Minggu, 24 Maret 2019 | 17.40 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Ironis! PTPN 4 Pekerjakan Karyawan Stroke dan Sakit Diabetes Sebagai Sekuriti

Ironis! PTPN 4 Pekerjakan Karyawan Stroke dan Sakit Diabetes Sebagai Sekuriti

Rabu, 13 Maret 2019 - 05:58 WIB

IMG-67960

Kantor PTPN 4 Unit Bahjambi. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Nasib karyawan yang bekerja di PT Perkebunan Negara (PTPN) 4 Unit Usaha 1 Bahjambi terlihat sangat ironis. Di usia perusahaan yan baru saja genap 23 tahun pada 11 Maret 2019 kemarin, seorang karyawan yang saat ini dalam kondisi sakit diabetes dan stroke, masih harus bekerja sebagai sekuriti di perusahaan tersebut.

Karyawan pria itu, ketika ditemui metro24jam.com, Selasa (12/3/2019) siang, sedang bertugas di pos sekuriti, di mana General Manager Unit Usaha 1 Bahjambi, Edy Usman, berkantor.

Pria berusia 48 tahun itu secara kebetulan terlihat ketika metro24jam.com hendak meminta izin bertemu General Manager untuk melakukan konfirmasi terkait ternak sapi yang bebas berkeliaran di PTPN 4 Unit Usaha 1 Bahjambi.

Saat berbincang sejenak, kepada metro24jam.com, pria berinisial RS tersebut mengaku menderita penyakit stroke dan gula darah sudah lebih kurang 3 tahun.

Dia mengatakan harus tetap bekerja sebagai petugas pengamanan di PTPN 4 demi memenuhi biaya kuliah kedua putrinya di Kota Medan.

Ditemani secangkir kopi hitam di pos jaganya, RS mengatakan, setelah dia mengalami stroke dan gula darah, perusahaan tempatnya bekerja saat ini, hanya memberinya 2 pilihan, menunggu masa pensiunnya tiba sekira 6 tahun lagi.

“Waktu itu saya diberi pilihan oleh perusahaan, tetap berada di rumah dan hanya menerima gaji pokok, atau mendapatkan tambahan gaji lembur dengan kembali bekerja,” katanya.

Namu, mengingat 2 putrinya yang masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Medan, RS pun akhirnya memutuskan untuk berdinas kembali. Dia kemudian harus membuat surat pernyataan bersedia dinas piket di pos pengamanan kantor Manager Unit Usaha 1 Bahjambi. Meski begitu, RS mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

“Ada juga karyawan lain yang sakit tapi masih bekerja. Banyak yang sakit, bukan saya saja,” tutur RS sedikit terbata-bata, karena tak bisa berbicara normal diduga akibat penyakit stroke yang dideritanya.

“Ada di pabrik, ada juga di unit lainnya di perusahaan ini,” imbuhnya.

Perbincangan akhirnya terhenti oleh satu suara lantang. Suara itu ternyata berasal dari seorang pria berpostur tinggi besar yang juga mengenakan seragam sekuriti.

Pria itu berambut cepak dan beruban itu terlihat begitu marah ketika RS menceritakan penyakit stroke dan gula darah yang dideritanya kepada kru media ini. “Gak usah ditanya-tanya lagi Pak! Dia kan sakit!” sergahnya kepada metro24jam.com.

Pria yang mengaku sebagai Danton sekuriti itu juga memerintahkan kepada RS untuk tidak melanjutkan keluh kesahnya kepada kru metro24jam.com.

“Sudah! Diam saja, nggak usah dijawab!” katanya, sembari memerintahkan seorang petugas sekuriti lain agar mencatat identitas kru media ini.

“Minta KTP-nya, catat identitasnya dan tanyakan mau jumpai siapa!” perintah pria itu kemudian kepada RS.

Ketika metro24jam.com coba mempertanyakan terkait RS yang masih tetap dipekerjakan walau sedang menderita stroke dan gula darah, lelaki bernama Nur Ain itu menyarankan agar mempertanyakan langsung kepada manajemen GUU 1 Bahjambi.

“Nanti tanyakan saja langsung di dalam, bapak tanyakan juga nanti SPBUN,” ketusnya terkesan arogan.

Sayang, Edy Usman selaku Manager Unit Usaha 1 Bahjambi, belum berhasl ditemui metro24jam.com. Berdasarkan keterangan sekuriti yang berada di pos jaga kantor tersebut, manager yang baru bebarapa bulan menjabat di GUU 1 Bahjambi itu sedang tidak berada di kantornya.

Terpisah, Yusuf, mantan karyawan PTPN 4 Bahjambi yang berhasil diwawancarai metro24jam.com berharap temuarn itu segera menjadi perhatian pemerintah, terutama pihak Kementerian Tenaga Kerja. “Sepengetahuan saya, ini pelanggaran hak ketenagakerjaan,” katanya.

Mantan karyawan HRD itu juga mengatakan, keberhasilan kepemimpinan seorang General Manager dapat diukur dari perhatiannya terhadap kesehatan karyawan. “Ini kan jadi ironi,” pungkas Yusuf. (age)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Pelaku Pembacokan Adik Mantan Mertua dan Keluarganya Mendadak Amnesia
Metro 24 Jam - Minggu, 24 Maret 2019 - 13:04 WIB

Pelaku Pembacokan Adik Mantan Mertua dan Keluarganya Mendadak Amnesia

Pembacokan sekeluarga yang dilakukan Syahrul Ahmad (47) diduga sudah direncanakan. Pria itu sengaja membawa parang dan peralatan lainnya ke rumah ...
Diparkir Depan Rumah, Dump Truck Raib di Tengah Derasnya Hujan
Metro 24 Jam - Minggu, 24 Maret 2019 - 11:01 WIB

Diparkir Depan Rumah, Dump Truck Raib di Tengah Derasnya Hujan

Anjar, warga Gang Bandrek, Pasar 4 Kecamatan Patumbak, mendatangi Polsek Patumbak, Sabtu (23/3/2019) sekira pukul 20.00 Wib.Ditemani mertuanya, pria itu ...
Si Jago Merah Mengamuk, 1 Rumah Permanen di Jalan Wahid Hasyim Hangus
Metro 24 Jam - Minggu, 24 Maret 2019 - 10:39 WIB

Si Jago Merah Mengamuk, 1 Rumah Permanen di Jalan Wahid Hasyim Hangus

Satu rumah di kawasan padat penduduk di Jalan Wahid Hasim, Pasar II, persis di samping kuburan Gajah Mada, habis terbakar, ...
Kecelakaan Beruntun di Jalan Tanah Jawa-Siantar, Pengendara Jupiter MX Tewas
Metro 24 Jam - Sabtu, 23 Maret 2019 - 23:26 WIB

Kecelakaan Beruntun di Jalan Tanah Jawa-Siantar, Pengendara Jupiter MX Tewas

Rasito (50), tewas seketika usai setelah ditabrak truk di jalan umum Tanah Jawa-Pematangsiantar, Kampung Rintis VII, Nagori Balimbingan, Kecamatan Tanah ...
Baru Beli Sabu, Dua Pemakai Ditangkap Polisi, Pengedarnya Dijemput dari Warung
Metro 24 Jam - Sabtu, 23 Maret 2019 - 21:13 WIB

Baru Beli Sabu, Dua Pemakai Ditangkap Polisi, Pengedarnya Dijemput dari Warung

Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan berhasil meringkus dua pemakai sabu di Jalan H Agus Salim, Kelurahan Teladan, Kisaran, Sabtu ...
Heboh di Jalan Pancing! Wanita 60 Tahun dan 2 Anaknya Dibacok Mantan Menantu Kakak
Metro 24 Jam - Sabtu, 23 Maret 2019 - 19:31 WIB

Heboh di Jalan Pancing! Wanita 60 Tahun dan 2 Anaknya Dibacok Mantan Menantu Kakak

Seorang wanita lanjut usia bernama Ngatemi (60), bersama dua anaknya sekarat akibat dibacok mantan menantu kakaknya. Insiden itu di kediaman ...
Loading...