Selasa, 23 Juli 2019 | 01.21 WIB
Metro24Jam>News>Mengaku Diancam Lantaran Bongkar Borok Puskesmas, ASN Mengadu ke DPRD Deliserdang

Mengaku Diancam Lantaran Bongkar Borok Puskesmas, ASN Mengadu ke DPRD Deliserdang

Senin, 15 April 2019 - 20:50 WIB

IMG-68897

Farida Astuti Hariani saat membeberkan sejumlah dokumen kepada Sekretaris Komisi A DPRD Deliserdang, Benhur Silitonga. (Fani Ardana/metro24jam.com)

DELISERDANG, metro24jam.com – Farida Astuti Hariani, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini bekerja di Puskesmas Bandar Baru Kecamatan Sibolangit mendatangi Komisi A DPRD Deliserdang, Senin (15/4/2019), sekira pukul 15.30 Wib.

Sembari menangis, dia mengadukan nasibnya kepada anggota dewan karena merasa diperlakukan tidak adil. Saat ini, Farida mengaku sudah dimutasi ke Puskesmas Percut Seituan secara mendadak.

Hal itu menurut Farida, karena dia berencana membongkar semua dugaan Pungli di Puskesmas Bandar Baru. Meski rumahnya di Jalan HM Joni Medan, yang relatif lebih dekat dengan tempat tugas yang baru, Farida tetap saja merasa kebijakan yang dialaminya tidak adil.

Aspirasi Farida ditampung langsung oleh Sekretaris Komisi A, Benhur Silitonga. Persoalan yang saat itu dibeberkan Farida kepada Benhur juga diungkapkan kepada wartawan.

Ia menduga, mutasi terhadap dirinya lantaran selalu bertentangan dengan Kepala Puskesmasnya, drg Sri Astuti Hariani. Bahkan, gara-gara pertengangan itu, wanita paruh baya itu juga mengaku sempat mendapat ancaman.

“Saya juga mohon perlindungan Pak, karena saya jadi diancam-ancam juga sama orang lantaran membongkar adanya dugaan pungli yang dilakukan pihak Puskesmas Sibolangit. Untuk mendapatkan kartu KIS dari Jokowi itu ada warga yang dipinta Rp800 sampai Rp850 ribu. Sekarang uang warga itu sudah dikembalikan, tapi ada yang enggak senang,” beber Farida.

Saat itu juga, Farida sempat memperlihatkan berbagai dokumen kepada Benhur. Wanita yang sebelumnya menjabat Bendahara di Puskesmas Bandar Baru itu akhirnya digantikan pada tahun 2018.

Saat dia menjadi bendahara tersebut, Farida mengatakan, banyak kebijakan-kebijakan dikeluarkan oleh Kapusnya sebenarnya melanggar ketentuan. Dia pun merasa heran, mengapa hal tersebut bisa lolos dari pengawasan Inspektorat Deliserdang.

“Kalau anggaran cair, uang itu bisa dipotong sama Kapus mulai dari 6 sampai 10 persen. Ku tanya, ‘Kenapa gitu?’ Jatanya untuk ke dinas, agar kalau ada apa-apa bisa ikut membantu orang dinas. Saya bendahara tapi enggak pernah pegang uang,” bebernya.

“Mau beli apa-apa susah kali minta uangnya sama Kapus, ibaratnya kalau uang sudah cair, uang itu dikepit di sini,” imbuh Farida menunjuk ketiaknya.

“Jadi susah ngambilnya. Ya ku bilang memang sama dia, ‘Kau sajalah yang jadi bendahara ini, kan enggak mungkin uang ku yang keluar’,” lanjutnya lagi.

Farida mengatakan, banyak pegawai yang sebenarnya datang ke kantor hanya tiga kali dalam sepekan, bahkan ada yang hanya satu kali (sepekan), namun tidak pernah mendapat sanksi. Dia juga membeberkan banyaknya daftar hadir pegawai yang kemudian dimanipulasi oleh bagian Tata Usaha demi mendapatkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

Farida mengaku sangat kesal ketika Puskesmas sedang mengikuti akreditasi. Pada saat itu para pegawai katanya dipunguti uang Rp250 ribu per orang oleh Kapus.

“Kapus pun jarang masuk ke kantor paling seminggu hanya tiga kali. Ada yang enggak pernah masuk kantor sampai puluhan hari tapi enggak juga dipindahkan dan dapat TPP. Kenapa aku yang sekarang dipindahkan? Di mana keadilan itu yang jujur malah dipindahkan? Sebenarnya aku sudah ngelapor ke Tipikor Poldasu (dugaan korupsi) tapi enggak pernah ditanggapi. Aku sekarang enggak mau tugas di Deliserdang lagi dan mau pindah ke Medan saja. Enggak benar lagi pejabat Deliserdang ini,” ketus Farida.

Sementara itu, Benhur Silitonga mengatakan, pihaknya akan mengagendakan penjadwalan pemanggilan Dinas Kesehatan. Menurutnya kasus ini bisa dibawa ke ranah hukum karena dianggap Farida punya banyak bukti.

“Ya saya sudah dengar. Ya memang banyak persoalan sekarang di Puskesmas dan ini yang kesekian kalinya. Ini akan kita panggil nanti Dinas Kesehatan-nya,” kata Benhur.

Terpisah, Kepala Puskesmas Bandar Baru, drg Sri Astuti Hariani, saat dikonfirmasi ,etro24jam.com melalui selular dengan nomor HP/WA nya 081386631425, beberapa kali tidak menjawab.

Ketika dikonfirmasi via WhatsApp, setelah sekira 20 menit, Sri Astuti akhirnya menjawab. “Hubungi abang saja aja ya,” tulisnya sembari menyertakan satu nomor seluler.

Namun, Sri Astuti kemudian seolah berubah pikiran lagi. Dan akhirnya bersedia memberikan penjelasan singkat.

“Itu tidak benar, karena ada reditribusi pegawai yang rutin dilakukan dinas untuk peningkatan pelayanan sesuai hasil telaah. Dan kebutuhan, semua yang mengatur dinas dan BKD. Kita di Puskesmas tidak pernah diikutsertakan. Terimakasih,” jawabnya. (fan)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 23:07 WIB

HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Fachruddin Siregar memimpin upaca peringatan HUT Adhyaksa ke-59 di halaman kantor Kejatisu, Jalan AH ...
Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:57 WIB

Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana

Dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap peserta Program Keluarga Harapan (PKH), masih saja terjadi di Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela ...
Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:40 WIB

Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci

Rezeki bisa datang dari mana saja tanpa pernah diduga. Seperti yang dialami dan dirasakan Kamaluddin bin Mohammad Hafiz alias Ongku ...
Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:16 WIB

Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda

Satu unit rumah semi permanen di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), Jalan Kawal Samudra, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, ...
Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:54 WIB

Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil

Polrestabes Medan hingga Polsek jajaran, gencar melakukan patroli hunting ke jalanan dalam sebulan terakhir demi menekan angka kriminalitas di Kota ...
Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:40 WIB

Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!

Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PAUS), Herowhin Sinaga, sebagai tersangka ...
Loading...

Loading…


Bupati Padang Lawas
BPKAD Padang Lawas
Dinas Perindag dan UMKM Padang Lawas
Bank Sumut Sibuhuan
Dinas PU & PE Padang Lawas
Bappeda Padang Lawas
Dinas LH dan Hut Padang Lawas
Dinas PMD Padang Lawas