Minggu, 24 Maret 2019 | 19.01 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Sekuriti Stroke di Pos Kantor General Manager PTPN Bahjambi Dimutasi

Sekuriti Stroke di Pos Kantor General Manager PTPN Bahjambi Dimutasi

Jumat, 15 Maret 2019 - 06:45 WIB

IMG-68061

Reka Syahputra (kanan) saat ditemui di pos jaganya beberapa waktu lalu. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Setelah curhat soal penyakit stroke dan diabetes yang dialaminya kepada metro24jam.com, Reka Sahputra, sekuriti PTPN 4 di pos penjagaan keamanan Kantor General Manager Unit Usaha 1 Bahjambi akhirnya dimutasi ke bagian Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal itu disampaikan General Manager Edy Usman, melalui Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Fardi Nanda Sanjaya GUU 1 Bahjambi, melalui keterangan tertulis lewat pesan WhatsApp, Kamis sore (14/3/2019).

“Terimakasih atas perhatiannya pada manajemen dan tenaga Distrik I. Jika dikatakan berapa jumlah karyawan Distrik I yang tetap bekerja, itu hanya satu orang, saudara Reka Syahputra.

Dan perlu disampaikan, saudara Reka Syahputra bekerja bukanlah seperti yang abangda paparkan dalam media metro24.com.

Saudara reka dari semula memang bekrja sebagai security, dan sekitar 3 tahun lalu yang bersangkuta sakit stroke. Dan setelah menjalani perobatan, beliau sudah bisa berjalan beraktifitas namun tidak sesemprna sebelumnya.

Nah, ketentuan perusahaan dan Undang-undang Tenaga Kerja, jika beliau sakit dan bisa berakstivitas kembali maka harus dikategorikan sakit/cacat tetap yang ketentuannya 6 bulan pertama mendapat gai pokok, 6 bulan kedua berkurang 25%, dan seterusnya hingga akhirnya harus di PHK.

Namun dikarenakan beliau saat ini bisa beraktifitas dan bisa masuk kerja, maka dokter juga menyarankan agar diberi pekerjaan yang ringan. Nah, dalam kesempatan itu pula, manajemen saat itu menawarkan untu tidak beraktifitas lagi atau tetap bekerja, dan yang bersangkutan memilih untuk tetap bekerja karena beliau juga merasa mampu untuk bekerja.

Dan atas permintaannya, serta rekomendasi medis untuk dipekerjakan di tempat yang ringan, maka yang bersangkutan diberi pekerjaan sebagai pencatat tamu yang masuk dan tidak pernah diberikan jadwal piket yang menggangu kesehatannya apalagi harus mengamankan objek vital.

Terlebih lagi, keluangan waktu kepada yang bersangkutan tetap diberikan setiap hari untuk melakukan perobatan. Dan secara rutin pihak Pliklinik Bahjambi juga mencatat jadwal konsulnya ke dokter.

Disatu sisi lagi kembali kepada jiwa sosial, yang bersangkutan masih menguliahkan 2 anaknya, serta membutuhkan tambahan biaya perobatan dan sama-sama diketahui bahwa, perobatan stroke tidak cukup dengan medis, akan tetapi non medis yang biayanya tidak dicover BPJS.

Atas pertimbangan tersebut juga, beliau tetap diizinkan bekerja dan mendapat gaji utuh. Mengenai boleh tidaknya, adalah berdasarkan rekomendasi kedokteran, karena diperbolehkan untuk mengikuti kerja ringan, maka tidak dipermasalahkan.

Dan terkait hak-hak normatifnya secara undang-undang justru yang bersangkutan sangat diuntungkan karena masih bisa menerima gaji dengan utuh.

Dan dalam menghadapi hal seperti ini, selain merujuk pada undang-undang kita juga harus berpihak pada pandangan sosial, karena manusia adalah makhluk sosial yg tetap membutuhkan uluran tangan kita.

Namun demikian, jauh hari kami juga sudah megusulkan yang bersangkutan untuk dimutasikan ke bidang lain yang jauh lebih ringan dan tidak berstatus sebagai Satpam. Namun masih dalam proses izin persetujuan direksi.

Demikian dan terima kasih atas perhatiannya.”

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Nanda mengatakan bahwa Reka Syahputra sudah dimutasi ke bagian SDM namun masih berstatus sebagai sekuriti dalam daftar karyawan.

“Karena proses pemindahbukuan ada di kantor pusat, namun kerjanya tidak sebagai sekuriti [lagi]. Pengusulan pemindahbukuan status tenaga kerja sedang dalam proses di SDM Umum,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan Asisten SDM Fardi Nanda Sanjaya tersebut, Yusuf mantan karyawan HRD PTPN 4 sangat menyayangkannya.

“Kenapa dikatakan membutuhkan uluran tangan? Maksudnya uluran tangan siapa? Karyawan itu kan bekerja, layak menerima upah sesuai yang sudah disepakati. Dan perlu saya tegaskan, pihak PTPN 4 tidak seperti itu,” kata Yusuf kepada Metro24jam.com, Kamis sore (14/3/2019)

Menurut Yusuf, karyawan dimaksud saat ini masih aktif, bukanlah seorang pengemis yang membutuhkan uluran tangan.

“Dalam persoalan ini SPBUN harusnya bersuara dan bertindak, jangan diam dan hanya memotong gaji karyawan setiap bulan,” tegas Yusuf. (age)

BACA JUGA:
Ironis! PTPN 4 Pekerjakan Karyawan Stroke dan Sakit Diabetes Sebagai Sekuriti


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Pelaku Pembacokan Adik Mantan Mertua dan Keluarganya Mendadak Amnesia
Metro 24 Jam - Minggu, 24 Maret 2019 - 13:04 WIB

Pelaku Pembacokan Adik Mantan Mertua dan Keluarganya Mendadak Amnesia

Pembacokan sekeluarga yang dilakukan Syahrul Ahmad (47) diduga sudah direncanakan. Pria itu sengaja membawa parang dan peralatan lainnya ke rumah ...
Diparkir Depan Rumah, Dump Truck Raib di Tengah Derasnya Hujan
Metro 24 Jam - Minggu, 24 Maret 2019 - 11:01 WIB

Diparkir Depan Rumah, Dump Truck Raib di Tengah Derasnya Hujan

Anjar, warga Gang Bandrek, Pasar 4 Kecamatan Patumbak, mendatangi Polsek Patumbak, Sabtu (23/3/2019) sekira pukul 20.00 Wib.Ditemani mertuanya, pria itu ...
Si Jago Merah Mengamuk, 1 Rumah Permanen di Jalan Wahid Hasyim Hangus
Metro 24 Jam - Minggu, 24 Maret 2019 - 10:39 WIB

Si Jago Merah Mengamuk, 1 Rumah Permanen di Jalan Wahid Hasyim Hangus

Satu rumah di kawasan padat penduduk di Jalan Wahid Hasim, Pasar II, persis di samping kuburan Gajah Mada, habis terbakar, ...
Kecelakaan Beruntun di Jalan Tanah Jawa-Siantar, Pengendara Jupiter MX Tewas
Metro 24 Jam - Sabtu, 23 Maret 2019 - 23:26 WIB

Kecelakaan Beruntun di Jalan Tanah Jawa-Siantar, Pengendara Jupiter MX Tewas

Rasito (50), tewas seketika usai setelah ditabrak truk di jalan umum Tanah Jawa-Pematangsiantar, Kampung Rintis VII, Nagori Balimbingan, Kecamatan Tanah ...
Baru Beli Sabu, Dua Pemakai Ditangkap Polisi, Pengedarnya Dijemput dari Warung
Metro 24 Jam - Sabtu, 23 Maret 2019 - 21:13 WIB

Baru Beli Sabu, Dua Pemakai Ditangkap Polisi, Pengedarnya Dijemput dari Warung

Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan berhasil meringkus dua pemakai sabu di Jalan H Agus Salim, Kelurahan Teladan, Kisaran, Sabtu ...
Heboh di Jalan Pancing! Wanita 60 Tahun dan 2 Anaknya Dibacok Mantan Menantu Kakak
Metro 24 Jam - Sabtu, 23 Maret 2019 - 19:31 WIB

Heboh di Jalan Pancing! Wanita 60 Tahun dan 2 Anaknya Dibacok Mantan Menantu Kakak

Seorang wanita lanjut usia bernama Ngatemi (60), bersama dua anaknya sekarat akibat dibacok mantan menantu kakaknya. Insiden itu di kediaman ...
Loading...