Sabtu, 30 Mei 2020 | 16.49 WIB
Metro24Jam>News>Anak Dihajar Karanya Tak Mau Disuruh, Tak Bisa ‘Berdiri’ di Ranjang Istri Ditendangi, Manalah Tahan!

Anak Dihajar Karanya Tak Mau Disuruh, Tak Bisa ‘Berdiri’ di Ranjang Istri Ditendangi, Manalah Tahan!

Rabu, 15 Mei 2019 - 18:32 WIB

IMG-69564

SHB menunjukkan memar di tubuh anaknya. (Nst/metro24jam.com)

Loading...

PERCUT, metro24jam.com – Seorang wanita berinisial SHB (39) mengaku sudah tak tahan lagi hidup bersama suaminya yang mulai sering ringan tangan. Pasalnya, suaminya AHN (38), sering ringan tangan terhadap dirinya dan kedua anak mereka.

Perubahan perilaku sang suami diduga dipicu kebiasaannya mulai mengonsumsi narkoba. Menurut wanita itu, tak jarang dia harus menerima perlakuan kasar dan penganiayaan, hanya gara-gara suaminya itu tak bisa ‘berdiri’ di ranjang.

Merasa tak sanggup lagi menghadapi suaminya itu, SHB pun memutuskan untuk melaporkan hal itu ke polisi.

Bersama putranya MIN (10) dan ditemani tetangganya, mereka mendatangi Mapolsek Percut Sei Tuan, Rabu (15/5/2019) sekira pukul 14.00 Wib.

Menurut SHB, teranyar suaminya itu baru saja menganiaya putra bungsu mereka, Selasa (14/5/2019) sekira pukul 20.00 Wib. Peristiwa itu diketahuinya, ketika dia baru saja pulang dari bekerja malam itu.

Saat tiba di rumah kontrakan mereka di Jalan Pusaka, Dusun 18, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, SHB melihat si bungsu mengurung diri di dalam kamar dengan kondisi ketakutan.

Melihat perilaku sang anak yang tak lazim, wanita itu bertanya kepada sang suami. Namun, saat itu AHN hanya bungkam. Tak lama kemudian, anak perempuannya yang telah remaja memberanikan diri memberitahukan kepada sang ibu, apa yang terjadi pada adiknya itu.

Berdasarkan pengakuan putrinya, SHB pun mengetahui bahwa putranya itu baru saja dipukuli ayahnya dengan tangan dan tali pinggang. Alasanya, MIN selalu malas jika disuruh oleh sang ayah.

Tak terima anaknya diperlakukan demikian, SHB pun sempat menghardik suaminya. Namun bukannya meminta maaf, AHN kemudian dengan beringas malah menghajar istrinya.

“Padahal suami saya itu baru seminggu lalu memukuli anak kami yang perempuan. Saya sudah nangis-nangis dan minta tolong supaya berhenti memukulinya, tapi gak digubris. Sampai puas, dia baru berhenti dan baru bisa saya selamatkan anak saya. Ini dipukulinya lagi anak kami yang kecil sampai trauma dan berbekas,” kesalnya.

Wanita itu mengatakan, penganiayaan terhadap kedua anaknya serta dia itu sudah seringkali terjadi dalam beberapa tahun belakangan. Perubahan sikap AHN menurut dugaannya, semenjak sang suamin mengenal sabu-sabu.

Tak hanya ringan tangan, perubahan itu juga terlihat dari kemauan bekerja suaminya. Pria 38 tahun itu sekarang dinilainya sudah malas bekerja.

Tanpa sungkan, wanita yang mengenakan jilbab ini mengungkapkan kalau perubahan suaminya juga terjadi di atas ranjang.

“Dia sering minta gituan pas tengah malam. Tapi sampai azan pagi nanti, senjata suami saya gak juga berdiri. Saya kan capek, pagi mau masak dan bekerja. Tapi saya dipaksanya sampai dipukuli dan disiksa. Pernah pun saya ditendang keluar tak berpakaian,” akunya.

Akibat perlakuan kasar sang suami terhadap dirinya dan kedua anaknya, wanita itu pun mengaku pasrah jika harus pisah dan hidup tanpa suami.

“Bukan anak saya saja yang trauma, saya pun udah gak mau lagi nikah, saya trauma sama laki-laki. Kami melapor diam-diam, kalau laporan saya diproses dan dia ditangkap, lebih baik saya tinggal bersama anak saya aja,” ungkapnya sedih.

Kesabarannya tak lagi terbendung. Wanita yang bekerja di warung makanan ini secara resmi melaporkan suaminya sendiri dengan bukti lapor LP Nomor: STTLP/1313/V/2019/SPKT Percut.

“Saya berharap dia ditangkap, biar tau dia bagaimana rasanya jika terus disiksa seperti kami. Kasihan anak-anak saya, mereka jadi dendam gitu,” lirihnya, sembari mengajak putranya yang masih di duduk di bangku kelas 3 SD itu berlalu. (asn)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
2 Pecandu Ganja Ditangkap di Simpang 3 Parmaksian

2 Pecandu Ganja Ditangkap di Simpang 3 Parmaksian

Satuan Reserse Narkoba Polres Toba menangkap dua pemuda pecandu ganja di Jalan Simpang Tiga, Desa Dolok Nauli, Kecamatan Parmaksian, Jum'at ...
Puluhan ASN Serdang Jalani Rapid dan Swab Test

Puluhan ASN Serdang Jalani Rapid dan Swab Test

Dinas Kesehatan Serdang Bedagai menggelar rapid dan swab test terhadap puluhan Aparatur Sipil Negeri (ASN) Pemkab Sergai. Uji rapid dan ...
Jambret HP IRT di Atas Betor, 2 Pria Pengendara Vario Berdarah-darah ‘Dipermak’ Warga
BREAKING NEWS

Jambret HP IRT di Atas Betor, 2 Pria Pengendara Vario Berdarah-darah ‘Dipermak’ Warga

Dua pria diboyong dengan kondisi berlumuran darah ke Mapolsek Sunggal, Sabtu (30/5/2020) sekira pukul 11.50 Wib. Informasi yang dihimpun di ...
Kecamatan Girsip Terima 1.945 Paket Bahan Pokok dari GTPP Sumut

Kecamatan Girsip Terima 1.945 Paket Bahan Pokok dari GTPP Sumut

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkonpincam) Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Simalungun, menerima sebanyak 1.945 paket bahan pokok dari Gugus Tugas Percepatan ...
Tabrak Truk Berhenti Remaja 16 Tahun dari Desa Petatal Meregang Nyawa

Tabrak Truk Berhenti Remaja 16 Tahun dari Desa Petatal Meregang Nyawa

Diki Pratama (16), tewas seketika setelah mengalami kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera KM 129, Dusun 3, tepatnya di depan Puskesmas ...
2 Pekan Usai Curi Motor di Batang Kuis, Kembali Lagi ke Lokasi Aksi, Pria Ini Diamuk Massa

2 Pekan Usai Curi Motor di Batang Kuis, Kembali Lagi ke Lokasi Aksi, Pria Ini Diamuk Massa

Muhammad Nuh (38), warga Dusun I, Desa Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu, babak-belur dihakimi warga di Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang ...
Loading...
Irwa Zaini
Dandim

Loading…