Selasa, 21 Mei 2019 | 11.26 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Ironis! PTPN 4 Pekerjakan Karyawan Stroke dan Sakit Diabetes Sebagai Sekuriti

Ironis! PTPN 4 Pekerjakan Karyawan Stroke dan Sakit Diabetes Sebagai Sekuriti

Rabu, 13 Maret 2019 - 05:58 WIB

IMG-67960

Kantor PTPN 4 Unit Bahjambi. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Nasib karyawan yang bekerja di PT Perkebunan Negara (PTPN) 4 Unit Usaha 1 Bahjambi terlihat sangat ironis. Di usia perusahaan yan baru saja genap 23 tahun pada 11 Maret 2019 kemarin, seorang karyawan yang saat ini dalam kondisi sakit diabetes dan stroke, masih harus bekerja sebagai sekuriti di perusahaan tersebut.

Karyawan pria itu, ketika ditemui metro24jam.com, Selasa (12/3/2019) siang, sedang bertugas di pos sekuriti, di mana General Manager Unit Usaha 1 Bahjambi, Edy Usman, berkantor.

Pria berusia 48 tahun itu secara kebetulan terlihat ketika metro24jam.com hendak meminta izin bertemu General Manager untuk melakukan konfirmasi terkait ternak sapi yang bebas berkeliaran di PTPN 4 Unit Usaha 1 Bahjambi.

Saat berbincang sejenak, kepada metro24jam.com, pria berinisial RS tersebut mengaku menderita penyakit stroke dan gula darah sudah lebih kurang 3 tahun.

Dia mengatakan harus tetap bekerja sebagai petugas pengamanan di PTPN 4 demi memenuhi biaya kuliah kedua putrinya di Kota Medan.

Ditemani secangkir kopi hitam di pos jaganya, RS mengatakan, setelah dia mengalami stroke dan gula darah, perusahaan tempatnya bekerja saat ini, hanya memberinya 2 pilihan, menunggu masa pensiunnya tiba sekira 6 tahun lagi.

“Waktu itu saya diberi pilihan oleh perusahaan, tetap berada di rumah dan hanya menerima gaji pokok, atau mendapatkan tambahan gaji lembur dengan kembali bekerja,” katanya.

Namu, mengingat 2 putrinya yang masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Medan, RS pun akhirnya memutuskan untuk berdinas kembali. Dia kemudian harus membuat surat pernyataan bersedia dinas piket di pos pengamanan kantor Manager Unit Usaha 1 Bahjambi. Meski begitu, RS mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

“Ada juga karyawan lain yang sakit tapi masih bekerja. Banyak yang sakit, bukan saya saja,” tutur RS sedikit terbata-bata, karena tak bisa berbicara normal diduga akibat penyakit stroke yang dideritanya.

“Ada di pabrik, ada juga di unit lainnya di perusahaan ini,” imbuhnya.

Perbincangan akhirnya terhenti oleh satu suara lantang. Suara itu ternyata berasal dari seorang pria berpostur tinggi besar yang juga mengenakan seragam sekuriti.

Pria itu berambut cepak dan beruban itu terlihat begitu marah ketika RS menceritakan penyakit stroke dan gula darah yang dideritanya kepada kru media ini. “Gak usah ditanya-tanya lagi Pak! Dia kan sakit!” sergahnya kepada metro24jam.com.

Pria yang mengaku sebagai Danton sekuriti itu juga memerintahkan kepada RS untuk tidak melanjutkan keluh kesahnya kepada kru metro24jam.com.

“Sudah! Diam saja, nggak usah dijawab!” katanya, sembari memerintahkan seorang petugas sekuriti lain agar mencatat identitas kru media ini.

“Minta KTP-nya, catat identitasnya dan tanyakan mau jumpai siapa!” perintah pria itu kemudian kepada RS.

Ketika metro24jam.com coba mempertanyakan terkait RS yang masih tetap dipekerjakan walau sedang menderita stroke dan gula darah, lelaki bernama Nur Ain itu menyarankan agar mempertanyakan langsung kepada manajemen GUU 1 Bahjambi.

“Nanti tanyakan saja langsung di dalam, bapak tanyakan juga nanti SPBUN,” ketusnya terkesan arogan.

Sayang, Edy Usman selaku Manager Unit Usaha 1 Bahjambi, belum berhasl ditemui metro24jam.com. Berdasarkan keterangan sekuriti yang berada di pos jaga kantor tersebut, manager yang baru bebarapa bulan menjabat di GUU 1 Bahjambi itu sedang tidak berada di kantornya.

Terpisah, Yusuf, mantan karyawan PTPN 4 Bahjambi yang berhasil diwawancarai metro24jam.com berharap temuarn itu segera menjadi perhatian pemerintah, terutama pihak Kementerian Tenaga Kerja. “Sepengetahuan saya, ini pelanggaran hak ketenagakerjaan,” katanya.

Mantan karyawan HRD itu juga mengatakan, keberhasilan kepemimpinan seorang General Manager dapat diukur dari perhatiannya terhadap kesehatan karyawan. “Ini kan jadi ironi,” pungkas Yusuf. (age)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Geng Motor Lempari Gedung SMAN 5, 3 Tersangka Ditahan, 1 Orang Mahasiswa Fakultas Hukum USU
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 10:16 WIB

Geng Motor Lempari Gedung SMAN 5, 3 Tersangka Ditahan, 1 Orang Mahasiswa Fakultas Hukum USU

Tim Satgas Anti Geng Motor Polrestabes Medan akhirnya menetapkan 3 orang sebagai tersangka terkait perang antar anggota geng motor yang ...
Ribut Gara-gara Anjing, Oknum PNS Pelapor Dugaan Penganiayaan di Delitua Akhirnya Ditahan di Sunggal
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 07:17 WIB

Ribut Gara-gara Anjing, Oknum PNS Pelapor Dugaan Penganiayaan di Delitua Akhirnya Ditahan di Sunggal

Gelbok Simbolon (52), pria yang sebelumnya mengaku menjadi korban penganiyaan tetangganya di Polsek Delitua kini resmi ditahan di Polsek Sunggal, ...
Razia Pekat Toba 2019, Polsek Medan Baru Amankan 192 Botol Miras dari 2 Toko
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 04:03 WIB

Razia Pekat Toba 2019, Polsek Medan Baru Amankan 192 Botol Miras dari 2 Toko

Personel Polsek Medan Baru melakukan razia Pekat Toba 2019 di wilayah hukumnya, Minggu (19/5/2019) malam. Hasilnya, polisi mengamankan 192 botol ...
Antisipasi Maling Musiman Saat Puasa dan Idul Fitri, Polrestabes Medan Giat Patroli, Warga Diimbau Waspada
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:56 WIB

Antisipasi Maling Musiman Saat Puasa dan Idul Fitri, Polrestabes Medan Giat Patroli, Warga Diimbau Waspada

Sepanjang bulan Ramadhan hingga jelang Hari Raya Idul Fitri, aksi pencurian semakin meningkat. Untuk itu, polisi dinilai mulai giat melaksanakan ...
Minta Motor yang Ketinggalan Saat Mencuri Dipulangkan, Maling Preman Dipolisikan Warga
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:45 WIB

Minta Motor yang Ketinggalan Saat Mencuri Dipulangkan, Maling Preman Dipolisikan Warga

Sejumlah warga yang berdomisili di Lahan Garapan Jalan Selambo Raya, Gang Teratai, mendatang Polsek Percut Sei Tuan, Senin (20/5/2019) sekira ...
Lihat Dompet Jatuh Langsung Diambil, Pas Ditanya Jukir Ini Tak Mengaku, Katanya Takut, Bah!
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:12 WIB

Lihat Dompet Jatuh Langsung Diambil, Pas Ditanya Jukir Ini Tak Mengaku, Katanya Takut, Bah!

Juru Parkir (jukir) Toko Harum Manis di Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Barat, nyaris jadi bulan-bulanan massa, Senin (20/5/2019) malam. Pasalnya, ...
Loading...