Jumat, 26 April 2019 | 22.54 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Mengaku Diancam Lantaran Bongkar Borok Puskesmas, ASN Mengadu ke DPRD Deliserdang

Mengaku Diancam Lantaran Bongkar Borok Puskesmas, ASN Mengadu ke DPRD Deliserdang

Senin, 15 April 2019 - 20:50 WIB

IMG-68897

Farida Astuti Hariani saat membeberkan sejumlah dokumen kepada Sekretaris Komisi A DPRD Deliserdang, Benhur Silitonga. (Fani Ardana/metro24jam.com)

DELISERDANG, metro24jam.com – Farida Astuti Hariani, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini bekerja di Puskesmas Bandar Baru Kecamatan Sibolangit mendatangi Komisi A DPRD Deliserdang, Senin (15/4/2019), sekira pukul 15.30 Wib.

Sembari menangis, dia mengadukan nasibnya kepada anggota dewan karena merasa diperlakukan tidak adil. Saat ini, Farida mengaku sudah dimutasi ke Puskesmas Percut Seituan secara mendadak.

Hal itu menurut Farida, karena dia berencana membongkar semua dugaan Pungli di Puskesmas Bandar Baru. Meski rumahnya di Jalan HM Joni Medan, yang relatif lebih dekat dengan tempat tugas yang baru, Farida tetap saja merasa kebijakan yang dialaminya tidak adil.

Aspirasi Farida ditampung langsung oleh Sekretaris Komisi A, Benhur Silitonga. Persoalan yang saat itu dibeberkan Farida kepada Benhur juga diungkapkan kepada wartawan.

Ia menduga, mutasi terhadap dirinya lantaran selalu bertentangan dengan Kepala Puskesmasnya, drg Sri Astuti Hariani. Bahkan, gara-gara pertengangan itu, wanita paruh baya itu juga mengaku sempat mendapat ancaman.

“Saya juga mohon perlindungan Pak, karena saya jadi diancam-ancam juga sama orang lantaran membongkar adanya dugaan pungli yang dilakukan pihak Puskesmas Sibolangit. Untuk mendapatkan kartu KIS dari Jokowi itu ada warga yang dipinta Rp800 sampai Rp850 ribu. Sekarang uang warga itu sudah dikembalikan, tapi ada yang enggak senang,” beber Farida.

Saat itu juga, Farida sempat memperlihatkan berbagai dokumen kepada Benhur. Wanita yang sebelumnya menjabat Bendahara di Puskesmas Bandar Baru itu akhirnya digantikan pada tahun 2018.

Saat dia menjadi bendahara tersebut, Farida mengatakan, banyak kebijakan-kebijakan dikeluarkan oleh Kapusnya sebenarnya melanggar ketentuan. Dia pun merasa heran, mengapa hal tersebut bisa lolos dari pengawasan Inspektorat Deliserdang.

“Kalau anggaran cair, uang itu bisa dipotong sama Kapus mulai dari 6 sampai 10 persen. Ku tanya, ‘Kenapa gitu?’ Jatanya untuk ke dinas, agar kalau ada apa-apa bisa ikut membantu orang dinas. Saya bendahara tapi enggak pernah pegang uang,” bebernya.

“Mau beli apa-apa susah kali minta uangnya sama Kapus, ibaratnya kalau uang sudah cair, uang itu dikepit di sini,” imbuh Farida menunjuk ketiaknya.

“Jadi susah ngambilnya. Ya ku bilang memang sama dia, ‘Kau sajalah yang jadi bendahara ini, kan enggak mungkin uang ku yang keluar’,” lanjutnya lagi.

Farida mengatakan, banyak pegawai yang sebenarnya datang ke kantor hanya tiga kali dalam sepekan, bahkan ada yang hanya satu kali (sepekan), namun tidak pernah mendapat sanksi. Dia juga membeberkan banyaknya daftar hadir pegawai yang kemudian dimanipulasi oleh bagian Tata Usaha demi mendapatkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

Farida mengaku sangat kesal ketika Puskesmas sedang mengikuti akreditasi. Pada saat itu para pegawai katanya dipunguti uang Rp250 ribu per orang oleh Kapus.

“Kapus pun jarang masuk ke kantor paling seminggu hanya tiga kali. Ada yang enggak pernah masuk kantor sampai puluhan hari tapi enggak juga dipindahkan dan dapat TPP. Kenapa aku yang sekarang dipindahkan? Di mana keadilan itu yang jujur malah dipindahkan? Sebenarnya aku sudah ngelapor ke Tipikor Poldasu (dugaan korupsi) tapi enggak pernah ditanggapi. Aku sekarang enggak mau tugas di Deliserdang lagi dan mau pindah ke Medan saja. Enggak benar lagi pejabat Deliserdang ini,” ketus Farida.

Sementara itu, Benhur Silitonga mengatakan, pihaknya akan mengagendakan penjadwalan pemanggilan Dinas Kesehatan. Menurutnya kasus ini bisa dibawa ke ranah hukum karena dianggap Farida punya banyak bukti.

“Ya saya sudah dengar. Ya memang banyak persoalan sekarang di Puskesmas dan ini yang kesekian kalinya. Ini akan kita panggil nanti Dinas Kesehatan-nya,” kata Benhur.

Terpisah, Kepala Puskesmas Bandar Baru, drg Sri Astuti Hariani, saat dikonfirmasi ,etro24jam.com melalui selular dengan nomor HP/WA nya 081386631425, beberapa kali tidak menjawab.

Ketika dikonfirmasi via WhatsApp, setelah sekira 20 menit, Sri Astuti akhirnya menjawab. “Hubungi abang saja aja ya,” tulisnya sembari menyertakan satu nomor seluler.

Namun, Sri Astuti kemudian seolah berubah pikiran lagi. Dan akhirnya bersedia memberikan penjelasan singkat.

“Itu tidak benar, karena ada reditribusi pegawai yang rutin dilakukan dinas untuk peningkatan pelayanan sesuai hasil telaah. Dan kebutuhan, semua yang mengatur dinas dan BKD. Kita di Puskesmas tidak pernah diikutsertakan. Terimakasih,” jawabnya. (fan)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Pria Berkaos Loreng Tewas Dalam Kamarnya, di Lokasi Ditemukan Bong
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:48 WIB

Pria Berkaos Loreng Tewas Dalam Kamarnya, di Lokasi Ditemukan Bong

Seorang pria paruh baya yang mengenakan seragam loreng ditemukan tak bernyawa di kediamannya Jalan Sei Mencirim, Dusun 11 Desa Paya ...
Dicegat Polisi di Jalan Irian Desa Dagang Kerawan, Pemuda Ini Kedapatan Pegang Sabu
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:24 WIB

Dicegat Polisi di Jalan Irian Desa Dagang Kerawan, Pemuda Ini Kedapatan Pegang Sabu

Personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa meringkus seorang pemuda yang kedapatan memiliki sabu-sabu, di Jalan Irian, Dusun 4, Desa Dagang ...
Rokontruksi Pembunuhan Ngatiem, Pria Berkumis Coba Serang Pelaku
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:10 WIB

Rokontruksi Pembunuhan Ngatiem, Pria Berkumis Coba Serang Pelaku

Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan korban Ngatiem alias Ati, di areal perkebunan kelapa sawit Afdeling III PTPN 4 Kebun Laras, Nagori ...
Kesal Sering Dicaci-maki, Karyawan Cuci Steam Nekat Bunuh Majikan
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 19:28 WIB

Kesal Sering Dicaci-maki, Karyawan Cuci Steam Nekat Bunuh Majikan

Pelaku pembunuhan pengusaha cuci steam, Robby Diandra (39), yang ditemukan tewas diKapuk Kamal Raya Tegal alur, Kalideres Jakarta Barat, pada ...
Demi Nyabu, Motor Milik Keluarga Sendiri Disikat, Pemuda Ini Diantar Pemilik ke Kantor Polisi
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 19:18 WIB

Demi Nyabu, Motor Milik Keluarga Sendiri Disikat, Pemuda Ini Diantar Pemilik ke Kantor Polisi

Gara-gara belajar nyabu, pekerjaan sebagai pedagang pakaian, akhirnya tak mencukupi untuk bagi Kevin Syah (19). Pemuda yang tinggal di Jalan ...
BNNP Gagalkan Peredaran Sabu Dalam Kemasan Milo dari Malaysia, Dikendalikan dari Lapas Tanjung Gusta
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 18:55 WIB

BNNP Gagalkan Peredaran Sabu Dalam Kemasan Milo dari Malaysia, Dikendalikan dari Lapas Tanjung Gusta

Personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu asal Malaysia. Jaringan ini juga disebut dikendalikan ...
Loading...