Selasa, 21 Mei 2019 | 12.27 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Sekuriti Stroke di Pos Kantor General Manager PTPN Bahjambi Dimutasi

Sekuriti Stroke di Pos Kantor General Manager PTPN Bahjambi Dimutasi

Jumat, 15 Maret 2019 - 06:45 WIB

IMG-68061

Reka Syahputra (kanan) saat ditemui di pos jaganya beberapa waktu lalu. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Setelah curhat soal penyakit stroke dan diabetes yang dialaminya kepada metro24jam.com, Reka Sahputra, sekuriti PTPN 4 di pos penjagaan keamanan Kantor General Manager Unit Usaha 1 Bahjambi akhirnya dimutasi ke bagian Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal itu disampaikan General Manager Edy Usman, melalui Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Fardi Nanda Sanjaya GUU 1 Bahjambi, melalui keterangan tertulis lewat pesan WhatsApp, Kamis sore (14/3/2019).

“Terimakasih atas perhatiannya pada manajemen dan tenaga Distrik I. Jika dikatakan berapa jumlah karyawan Distrik I yang tetap bekerja, itu hanya satu orang, saudara Reka Syahputra.

Dan perlu disampaikan, saudara Reka Syahputra bekerja bukanlah seperti yang abangda paparkan dalam media metro24.com.

Saudara reka dari semula memang bekrja sebagai security, dan sekitar 3 tahun lalu yang bersangkuta sakit stroke. Dan setelah menjalani perobatan, beliau sudah bisa berjalan beraktifitas namun tidak sesemprna sebelumnya.

Nah, ketentuan perusahaan dan Undang-undang Tenaga Kerja, jika beliau sakit dan bisa berakstivitas kembali maka harus dikategorikan sakit/cacat tetap yang ketentuannya 6 bulan pertama mendapat gai pokok, 6 bulan kedua berkurang 25%, dan seterusnya hingga akhirnya harus di PHK.

Namun dikarenakan beliau saat ini bisa beraktifitas dan bisa masuk kerja, maka dokter juga menyarankan agar diberi pekerjaan yang ringan. Nah, dalam kesempatan itu pula, manajemen saat itu menawarkan untu tidak beraktifitas lagi atau tetap bekerja, dan yang bersangkutan memilih untuk tetap bekerja karena beliau juga merasa mampu untuk bekerja.

Dan atas permintaannya, serta rekomendasi medis untuk dipekerjakan di tempat yang ringan, maka yang bersangkutan diberi pekerjaan sebagai pencatat tamu yang masuk dan tidak pernah diberikan jadwal piket yang menggangu kesehatannya apalagi harus mengamankan objek vital.

Terlebih lagi, keluangan waktu kepada yang bersangkutan tetap diberikan setiap hari untuk melakukan perobatan. Dan secara rutin pihak Pliklinik Bahjambi juga mencatat jadwal konsulnya ke dokter.

Disatu sisi lagi kembali kepada jiwa sosial, yang bersangkutan masih menguliahkan 2 anaknya, serta membutuhkan tambahan biaya perobatan dan sama-sama diketahui bahwa, perobatan stroke tidak cukup dengan medis, akan tetapi non medis yang biayanya tidak dicover BPJS.

Atas pertimbangan tersebut juga, beliau tetap diizinkan bekerja dan mendapat gaji utuh. Mengenai boleh tidaknya, adalah berdasarkan rekomendasi kedokteran, karena diperbolehkan untuk mengikuti kerja ringan, maka tidak dipermasalahkan.

Dan terkait hak-hak normatifnya secara undang-undang justru yang bersangkutan sangat diuntungkan karena masih bisa menerima gaji dengan utuh.

Dan dalam menghadapi hal seperti ini, selain merujuk pada undang-undang kita juga harus berpihak pada pandangan sosial, karena manusia adalah makhluk sosial yg tetap membutuhkan uluran tangan kita.

Namun demikian, jauh hari kami juga sudah megusulkan yang bersangkutan untuk dimutasikan ke bidang lain yang jauh lebih ringan dan tidak berstatus sebagai Satpam. Namun masih dalam proses izin persetujuan direksi.

Demikian dan terima kasih atas perhatiannya.”

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Nanda mengatakan bahwa Reka Syahputra sudah dimutasi ke bagian SDM namun masih berstatus sebagai sekuriti dalam daftar karyawan.

“Karena proses pemindahbukuan ada di kantor pusat, namun kerjanya tidak sebagai sekuriti [lagi]. Pengusulan pemindahbukuan status tenaga kerja sedang dalam proses di SDM Umum,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan Asisten SDM Fardi Nanda Sanjaya tersebut, Yusuf mantan karyawan HRD PTPN 4 sangat menyayangkannya.

“Kenapa dikatakan membutuhkan uluran tangan? Maksudnya uluran tangan siapa? Karyawan itu kan bekerja, layak menerima upah sesuai yang sudah disepakati. Dan perlu saya tegaskan, pihak PTPN 4 tidak seperti itu,” kata Yusuf kepada Metro24jam.com, Kamis sore (14/3/2019)

Menurut Yusuf, karyawan dimaksud saat ini masih aktif, bukanlah seorang pengemis yang membutuhkan uluran tangan.

“Dalam persoalan ini SPBUN harusnya bersuara dan bertindak, jangan diam dan hanya memotong gaji karyawan setiap bulan,” tegas Yusuf. (age)

BACA JUGA:
Ironis! PTPN 4 Pekerjakan Karyawan Stroke dan Sakit Diabetes Sebagai Sekuriti


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Geng Motor Lempari Gedung SMAN 5, 3 Tersangka Ditahan, 1 Orang Mahasiswa Fakultas Hukum USU
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 10:16 WIB

Geng Motor Lempari Gedung SMAN 5, 3 Tersangka Ditahan, 1 Orang Mahasiswa Fakultas Hukum USU

Tim Satgas Anti Geng Motor Polrestabes Medan akhirnya menetapkan 3 orang sebagai tersangka terkait perang antar anggota geng motor yang ...
Ribut Gara-gara Anjing, Oknum PNS Pelapor Dugaan Penganiayaan di Delitua Akhirnya Ditahan di Sunggal
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 07:17 WIB

Ribut Gara-gara Anjing, Oknum PNS Pelapor Dugaan Penganiayaan di Delitua Akhirnya Ditahan di Sunggal

Gelbok Simbolon (52), pria yang sebelumnya mengaku menjadi korban penganiyaan tetangganya di Polsek Delitua kini resmi ditahan di Polsek Sunggal, ...
Razia Pekat Toba 2019, Polsek Medan Baru Amankan 192 Botol Miras dari 2 Toko
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 04:03 WIB

Razia Pekat Toba 2019, Polsek Medan Baru Amankan 192 Botol Miras dari 2 Toko

Personel Polsek Medan Baru melakukan razia Pekat Toba 2019 di wilayah hukumnya, Minggu (19/5/2019) malam. Hasilnya, polisi mengamankan 192 botol ...
Antisipasi Maling Musiman Saat Puasa dan Idul Fitri, Polrestabes Medan Giat Patroli, Warga Diimbau Waspada
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:56 WIB

Antisipasi Maling Musiman Saat Puasa dan Idul Fitri, Polrestabes Medan Giat Patroli, Warga Diimbau Waspada

Sepanjang bulan Ramadhan hingga jelang Hari Raya Idul Fitri, aksi pencurian semakin meningkat. Untuk itu, polisi dinilai mulai giat melaksanakan ...
Minta Motor yang Ketinggalan Saat Mencuri Dipulangkan, Maling Preman Dipolisikan Warga
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:45 WIB

Minta Motor yang Ketinggalan Saat Mencuri Dipulangkan, Maling Preman Dipolisikan Warga

Sejumlah warga yang berdomisili di Lahan Garapan Jalan Selambo Raya, Gang Teratai, mendatang Polsek Percut Sei Tuan, Senin (20/5/2019) sekira ...
Lihat Dompet Jatuh Langsung Diambil, Pas Ditanya Jukir Ini Tak Mengaku, Katanya Takut, Bah!
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:12 WIB

Lihat Dompet Jatuh Langsung Diambil, Pas Ditanya Jukir Ini Tak Mengaku, Katanya Takut, Bah!

Juru Parkir (jukir) Toko Harum Manis di Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Barat, nyaris jadi bulan-bulanan massa, Senin (20/5/2019) malam. Pasalnya, ...
Loading...