Selasa, 17 September 2019 | 05.11 WIB
Metro24Jam>News>Dua Terdakwa Pembunuhan Divonis 16 Tahun

Dua Terdakwa Pembunuhan Divonis 16 Tahun

Rabu, 12 Juni 2019 - 23:39 WIB

IMG-70393

Kedua terdakwa saat mendengarkan pembacaan vonis. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – MEDAN Dua terdakwa pembunuhan, Edy Syahputra (55) dan Edi Sukiwan alias Iwan Jo (38) divonis masing-masing selama 16 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Keduanya dinyatakan terbukti melakukan pencurian disertai dengan pembunuhan terhadap Rajem.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa masing-masing selama 16 tahun,” tegas Hakim Ketua Oyong di Ruang Cakra VII PN Medan, Rabu (12/6/2019).

Hal yang memeberatkan berdasarkan pertimbangan hakim, perbuatan kedua terdakwa meresahkan masyarakat dan telah mengakibatkan hilangnya jiwa seseorang.

Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya.

“Kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 339 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana,” ujar hakim Oyong.

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elvina Elisabeth yang menuntut keduanya masing-masing dihukum selama 18 tahun penjara.

Menanggapi putusan itu, kedua terdakwa yang tidak didampingi penasehat hukumnya, sama halnya dengan JPU, menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan JPU Elvina, awal mula kasus ini ketika kedua terdakwa sepakat mencuri di rumah korban karena tidak memiliki uang. Mereka berniat mengambil kayu dan seng di rumah kosong milik Rajem yang terletak di Gang Setia, Tanjung Sari.

Selanjutnya, kedua terdakwa berangkat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan kereta, namun sebelumnya mereka menjumpai Tri Adi Winaga untuk menjaga di luar rumah.

Kemudian, kedua terdakwa langsung masuk ke halaman rumah korban yang kosong dan langsung menuju samping sebelah kanan. “Keduanya langsung mempreteli rumah tersebut dengan mengambil kayu broti dengan cara menariknya dan mengambil kayu,” tutur JPU.

Ternyata, Rajem mendengar ada yang mencurigakan yang terjadi di rumah kosongnya dan akhirnya memergoki kedua terdakwa sedang mencuri. “Tiba-tiba korban muncul dari celah-celah tembok rumahnya dan memak-maki para terdakwa,” kata Elisabeth.

Kedua terdakwa mengejar korban dari belakang rumah yang bolong dengan cara memanjat. Lalu, Edi masuk ke dapur korban yang tidak terkunci pintunya.

“Karena melihat terdakwa datang, korban langsung lari ke kamar tidur sambil berteriak. Melihat itu, Jo langsung memiting badan dan langsung menangkap tangan korban. Korban diikat ke belakang dengan tali tas warna biru yang ada di kamar. Setelah itu, korban di jatuhkan ke tempat tidur dan langsung mengikat kakinya dengan seprai. Langsung saja korban meronta dan memaki-maki,” beber JPU.

Setelah itu, Edy menjatuhkan korban ke tempat tidur dengan posisi telentang dan Jo langsung membekap mulut korban dengan tangan kanan serta tangan kiri mencekik leher sampai korban lemas.

“Setelah korban lemas, ikatan tangan dibuka lalu diikat lagi dengan posisi kedua tangan di atas kepala. Selanjutnya, Edy mengambil anting-anting yang dikenakan korban dan Jo mengambil kalung emas yang dipakai korban,” cetus JPU.

Setelah itu, Edy menjaga korban yang sudah lemas. Sedangkan Jo langsung membongkar lemari pakaian korban untuk mencari barang-barang berharga milik korban. Dari lemari pakaian, kedua terdakwa hanya mendapat gelang imitasi dengan mainan batu biasa.

“Lalu, setelah melihat korban dalam kondisi sudah lemas dan tidak berdaya lagi keduanya pergi meninggalkan korban dan keluar melalui pintu depan rumah,” tambah Elisabeth.

Di luar, keduanya langsung pergi ke belakang Pam Tirtanadi untuk melihat barang-barang yang berhasil di curi.

“Selanjutnya gelang imitasi bermainan batu biasa dibuang. Sedangkan perhiasan emas langsung dibawa ke Pajak Sei Sikambing dan perhiasaan tersebut dijual kepada seorang laki-laki yang tidak dikenal seharga Rp 15 juta,” terang JPU.

Hasil pencurian dibagi menjadi tiga bagian, terdakwa Jo mendapatkan Rp6 juta, Edy mendapat bagian Rp6 juta sedangkan Tri Adi Winata mendapatkan Rp2 juta. Berdasarkan hasil visum et repertum di RS Bhayangkara, penyebab kematian korban akibat mati lemas (asfiksia), akibat adanya penekatan pada mulut dan leher. (*/asp)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Keroyok Polisi Saat Grebek Narkoba di Desa Nenas Siam, 3 Provokator Diringkus
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 21:20 WIB

Keroyok Polisi Saat Grebek Narkoba di Desa Nenas Siam, 3 Provokator Diringkus

Personel Sat Reskrim Polres Batubara meringkus 3 pria yang diduga merupakan otak pengeroyokan terhadap 7 personel Polsek Medang Deras di ...
Permisi Pergi Kerja, Rupanya Janji Sama Supir Angkot, Remaja 19 Tahun Diciduk di Kamar Hotel
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 20:02 WIB

Permisi Pergi Kerja, Rupanya Janji Sama Supir Angkot, Remaja 19 Tahun Diciduk di Kamar Hotel

Terbuai dengan iming-iming ongkos gratis dan rayuan duda ayah 2 anak, Mawar (19)--sebut saja namanya begitu--akhirnya rela diajak bermesum ria. ...
Pemkab Labuhanbatu Berperan Aktif Dukung <i>Basic Trauma Live Support</i>
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 18:09 WIB

Pemkab Labuhanbatu Berperan Aktif Dukung Basic Trauma Live Support

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, melalui salah satu putera terbaiknya, berperan aktif dalam Basic Trauma Live Support (BTCLS), yang digelar Dewan Pimpinan ...
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Kejari Didesak Usut Mafia Izin Tower di Deliserdang
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 17:55 WIB

Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Kejari Didesak Usut Mafia Izin Tower di Deliserdang

Massa Forum Anti Korupsi (Forak) kembali berunjukrasa ke kantor bupati dan DPRD Deliserdang, Senin (16/8/2019) sekira pukul 12.00 Wib. Massa ...
Pulang Beli Sabu Anak Jalan Asrama-Martoba Ini Dicegat Polisi, Terpaksa Menghayal di Sel!
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 16:10 WIB

Pulang Beli Sabu Anak Jalan Asrama-Martoba Ini Dicegat Polisi, Terpaksa Menghayal di Sel!

Rencana Mhd Meizar Suhada Siregar 'fly' dan berhalusinasi memakai sabu buyar seketika. Dia dicegat Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Pematangsiantar, ...
DPC PPP Asahan Buka Penjaringan Balon Bupati, Nurhajizah Marpaung Pendaftar Pertama
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 15:17 WIB

DPC PPP Asahan Buka Penjaringan Balon Bupati, Nurhajizah Marpaung Pendaftar Pertama

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Asahan mulai membuka penndaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk ...
Loading...
Kapolres Siantar

Loading…