Selasa, 23 Juli 2019 | 01.06 WIB
Metro24Jam>News>Serang Terduga Pelaku Begal Adik Ipar, Warga Sei Semayang Tewas Tertikam

Serang Terduga Pelaku Begal Adik Ipar, Warga Sei Semayang Tewas Tertikam

Rabu, 19 Juni 2019 - 18:43 WIB

IMG-70998

Ilustrasi. (ist)

SUNGGAL, metro24jam.com – Sopian, warga Dusun I Aman Damai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang meregang nyawa di rumah sakit, Sabtu (15/6/2019) kemarin.

Pria itu dikabarkan tewas karena tertusuk pisau di bagian paha, tepatnya di selangkangannya. Ironisnya, senjata tajam itu disebut adalah milik rekannya sendiri.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi saat mereka menyerang seorang pria yang dituding telah membegal D (14), yang tak lain adalah adik ipar Sopian.

Kisah berawal ketika adik D kehilangan sepedamotor di Dusun I Aman Damai, Desa Sei Semayang, Minggu (9/6) yang lalu.

“Ceritanya, si D itu katanya dibegal. Terus menurut si D, pelakunya si ND dan kawan-kawannya. Jadi buat laporan mereka ke Polsek Sunggal,” beber sumber kepada metro24jam.com, Selasa (18/6/2019).

FN alias ND juga diketahui merupakan warga Dusun I Aman Damai.

Kabar itu kemudian sampai kepada Sopian yang tak lain adalah abang ipar D. Meski D telah membuat laporan ke Polsek Sunggal, Sopian diduga tidak sabaran menunggu polisi bertindak.

Dia pun mengajak dua temannya A dan DD untuk mendatangi kediaman FN, Sabtu (15/6) malam. Saat itu, ketiganya juga dikatakan membawa senjata tajam karena diduga telah berniat menyerang ND.

“Mereka bertiga, naik kreta mendatangi rumah si ND. Tapi jumpanya nggak di rumah itu. Jumpanya di rumah warga, memang dekat juga sama rumah si ND ini,” kata sumber itu.

Di sana, ketiga lelaki itu dikatakan langsung menyerang Nando yang saat itu juga sedang bersama dua rekannya JN dan SF.

Perkelahian pun tak terhindarkan. Namun akhirnya, pihak Sopian sedikit unggul setelah ND terkena bacokan pada tumit kanannya. Sementara Sopian, mengalami luka di bagian paha.

“Ribut di situ, katanya bacok-bacokan. Dua-duanya kabarnya masuk rumah sakit,” beber sumber itu lagi.

Mengetahui ND kena bacok, pihak keluarganya pun mengejar Sopian cs. Namun karena kalah start, Sopian cs pun berhasil kabur menggunakan sepedamotor.

Sementara ND langsung dibawa keluarganya ke rumah sakit Djoelham, Binjai, sedangkan Sopian, informasinya, dibawa rekannya ke RS Latersia.

“Selesai ribut itu, beredar kabar kalau si Sopian itu meninggal. Kalau si ND kabarnya kritis di rumah sakit,” lanjutnya.

Keluarga ND yang tak terima dengan aksi penyerangan Sopian cs pun melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Sunggal.

Polisi pun bertindak cepat dengan mengamankan dua rekan JN dan SF untuk dimintai keterangan.

Belakangan diketahui, SF dipulangkan polisi kepada pihak keluarganya. Sementara JN meringkuk di sel tahanan Polsek Sunggal.

“Nggak tau lah ceritanya gimana di Polsek. Tapi satu kawannya lengket di Polsek. Yang satu lagi udah pulang,” ucap sumber itu.

Terkait hal itu, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu M Syarif Ginting ketika dikonfirmasi di Polsek Sunggal membenarkan pihaknya mengamankan JN.

Menurut Syarif, pria ditangkap terkait kasus pencurian yang dilakukannya tahun 2018 lalu.

“Si JN kita amankan terkait kasus 365. Dia bersama seorang rekannya B sudah lama kita buru. Sementara rekannya SF tidak terlibat, maka kita kembalikan kepara keluarganya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Syarif, SF juga memiliki riwayat penyakit jiwa.

Terkait kasus penyerangan terhadap ND alias Nando cs, pihaknya menetapkan tiga orang tersangka. Salah satunya adalah Sopian, sedangkan dua lainnya adalah A dan DD, yang hingga kini masih dalam pencarian.

“Ini laporan ada dua! Pihak Sopian melaporkan kehilangan sepedamotor. Namun setelah kita periksa, ND, JN dan SF tidak terindikasi melakukan aksi pencurian tersebut. Sementara dalam laporan ND, tersangkanya adalah Sopian cs. Tapi karena Sopian telah meninggal dunia, akan kita SP3, sedang dua rekannya A dan DD masih DPO,” tuturnya.

Disinggung terkait luka pada selangkangan Sopian yang sebelumnya disebut akibat serangan ND Cs, Syarif menjelaskan, bahwa luka tersebut diduga akibat terkena senjata tajam dari rekannya sendiri.

“Luka itu kemungkinan besar terjadi ketika Sopian melompat naik sepedamotor yang dikemudikan A saat mereka hendak kabur. Saat itu A mengantongi senjata tajam di kantong belakangnya. Jadi saat mereka kabur, di situ lah diketahui bahwa Sopian mengeluarkan darah. Terkait pengejaran yang dilakukan keluarga ND, mereka tidak membawa senjata tajam,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Syarif, dari kejadian itu, pihaknya mengamankan barang bukti yakni senjata tajam yang digunakan Sopian cs dalam penyerangan. “Ada kita amankan parang dan pisau sebagai barang bukti,” ujarnya. (adi)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 23:07 WIB

HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Fachruddin Siregar memimpin upaca peringatan HUT Adhyaksa ke-59 di halaman kantor Kejatisu, Jalan AH ...
Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:57 WIB

Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana

Dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap peserta Program Keluarga Harapan (PKH), masih saja terjadi di Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela ...
Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:40 WIB

Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci

Rezeki bisa datang dari mana saja tanpa pernah diduga. Seperti yang dialami dan dirasakan Kamaluddin bin Mohammad Hafiz alias Ongku ...
Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:16 WIB

Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda

Satu unit rumah semi permanen di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), Jalan Kawal Samudra, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, ...
Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:54 WIB

Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil

Polrestabes Medan hingga Polsek jajaran, gencar melakukan patroli hunting ke jalanan dalam sebulan terakhir demi menekan angka kriminalitas di Kota ...
Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:40 WIB

Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!

Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PAUS), Herowhin Sinaga, sebagai tersangka ...
Loading...

Loading…


Bupati Padang Lawas
BPKAD Padang Lawas
Dinas Perindag dan UMKM Padang Lawas
Bank Sumut Sibuhuan
Dinas PU & PE Padang Lawas
Bappeda Padang Lawas
Dinas LH dan Hut Padang Lawas
Dinas PMD Padang Lawas