Selasa, 23 Juli 2019 | 02.05 WIB
Metro24Jam>News>12 Pekan Setelah Digigit Anjing, Warga Nauli Baru Meninggal Dunia

12 Pekan Setelah Digigit Anjing, Warga Nauli Baru Meninggal Dunia

Rabu, 19 Juni 2019 - 20:41 WIB

IMG-71005

Guru dan siswa SMP Panei rekan-rekan anak Sarmati saat melayat ke rumah duka. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Setelah selama 12 pekan berjuang melawan virus rabies, korban gigitan anjing Sarmati boru Purba (42), menghembuskan nafas terakhirnya di ruang perawatan rumah sakit umum Adam Malik, Medan, Senin (17/6/2019).

Jenazah Sarmati kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Nagori Nauli Baru, Kecamatan Panei, Simalungun, pada hari yang sama.

Rabu (19/6/2019) siang, isak tangis anggota keluarga serta sejumlah pelayat mewarnai prosesi pemakaman jenazah. Mereka mengaku merasa sangat kehilangan dengan ibu dua anak yang aktif membantu kegiatan di Posyandu itu.

Darken Hutabarat (45), suami Sarmati sangat bersedih, duduk di dekat ke dua anaknya yang terus menangis. Demikian juga putri sulung Sarmati yang masih duduk di bangku kelas VIII SMP. Remaja itu terlihat sesenggukan menahan tangisnya.

Informasi yang dihimpun metro24jam.com, Rabu (19/6/2019), Sarmati diduga terinfeksi virus rabies setelah digigit anjing sekitar 3 bulan lalu saat sedang berada di ladang miliknya.

Sebelum kejadian, Sarmati kala itu hendak makan siang. Tiba-tiba di dekat bekal nasi yang dibawanya muncul seekor anjing. Karena tak mengenal anjing tersebut, Sarmati kemudian mengusirnya.

Namun alih-alih takut dan pergi, anjing tersebut langsung menggigit tangan kanan Sarmati.

Sarmati pun langsung mendatangi bidan desa untuk mendapatkan pengobatan dan berobat tradisional anti bisa (racun).

Berselang dua hari setelah menggigit Sarmati, anjing yang belum diketahui pemiliknya itu kembali muncul dan akhirnya dipukul warga, lantaran hendak menggigit warga lainya di ladang.

“Sampai mati anjing itu,” kata seorang personel kepolisian yang ikut melayat di rumah duka, Rabu (19/6/2019).

“Selama kejadian itu, Sarmati tampak sehat dan sudah terlihat beraktivitas seperti biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang teman baik Sarmati mengatakan, seminggu sebelum meninggal, Sarmati sudah mengeluh masalah tangannya yang terasa kebas.

“Waktu itu dia (Sarmati) sedang menjemur padi. Tetapi tidak begitu dipedulikannya dan merasa itu efek dari gigitan anjing saja,” kata Boru Purba, teman Sarmati.

Seminggu kemudian, Sarmati mulai sering merasa kedinginan dan takut melihat air. Kebiasaannya sehari-hari pun mulai aneh.

Pihak keluarga yang merasa khawatir, lalu membawanya kembali ke bidan desa. Oleh sang bidan kemudian disarankan agar dirujuk ke rumah sakit di Kota Siantar.

Setelah dirujuk ke rumah sakit di Kota Siantar, kondisi kesehatan Sarmati semakin memburuk. Dokter di sana kemudian merujuk Sarmati ke Rumah Sakit Umum Adam Malik Medan.

“Di sana, pihak rumah sakit mengatakan kesehatan Sarmati tidak tertolong lagi, sampai Senin (17/6/2019) kemarin dia meninggal,” imbuhnya.

Terpisah, Pangulu Nagori Nauli Baru Rihat Damanik mengatakan, bahwa warganya itu meninggal dunia akibat terinfeksi virus rabies setelah digigit anjing.

“Kita sudah melapor ke pihak kecamatan dan bidan desa di kecamatan sudah ke rumah duka dan telah memeriksa pihak keluarga yang diduga terinfeksi. Petugas Dinas Kesehatan juga sudah memeriksa kedua anaknya dan suaminya sudah disuntik,” ujarnya.

Rihat mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan permohonan kepada kecamatan untuk menyampaikan ke Dinas Peternakan mengenai kejadian tersebut, dan berharap agar dilakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaan warga.

Pemerintah desa dan warga pernah mengadakan rapat, untuk mengusulkan sebagian Dana Desa (DD) 2019, digunakan untuk membeli vaksin dan menyimpannya di Puskesmas.

“Kita ketahui, harga vaksin ini lumayan mahal, agar kalau ada kejadian seperti ini bisa langsung cepat ditangani,” katanya.

“Kita tunggu Dinas Peternakan kapan vaksinasi dilakukan. Kita berharap secepatnya dilaksanakan, agar tidak ada lagi korban berikutnya. Untuk di nagori kita ini ada sekitar 50 ekor anjing,” sambungnya lagi.

Rihat juga menghimbau kepada semua pemilik anjing agar mengurung peliharaan mereka menunggu dilakukan vaksinasi. (age)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 23:07 WIB

HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Fachruddin Siregar memimpin upaca peringatan HUT Adhyaksa ke-59 di halaman kantor Kejatisu, Jalan AH ...
Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:57 WIB

Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana

Dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap peserta Program Keluarga Harapan (PKH), masih saja terjadi di Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela ...
Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:40 WIB

Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci

Rezeki bisa datang dari mana saja tanpa pernah diduga. Seperti yang dialami dan dirasakan Kamaluddin bin Mohammad Hafiz alias Ongku ...
Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:16 WIB

Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda

Satu unit rumah semi permanen di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), Jalan Kawal Samudra, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, ...
Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:54 WIB

Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil

Polrestabes Medan hingga Polsek jajaran, gencar melakukan patroli hunting ke jalanan dalam sebulan terakhir demi menekan angka kriminalitas di Kota ...
Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:40 WIB

Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!

Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PAUS), Herowhin Sinaga, sebagai tersangka ...
Loading...

Loading…


Bupati Padang Lawas
BPKAD Padang Lawas
Dinas Perindag dan UMKM Padang Lawas
Bank Sumut Sibuhuan
Dinas PU & PE Padang Lawas
Bappeda Padang Lawas
Dinas LH dan Hut Padang Lawas
Dinas PMD Padang Lawas