tertolong lagi, sampai Senin (17/6/2019) kemarin dia meninggal,” imbuhnya.

Terpisah, Pangulu Nagori Nauli Baru Rihat Damanik mengatakan, bahwa warganya itu meninggal dunia akibat terinfeksi virus rabies setelah digigit anjing.

“Kita sudah melapor ke pihak kecamatan dan bidan desa di kecamatan sudah ke rumah duka dan telah memeriksa pihak keluarga yang diduga terinfeksi. Petugas Dinas Kesehatan juga sudah memeriksa kedua anaknya dan suaminya sudah disuntik,” ujarnya.

Rihat mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan permohonan kepada kecamatan untuk menyampaikan ke Dinas Peternakan mengenai kejadian tersebut, dan berharap agar dilakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaan warga.

Pemerintah desa dan warga pernah mengadakan rapat, untuk mengusulkan sebagian Dana Desa (DD) 2019, digunakan untuk membeli vaksin dan menyimpannya di Puskesmas.

“Kita ketahui, harga vaksin ini lumayan mahal, agar kalau ada kejadian seperti ini bisa langsung cepat ditangani,” katanya.

“Kita tunggu Dinas Peternakan kapan vaksinasi dilakukan. Kita berharap secepatnya dilaksanakan, agar tidak ada lagi korban berikutnya. Untuk di nagori kita ini ada sekitar 50 ekor anjing,” sambungnya lagi.

Rihat juga menghimbau kepada semua pemilik anjing agar mengurung peliharaan mereka menunggu dilakukan vaksinasi. (age)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 00:03 WIB

Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan

Aksi tawuran berkepanjangan antar kelompok warga di Kelurahan Tanjung Tiram, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, disebut sudah mendapat perhatian dari pihak ...
Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:47 WIB

Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?

Sepanjang tahun 2019, angka stunting balita di dua nagori (desa) di Kabupaten Simalungun, tercatat mengalami peningkatan. Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, ...
Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:00 WIB

Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas

Seorang wanita meninggal dunia di kediamannya di kawasan Afdeling VI Kebun Bah Jambi, Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, ...
CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:43 WIB

CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!

Pemerintah Kabupaten Asahan membuka pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun ini, mulai Senin (11/11/2019) hingga 24 November ...
Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:27 WIB

Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP

Pangulu (Kades) Nagori Sibaganding mengundang sejumlah masyarakat dalam Rapat Rencangan Kerja Pemerintah (RKP) TA 2020 dengan tujuan mendukung program pemerintah ...
Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 21:09 WIB

Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam

Kematian Rili Kemit--Kepala Desa Ketangkuhen, Sibolangit, Deliserdang--masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Temuan sebilah pisau yang menancap di dada pria berusia 57 ...
Loading...

Loading…