Selasa, 21 Mei 2019 | 12.30 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Begini Cerita Saksi Mata yang Selamat dari Aksi Pembantaian Jamaah Masjid di New Zealand

Begini Cerita Saksi Mata yang Selamat dari Aksi Pembantaian Jamaah Masjid di New Zealand

Sabtu, 16 Maret 2019 - 13:00 WIB

IMG-68115

Tarrant merekam aksinya melalui live streaming video. (Facebook)

NEW ZEALAND, metro24jam.com – Seorang saksi mata yang berhasil selamat dari aksi teror masjid di Christchurch mengaku melihat bagaimana para korban bergelimpangan dengan kondisi berlumuran darah.

Mazharuddin menungkapkan salah seorang temannya sudah tewas dalam insiden tersebut, sementara satu lainnya terluka parah dan berlumuran darah ketika dia coba menghubungi nomor layanan darurat.

“Waktu itu aku lari ke luar dan ketika polisi tiba, mereka tak mengizinkan masuk lagi, sehingga aku tak bisa menyelamatkan teman ku yang mengalami pendarahan hebat,” katanya, mengutip TheSun, Sabtu (16/3/2019).

“Setidaknya hampir setengah jam atau lebih kemudian baru ambulans bisa masuk dan aku rasa teman ku itu sudah meninggal dunia,” imbuh Mazharuddin.

Teror yang dilakukan penganut paham ‘Supremasi Kulit Putih’ bersenjata ditayangkan oleh pelaku secara live streaming melalui aplikasi GoPro di akun Facebooknya.

Kekejaman bermula ketika dalam video terlihat pria yang belakangan diketahui bernama Brenton Harrison Tarrant mengemudi menuju masjid di Kota Christchurch. Tarrant kemudian mempersenjatai diri dan mengawali pembantaian setelah mengatakan, “Mari kita mulai pesta ini”.

Pelaku kemudian mengungkapkan manifesto gila sebelum menembaki para jamaah masjid dengan mengatakan aksinya itu adalah pembalasan bagi ribuan nyawa warga Eropa yang hilang akibat aksi teror.

“Aku sudah membaca dan menulis kepada Dylan Roof dan banyak lainnya, tapi aku benar-benar terinspirasi dari Knight Justiciar Breivik,” imbuhnya.

Seorang wanita mengatakan kepada putri temannya terkena tembakan tepat di jantung sementara beberapa korban selamat lainnya hanya bisa berteriak panik dalam peristiwa berdarah tersebut.

Seorang bocah dilaporkan tewas dan beberapa tubuh lainnya terlihat bergelimpangan di luar masjid.

Ramzan Ali yang berada di dalam masjid Al Noor–lokasi yang paling banyak terjadi korban–mengatakan kepada CNN bahwa dia melihat seorang pria ditembak tepat pada dadanya.

“Aku sempat berfikir bahwa dia akan kehabisan peluru. Aku menunggu dan berdoa, ‘Ya Tuhan, mudah-mudahan pria ini segera kehabisan peluru’,” katanya.

“Ketika dia berhenti [menembak] untuk pertama kalinya, aku sempat hendak berlari. Tapi pria di sebelah ku mengatakan, ‘Jangan!’ Selanjutnya dia datang dan menembak pria yang menahan ku untuk pergi,” beber Ali.

“Aku kenal pria itu. Dia (pelaku) menembaknya tepat di dada. Darah muncrat ke tubuh ku. Dan sempat aku berpikir, ‘Ya Tuhan, Ya Tuhan, sekarang giliran ku’,” imbuhnya.

Ali berhasil lolos setelah menyelinap melalui jendela yang sudah pecah kacanya dan meyakini bahwa dia adalah orang terakhir yang berhasil keluar dalam kondisi hidup.

Seorang pemuda bernama Omar Nabi mengatakan kepada NBC News, bahwa dia sangat terpukul setelah ayahnya Daoud Nabi (71) ditembak mati setelah coba menghalangi pelaku di depan jamaah lainnya.

Saksi mata Nour Tavis mengatakan bahwa dia sedang berada di depan Masjid Al Noor ketika pembantaian itu terjadi di mana seorang temannya juga tewas.

Seorang korban yang terekam mengatakan “hello brother” kepada pria bersenjata itu sebelum pembantaian massal mendapat pujian dengan keberaniannya menahan pria tersebut.

Pihak berwenang New Zealand mengatakan, ada 41 orang tewas pada pembantaian di Masjid Al Noor dan 7 lainnya di Masjid Linwood di Kota Christchurch pada insiden yang terjadi sekira pukul 13.40 waktu setempat. Satu lainnya meninggal dunia meski sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

Nama-nama korban belum dirilis, tapi pemerintah Indonesia, Bangladesh, Turki dan Pakistan telah mengonfirmasi bahwa ada warga negara masing-masing yang tewas maupun cedera dalam teror tersebut.

Polisi mengevakuasi salah satu korban selamat. (TheSun)

Polisi juga telah menonaktifkan sejumlah bom rakitan yang ditemukan di dekat mobil-mpbil jebakan yang diparkir dekat lokasi pembantaian.

Perdana Menteri New Zealand Jacinda Ardern menetapkan status siaga satu menyusul peristiwa tersebut. “Sangat jelas bahwa [aksi] ini hanya bisa digambarkan sebagai serangan teroris,” katanya.

Dalam rekaman yang mengiringi aksi teror tersebut, Tarrant mengatakan, ‘Ayo mulai berpesta’, sembari menuju masjid sambil memutar musik yang cukup kuat.

Dia kemudian memuntahkan peluru dari senjatanya secara membabibuta ke arah para jamaah yang berlarian dalam upaya menyelamatkan diri mirip game Point Blank–termasuk pada seorang gadis yang sudah terbaring di lantai dan berteriak meminta tolong.

Tarrant kemudian mengatakan, “Ingat anak muda, subscribe ke pewdiepie”, menyebut nama YouTuber kontroversial. (sun/asp)

BACA JUGA:
Tewaskan 49 Orang, Algojo Pembantai Jamaah Masjid Pose ‘OK’ Sambil Tersenyum di Pengadilan


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Geng Motor Lempari Gedung SMAN 5, 3 Tersangka Ditahan, 1 Orang Mahasiswa Fakultas Hukum USU
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 10:16 WIB

Geng Motor Lempari Gedung SMAN 5, 3 Tersangka Ditahan, 1 Orang Mahasiswa Fakultas Hukum USU

Tim Satgas Anti Geng Motor Polrestabes Medan akhirnya menetapkan 3 orang sebagai tersangka terkait perang antar anggota geng motor yang ...
Ribut Gara-gara Anjing, Oknum PNS Pelapor Dugaan Penganiayaan di Delitua Akhirnya Ditahan di Sunggal
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 07:17 WIB

Ribut Gara-gara Anjing, Oknum PNS Pelapor Dugaan Penganiayaan di Delitua Akhirnya Ditahan di Sunggal

Gelbok Simbolon (52), pria yang sebelumnya mengaku menjadi korban penganiyaan tetangganya di Polsek Delitua kini resmi ditahan di Polsek Sunggal, ...
Razia Pekat Toba 2019, Polsek Medan Baru Amankan 192 Botol Miras dari 2 Toko
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 04:03 WIB

Razia Pekat Toba 2019, Polsek Medan Baru Amankan 192 Botol Miras dari 2 Toko

Personel Polsek Medan Baru melakukan razia Pekat Toba 2019 di wilayah hukumnya, Minggu (19/5/2019) malam. Hasilnya, polisi mengamankan 192 botol ...
Antisipasi Maling Musiman Saat Puasa dan Idul Fitri, Polrestabes Medan Giat Patroli, Warga Diimbau Waspada
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:56 WIB

Antisipasi Maling Musiman Saat Puasa dan Idul Fitri, Polrestabes Medan Giat Patroli, Warga Diimbau Waspada

Sepanjang bulan Ramadhan hingga jelang Hari Raya Idul Fitri, aksi pencurian semakin meningkat. Untuk itu, polisi dinilai mulai giat melaksanakan ...
Minta Motor yang Ketinggalan Saat Mencuri Dipulangkan, Maling Preman Dipolisikan Warga
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:45 WIB

Minta Motor yang Ketinggalan Saat Mencuri Dipulangkan, Maling Preman Dipolisikan Warga

Sejumlah warga yang berdomisili di Lahan Garapan Jalan Selambo Raya, Gang Teratai, mendatang Polsek Percut Sei Tuan, Senin (20/5/2019) sekira ...
Lihat Dompet Jatuh Langsung Diambil, Pas Ditanya Jukir Ini Tak Mengaku, Katanya Takut, Bah!
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:12 WIB

Lihat Dompet Jatuh Langsung Diambil, Pas Ditanya Jukir Ini Tak Mengaku, Katanya Takut, Bah!

Juru Parkir (jukir) Toko Harum Manis di Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Barat, nyaris jadi bulan-bulanan massa, Senin (20/5/2019) malam. Pasalnya, ...
Loading...