Selasa, 21 Mei 2019 | 11.42 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>ART Tewas Berlumuran Darah Bersama Jabang Bayinya, TKP: Jalan Hasanuddin Medan Baru

ART Tewas Berlumuran Darah Bersama Jabang Bayinya, TKP: Jalan Hasanuddin Medan Baru

Minggu, 10 Maret 2019 - 03:46 WIB

IMG-67869

Petugas saat memeriksa jasad YL di lokasi. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Wanita muda berinisial YL, yang merupakan asisten rumah tangga, ditemukan tewas dalam kamar di rumah majikannya, Jalan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Medan Petisah, Sabtu (9/3/2019) jelang tengah hari. Wanita itu diduga baru saja menggugurkan bayinya.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Hermindo Tobing, melalui Kanit Reskrim Iptu Philip A Purba dalam mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut kepada kepada wartawan, Minggu (10/3/2019) dinihari.

Adalah Silvia (32)–majikan YL–yang pertama kali mengetahui pekerjanya yang masih berusia 21 tahun itu sedang sekarat, setelah mendatangi kamar YL lantran ART-nya itu belum terlihat, seperti biasanya.

“Korban biaanya sudah keluar [dari kamar] sekira pukul 6.00 Wib dan mengerjakan tugasnya sebagai ART. Jadi saksi memanggil ke kamarnya,” beber Philip.

Namun, tiba di depan kamar, Silvia merasa aneh karena dia melihat banyak bercak darah di sekitar pintu. Melihat itu, Silvia pun segera memanggil suaminya Yopi (34).

Silvia kemudian mempertanyakan asal-muasal darah tersebut pada YL. Dari balik pintu kamar, perempuan muda itu kemudian mengaku bahwa dirinya sedang menstruasi.

Kedua majikan YL tersebut kemudian bersikeras meminta YL membukakan pintu kamarnya. Namun lagi-lagi wanita muda tak bersedia karena mengaku belum berpakain pakaian.

“Suami saksi sempat akan mendobrak. Karena korban mengaku tidak memakai baju. Saksi pun mengurungkan niatnya,” lanjut Philip.

Suami isteri itu kemudian menunggu di depan pintu kamar. Tak lama kemudian, YL pun membuka pintu kamarnya. Namun dia hanya menjulurkan kepala dari balik pintu. “Sebentar ya Kak!” kata YL kepada majikannya.

Ketika itulah, Silvia dan Yopi melihat wajah YL sudah sangat pucat dan kondisinya sangat lemas. Melihat kondisi ART-nya itu tak seperti biasanya, Silvia bergegas memberikan susu kemasan lalu menyuruh YL meminumnya.

“Korban sempat meminum susu itu dan mengaku sudah merasa lebih baik dan meminta izin untuk beristirahat pada saksi,” imbuh Philip.

Mendengar pengakuan YL, pasutri itu pun meninggalkan ART itu di kamar. “Karena korban bilang udah mendingan, saksi pergi mengurus anaknya,” sebut Philip.

Namun begitu, Silvia yang merasa prihatin dengan kondisi pekerjanya itu tetap memantau situasi kamar. Sekira jam 10.00 Wib, Silvia masih sempat melihat wanita muda itu keluar kamar dengan tubuh hanya berbalut handuk.

Lagi-lagi, karena merasa iba, Silvia menyempatkan diri menggoreng telur untuk diberikan YL.

“Waktu mengantarkan telur, saksi melihat korban sudah tertidur di lantai. Di sekitar lantai kamar korban, saksi melihat banyak darah yang berceceran,” beber Philip lebih lanjut.

Spontan, Silvia pun histeris dan memanggil suaminya. Yopi yang mengetahui kondisi itu segera memanggil ambulans untuk membawa YL ke rumah sakit. Tak lama kemudian, ambulans dari salah satu rumah sakit pun tiba dan sopirnya segera masuk ke dalam kamar untuk mengangkat tubuh YL.

Namun, ketika itu sopir ambulans menyadari bahwa wanita itu sudah tidak bernyawa. Alhasil, dia pun membatalkan niatnya lalu melaporkan hal itu ke Polsek Medan Baru.

Mendapan informasi tersebut, polisi segera mendatangi lokasi setelah berkoordinasi dengan tim Inafis Polrestabes Medan.

Usai melakukan oleh TKP dan memeriksa keadaan YL, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dari tubuh wanita muda itu.

Setelah melakukan olah TKP, tak jauh dari jasad perempuan asal Nias itu, polisi menemukan obat yang diduga untuk menggugurkan kandungan. Setelah memeriksa di sudut kamar, polisi kemudian menemukan orok bayi jenis kelamin laki-laki di dalam kamar mandi.

“Dari pemeriksaan luar kita tidak temukan tanda kekerasan. Dari dalam kamar korban kita temukan 3 papan obat merek Sapros yang diduga obat untuk menggugurkan kandungan,” beber Philip.

Untuk memastikan penyebab kematian YL, petugas tetap memboyong jasad wanita itu ke rumah sakit Bhayangkara guna dilakukan otopsi. Sementara itu, 3 strip obat dan satu unit HP milik YL diamankan sebagai barang bukti.

“Hasil otopsi, dugaan sementara korban dewasa meninggal dunia karena mengalami pendarahan dan bayinya meninggal dunia saat masih berada di dalam kandungan,” tegasnya.

Setelah meminta keterangan dari para saksi dan melakukan identifikasi jenazah YL telah diserahkan kepada pihak keluarga. “Kita masih menyelidiki kasus dugaan pengguguran kandungan ini,” pungkas Philip. (Lana/adi)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Geng Motor Lempari Gedung SMAN 5, 3 Tersangka Ditahan, 1 Orang Mahasiswa Fakultas Hukum USU
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 10:16 WIB

Geng Motor Lempari Gedung SMAN 5, 3 Tersangka Ditahan, 1 Orang Mahasiswa Fakultas Hukum USU

Tim Satgas Anti Geng Motor Polrestabes Medan akhirnya menetapkan 3 orang sebagai tersangka terkait perang antar anggota geng motor yang ...
Ribut Gara-gara Anjing, Oknum PNS Pelapor Dugaan Penganiayaan di Delitua Akhirnya Ditahan di Sunggal
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 07:17 WIB

Ribut Gara-gara Anjing, Oknum PNS Pelapor Dugaan Penganiayaan di Delitua Akhirnya Ditahan di Sunggal

Gelbok Simbolon (52), pria yang sebelumnya mengaku menjadi korban penganiyaan tetangganya di Polsek Delitua kini resmi ditahan di Polsek Sunggal, ...
Razia Pekat Toba 2019, Polsek Medan Baru Amankan 192 Botol Miras dari 2 Toko
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 04:03 WIB

Razia Pekat Toba 2019, Polsek Medan Baru Amankan 192 Botol Miras dari 2 Toko

Personel Polsek Medan Baru melakukan razia Pekat Toba 2019 di wilayah hukumnya, Minggu (19/5/2019) malam. Hasilnya, polisi mengamankan 192 botol ...
Antisipasi Maling Musiman Saat Puasa dan Idul Fitri, Polrestabes Medan Giat Patroli, Warga Diimbau Waspada
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:56 WIB

Antisipasi Maling Musiman Saat Puasa dan Idul Fitri, Polrestabes Medan Giat Patroli, Warga Diimbau Waspada

Sepanjang bulan Ramadhan hingga jelang Hari Raya Idul Fitri, aksi pencurian semakin meningkat. Untuk itu, polisi dinilai mulai giat melaksanakan ...
Minta Motor yang Ketinggalan Saat Mencuri Dipulangkan, Maling Preman Dipolisikan Warga
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:45 WIB

Minta Motor yang Ketinggalan Saat Mencuri Dipulangkan, Maling Preman Dipolisikan Warga

Sejumlah warga yang berdomisili di Lahan Garapan Jalan Selambo Raya, Gang Teratai, mendatang Polsek Percut Sei Tuan, Senin (20/5/2019) sekira ...
Lihat Dompet Jatuh Langsung Diambil, Pas Ditanya Jukir Ini Tak Mengaku, Katanya Takut, Bah!
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:12 WIB

Lihat Dompet Jatuh Langsung Diambil, Pas Ditanya Jukir Ini Tak Mengaku, Katanya Takut, Bah!

Juru Parkir (jukir) Toko Harum Manis di Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Barat, nyaris jadi bulan-bulanan massa, Senin (20/5/2019) malam. Pasalnya, ...
Loading...