Selasa, 26 Mei 2020 | 15.29 WIB
Metro24Jam>News>Tiga Terdakwa Penipuan Dihukum Berbeda

Tiga Terdakwa Penipuan Dihukum Berbeda

Kamis, 16 Mei 2019 - 21:06 WIB

IMG-69606

Ketiga terdakwa di persidangan. (ist/metro24jam.com)

Loading...

MEDAN, metro24jam.com – Tiga terdakwa yang terlibat kasus penipuan dihukum berbeda oleh majelis hakim yang diketuai Ali Tarigan. Ketiganya dinyarakan terbukti melakukan penipuan dengan menjanjikan proyek terhadap kontraktor dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Mustafa Zardi selama 2 tahun 6 bulan,” tandas hakim Ali Tarigan di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (16/5/2019).

Sementara dua terdakwa lain yakni, Zufri Andi Surya dan Khairul Rizal masing-masing selama 1 tahun penjara. “Perbuatan para terdakwa terbukti melanggar Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana,” tandas hakim Ali Tarigan.

Menanggapi putusan itu, setelah berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, dua terdakwa menyatakan pikir-pikir. “Pikir-pikir pak hakim,” cetus para terdakwa. Sementara terdakwa Mustafa Zardi menerimanya.

Putusan itu lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova. JPU dari Kejatisu itu menuntut Mustafa Zardi selama 1 tahun penjara. Sedangkan Zufri Andi Surya dan Khairul Rizal dituntut masing-masing selama 8 bulan penjara.

Dalam dakwaan JPU, ketiga terdakwa menawarkan pekerjaan terhadap kontraktor bernama Johan. Namun, Johan menolak dan menyerahkannya ke Feriyanto. Mereka sepakat untuk bertemu.

Mustafa Zardi meminta modal awalnya Rp 280 juta untuk biaya melobi dan biaya pengurusan agar proyek penunjukan langsung tersebut mereka menangkan.

Mustafa Zardi juga menjanjikan kepada korban selama Gubernur masih dijabat Irwandi, bisa ambil kerjaan dalam masa jabatannya, sehingga korban percaya dan yakin tidak akan menipunya.

“Ketika korban pulang ke Medan, dia segera mentransfer uang sebanyak Rp 280 juta,” ucap Nova.

Setelah itu, mereka menawarkan proyek Dermaga PPI Calang di Provinsi Aceh senilai Rp 41 miliar dengan keuntungan besar. Namun, untuk memulai proyek itu, para terdakwa juga meminta Rp 200 juta sebagai modal untuk memenangkan paket pekerjaan.

Modus seperti ini terus dilancarkan para terdakwa dan meyakinkan bahwa mereka mampu memberikan sejumlah proyek pekerjaan. Perbuatan itu mereka lakukan rentang April hingga Agustus 2018. Namun setiap ditanyakan soal kejelasan proyek, mereka selalu beralasan masih butuh uang untuk kepentingan pengurusan.

Bahkan saat menjanjikan sebuah proyek pengaspalan di area parkir Mall Sentul, para terdakwa juga meminta modal awal. Dalam salah satu proyek yang dijanjikan, korban mempertanyakan kemana semua uang yang sudah di transfer beberapa kali ke para terdakwa. “Namun, para terdakwa mengaku uang sebagian sudah diberikan kepada Walikota dan Gubernur,” ujar JPU.

Perbuatan yang dilakukan para terdakwa terus berlanjut. Karena saat itu Gubernur Irwandi Yusuf sedang terjerat kasus, uang itu dianggap hangus. Terdakwa berjanji akan tetap tanggung jawab dan akan mengembalikan uang itu. Namun pada akhirnya, perbuatan Zufri, Mustafa Zardi dan Khairul Rizal dengan melakukan tipu muslihat diketahui koban.

Ternyata, para terdakwa tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan proyek atau pekerjaan tersebut kepada korban karena setiap proyek pekerjaan harus melewati prosedur lelang sebagaimana ketentuan perundang-undangan.

“Akibatnya, korban tertipu miliaran rupiah dan melaporkan para terdakwa ke pihak kepolisian,” terang Nova. (*/asp)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Bupati Deliserdang Sidak ASN, Prihatin Lihat Kantor Sat Pol-PP, Semangati Damkar

Bupati Deliserdang Sidak ASN, Prihatin Lihat Kantor Sat Pol-PP, Semangati Damkar

Bupati Ashari Tambunan didampingi Wakil Bupati M Ali Yusuf Siregar serta Sekdakab Darwin Zein melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Sekretariat ...
Bertengkar dengan Istri di Hari Raya, Pria Muda Gantung Diri di Pohon Karet, Untung Ditolong!

Bertengkar dengan Istri di Hari Raya, Pria Muda Gantung Diri di Pohon Karet, Untung Ditolong!

Pertengkaran sepasang suami istri berusia belasan tahun membuat geger warga Dusun III, Desa Sialang, Kecamatan Bangun Purba, Deliserdang, Minggu (24/5/2020) ...
570 Napi Beragama Islam di Lapas Lubukpakam Dapat Remisi Khusus Idul Fitri

570 Napi Beragama Islam di Lapas Lubukpakam Dapat Remisi Khusus Idul Fitri

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubukpakam Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara memberi remisi khusus Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 kepada ...
Ban Mendadak Gembos, RX King Tabrak Ninja di Jalan Medan, Pelajar SMA Tewas

Ban Mendadak Gembos, RX King Tabrak Ninja di Jalan Medan, Pelajar SMA Tewas

Pelajar SMA Wahyu Abdilah (16), warga Jalan Perjuangan, Huta VI, Nagori Purba Sari, Tapian Dolok, Simalungun tewas setelah mengalami kecelakaan ...
Pria di Huta Bayu Raja Ini Akhiri Hidup dengan Kawat Duri, Diduga Stres Karena Banyak Utang

Pria di Huta Bayu Raja Ini Akhiri Hidup dengan Kawat Duri, Diduga Stres Karena Banyak Utang

Warga Huta Dolok Sinumbah, Nagori Mancuk, Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun, digegerkan dengan temuan sesosok mayat pria yang tergantung dengan ...
Pemuda 20 Tahun Tewas Dianiaya Keluarga Sendiri di Batubara, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Pemuda 20 Tahun Tewas Dianiaya Keluarga Sendiri di Batubara, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Satuan Reskrim Polres Batubara akhirnya menetapkan 3 tersangka dalam kasus penganiayaan hingga menyebabkan kematian Yunus Nduru (20), di kediamannya di ...
Loading...
Irwa Zaini
Dandim

Loading…