Jumat, 26 April 2019 | 22.41 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Miris! Orangtua Cari Nafkah di Negeri Jiran, Gadis 15 Tahun Jadi Budak Nafsu Kakek Sendiri

Miris! Orangtua Cari Nafkah di Negeri Jiran, Gadis 15 Tahun Jadi Budak Nafsu Kakek Sendiri

Jumat, 1 Februari 2019 - 08:59 WIB

IMG-66387

Butet saat ditemui di Mapolrestabes Medan (Nst/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Diharap menjadi pelindung, seorang pria malah jadi pagar makan tanaman. Begitulah kisah yang dialami seorang siswi Tsanawiyah di Medan–sebut saja namanya Butet.

Ketika orangtua Butet pergi merantau mencari nafkah di Negeri Jiran, gadis 15 tahun itu malah menjadi budak nafsu pria yang tak lain adalah paman dari orangtuanya atau kakek sendiri.

Tiga pekan menjadi mainan pemuas nafsu sang kakek, Butet akhirnya tak tahan dan mengadukan semua kejadian yang dialami kepada tantenya. Peristiwa itu pun dilaporkan ke Mapolrestabes Medan, Rabu (30/1/2019) kemarin.

Ditemui di Mapolrestabes Medan, Kamis (31/1/2019) sore, seusai Butet menjalani pemeriksaan lanjutan, salah seorang keluarga, mengatakan, keponakannya itu telah menjadi budak nafsu sang kakek sejak Desember tahun lalu.

Bagai bocah dapat mainan baru, perbuatan sang kakek durjana tersebut dilakan seperti makan obat. Setidaknya 2 kali sehari dia menggauli cucunya itu.

Kisah pilu tersebut berawal ketika Butet–yang sejak kecil tingal bersama tantenya, KS (45) di seputaran Taman Makam Pahlawan Belawan–dititipkan kepada kakek kandungnya AS (60), di seputaran Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Barat.

Sepekan tinggal di sana, Butet ternyata tak pergi ke sekolah. Melihat itu, AS pun berdiskusi dengan adiknya RZ yang tinggal tak begitu jauh dari kediamannya. AS merasa bertanggungjawab atas pendidikan cucunya itu karena orangtua Butet saat ini bekerja di Malaysia.

Singkat cerita, RZ kemudian setuju membiayai sekolah Butet dan mengajaknya tinggal di kediamannya. Di situlah petaka tersebut terjadi.

Bantuan RZ ternyata ibarat kata pepatah, ‘Ada udang di balik batu, Kalau tidak ada berada, mana mungkin tempua bersarang rendah. Ternyata, RZ tak tahan melihat kemolekan tubuh Butet yang mulai tumbuh dewasa.

“Pertama kali dia (Butet) dicabuli, Sabtu (22/12/2018) lalu yang lalu. Pengakuan dia sekira pukul 06.00 Wib. Waktu itu keponakan saya ini sedang tidur di kamarnya,” beber KS tante Butet, yang saat itu didampingi AS, uwak Butet, JL (38) dan HR, serta bibinya, FR (32).

Saat itulah RZ masuk ke kamar Butet dan begitu gadis tersebut tersadar, sang kakek sudah berada di atas tempat tidur.

RZ kemudian membuka paksa seluruh pakaian Butet lalu menggagahinya. Puas melampiaskan nafsunya, RZ kemudian mengancam akan mencekik cucunya itu jika berani menceritakan perbuatan itu kepada orang lain.

Dari situ, RZ kemudian ketagihan. Setiap ada kesempatan ketika tidak ada orang lain sang kakek pasti memaksa Butet melayani nafsu bejatnya. Tak jarang, RZ memaksa agar Butet melayaninya dua kali dalam sehari.

Akhirnya, Butet tak tak dengan perilaku kakeknya itu. Dia pun mengirimkan pesan singkat kepada tantenya KS, minta dinjemput karena sudah tak betah tinggal bersama RZ.

Curiga dengan permintaan keponakannya, KS kemudian bertanya kenapa gadis itu minta dijemput. Tapi, saat itu Butet tak bersedia memberi alasan.

Singkat cerita, Senin (14/1/2019) malam, KS didampingi keluarga besarnya kemudian menjemput Butet. Gadis itu pun dibawa ke rumah sang tante di Hamparan Perak.

Setelah dibujuk di sana, Butet akhir bersedia menceritakan kejadian yang dialaminya selama 3 pekan terakhir.

Seluruh anggota keluarga yang mendengar cerita Butet pun tersentak bagai disambar petir di siang bolong. Mereka tak menyangka kalau RZ tega memperkosa cucunya sendiri.

Setelah berembuk selama 2 pekan, Rabu (30/1/2019) sore sekira pukul 17.50 Wib, pihak keluarga resmi melaporkan perbuatan RZ ke Polrestabes Medan.

Gara-gara perbuatan RZ, Butet juga trauma dan tak mau lagi bersekolah di kawasan Jalan Yos Sudarso.

KS berharap pihak kepolisian bisa segera menindaklanjuti laporan. “Kita harapkan ada kelanjutan untuk menangkap pelaku yang tinggal di kawasan Jalan Yos Sudarso Medan,” tutur KS.

Menurut KS, ada dugaan bahwa RZ mencoba kabur kabur dari kawasan Jalan Yos Sudarso setelah mengetahui mereka membuat pengaduan kepada Polrestabes Medan.

Karena itu, mewakili orangtua korban, KS meminta Kapolrestabes Medan segera memproses kasus tersebut.

“Kalau tidak, sebelum dia kabur, kami terpaksa akan menggiringnya ke Polrestabes Medan,” tandasnya.

Terpisah, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, ketika dikonfirmasi mengaku sudah melihat laporan keluarga korban nomor: STTPL/235/ K/I/2019/SPKT Restabes Medan, tanggal 30 Januari 2019.

“Kita tidak tinggal diam, segera penyidiknya akan menggiring pelaku yang sudah membuat resah di kawasan Jalan Yos Sudarso Medan. Semua laporan yang ada di Polrestabes Medan akan diproses secepatnya,” katanya. (vin)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Pria Berkaos Loreng Tewas Dalam Kamarnya, di Lokasi Ditemukan Bong
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:48 WIB

Pria Berkaos Loreng Tewas Dalam Kamarnya, di Lokasi Ditemukan Bong

Seorang pria paruh baya yang mengenakan seragam loreng ditemukan tak bernyawa di kediamannya Jalan Sei Mencirim, Dusun 11 Desa Paya ...
Dicegat Polisi di Jalan Irian Desa Dagang Kerawan, Pemuda Ini Kedapatan Pegang Sabu
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:24 WIB

Dicegat Polisi di Jalan Irian Desa Dagang Kerawan, Pemuda Ini Kedapatan Pegang Sabu

Personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa meringkus seorang pemuda yang kedapatan memiliki sabu-sabu, di Jalan Irian, Dusun 4, Desa Dagang ...
Rokontruksi Pembunuhan Ngatiem, Pria Berkumis Coba Serang Pelaku
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:10 WIB

Rokontruksi Pembunuhan Ngatiem, Pria Berkumis Coba Serang Pelaku

Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan korban Ngatiem alias Ati, di areal perkebunan kelapa sawit Afdeling III PTPN 4 Kebun Laras, Nagori ...
Kesal Sering Dicaci-maki, Karyawan Cuci Steam Nekat Bunuh Majikan
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 19:28 WIB

Kesal Sering Dicaci-maki, Karyawan Cuci Steam Nekat Bunuh Majikan

Pelaku pembunuhan pengusaha cuci steam, Robby Diandra (39), yang ditemukan tewas diKapuk Kamal Raya Tegal alur, Kalideres Jakarta Barat, pada ...
Demi Nyabu, Motor Milik Keluarga Sendiri Disikat, Pemuda Ini Diantar Pemilik ke Kantor Polisi
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 19:18 WIB

Demi Nyabu, Motor Milik Keluarga Sendiri Disikat, Pemuda Ini Diantar Pemilik ke Kantor Polisi

Gara-gara belajar nyabu, pekerjaan sebagai pedagang pakaian, akhirnya tak mencukupi untuk bagi Kevin Syah (19). Pemuda yang tinggal di Jalan ...
BNNP Gagalkan Peredaran Sabu Dalam Kemasan Milo dari Malaysia, Dikendalikan dari Lapas Tanjung Gusta
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 18:55 WIB

BNNP Gagalkan Peredaran Sabu Dalam Kemasan Milo dari Malaysia, Dikendalikan dari Lapas Tanjung Gusta

Personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu asal Malaysia. Jaringan ini juga disebut dikendalikan ...
Loading...