Selasa, 12 November 2019 | 02.18 WIB
Metro24Jam>News>Serang Terduga Pelaku Begal Adik Ipar, Warga Sei Semayang Tewas Tertikam

Serang Terduga Pelaku Begal Adik Ipar, Warga Sei Semayang Tewas Tertikam

Rabu, 19 Juni 2019 - 18:43 WIB

IMG-70998

Ilustrasi. (ist)

SUNGGAL, metro24jam.com – Sopian, warga Dusun I Aman Damai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang meregang nyawa di rumah sakit, Sabtu (15/6/2019) kemarin.

Pria itu dikabarkan tewas karena tertusuk pisau di bagian paha, tepatnya di selangkangannya. Ironisnya, senjata tajam itu disebut adalah milik rekannya sendiri.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi saat mereka menyerang seorang pria yang dituding telah membegal D (14), yang tak lain adalah adik ipar Sopian.

Kisah berawal ketika adik D kehilangan sepedamotor di Dusun I Aman Damai, Desa Sei Semayang, Minggu (9/6) yang lalu.

“Ceritanya, si D itu katanya dibegal. Terus menurut si D, pelakunya si ND dan kawan-kawannya. Jadi buat laporan mereka ke Polsek Sunggal,” beber sumber kepada metro24jam.com, Selasa (18/6/2019).

FN alias ND juga diketahui merupakan warga Dusun I Aman Damai.

Kabar itu kemudian sampai kepada Sopian yang tak lain adalah abang ipar D. Meski D telah membuat laporan ke Polsek Sunggal, Sopian diduga tidak sabaran menunggu polisi bertindak.

Dia pun mengajak dua temannya A dan DD untuk mendatangi kediaman FN, Sabtu (15/6) malam. Saat itu, ketiganya juga dikatakan membawa senjata tajam karena diduga telah berniat menyerang ND.

“Mereka bertiga, naik kreta mendatangi rumah si ND. Tapi jumpanya nggak di rumah itu. Jumpanya di rumah warga, memang dekat juga sama rumah si ND ini,” kata sumber itu.

Di sana, ketiga lelaki itu dikatakan langsung menyerang Nando yang saat itu juga sedang bersama dua rekannya JN dan SF.

Perkelahian pun tak terhindarkan. Namun akhirnya, pihak Sopian sedikit unggul setelah ND terkena bacokan pada tumit kanannya. Sementara Sopian, mengalami luka di bagian paha.

“Ribut di situ, katanya bacok-bacokan. Dua-duanya kabarnya masuk rumah sakit,” beber sumber itu lagi.

Mengetahui ND kena bacok, pihak keluarganya pun mengejar Sopian cs. Namun karena kalah start, Sopian cs pun berhasil kabur menggunakan sepedamotor.

Sementara ND langsung dibawa keluarganya ke rumah sakit Djoelham, Binjai, sedangkan Sopian, informasinya, dibawa rekannya ke RS Latersia.

“Selesai ribut itu, beredar kabar kalau si Sopian itu meninggal. Kalau si ND kabarnya kritis di rumah sakit,” lanjutnya.

Keluarga ND yang tak terima dengan aksi penyerangan Sopian cs pun melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Sunggal.

Polisi pun bertindak cepat dengan mengamankan dua rekan JN dan SF untuk dimintai keterangan.

Belakangan diketahui, SF dipulangkan polisi kepada pihak keluarganya. Sementara JN meringkuk di sel tahanan Polsek Sunggal.

“Nggak tau lah ceritanya gimana di Polsek. Tapi satu kawannya lengket di Polsek. Yang satu lagi udah pulang,” ucap sumber itu.

Terkait hal itu, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu M Syarif Ginting ketika dikonfirmasi di Polsek Sunggal membenarkan pihaknya mengamankan JN.

Menurut Syarif, pria ditangkap terkait kasus pencurian yang dilakukannya tahun 2018 lalu.

“Si JN kita amankan terkait kasus 365. Dia bersama seorang rekannya B sudah lama kita buru. Sementara rekannya SF tidak terlibat, maka kita kembalikan kepara keluarganya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Syarif, SF juga memiliki riwayat penyakit jiwa.

Terkait kasus penyerangan terhadap ND alias Nando cs, pihaknya menetapkan tiga orang tersangka. Salah satunya adalah Sopian, sedangkan dua lainnya adalah A dan DD, yang hingga kini masih dalam pencarian.

“Ini laporan ada dua! Pihak Sopian melaporkan kehilangan sepedamotor. Namun setelah kita periksa, ND, JN dan SF tidak terindikasi melakukan aksi pencurian tersebut. Sementara dalam laporan ND, tersangkanya adalah Sopian cs. Tapi karena Sopian telah meninggal dunia, akan kita SP3, sedang dua rekannya A dan DD masih DPO,” tuturnya.

Disinggung terkait luka pada selangkangan Sopian yang sebelumnya disebut akibat serangan ND Cs, Syarif menjelaskan, bahwa luka tersebut diduga akibat terkena senjata tajam dari rekannya sendiri.

“Luka itu kemungkinan besar terjadi ketika Sopian melompat naik sepedamotor yang dikemudikan A saat mereka hendak kabur. Saat itu A mengantongi senjata tajam di kantong belakangnya. Jadi saat mereka kabur, di situ lah diketahui bahwa Sopian mengeluarkan darah. Terkait pengejaran yang dilakukan keluarga ND, mereka tidak membawa senjata tajam,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Syarif, dari kejadian itu, pihaknya mengamankan barang bukti yakni senjata tajam yang digunakan Sopian cs dalam penyerangan. “Ada kita amankan parang dan pisau sebagai barang bukti,” ujarnya. (adi)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 00:03 WIB

Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan

Aksi tawuran berkepanjangan antar kelompok warga di Kelurahan Tanjung Tiram, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, disebut sudah mendapat perhatian dari pihak ...
Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:47 WIB

Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?

Sepanjang tahun 2019, angka stunting balita di dua nagori (desa) di Kabupaten Simalungun, tercatat mengalami peningkatan. Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, ...
Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:00 WIB

Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas

Seorang wanita meninggal dunia di kediamannya di kawasan Afdeling VI Kebun Bah Jambi, Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, ...
CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:43 WIB

CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!

Pemerintah Kabupaten Asahan membuka pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun ini, mulai Senin (11/11/2019) hingga 24 November ...
Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:27 WIB

Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP

Pangulu (Kades) Nagori Sibaganding mengundang sejumlah masyarakat dalam Rapat Rencangan Kerja Pemerintah (RKP) TA 2020 dengan tujuan mendukung program pemerintah ...
Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 21:09 WIB

Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam

Kematian Rili Kemit--Kepala Desa Ketangkuhen, Sibolangit, Deliserdang--masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Temuan sebilah pisau yang menancap di dada pria berusia 57 ...
Loading...

Loading…