Sabtu, 30 Mei 2020 | 15.35 WIB
Metro24Jam>News>Gara-gara Proyek Pengadaan Pakaian Sekolah, Wanita Warga Bandar Khalipah Ini Tertipu Ratusan Juta Rupiah

Gara-gara Proyek Pengadaan Pakaian Sekolah, Wanita Warga Bandar Khalipah Ini Tertipu Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 15 Mei 2019 - 04:29 WIB

IMG-69538

Minanti dan Miasih saat akan membuat laporan di Mapolsek Percut Sei Tuan. (Nst/metro24jam.com)

Loading...

PERCUT SEI TUAN, metro24jam.com – Sejumlah wanita paruh baya dan lanjut usia dari Pasar 11/Jalan Pendidikan, Bandar Khalipah, mendatangi Mapolsek Percut Sei Tuan, Selasa (14/5/2019) sore. Kedatangan mereka ingin melaporkan tetangganya berinisial DM (35), yang dituding telah melakukan penipuan.

“Kami datang ke sini ada beberapa orang yang rumahnya gak begitu berjauhan [dari DM]. Tapi kalau dikumpuli yang ditipunya di kawasan kami udah belasan,” beber Menanti (42), Cici Paramitha (31) dan beberapa wanita lainnya kepada wartawan.

Menurut para wanita itu, aksi penipuan itu bermula dari ajakan DM terhadap Misiah (64) sekira 2 bulan lalu. Nenek berusia 64 tahun yang tinggal persis di depan rumah kontrakan DM di Pasar 11/Jalan Pendidikan ini ditawari proyek penyediaan pakaian sekolah, berupa baju batik, baju olah raga, serta jilbab.

Nek Misiah pun ditawari keuntungan mulai dari Rp1000 hingga Rp1500 per pakaian. Lantaran kasihan karena ingin membantu perekonomian DM, sekaligus melihat ada keuntungan dari proyek tersebut, nek Misiah kemudian mengamininya.

Tak tanggung-tanggung, modal awal yang diajukan wanita yang berstatus ibu rumah tangga itu mencapai puluhan juta rupiah.

“Kami nyerahkan uangnya berangsur-angsur. Pertama saya serahkan simpanan emas London saya seberat 10gram dan itu belum cukup. Lalu dia minta lagi uang beberapa kali hingga totalnya Rp20 juta yang saya serahkan,” aku Nek Misiah.

Setelah menguras uang dan harta benda Nek Misiah, MD mulai beralih ke tetangga lainnya, bahkan kepada warga sekitar Desa Bandar Khalipah.

Hasil penipuan itu juga disebut bervariasi. Minanti misalnya, mengalami kerugian uang Rp9 juta. DM mengatakan, uang itu untuk modal pengadaan pakaian sekolah, namun tak kunjung dikembalikan seperti perjanjian awal, yang seharusnya sebelum 2 bulan.

“Begitu juga sama korban lainnya. Jadi kami minta. Dia (DM) bilang, uangnya gak ada dan nanti akan menggantinya, sedangkan dia aja gak kerja. Malah dia menantang kami kalau mau lapor silahkan dan kalau mau diganti tunggu suaminya dapat kerja,” kata para wanita itu.

Kesal atas sikap tak pasti dari MD, beberapa warga yang merasa sudah menjadi korban penipuan pun sepakat melaporkan wanita itu ke kantor polisi dengan harapan uang mereka dikembalikan.

“Banyak lagi warga yang ditipunya, tapi gak semua datang. Entah kenapalah kami percaya dan kasihan sama dia, padahal baru 8 bulan dia ngontrak rumah di situ. Kami juga sempat bilang kenapa gak kerjasama dengan keluarganya, ehh rupanya mau nipu,” celetuk seorang wanita berhijab dan berkacamata yang minta namanya tidak ditulis.

Dikatakan mereka, MD sempat mengaku kalau proyek pakaian itu berasal dari adiknya.

“Kami juga kasihan awalnya, dia sudah kami anggap juga sebagai anak angkat. Dia gak kerja dan suaminya juga gak kerja. Sedangkan anaknya ada 3. Tapi sekarang dia malah menantang dan gak takut ditangkap polisi karena sudah nipu banyak orang,” geram mereka.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay mengaku telah menerima laporan korban dan masih mendalami guna dilakukan proses selanjutnya. (asn)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Puluhan ASN Serdang Jalani Rapid dan Swab Test

Puluhan ASN Serdang Jalani Rapid dan Swab Test

Dinas Kesehatan Serdang Bedagai menggelar rapid dan swab test terhadap puluhan Aparatur Sipil Negeri (ASN) Pemkab Sergai. Uji rapid dan ...
Jambret HP IRT di Atas Betor, 2 Pria Pengendara Vario Berdarah-darah ‘Dipermak’ Warga
BREAKING NEWS

Jambret HP IRT di Atas Betor, 2 Pria Pengendara Vario Berdarah-darah ‘Dipermak’ Warga

Dua pria diboyong dengan kondisi berlumuran darah ke Mapolsek Sunggal, Sabtu (30/5/2020) sekira pukul 11.50 Wib. Informasi yang dihimpun di ...
Kecamatan Girsip Terima 1.945 Paket Bahan Pokok dari GTPP Sumut

Kecamatan Girsip Terima 1.945 Paket Bahan Pokok dari GTPP Sumut

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkonpincam) Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Simalungun, menerima sebanyak 1.945 paket bahan pokok dari Gugus Tugas Percepatan ...
Tabrak Truk Berhenti Remaja 16 Tahun dari Desa Petatal Meregang Nyawa

Tabrak Truk Berhenti Remaja 16 Tahun dari Desa Petatal Meregang Nyawa

Diki Pratama (16), tewas seketika setelah mengalami kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera KM 129, Dusun 3, tepatnya di depan Puskesmas ...
2 Pekan Usai Curi Motor di Batang Kuis, Kembali Lagi ke Lokasi Aksi, Pria Ini Diamuk Massa

2 Pekan Usai Curi Motor di Batang Kuis, Kembali Lagi ke Lokasi Aksi, Pria Ini Diamuk Massa

Muhammad Nuh (38), warga Dusun I, Desa Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu, babak-belur dihakimi warga di Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang ...
Tikam Rekan Parbetor Hingga Tewas, Pemuda Asal Medan Johor Ditangkap di Batubara

Tikam Rekan Parbetor Hingga Tewas, Pemuda Asal Medan Johor Ditangkap di Batubara

Tersangka pembunuhan, Rizky Wahyudi Sirait (23), ditangkap polisi di persembunyiannya di Jalan Datuk Setia Wangsa, Kelurahan Nenas Siam, Kecamatan Medang ...
Loading...
Irwa Zaini
Dandim

Loading…