Rabu, 19 Juni 2019 | 21.41 WIB
Metro24Jam>News>Kesal Jalan Rusak dan Limbah, Warga Bah Gunung Minta PKS CV Sinar Tenera Ditutup

Kesal Jalan Rusak dan Limbah, Warga Bah Gunung Minta PKS CV Sinar Tenera Ditutup

Rabu, 12 Juni 2019 - 00:27 WIB

IMG-70296

Seorang warga Nagori Bah Gunung menunjukkan jalan yang rusak akibat sering dilalui truk. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Warga Nagori Bah Gunung, Kecamatan Bandar Huluan, Simalungun, semakin gencar melakukan protes terhadap keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) CV Sinar Tenera di desa mereka.

Pabrik pengolahan biji kelapa sawit menjadi minyak yang diketahui milik seorang pengusaha keturunan ini dinilai telah telah merusak lingkungan dan jalan warga.

Menurut mereka, penampungan limbah cair hitam pekat jenis B3 di sekitar pabrik tidak sesuai dengan prosedur. Limbah berbahaya tersebut setiap hari mengeluarkan bau busuk.

Hal itu diperparah ketika musim hujan tiba. Limbah akan mengalir ke pemukiman warga.

Selain itu, menurut seorang orang warga bernama Ali, truk tronton pengangkut tandan sawit dan serta CPO dari PKS itu dituding merusak jalan di Nagori Bah Gunung,

Warga juga merasa kesal, karena Dinas Lingkungan Hidup Simalungun belum mengambil tindakan apapun terkait dugaan pelanggaran yang telah dilakukan PKS tersebut.

“Warga sudah resah. Jadi, kita minta Bupati Simalungun untuk menutup PKS tersebut, karena pangulu dan camat sudah dianggap tutup mata,” ketus Ali, Selasa (11/6/2019) siang.

Sebelumnya, menurut dia, Kepala Desa setempat malah pernah menyuruh warga beramai-ramai mendatangi PKS itu. Namun, Kades yang sudah menjabat dua periode itu tidak bersedia mendampingi warganya.

“Datangi aja rame-rame pabriknya. Nanti habis itu baru laporkan ke pangulu,” kata Ali menirukan ucapan Kades tersebut.

Warga lainnya bermarga Damanik mengatakan, sudah pernah kelompok perwiritan mendatangi PKS itu. Tapi tetap saja belum ada tanggapan.

“Banyak juga warga mengadukan ke sana ke mari, masalah PKS yang telah mencemari lingkungan dan membuat jalan rusak. Warga resah dengan keberadaan PKS itu, kami minta dipindahkan atau ditutup saja lah, sebab dianggap telah merusak jalan dan lingkungan,” katanya.

Pantauan metro24jam.com, Selasa (11/6/2019), sekira jam 13.00 WIB, keberadaan PKS CV Sinar Tenera tersebut diduga beroperasi bukan di kawasan industri, tetap tepat berada di tengah pemukiman padat penduduk.

Selain itu, sepanjang jalan di seputaran Nagori Bah Gunung juga memang terlihat kupak-kapik berlubang dan berlumpur.

Pihak manajemen PKS CV Sinar Tenera hingga kini belum bersedia dikonfirmasi terkait keresahan warga. Menurut seorang wanita yang mengaku pegawai di kantor pabrik tersebut, pemilik PKS CV Sinar Tenera tidak berada di pabrik.

“Lagi keluar pak Erwin, bapak dari mana? Tinggalkan nomor telepon aja pak, nanti dihubungi Pak Lubis, bapak ini Humasnya,” kata wanita itu kepada metro24jam.com.

Sementara itu, pria bermarga Lubis yang disebut sebagai Humas PKS CV Sinar Tenera ketika dikonfirmasi minta agar persoalan tersebut ditanyakan langsung ke kantor manajemen PKS CV Sinar Tenera.

“Besok saja kita ketemunya, di PKS ya bang, biar enak konfirmasi langsung,” kata Lubis via seluler, Selasa (11/6/2019) malam.

Pangulu Nagori Bah Gunung Darto Budiono juga belum berhasil ditemui metro24jam.com untuk mengonfirmasi hal tersebut.

PKS CV Tenera Bah Gunung

Pabrik Kelapa Sawit CV Sinar Tenera di Nagori Bah Gunung, Kecamatan Bandar Huluan, Simalungun. (Suhendra/metro24jam.com)

Menurut Sekretaris Nagori Bah Gunung Warmini, atasannya itu masih cuti dalam rangka persiapan untuk mengikuti pemilihan pangulu di Nagori Bah Gunung.

“Pak Darto Budiono cuti persiapan pemilihan pangulu pak,” katanya.

Ketika metro24jam.com mempertanyakan adanya keresahan warga terkait PKS CV Sinar Tenera yang beroperasi di Huta 5 Bah Gunung, Warmini mengatakan bahwa pihakya sudah menerima laporan tersebut,

“Kalau itu sudah ada. Tapi kata Pak Camat dalam waktu dekat akan diperbaiki. Pemilik pabrik itu Pak Erwin ST,” katanya.

Sementara, Camat Bandar Huluan Masrah SH, belum berhasil dikonfirmasi metro24jam.com. Beberapa kali coba dihubungi, Selasa (11/6/2019) malam, Masrah seperti enggan menjawab dan hanya membiarkan handphonenya berdering. (age)

BACA JUGA:
Tronton Bawa Sawit ke PKS CV Sinar Tenera Dituding Rusak Jalan, Warga Purba Ganda Bangun Portal


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Sengketa Pemilu Dapil 2 Deliserdang, Sidang Agenda Konklusi, Pelapor Optimis Menang
- Rabu, 19 Juni 2019 - 21:00 WIB

Sengketa Pemilu Dapil 2 Deliserdang, Sidang Agenda Konklusi, Pelapor Optimis Menang

Sidang Sengketa Pemilu dapil 2 Deliserdang kembali dilanjutkan dengan agenda konklusi (kesimpulan) di ruang sidang Kantor Bawaslu Deliserdang, Jalan Tanjung ...
Jurtul Togel Terima Dihukum 1 Tahun Penjara, “Saya Capek Sidang!”
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 20:48 WIB

Jurtul Togel Terima Dihukum 1 Tahun Penjara, “Saya Capek Sidang!”

Juru tulis (jurtul) Togel, Syapril (34), langsung menerima putusan majelis hakim yang menjatuhkan hukuman 1 tahun pidana penjara kepada dirinya. ...
12 Pekan Setelah Digigit Anjing, Warga Nauli Baru Meninggal Dunia
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 20:41 WIB

12 Pekan Setelah Digigit Anjing, Warga Nauli Baru Meninggal Dunia

Setelah selama 12 pekan berjuang melawan virus rabies, korban gigitan anjing Sarmati boru Purba (42), menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ...
Didakwa Korupsi Pembangunan Tugu Mejuah-juah, Dirut CV Akonas Dituntut 1,5 Tahun
- Rabu, 19 Juni 2019 - 20:19 WIB

Didakwa Korupsi Pembangunan Tugu Mejuah-juah, Dirut CV Akonas Dituntut 1,5 Tahun

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dapot Manurung dan Hendrianto menuntut Direktur Utama (Dirut) CV Askonas Konstruksi Utama, Roy Hefry Simorangkir (38) ...
Serang Terduga Pelaku Begal Adik Ipar, Warga Sei Semayang Tewas Tertikam
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 18:43 WIB

Serang Terduga Pelaku Begal Adik Ipar, Warga Sei Semayang Tewas Tertikam

Sopian, warga Dusun I Aman Damai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang meregang nyawa di rumah sakit, Sabtu (15/6/2019) kemarin. ...
Harga per Kg Hanya Rp700, Petani Sawit Batubara ‘Tercekik’
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 17:51 WIB

Harga per Kg Hanya Rp700, Petani Sawit Batubara ‘Tercekik’

Para petani sawit di Kabupaten Batubara mengaku tercekik dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, harga jual tandan buah sawit (TBS) terus ...
Loading...

Loading…