Senin, 20 Mei 2019 | 07.36 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Dituduh Mencuri Arus, Meteran Listrik Prabayar Dibongkar, Pasutri Ini Kecewa Kinerja P2TL PLN Rayon Lubukpakam

Dituduh Mencuri Arus, Meteran Listrik Prabayar Dibongkar, Pasutri Ini Kecewa Kinerja P2TL PLN Rayon Lubukpakam

Kamis, 21 Maret 2019 - 20:10 WIB

IMG-68278

Hj Siti Jamaiyah dan suaminya H Ali Ganti Harahap memperlihatkan surat dari PLN Lubukpakam. (Fani Ardana/metro24jam.com)

LUBUKPAKAM, metro24jam.com – Pasangan suami istri H Ali Ganti Harahap dan Hj Siti Jamaiyah, warga Jalan Pembangunan II, Desa Sekip, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang, kecewa berat dengan perlakuan P2TL PLN Rayon Lubukpakam.

Pasalnya, belum lama ini meteran listrik mereka dibongkar paksa, dengan tuduhan telah melakukan pencurian arus listik oleh petugas P2TL dari PLN Ranting Lubukpakam yang diketahui bernama King Sitorus yang saat itu didampingi personel Polres Deliserdang.

Ali Ganti dan Siti Jamaiyah mengaku kecewa karena merasa tidak melakukan seperti apa yang telah dituduhkan petugas tersebut.

Hal itu diungkapkan Hj Siti Jamaiyah dan H Ali Ganti Harahap kepada wartawan, Rabu (20/3/2019) malam. Padahal menurut Siti, dia dan suaminya tidak pernah sedikitpun melakukan pelanggaran atau menukang-nukangi meteran listrik di rumahnya.

“Suami saya itu masih seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan jika ASN melakukan pelanggaran atau sampai mencuri listrik pasti ada konsekuensi hukum terhadap jabatannya,” katanya Siti.

“Lagian, rumah kami ini sudah pernah diperiksa pada tahun 2017 lalu dan dinyatakan aman tidak ada melakukan pelanggaran. Kok malah gara-gara lampu satu titik dan depan garasi menyalurkan listrik untuk lampu halaman belakang dianggap mempengaruhi daya listrik di KWH, padahal lampu jalan itu merupakan jatah pelanggan kan,” kesalnya.

Siti menjelaskan, bahwa mereka memang memasang lampu di halaman belakang rumah dengan tiang listrik yang dibeli sendiri.

“Apa salah, kami memasang lampu di halaman belakang rumah dengan biaya kami sendiri agar ada penerangan?” tanyanya.

Menurut Siti, hal itu mereka lakukan agar kawasan rumah mereka dan sekitarnya lebih terang. Lantaran di gang rumah mereka itu ada lima rumah lainnya, tapi tak ada satu pun tiang listrik di sana.

“Jadi saya dan suami saya ambil inisiatif untuk memasang lampu di halaman belakang. Itupun dengan prosedur pemasangan yang ada dan teknisinya juga petugas honor dari pihak PLN juga, kok malah dibilang indikasi pencurian listrik,” ketus Siti.

Dia juga menjelaskan, bahwa dengan meteran listriknya berdaya 2200 watt, mereka membayar tagihan yang tidak sedikit setiap bulannya.

“Tidak ada kami tukang-tukangi meteran. Kami meminta PLN Area atau PLN Sumut menindak tegas P2TL PLN Rayon Lubukpakam yang main sembarangan saja main bongkar meteran orang tanpa ada pemberitahuan secara persuasif. Seharusnya PLN itu menyampaikan dulu kepada kami dan jangan main copot saja, kami bisa menggugat P2TL ini ke penegak hukum,” tegasnya.

Ironisnya, saat mendapat surat panggilan pertama–sehari setelah meteran prabayar milik mereka dicopot–Hj Siti Jamaiyah dan H Ali Ganti Harahap sangat kaget karena mereka dinyatakan harus membayar denda Rp19 juta, oleh salah seorang staf wanita di kantor PLN Ranting Lubukpakam.

Siti dan Ali menunjukkan meteran listrik yang dibongkar. (Fani Ardana/metro24jam.com)

“Saya rasanya sudah mau marah besar saat mendengar denda Rp19 juta itu dan sempat adu argumen dengan staf wanita yang ada di PLN Ranting Lubukpakam. Denda itu sangat tidak tidak manusiawi itu, bahkan jelas-jelas saya kami tidak mampu membayarnya,” katanya.

Namun, khawatir penyakit jantungnya kambuh saat itu, Ali kemudian mengajak istrinya untuk pulang.

Terpisah, Surya Sitepu selaku Humas PLN Area Lubukpakam, ketika dikonfirmasi, belum bersedia memberi penjelasan rinci terkait hal itu. “Akan saya hubungi dulu PLN Rayon Lubukpakam Kota terkait hal ini,” kata Surya Sitepu dari seberang telepon. (fan)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Dipergoki Saat Mencuri, Pria Ini Ancam Bunuh Pemilik Rumah, Pas Tertangkap Langsung Loyo
Metro 24 Jam - Senin, 20 Mei 2019 - 00:24 WIB

Dipergoki Saat Mencuri, Pria Ini Ancam Bunuh Pemilik Rumah, Pas Tertangkap Langsung Loyo

Tak seperti lazimnya para 'tamu tak diundang' Bayu Andira (23), warga Pondok Gerompol, Perumnas Simalingkar, memang cukup nekat. Ketika dipergoki ...
Curi Laptop Gagal, Warga Patumbak Ini Babak-belur, Lebaran di Penjara Lagi
Metro 24 Jam - Minggu, 19 Mei 2019 - 21:55 WIB

Curi Laptop Gagal, Warga Patumbak Ini Babak-belur, Lebaran di Penjara Lagi

Alih-alih menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, pria berusia 32 tahun ini malah coba mencuri. Alhasil, pria bernama Ari ...
Lagi Renovasi Untuk Jadi Kantor, Seisi Bangunan Rumah Permanen Ludes Dilahap Api
Metro 24 Jam - Minggu, 19 Mei 2019 - 21:31 WIB

Lagi Renovasi Untuk Jadi Kantor, Seisi Bangunan Rumah Permanen Ludes Dilahap Api

Satu unit bangunan rumah permanen di Jalan Sei Berantas Ujung, Kelurahan Babura, Medan Sunggal, ludes dilahap Si Jago Merah, Minggu ...
KPU Deliserdang Tuntaskan Pleno Rekapitulasi Dapil 3 Sumut, Ini Hasilnya
Metro 24 Jam - Minggu, 19 Mei 2019 - 21:00 WIB

KPU Deliserdang Tuntaskan Pleno Rekapitulasi Dapil 3 Sumut, Ini Hasilnya

Komisi Pemilihan Umum Deliserdang menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi terbuka dari seluruh Dapil untuk DPRD Sumut, setelah menuntaskan penghitungan suara dari ...
Rekapitulasi Dapil 6 Deliserdang Tuntas, Ini Nama-nama Caleg Peraih Suara Terbanyak
Metro 24 Jam - Minggu, 19 Mei 2019 - 17:36 WIB

Rekapitulasi Dapil 6 Deliserdang Tuntas, Ini Nama-nama Caleg Peraih Suara Terbanyak

Rekapitulasi tingkat PPK Percut Sei Tuan, selesai dilaksanakan di aula Kantor KPU Deliserdang, Minggu (19/5/2019). Pengitungan suara Percut Sei Tuan ...
7 Pasangan Terjaring Razia Pekat di Kisaran, Ada yang Sibuk Pakai Baju, Ada Bawa Balita, Alamak!
Metro 24 Jam - Minggu, 19 Mei 2019 - 13:20 WIB

7 Pasangan Terjaring Razia Pekat di Kisaran, Ada yang Sibuk Pakai Baju, Ada Bawa Balita, Alamak!

Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Asahan, Dinas Sosial serta TNI dan Polri menggelar razia Pekat Masyarakat di ...
Loading...