Senin, 20 Mei 2019 | 07.18 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Tiga Terdakwa Penipuan Dihukum Berbeda

Tiga Terdakwa Penipuan Dihukum Berbeda

Kamis, 16 Mei 2019 - 21:06 WIB

IMG-69606

Ketiga terdakwa di persidangan. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Tiga terdakwa yang terlibat kasus penipuan dihukum berbeda oleh majelis hakim yang diketuai Ali Tarigan. Ketiganya dinyarakan terbukti melakukan penipuan dengan menjanjikan proyek terhadap kontraktor dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Mustafa Zardi selama 2 tahun 6 bulan,” tandas hakim Ali Tarigan di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (16/5/2019).

Sementara dua terdakwa lain yakni, Zufri Andi Surya dan Khairul Rizal masing-masing selama 1 tahun penjara. “Perbuatan para terdakwa terbukti melanggar Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana,” tandas hakim Ali Tarigan.

Menanggapi putusan itu, setelah berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, dua terdakwa menyatakan pikir-pikir. “Pikir-pikir pak hakim,” cetus para terdakwa. Sementara terdakwa Mustafa Zardi menerimanya.

Putusan itu lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova. JPU dari Kejatisu itu menuntut Mustafa Zardi selama 1 tahun penjara. Sedangkan Zufri Andi Surya dan Khairul Rizal dituntut masing-masing selama 8 bulan penjara.

Dalam dakwaan JPU, ketiga terdakwa menawarkan pekerjaan terhadap kontraktor bernama Johan. Namun, Johan menolak dan menyerahkannya ke Feriyanto. Mereka sepakat untuk bertemu.

Mustafa Zardi meminta modal awalnya Rp 280 juta untuk biaya melobi dan biaya pengurusan agar proyek penunjukan langsung tersebut mereka menangkan.

Mustafa Zardi juga menjanjikan kepada korban selama Gubernur masih dijabat Irwandi, bisa ambil kerjaan dalam masa jabatannya, sehingga korban percaya dan yakin tidak akan menipunya.

“Ketika korban pulang ke Medan, dia segera mentransfer uang sebanyak Rp 280 juta,” ucap Nova.

Setelah itu, mereka menawarkan proyek Dermaga PPI Calang di Provinsi Aceh senilai Rp 41 miliar dengan keuntungan besar. Namun, untuk memulai proyek itu, para terdakwa juga meminta Rp 200 juta sebagai modal untuk memenangkan paket pekerjaan.

Modus seperti ini terus dilancarkan para terdakwa dan meyakinkan bahwa mereka mampu memberikan sejumlah proyek pekerjaan. Perbuatan itu mereka lakukan rentang April hingga Agustus 2018. Namun setiap ditanyakan soal kejelasan proyek, mereka selalu beralasan masih butuh uang untuk kepentingan pengurusan.

Bahkan saat menjanjikan sebuah proyek pengaspalan di area parkir Mall Sentul, para terdakwa juga meminta modal awal. Dalam salah satu proyek yang dijanjikan, korban mempertanyakan kemana semua uang yang sudah di transfer beberapa kali ke para terdakwa. “Namun, para terdakwa mengaku uang sebagian sudah diberikan kepada Walikota dan Gubernur,” ujar JPU.

Perbuatan yang dilakukan para terdakwa terus berlanjut. Karena saat itu Gubernur Irwandi Yusuf sedang terjerat kasus, uang itu dianggap hangus. Terdakwa berjanji akan tetap tanggung jawab dan akan mengembalikan uang itu. Namun pada akhirnya, perbuatan Zufri, Mustafa Zardi dan Khairul Rizal dengan melakukan tipu muslihat diketahui koban.

Ternyata, para terdakwa tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan proyek atau pekerjaan tersebut kepada korban karena setiap proyek pekerjaan harus melewati prosedur lelang sebagaimana ketentuan perundang-undangan.

“Akibatnya, korban tertipu miliaran rupiah dan melaporkan para terdakwa ke pihak kepolisian,” terang Nova. (*/asp)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Dipergoki Saat Mencuri, Pria Ini Ancam Bunuh Pemilik Rumah, Pas Tertangkap Langsung Loyo
Metro 24 Jam - Senin, 20 Mei 2019 - 00:24 WIB

Dipergoki Saat Mencuri, Pria Ini Ancam Bunuh Pemilik Rumah, Pas Tertangkap Langsung Loyo

Tak seperti lazimnya para 'tamu tak diundang' Bayu Andira (23), warga Pondok Gerompol, Perumnas Simalingkar, memang cukup nekat. Ketika dipergoki ...
Curi Laptop Gagal, Warga Patumbak Ini Babak-belur, Lebaran di Penjara Lagi
Metro 24 Jam - Minggu, 19 Mei 2019 - 21:55 WIB

Curi Laptop Gagal, Warga Patumbak Ini Babak-belur, Lebaran di Penjara Lagi

Alih-alih menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, pria berusia 32 tahun ini malah coba mencuri. Alhasil, pria bernama Ari ...
Lagi Renovasi Untuk Jadi Kantor, Seisi Bangunan Rumah Permanen Ludes Dilahap Api
Metro 24 Jam - Minggu, 19 Mei 2019 - 21:31 WIB

Lagi Renovasi Untuk Jadi Kantor, Seisi Bangunan Rumah Permanen Ludes Dilahap Api

Satu unit bangunan rumah permanen di Jalan Sei Berantas Ujung, Kelurahan Babura, Medan Sunggal, ludes dilahap Si Jago Merah, Minggu ...
KPU Deliserdang Tuntaskan Pleno Rekapitulasi Dapil 3 Sumut, Ini Hasilnya
Metro 24 Jam - Minggu, 19 Mei 2019 - 21:00 WIB

KPU Deliserdang Tuntaskan Pleno Rekapitulasi Dapil 3 Sumut, Ini Hasilnya

Komisi Pemilihan Umum Deliserdang menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi terbuka dari seluruh Dapil untuk DPRD Sumut, setelah menuntaskan penghitungan suara dari ...
Rekapitulasi Dapil 6 Deliserdang Tuntas, Ini Nama-nama Caleg Peraih Suara Terbanyak
Metro 24 Jam - Minggu, 19 Mei 2019 - 17:36 WIB

Rekapitulasi Dapil 6 Deliserdang Tuntas, Ini Nama-nama Caleg Peraih Suara Terbanyak

Rekapitulasi tingkat PPK Percut Sei Tuan, selesai dilaksanakan di aula Kantor KPU Deliserdang, Minggu (19/5/2019). Pengitungan suara Percut Sei Tuan ...
7 Pasangan Terjaring Razia Pekat di Kisaran, Ada yang Sibuk Pakai Baju, Ada Bawa Balita, Alamak!
Metro 24 Jam - Minggu, 19 Mei 2019 - 13:20 WIB

7 Pasangan Terjaring Razia Pekat di Kisaran, Ada yang Sibuk Pakai Baju, Ada Bawa Balita, Alamak!

Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Asahan, Dinas Sosial serta TNI dan Polri menggelar razia Pekat Masyarakat di ...
Loading...