Selasa, 22 Januari 2019 | 23.15 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Polisi Grebek Narkoba di Jalan Ampera, Pria Uzur Tewas Lantaran Sakit Jantung Kumat

Polisi Grebek Narkoba di Jalan Ampera, Pria Uzur Tewas Lantaran Sakit Jantung Kumat

Senin, 7 Januari 2019 - 23:07 WIB

IMG-65417

Jenazah korban sampai di rumah duka, Jalan Ampera 3, Glugur Darat2, Medan Timur, setelah sempat di bawa ke RS Imelda. (Lana/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Seorang warga meninggal dunia ketika polisi melakukan penggrebekan di Jalan Ampera III, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Senin (7/1/2019) sore.

Informasi yang dihimpun di lokasi, korban diketahui bernama Gazali (68), meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak saat polisi melakukan penggeledahan di kediamannya.

Peristiwa bermula ketika polisi melakukan penggrebekan narkoba di rumah milik salah seorang warga bernama Ammar.

Menurut keterangan keponakan Gazali bernama Novita Sari (29), awalnya ada penggerebekan di rumah Ammar, yang kebetulan menyewa di rumah mertuanya.

Menurut Novita, ada sekitar empat orang polisi yang datang menggunakan dua sepedamotor dan langsung masuk ke dalam rumah yang digrebek. Novita kemudian memberitahukan agar adik sepupunya, Saleh, untuk memanggil Kepling.

Tak lama kemudian, Saleh pulang untuk minum dan tiba-tiba beberapa petugas mengejar dan mengira dia melempar batu di TKP saat penggerebekan. Padahal menurut Novita, Saleh tidak ada melempar batu sama sekali.

“Nggak tahu siapa yang melempar dan terjadi dorong-dorongan di belakang Masjid Jamik. Polisi ini menolak uwak Gazali (68),” kata Novita di rumah duka, Senin (7/1/2019).

“Uwak saya bilang anaknya nggak salah dan saya sahuti apa salah adik (sepupu) saya hingga dibawa. Dibilang polisi, dia melempar batu dan saya bilang tidak ada. Karena saya suruh dia manggil Kepling. Tapi polisi tetap ngotot mau bawa Saleh. Hingga sempat terjadi dorongan terhadap uwak (Gazali). Dorong jatuh, dorong jatuh, bolak-balik didorong dan terakhirnya jatuh dan kejang-kejang,” sambungnya.

Lebih lanjut, Novita mengatakan bahwa beberapa kali Wak Gazali sempat mencoba untuk menahan polisi agar anaknya tidak dibawa.

“Kayak bi***ang kalian buat anak ku ya! Anak aku nggak salah pun mau kalian bawa! Apa salah anak ku? Jangan kalian bawa anakku” teriak Gazali ketika itu seperti dituturkan Novita kepada metro24jam.com.

Masih kata Novita, setelah jatuh terkapar, pihak kepolisian masih tetap membawa Saleh untuk diamankan ke Polsek Medan Timur.

“Pas kejang, polisi tetap bersikeras mau membawa Saleh. Kurang ajar, nggak ada pertimbangan sama sekali. Harusnya dia kan mengayomi masyarakat. Tapi dia nggak ada kayak gini,” jelasnya.

“Tadi yang bawa uwak tetangga, katanya di tengah jalan nyawanya sudah tidak ada. Belum sampai rumah sakit sudah lewat (meninggal dunia),” papar Novita.

Seorang anggota keluarga lainnya, Elita (54), mengatakan bahwa saat kejadian Gazali ingin menolong anaknya, karena dianggap tidak ada bersalah melempar rumah TKP penggerebekan.

“Demi Allah! Anaknya tidak ada melempar. Dituduh anaknya, padahal dia cuma mau manggil Kepling. Bapaknya terdorong lalu jatuh dan sempat kejang-lalu dilarikan ke RS Imelda dan meninggal di perjalanan,” ungkap Elita.

Elita menepis bahwa keponakannya menjual atau memakai narkoba. Karena menurut dia, warga setempat mengatakan bahwa Saleh tidak pernah jual sabu dan memakai narkoba.

“Memang dia (Gazali) punya penyakit jantung tapi sudah lama nggak kumat. Pas kejadian inilah dia kumat karena bolak-balik jatuh dan saat perjalan di bawa ke RS akhirnya meninggal,” terang Elita.

Terpisah, Waka Polrestabes Medan AKBP Rudi Rifani yang langsung hadir meninjau lokasi, mengatakan bahwa memang anggota ada melakukan penangkapan kasus narkoba di sekitar lokasi.

“Mungkin orangtuanya panik melihat pada saat anaknya yang kita duga ada penyalahgunaan narkoba,” kata Rudi.

Terkait apakah ada aksi kekerasan saat penggerebekan, Rudi menuturkan anggota sudah bekerja sesuai SOP.

Suasana di rumah duka. (Lana/metro24jam.com)

“Jadi anggota kita saat membawa, masyarakat menghalang-halangi. Tapi bukan warga sini yang menghalangi,” ujarnya.

“Upaya ke depan kita masih mau melakukan pemeriksaan terhadap anggota, artinya supaya clear semua. Siapa yang melihat di TKP,” jelasnya.

Terkait meninggalnya korban diduga akibat penggerebekan, Rudi menepis anggapan yang terlanjur beredar luas tersebut.

“Tidak, tidak, tidak ada! Karena informasinya orangtuanya sudah berumur dan memiliki sakit,” sebutnya.

Ditanya soal anggapan warga, yang menyebut polisi melakukan penggerebekan tanpa memberitahukan kepada Kepling, Rudi menjelaskan bahwa pengerebekan baru didampingi Kepling jika dilakukan di dalam rumah.

Sementara untuk di luar rumah, biasanya terduga pelaku akan diambil (ditangkap) terlebih dahulu.

“Kejadian ini bukan di dalam rumah. Kita amankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 9 paket dengan berat masing-masing diperkirakan 1 gram,” ungkap Rudi.

Sementara itu, Kapolsek Medan Timur, Kompol Muhammad Arifin, menambahkan bahwa pelaku yang diamankan memang sudah lama dipantau gerak-geriknya, yaitu Tama dan Saleh.

“Sebelum dilakukan penggerebekan memang sudah ada lidik terlebih dahulu. Yang jelas informasinya korban yang meninggal memang punya riwayat sakit jantung,” pungkas Arifin. (lana)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Bupati Aceh Selatan Mutasi 137 Pejabat Eselon III dan IV
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 22:16 WIB

Bupati Aceh Selatan Mutasi 137 Pejabat Eselon III dan IV

Bupati Aceh Selatan, Azwir SSos, melantik dan memutasikan 137 pejabat, Selasa (22/01/2019). Dari jumlah tersebut, 59 di antaranya merupakan pejabat ...
Satlantas Polrestabes Medan dan Unit Lantas Polsek Sunggal Gelar ‘Simon Mapan’ di Desa Lalang
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 22:07 WIB

Satlantas Polrestabes Medan dan Unit Lantas Polsek Sunggal Gelar ‘Simon Mapan’ di Desa Lalang

Personel Unit lantas Polsek Sunggal bekerja sama dengan Satlantas Polrestabes Medan, mendatangi masyarakat yang bermukim di Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, ...
Dibuka Wakil Bupati, Muzakarah Ulama di Lhoksukon Berjalan Lancar
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 21:59 WIB

Dibuka Wakil Bupati, Muzakarah Ulama di Lhoksukon Berjalan Lancar

Muzakarah Ulama ke-2 yang dilaksanakan di kompleks pengajian Dayah Budi Nurussalam Desa Geulumpang KM 10, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, berjalan ...
Oknum PNS Terjaring OTT Jumat Lalu, Tim Polda Sumut Geledah Kantor Walikota Binjai
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 20:52 WIB

Oknum PNS Terjaring OTT Jumat Lalu, Tim Polda Sumut Geledah Kantor Walikota Binjai

Personel Subdit 1 Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sumut, menggeledah kantor Walikota Binjai di Jalan Sudirman, Binjai Kota, Selasa (22/1/2019) ...
Dering HP Terdengar dari Balik Celana Dalamnya, Anak Muda Ini Babak-belur Dihakimi Massa
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 20:38 WIB

Dering HP Terdengar dari Balik Celana Dalamnya, Anak Muda Ini Babak-belur Dihakimi Massa

Sudah pernah dipenjara lantaran mencuri ternyata tak membuat Endriko Riki Simanjuntak alias Kucing tobat dan tetap mengulangi perbuatannya. Dengan modus ...
Kodim 0204/DS, BNNK, Polres dan Pemkab Deliserdang Rapat Program Desa Bersinar
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 20:10 WIB

Kodim 0204/DS, BNNK, Polres dan Pemkab Deliserdang Rapat Program Desa Bersinar

Kodim 0204/DS bersama BNNK, Polres dan Pemkab Deliserdang melaksanakan rapat persiapan Program Desa Bersih Narkoba (Bersinar), bertempat di Ruang Data ...
bupati serdang bedagai
Loading...