Sabtu, 30 Mei 2020 | 15.18 WIB
Metro24Jam>News>Dituduh Mencuri Arus, Meteran Listrik Prabayar Dibongkar, Pasutri Ini Kecewa Kinerja P2TL PLN Rayon Lubukpakam

Dituduh Mencuri Arus, Meteran Listrik Prabayar Dibongkar, Pasutri Ini Kecewa Kinerja P2TL PLN Rayon Lubukpakam

Kamis, 21 Maret 2019 - 20:10 WIB

IMG-68278

Hj Siti Jamaiyah dan suaminya H Ali Ganti Harahap memperlihatkan surat dari PLN Lubukpakam. (Fani Ardana/metro24jam.com)

Loading...

LUBUKPAKAM, metro24jam.com – Pasangan suami istri H Ali Ganti Harahap dan Hj Siti Jamaiyah, warga Jalan Pembangunan II, Desa Sekip, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang, kecewa berat dengan perlakuan P2TL PLN Rayon Lubukpakam.

Pasalnya, belum lama ini meteran listrik mereka dibongkar paksa, dengan tuduhan telah melakukan pencurian arus listik oleh petugas P2TL dari PLN Ranting Lubukpakam yang diketahui bernama King Sitorus yang saat itu didampingi personel Polres Deliserdang.

Ali Ganti dan Siti Jamaiyah mengaku kecewa karena merasa tidak melakukan seperti apa yang telah dituduhkan petugas tersebut.

Hal itu diungkapkan Hj Siti Jamaiyah dan H Ali Ganti Harahap kepada wartawan, Rabu (20/3/2019) malam. Padahal menurut Siti, dia dan suaminya tidak pernah sedikitpun melakukan pelanggaran atau menukang-nukangi meteran listrik di rumahnya.

“Suami saya itu masih seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan jika ASN melakukan pelanggaran atau sampai mencuri listrik pasti ada konsekuensi hukum terhadap jabatannya,” katanya Siti.

“Lagian, rumah kami ini sudah pernah diperiksa pada tahun 2017 lalu dan dinyatakan aman tidak ada melakukan pelanggaran. Kok malah gara-gara lampu satu titik dan depan garasi menyalurkan listrik untuk lampu halaman belakang dianggap mempengaruhi daya listrik di KWH, padahal lampu jalan itu merupakan jatah pelanggan kan,” kesalnya.

Siti menjelaskan, bahwa mereka memang memasang lampu di halaman belakang rumah dengan tiang listrik yang dibeli sendiri.

“Apa salah, kami memasang lampu di halaman belakang rumah dengan biaya kami sendiri agar ada penerangan?” tanyanya.

Menurut Siti, hal itu mereka lakukan agar kawasan rumah mereka dan sekitarnya lebih terang. Lantaran di gang rumah mereka itu ada lima rumah lainnya, tapi tak ada satu pun tiang listrik di sana.

“Jadi saya dan suami saya ambil inisiatif untuk memasang lampu di halaman belakang. Itupun dengan prosedur pemasangan yang ada dan teknisinya juga petugas honor dari pihak PLN juga, kok malah dibilang indikasi pencurian listrik,” ketus Siti.

Dia juga menjelaskan, bahwa dengan meteran listriknya berdaya 2200 watt, mereka membayar tagihan yang tidak sedikit setiap bulannya.

“Tidak ada kami tukang-tukangi meteran. Kami meminta PLN Area atau PLN Sumut menindak tegas P2TL PLN Rayon Lubukpakam yang main sembarangan saja main bongkar meteran orang tanpa ada pemberitahuan secara persuasif. Seharusnya PLN itu menyampaikan dulu kepada kami dan jangan main copot saja, kami bisa menggugat P2TL ini ke penegak hukum,” tegasnya.

Ironisnya, saat mendapat surat panggilan pertama–sehari setelah meteran prabayar milik mereka dicopot–Hj Siti Jamaiyah dan H Ali Ganti Harahap sangat kaget karena mereka dinyatakan harus membayar denda Rp19 juta, oleh salah seorang staf wanita di kantor PLN Ranting Lubukpakam.

Siti dan Ali menunjukkan meteran listrik yang dibongkar. (Fani Ardana/metro24jam.com)

“Saya rasanya sudah mau marah besar saat mendengar denda Rp19 juta itu dan sempat adu argumen dengan staf wanita yang ada di PLN Ranting Lubukpakam. Denda itu sangat tidak tidak manusiawi itu, bahkan jelas-jelas saya kami tidak mampu membayarnya,” katanya.

Namun, khawatir penyakit jantungnya kambuh saat itu, Ali kemudian mengajak istrinya untuk pulang.

Terpisah, Surya Sitepu selaku Humas PLN Area Lubukpakam, ketika dikonfirmasi, belum bersedia memberi penjelasan rinci terkait hal itu. “Akan saya hubungi dulu PLN Rayon Lubukpakam Kota terkait hal ini,” kata Surya Sitepu dari seberang telepon. (fan)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Puluhan ASN Serdang Jalani Rapid dan Swab Test

Puluhan ASN Serdang Jalani Rapid dan Swab Test

Dinas Kesehatan Serdang Bedagai menggelar rapid dan swab test terhadap puluhan Aparatur Sipil Negeri (ASN) Pemkab Sergai. Uji rapid dan ...
Jambret HP IRT di Atas Betor, 2 Pria Pengendara Vario Berdarah-darah ‘Dipermak’ Warga
BREAKING NEWS

Jambret HP IRT di Atas Betor, 2 Pria Pengendara Vario Berdarah-darah ‘Dipermak’ Warga

Dua pria diboyong dengan kondisi berlumuran darah ke Mapolsek Sunggal, Sabtu (30/5/2020) sekira pukul 11.50 Wib. Informasi yang dihimpun di ...
Kecamatan Girsip Terima 1.945 Paket Bahan Pokok dari GTPP Sumut

Kecamatan Girsip Terima 1.945 Paket Bahan Pokok dari GTPP Sumut

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkonpincam) Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Simalungun, menerima sebanyak 1.945 paket bahan pokok dari Gugus Tugas Percepatan ...
Tabrak Truk Berhenti Remaja 16 Tahun dari Desa Petatal Meregang Nyawa

Tabrak Truk Berhenti Remaja 16 Tahun dari Desa Petatal Meregang Nyawa

Diki Pratama (16), tewas seketika setelah mengalami kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera KM 129, Dusun 3, tepatnya di depan Puskesmas ...
2 Pekan Usai Curi Motor di Batang Kuis, Kembali Lagi ke Lokasi Aksi, Pria Ini Diamuk Massa

2 Pekan Usai Curi Motor di Batang Kuis, Kembali Lagi ke Lokasi Aksi, Pria Ini Diamuk Massa

Muhammad Nuh (38), warga Dusun I, Desa Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu, babak-belur dihakimi warga di Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang ...
Tikam Rekan Parbetor Hingga Tewas, Pemuda Asal Medan Johor Ditangkap di Batubara

Tikam Rekan Parbetor Hingga Tewas, Pemuda Asal Medan Johor Ditangkap di Batubara

Tersangka pembunuhan, Rizky Wahyudi Sirait (23), ditangkap polisi di persembunyiannya di Jalan Datuk Setia Wangsa, Kelurahan Nenas Siam, Kecamatan Medang ...
Loading...
Irwa Zaini
Dandim

Loading…