Jumat, 26 April 2019 | 23.57 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>BNN Ringkus Pemilik 64 Kg Sabu Tak Bertuan di Aceh, 20 Kg Lagi Disita di Medan dan Kisaran

BNN Ringkus Pemilik 64 Kg Sabu Tak Bertuan di Aceh, 20 Kg Lagi Disita di Medan dan Kisaran

Jumat, 12 April 2019 - 19:16 WIB

IMG-68814

Irjen Pol Arman Depari saat memberikan penjelasan kepada wartawan di Kantor BNNP Sumut, Jalan Willem Iskandar, Medan. (nst/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia dengan total barang bukti 84 Kg sabu berhasil digagalkan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama dengan BNNP Sumatera Utara (Sumut).

Deputi Pemberantasan Narkotika BNN RI Irjen Pol Arman Depari, dalam keterangannya di Kantor BNNP Sumut Jalan Willem Iskandar, Jumat (12/4/2019) siang menerangkan, 84 kg sabu tersebut disita dari pengungkapan 3 kasus penyelundupan narkoba dengan jumlah tersangka 8 orang.

“Awalnya kita mengamankan 2 tersangka pemilik 64 kg sabu yang ditemukan di perairan Seruway, Aceh Tamiang pada 13 September 2018 lalu. Ketika itu, aparat TNI AL menemukan speed boat tak bertuan. Kita periksa dan digeledah ternyata ada 64 kilogram sabu. Namun dua tersangkanya sudah melarikan diri ke Penang, Malaysia,” beber Arman didampingi Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial.

Dari hasil penyelidikan itu, lanjut Arman, BNN kemudian bekerjasama dengan Polis Diraja Malaysia dan akhirnya mendapatkan identitas tersangka adalah Samsul Bahri dan Maman Nurmansyah.

“Kedua tersangka ini kabur ke Malaysia. Lalu kita berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia untuk menangkap keduanya. Saat ini sudah ditangkap dan sudah diserahkan ke kita,” ungkapnya.

Selanjutnya, pada Kamis (11/4/2019) malam, BNN RI kembali menyita sebanyak 10 kg sabu, dari Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di depan Hotel Megasari, Kisaran.

“Sepuluh kilogram sabu yang diamankan ini dibungkus dalam 10 bungkus kotak berlapis lakban yang dicampur dengan getah karet kering untuk mengelabui petugas,” ungkapnya.

Selain 10 kg sabu tersebut, BNN juga berhasil meringkus 3 tersangka, yaitu Usman, Rianto, dan Devi Yanti.

“Modusnya ialah, narkotika itu dimasukkan ke Indonesia melalui jalur laut di Dumai untuk dibawa ke Aceh dan Sumut. Adapun peredaran gelap narkotika ini merupakan jaringan Malaysia-Indonesia (Aceh-Dumai-Medan),” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Arman, BNNP Sumut juga menggagalkan peredaran sabu dalam jumlah besar di Jalan Karya Sekata, Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, Jumat (5/4/2019) lalu, dengan barang bukti 10 kilogram.

Dari sana, tiga tersangka diamankan yakni SL (37), E (35), keduanya warga Jalan Karya Setuju, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat dan seorang narapidana Lapas Tanjung Gusta berinsial ZH (48).

“Dalam penangkapan itu satu orang tersangka berinsial SL diberikan tindakan tegas terukur di kakinya karena melawan dan mencoba melarikan diri,” tegas Arman.

Ia mengatakan dalam pengungkapan ini ada yang berbeda dari modus pengungkapan sebelumnya yakni barang masuk lewat Dumai kemudian dikirim ke Aceh lalu diedarkan ke provinsi lainnya.

“Ini ada modus yang berbeda dari biasanya, beberapa waktu lalu masuk lewat Aceh dikirim ke Sumut dan ke daerah lain. Kelihatannya ini terbalik, hasil pemeriksaan kita pemilk barang atas nama Yus, berada di Aceh. Pemilik tetap menginginkan di simpan di Aceh. Dari Aceh dikirim ke daerah lain,” ujarnya.

Dikendalikan Napi di Lapas

Dari hasil pengungkapan tersebut, BNN RI juga mengamankan 3 narapidana dari Lapas Tanjung Gusta dan Cipinang di Jakarta, yang diduga kuat sebagai pengendali masuknya barang haram dari Malaysia menuju Medan.

“Tanjung Gusta ini salah satu sarangnya selalu saja terkait, bila ada penangkapan besar. Ini bukan kritik, tapi perlu ada evaluasi terhadap instansi terkait,” ungkapnya.

Dalam pengungkapan ini, polisi turut mengamankan barang bukti 1 unit mobil Honda Jazz warna putih, truk, honda civic, 1 unit speedboat, HP, serta sejumlah ATM dan buku tabungan bank yang berisi uang miliaran rupiah. (asn)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Pria Berkaos Loreng Tewas Dalam Kamarnya, di Lokasi Ditemukan Bong
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:48 WIB

Pria Berkaos Loreng Tewas Dalam Kamarnya, di Lokasi Ditemukan Bong

Seorang pria paruh baya yang mengenakan seragam loreng ditemukan tak bernyawa di kediamannya Jalan Sei Mencirim, Dusun 11 Desa Paya ...
Dicegat Polisi di Jalan Irian Desa Dagang Kerawan, Pemuda Ini Kedapatan Pegang Sabu
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:24 WIB

Dicegat Polisi di Jalan Irian Desa Dagang Kerawan, Pemuda Ini Kedapatan Pegang Sabu

Personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa meringkus seorang pemuda yang kedapatan memiliki sabu-sabu, di Jalan Irian, Dusun 4, Desa Dagang ...
Rokontruksi Pembunuhan Ngatiem, Pria Berkumis Coba Serang Pelaku
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:10 WIB

Rokontruksi Pembunuhan Ngatiem, Pria Berkumis Coba Serang Pelaku

Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan korban Ngatiem alias Ati, di areal perkebunan kelapa sawit Afdeling III PTPN 4 Kebun Laras, Nagori ...
Kesal Sering Dicaci-maki, Karyawan Cuci Steam Nekat Bunuh Majikan
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 19:28 WIB

Kesal Sering Dicaci-maki, Karyawan Cuci Steam Nekat Bunuh Majikan

Pelaku pembunuhan pengusaha cuci steam, Robby Diandra (39), yang ditemukan tewas diKapuk Kamal Raya Tegal alur, Kalideres Jakarta Barat, pada ...
Demi Nyabu, Motor Milik Keluarga Sendiri Disikat, Pemuda Ini Diantar Pemilik ke Kantor Polisi
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 19:18 WIB

Demi Nyabu, Motor Milik Keluarga Sendiri Disikat, Pemuda Ini Diantar Pemilik ke Kantor Polisi

Gara-gara belajar nyabu, pekerjaan sebagai pedagang pakaian, akhirnya tak mencukupi untuk bagi Kevin Syah (19). Pemuda yang tinggal di Jalan ...
BNNP Gagalkan Peredaran Sabu Dalam Kemasan Milo dari Malaysia, Dikendalikan dari Lapas Tanjung Gusta
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 18:55 WIB

BNNP Gagalkan Peredaran Sabu Dalam Kemasan Milo dari Malaysia, Dikendalikan dari Lapas Tanjung Gusta

Personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu asal Malaysia. Jaringan ini juga disebut dikendalikan ...
Loading...