Rabu, 20 Maret 2019 | 09.43 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Polisi Grebek Narkoba di Jalan Ampera, Pria Uzur Tewas Lantaran Sakit Jantung Kumat

Polisi Grebek Narkoba di Jalan Ampera, Pria Uzur Tewas Lantaran Sakit Jantung Kumat

Senin, 7 Januari 2019 - 23:07 WIB

IMG-65417

Jenazah korban sampai di rumah duka, Jalan Ampera 3, Glugur Darat2, Medan Timur, setelah sempat di bawa ke RS Imelda. (Lana/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Seorang warga meninggal dunia ketika polisi melakukan penggrebekan di Jalan Ampera III, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Senin (7/1/2019) sore.

Informasi yang dihimpun di lokasi, korban diketahui bernama Gazali (68), meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak saat polisi melakukan penggeledahan di kediamannya.

Peristiwa bermula ketika polisi melakukan penggrebekan narkoba di rumah milik salah seorang warga bernama Ammar.

Menurut keterangan keponakan Gazali bernama Novita Sari (29), awalnya ada penggerebekan di rumah Ammar, yang kebetulan menyewa di rumah mertuanya.

Menurut Novita, ada sekitar empat orang polisi yang datang menggunakan dua sepedamotor dan langsung masuk ke dalam rumah yang digrebek. Novita kemudian memberitahukan agar adik sepupunya, Saleh, untuk memanggil Kepling.

Tak lama kemudian, Saleh pulang untuk minum dan tiba-tiba beberapa petugas mengejar dan mengira dia melempar batu di TKP saat penggerebekan. Padahal menurut Novita, Saleh tidak ada melempar batu sama sekali.

“Nggak tahu siapa yang melempar dan terjadi dorong-dorongan di belakang Masjid Jamik. Polisi ini menolak uwak Gazali (68),” kata Novita di rumah duka, Senin (7/1/2019).

“Uwak saya bilang anaknya nggak salah dan saya sahuti apa salah adik (sepupu) saya hingga dibawa. Dibilang polisi, dia melempar batu dan saya bilang tidak ada. Karena saya suruh dia manggil Kepling. Tapi polisi tetap ngotot mau bawa Saleh. Hingga sempat terjadi dorongan terhadap uwak (Gazali). Dorong jatuh, dorong jatuh, bolak-balik didorong dan terakhirnya jatuh dan kejang-kejang,” sambungnya.

Lebih lanjut, Novita mengatakan bahwa beberapa kali Wak Gazali sempat mencoba untuk menahan polisi agar anaknya tidak dibawa.

“Kayak bi***ang kalian buat anak ku ya! Anak aku nggak salah pun mau kalian bawa! Apa salah anak ku? Jangan kalian bawa anakku” teriak Gazali ketika itu seperti dituturkan Novita kepada metro24jam.com.

Masih kata Novita, setelah jatuh terkapar, pihak kepolisian masih tetap membawa Saleh untuk diamankan ke Polsek Medan Timur.

“Pas kejang, polisi tetap bersikeras mau membawa Saleh. Kurang ajar, nggak ada pertimbangan sama sekali. Harusnya dia kan mengayomi masyarakat. Tapi dia nggak ada kayak gini,” jelasnya.

“Tadi yang bawa uwak tetangga, katanya di tengah jalan nyawanya sudah tidak ada. Belum sampai rumah sakit sudah lewat (meninggal dunia),” papar Novita.

Seorang anggota keluarga lainnya, Elita (54), mengatakan bahwa saat kejadian Gazali ingin menolong anaknya, karena dianggap tidak ada bersalah melempar rumah TKP penggerebekan.

“Demi Allah! Anaknya tidak ada melempar. Dituduh anaknya, padahal dia cuma mau manggil Kepling. Bapaknya terdorong lalu jatuh dan sempat kejang-lalu dilarikan ke RS Imelda dan meninggal di perjalanan,” ungkap Elita.

Elita menepis bahwa keponakannya menjual atau memakai narkoba. Karena menurut dia, warga setempat mengatakan bahwa Saleh tidak pernah jual sabu dan memakai narkoba.

“Memang dia (Gazali) punya penyakit jantung tapi sudah lama nggak kumat. Pas kejadian inilah dia kumat karena bolak-balik jatuh dan saat perjalan di bawa ke RS akhirnya meninggal,” terang Elita.

Terpisah, Waka Polrestabes Medan AKBP Rudi Rifani yang langsung hadir meninjau lokasi, mengatakan bahwa memang anggota ada melakukan penangkapan kasus narkoba di sekitar lokasi.

“Mungkin orangtuanya panik melihat pada saat anaknya yang kita duga ada penyalahgunaan narkoba,” kata Rudi.

Terkait apakah ada aksi kekerasan saat penggerebekan, Rudi menuturkan anggota sudah bekerja sesuai SOP.

Suasana di rumah duka. (Lana/metro24jam.com)

“Jadi anggota kita saat membawa, masyarakat menghalang-halangi. Tapi bukan warga sini yang menghalangi,” ujarnya.

“Upaya ke depan kita masih mau melakukan pemeriksaan terhadap anggota, artinya supaya clear semua. Siapa yang melihat di TKP,” jelasnya.

Terkait meninggalnya korban diduga akibat penggerebekan, Rudi menepis anggapan yang terlanjur beredar luas tersebut.

“Tidak, tidak, tidak ada! Karena informasinya orangtuanya sudah berumur dan memiliki sakit,” sebutnya.

Ditanya soal anggapan warga, yang menyebut polisi melakukan penggerebekan tanpa memberitahukan kepada Kepling, Rudi menjelaskan bahwa pengerebekan baru didampingi Kepling jika dilakukan di dalam rumah.

Sementara untuk di luar rumah, biasanya terduga pelaku akan diambil (ditangkap) terlebih dahulu.

“Kejadian ini bukan di dalam rumah. Kita amankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 9 paket dengan berat masing-masing diperkirakan 1 gram,” ungkap Rudi.

Sementara itu, Kapolsek Medan Timur, Kompol Muhammad Arifin, menambahkan bahwa pelaku yang diamankan memang sudah lama dipantau gerak-geriknya, yaitu Tama dan Saleh.

“Sebelum dilakukan penggerebekan memang sudah ada lidik terlebih dahulu. Yang jelas informasinya korban yang meninggal memang punya riwayat sakit jantung,” pungkas Arifin. (lana)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Naik Honda Verza Tabrak Suzuki Carry, BHL PT Brigestone Meregang Nyawa
Metro 24 Jam - Rabu, 20 Maret 2019 - 09:36 WIB

Naik Honda Verza Tabrak Suzuki Carry, BHL PT Brigestone Meregang Nyawa

Pengendara sepedamotor Honda Verza, BK 5534 TBG, meregang nyawa di lokasi kejadian usai bertabrakan mobil Suzuki Carry, BK 458 TG ...
Jual Sepedamotor Adik Mertua, Lari ke Sidimpuan, Pria Asal Tebing Tinggi Ini Menginap di Sel Polisi
Metro 24 Jam - Rabu, 20 Maret 2019 - 08:45 WIB

Jual Sepedamotor Adik Mertua, Lari ke Sidimpuan, Pria Asal Tebing Tinggi Ini Menginap di Sel Polisi

Anggi Marito, warga asal Kota Tebing Tinggi ini terpaksa berurusan dengan polisi. Kelakuannya disebut sudah menjengkelkan keluarga dari pihak istri. ...
Menyaru Jadi Pembeli, Unit Reskrim Polsek Medan Baru Ringkus 2 Pengedar 15 Kg Ganja
Metro 24 Jam - Rabu, 20 Maret 2019 - 08:26 WIB

Menyaru Jadi Pembeli, Unit Reskrim Polsek Medan Baru Ringkus 2 Pengedar 15 Kg Ganja

Personel Unit Reskrim Polsek Medan Baru berhasil menggagalkan peredaran 15 kilogram ganja dan meringkus 2 pengedarnya di kawasan Pekuburan Muslim, ...
UMA Sosialisasi Model Konseling Creative Art  di Desa SM Diski, Ajari Warga Hadapi Stres
Metro 24 Jam - Rabu, 20 Maret 2019 - 08:14 WIB

UMA Sosialisasi Model Konseling Creative Art di Desa SM Diski, Ajari Warga Hadapi Stres

Ibu-ibu rumah tangga warga Desa Sumber Melati Diski, mengikuti sosialisasi dan pelatihan model konseling Creative Art yang diselenggarakan Universitas Medan ...
Beli Sabu dari Tanjungbalai, Warga Buntu Pane Ini Ditangkap di Penginapan Ivan Kisaran
Metro 24 Jam - Rabu, 20 Maret 2019 - 07:46 WIB

Beli Sabu dari Tanjungbalai, Warga Buntu Pane Ini Ditangkap di Penginapan Ivan Kisaran

Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan meringkus seorang terduga pengedar sabu-sabu di Penginapan Ivan, Jalan Panglima Polem, Kelurahan Tebing Kisaran, Kecamatan ...
2 Maling HP di Langkat Diringkus Polisi, Satu Dijemput dari Aceh
Metro 24 Jam - Rabu, 20 Maret 2019 - 07:34 WIB

2 Maling HP di Langkat Diringkus Polisi, Satu Dijemput dari Aceh

Agus Salim (38) dan Hermanto (32), keduanya warga Dusun IV Cinta Rakyat, Desa Paluh Manis, Gebang, Langkat, diringkus polisi dari ...
Loading...