Rabu, 17 Juli 2019 | 13.16 WIB
Metro24Jam>News>Tiga Terdakwa Penipuan Dihukum Berbeda

Tiga Terdakwa Penipuan Dihukum Berbeda

Kamis, 16 Mei 2019 - 21:06 WIB

IMG-69606

Ketiga terdakwa di persidangan. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Tiga terdakwa yang terlibat kasus penipuan dihukum berbeda oleh majelis hakim yang diketuai Ali Tarigan. Ketiganya dinyarakan terbukti melakukan penipuan dengan menjanjikan proyek terhadap kontraktor dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Mustafa Zardi selama 2 tahun 6 bulan,” tandas hakim Ali Tarigan di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (16/5/2019).

Sementara dua terdakwa lain yakni, Zufri Andi Surya dan Khairul Rizal masing-masing selama 1 tahun penjara. “Perbuatan para terdakwa terbukti melanggar Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana,” tandas hakim Ali Tarigan.

Menanggapi putusan itu, setelah berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, dua terdakwa menyatakan pikir-pikir. “Pikir-pikir pak hakim,” cetus para terdakwa. Sementara terdakwa Mustafa Zardi menerimanya.

Putusan itu lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova. JPU dari Kejatisu itu menuntut Mustafa Zardi selama 1 tahun penjara. Sedangkan Zufri Andi Surya dan Khairul Rizal dituntut masing-masing selama 8 bulan penjara.

Dalam dakwaan JPU, ketiga terdakwa menawarkan pekerjaan terhadap kontraktor bernama Johan. Namun, Johan menolak dan menyerahkannya ke Feriyanto. Mereka sepakat untuk bertemu.

Mustafa Zardi meminta modal awalnya Rp 280 juta untuk biaya melobi dan biaya pengurusan agar proyek penunjukan langsung tersebut mereka menangkan.

Mustafa Zardi juga menjanjikan kepada korban selama Gubernur masih dijabat Irwandi, bisa ambil kerjaan dalam masa jabatannya, sehingga korban percaya dan yakin tidak akan menipunya.

“Ketika korban pulang ke Medan, dia segera mentransfer uang sebanyak Rp 280 juta,” ucap Nova.

Setelah itu, mereka menawarkan proyek Dermaga PPI Calang di Provinsi Aceh senilai Rp 41 miliar dengan keuntungan besar. Namun, untuk memulai proyek itu, para terdakwa juga meminta Rp 200 juta sebagai modal untuk memenangkan paket pekerjaan.

Modus seperti ini terus dilancarkan para terdakwa dan meyakinkan bahwa mereka mampu memberikan sejumlah proyek pekerjaan. Perbuatan itu mereka lakukan rentang April hingga Agustus 2018. Namun setiap ditanyakan soal kejelasan proyek, mereka selalu beralasan masih butuh uang untuk kepentingan pengurusan.

Bahkan saat menjanjikan sebuah proyek pengaspalan di area parkir Mall Sentul, para terdakwa juga meminta modal awal. Dalam salah satu proyek yang dijanjikan, korban mempertanyakan kemana semua uang yang sudah di transfer beberapa kali ke para terdakwa. “Namun, para terdakwa mengaku uang sebagian sudah diberikan kepada Walikota dan Gubernur,” ujar JPU.

Perbuatan yang dilakukan para terdakwa terus berlanjut. Karena saat itu Gubernur Irwandi Yusuf sedang terjerat kasus, uang itu dianggap hangus. Terdakwa berjanji akan tetap tanggung jawab dan akan mengembalikan uang itu. Namun pada akhirnya, perbuatan Zufri, Mustafa Zardi dan Khairul Rizal dengan melakukan tipu muslihat diketahui koban.

Ternyata, para terdakwa tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan proyek atau pekerjaan tersebut kepada korban karena setiap proyek pekerjaan harus melewati prosedur lelang sebagaimana ketentuan perundang-undangan.

“Akibatnya, korban tertipu miliaran rupiah dan melaporkan para terdakwa ke pihak kepolisian,” terang Nova. (*/asp)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Lantik Kasek Dan Pengawas Sekolah, Ini Pesan Wabup Sergai
Metro 24 Jam - Rabu, 17 Juli 2019 - 11:37 WIB

Lantik Kasek Dan Pengawas Sekolah, Ini Pesan Wabup Sergai

Wakil Bupati Serdang Bedagai H Darma Wijaya melantik Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN), tenaga pendidik dan Pengawas Sekolah dijajaran Dinas ...
Sore Ini, 190 Jemaah Haji Sergai Dilepas Ke Tanah Suci
Metro 24 Jam - Rabu, 17 Juli 2019 - 11:00 WIB

Sore Ini, 190 Jemaah Haji Sergai Dilepas Ke Tanah Suci

Jemaah haji asal Kabupaten Serdang Bedagai yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Medan bergabung dengan Tebing Tinggi dan ...
Rumah Mendadak Terbakar, Janda Sebatang Kara Nyaris Terpanggang Hidup-hidup
Metro 24 Jam - Rabu, 17 Juli 2019 - 06:30 WIB

Rumah Mendadak Terbakar, Janda Sebatang Kara Nyaris Terpanggang Hidup-hidup

Suyem (58), janda yang tinggal sebatang kara di Dusun 1, Desa Mekar Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Batubara, nyaris terpanggang ...
Lepas Jamaah Calhaj Palas ke Asrama Haji Medan, Bupati TSO: Semoga Menjadi Haji Mabrur
Metro 24 Jam - Rabu, 17 Juli 2019 - 06:25 WIB

Lepas Jamaah Calhaj Palas ke Asrama Haji Medan, Bupati TSO: Semoga Menjadi Haji Mabrur

Bupati H Ali Sutan Harahap (TSO) melepas keberangkatan sebanyak 418 jamaah calon haji Kabupaten Padang Lawas (Palas) dari halaman Masjid ...
Siap-siap Isap Ganja di Pinggir Jalan, 2 Pemuda Ini Diciduk Polisi
Metro 24 Jam - Rabu, 17 Juli 2019 - 06:06 WIB

Siap-siap Isap Ganja di Pinggir Jalan, 2 Pemuda Ini Diciduk Polisi

Niat Dedi Arsandi (25) dan Hendi Permana (22) hendak santai mengisap ganja di pinggir Jalan Mangga, Kelurahan Tanjungbalai Kota II, ...
Curi HP dan Laptop Milik Tetangga, Pria Ini Ditangkap Polisi di Rumahnya
Metro 24 Jam - Rabu, 17 Juli 2019 - 05:49 WIB

Curi HP dan Laptop Milik Tetangga, Pria Ini Ditangkap Polisi di Rumahnya

Novri Ardiansyah, warga Jalan Pukat Banting 4, Kecamatan Medan Tembung, ditangkap polisi dari kediamannya, Sabtu (13/7/2019) dinihari sekira pukul 2.00 ...
Loading...

Loading…