Kamis, 20 Juni 2019 | 03.48 WIB
Metro24Jam>News>Polisi Grebek Narkoba di Jalan Ampera, Pria Uzur Tewas Lantaran Sakit Jantung Kumat

Polisi Grebek Narkoba di Jalan Ampera, Pria Uzur Tewas Lantaran Sakit Jantung Kumat

Senin, 7 Januari 2019 - 23:07 WIB

IMG-65417

Jenazah korban sampai di rumah duka, Jalan Ampera 3, Glugur Darat2, Medan Timur, setelah sempat di bawa ke RS Imelda. (Lana/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Seorang warga meninggal dunia ketika polisi melakukan penggrebekan di Jalan Ampera III, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Senin (7/1/2019) sore.

Informasi yang dihimpun di lokasi, korban diketahui bernama Gazali (68), meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak saat polisi melakukan penggeledahan di kediamannya.

Peristiwa bermula ketika polisi melakukan penggrebekan narkoba di rumah milik salah seorang warga bernama Ammar.

Menurut keterangan keponakan Gazali bernama Novita Sari (29), awalnya ada penggerebekan di rumah Ammar, yang kebetulan menyewa di rumah mertuanya.

Menurut Novita, ada sekitar empat orang polisi yang datang menggunakan dua sepedamotor dan langsung masuk ke dalam rumah yang digrebek. Novita kemudian memberitahukan agar adik sepupunya, Saleh, untuk memanggil Kepling.

Tak lama kemudian, Saleh pulang untuk minum dan tiba-tiba beberapa petugas mengejar dan mengira dia melempar batu di TKP saat penggerebekan. Padahal menurut Novita, Saleh tidak ada melempar batu sama sekali.

“Nggak tahu siapa yang melempar dan terjadi dorong-dorongan di belakang Masjid Jamik. Polisi ini menolak uwak Gazali (68),” kata Novita di rumah duka, Senin (7/1/2019).

“Uwak saya bilang anaknya nggak salah dan saya sahuti apa salah adik (sepupu) saya hingga dibawa. Dibilang polisi, dia melempar batu dan saya bilang tidak ada. Karena saya suruh dia manggil Kepling. Tapi polisi tetap ngotot mau bawa Saleh. Hingga sempat terjadi dorongan terhadap uwak (Gazali). Dorong jatuh, dorong jatuh, bolak-balik didorong dan terakhirnya jatuh dan kejang-kejang,” sambungnya.

Lebih lanjut, Novita mengatakan bahwa beberapa kali Wak Gazali sempat mencoba untuk menahan polisi agar anaknya tidak dibawa.

“Kayak bi***ang kalian buat anak ku ya! Anak aku nggak salah pun mau kalian bawa! Apa salah anak ku? Jangan kalian bawa anakku” teriak Gazali ketika itu seperti dituturkan Novita kepada metro24jam.com.

Masih kata Novita, setelah jatuh terkapar, pihak kepolisian masih tetap membawa Saleh untuk diamankan ke Polsek Medan Timur.

“Pas kejang, polisi tetap bersikeras mau membawa Saleh. Kurang ajar, nggak ada pertimbangan sama sekali. Harusnya dia kan mengayomi masyarakat. Tapi dia nggak ada kayak gini,” jelasnya.

“Tadi yang bawa uwak tetangga, katanya di tengah jalan nyawanya sudah tidak ada. Belum sampai rumah sakit sudah lewat (meninggal dunia),” papar Novita.

Seorang anggota keluarga lainnya, Elita (54), mengatakan bahwa saat kejadian Gazali ingin menolong anaknya, karena dianggap tidak ada bersalah melempar rumah TKP penggerebekan.

“Demi Allah! Anaknya tidak ada melempar. Dituduh anaknya, padahal dia cuma mau manggil Kepling. Bapaknya terdorong lalu jatuh dan sempat kejang-lalu dilarikan ke RS Imelda dan meninggal di perjalanan,” ungkap Elita.

Elita menepis bahwa keponakannya menjual atau memakai narkoba. Karena menurut dia, warga setempat mengatakan bahwa Saleh tidak pernah jual sabu dan memakai narkoba.

“Memang dia (Gazali) punya penyakit jantung tapi sudah lama nggak kumat. Pas kejadian inilah dia kumat karena bolak-balik jatuh dan saat perjalan di bawa ke RS akhirnya meninggal,” terang Elita.

Terpisah, Waka Polrestabes Medan AKBP Rudi Rifani yang langsung hadir meninjau lokasi, mengatakan bahwa memang anggota ada melakukan penangkapan kasus narkoba di sekitar lokasi.

“Mungkin orangtuanya panik melihat pada saat anaknya yang kita duga ada penyalahgunaan narkoba,” kata Rudi.

Terkait apakah ada aksi kekerasan saat penggerebekan, Rudi menuturkan anggota sudah bekerja sesuai SOP.

Suasana di rumah duka. (Lana/metro24jam.com)

“Jadi anggota kita saat membawa, masyarakat menghalang-halangi. Tapi bukan warga sini yang menghalangi,” ujarnya.

“Upaya ke depan kita masih mau melakukan pemeriksaan terhadap anggota, artinya supaya clear semua. Siapa yang melihat di TKP,” jelasnya.

Terkait meninggalnya korban diduga akibat penggerebekan, Rudi menepis anggapan yang terlanjur beredar luas tersebut.

“Tidak, tidak, tidak ada! Karena informasinya orangtuanya sudah berumur dan memiliki sakit,” sebutnya.

Ditanya soal anggapan warga, yang menyebut polisi melakukan penggerebekan tanpa memberitahukan kepada Kepling, Rudi menjelaskan bahwa pengerebekan baru didampingi Kepling jika dilakukan di dalam rumah.

Sementara untuk di luar rumah, biasanya terduga pelaku akan diambil (ditangkap) terlebih dahulu.

“Kejadian ini bukan di dalam rumah. Kita amankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 9 paket dengan berat masing-masing diperkirakan 1 gram,” ungkap Rudi.

Sementara itu, Kapolsek Medan Timur, Kompol Muhammad Arifin, menambahkan bahwa pelaku yang diamankan memang sudah lama dipantau gerak-geriknya, yaitu Tama dan Saleh.

“Sebelum dilakukan penggerebekan memang sudah ada lidik terlebih dahulu. Yang jelas informasinya korban yang meninggal memang punya riwayat sakit jantung,” pungkas Arifin. (lana)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Wanita Tukang Urut Dibunuh di Kutalimbaru, 12 Jam Kemudian Pelaku Menyerah
Metro 24 Jam - Kamis, 20 Juni 2019 - 02:55 WIB

Wanita Tukang Urut Dibunuh di Kutalimbaru, 12 Jam Kemudian Pelaku Menyerah

Keheningan pagi di Dusun VII, Tanjung Pama, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang mendadak heboh geger, Rabu (19/6/2019). Sesosok wanita ditemukan ...
Diversi Gagal, Remaja Tersangka Penista Agama di Tanjungbalai Segera Dilimpahkan ke Pengadilan
Metro 24 Jam - Kamis, 20 Juni 2019 - 00:19 WIB

Diversi Gagal, Remaja Tersangka Penista Agama di Tanjungbalai Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Polres Tanjungbalai menyerahkan Berkas Pelimpahan (Tahap II), tersangka pelaku penistaan agama JS (18), ke Kejaksaan Negeri Tanjungbalai-Asahan, Rabu (18/6/2019).Remaja yang ...
Lagi, Polres Siantar Tangkap Jurtul Togel, Bandarnya Masih Ngumpet?
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 23:58 WIB

Lagi, Polres Siantar Tangkap Jurtul Togel, Bandarnya Masih Ngumpet?

Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Siantar kembali menangkap seorang penulis togel jenis Hongkong. Pria itu bernama Edi Gunawa, warga Jalan ...
Bocah Kelas 6 SD Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi, TKP: Silakkidir
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 22:09 WIB

Bocah Kelas 6 SD Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi, TKP: Silakkidir

Muhammad Iqbal Anshori (13),ditemukan tersangkut di saluran irigasi belakang rumahnya, di Nagori Silakkidir, Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun, dalam kondisi ...
Berharap Dapat Upah Saat Antar 900 Gram Sabu, Pria Ini Rupanya Ditunggu Polisi
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 21:43 WIB

Berharap Dapat Upah Saat Antar 900 Gram Sabu, Pria Ini Rupanya Ditunggu Polisi

Riki Pratama, warga Jalan Kepodang I Nomor 372, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, hanya bisa pasrah saat dituntut Jaksa ...
Sengketa Pemilu Dapil 2 Deliserdang, Sidang Agenda Konklusi, Pelapor Optimis Menang
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 21:00 WIB

Sengketa Pemilu Dapil 2 Deliserdang, Sidang Agenda Konklusi, Pelapor Optimis Menang

Sidang Sengketa Pemilu dapil 2 Deliserdang kembali dilanjutkan dengan agenda konklusi (kesimpulan) di ruang sidang Kantor Bawaslu Deliserdang, Jalan Tanjung ...
Loading...

Loading…