Sabtu, 15 Desember 2018 | 18.48 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Pegiat Anti Korupsi Asahan Konsultasikan Sejumlah Kasus ke KPK

Pegiat Anti Korupsi Asahan Konsultasikan Sejumlah Kasus ke KPK

Selasa, 4 Desember 2018 - 21:52 WIB

IMG-64351

Pegiat anti korupsi dari Granko Asahan membentangkan spanduk di depan gedung KPK. (ist/metro24jam.com)

JAKARTA, metro24jam.com – Perwakilan Gerakan Anti Narkoba dan Korupsi (Granko) Kabupaten Asahan melakukan kunjungan sekaligus konsultasi ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada No 4, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Para penggiat anti korupsi yang mengatasnamakan Lembaga DPC Granko Kabupaten Asahan yang dipimpin Ibnu Hajar Piliang didampingi Ketua IWO Asahan Batubara Syarifuddin Harahap, Yunus dan Salomo Malau, sempat melakukan aksi di Gedung Merah Putih itu ketika tiba di sana sekira pukul 10.00 Wib.

Kedatangan para pegiat anti korupsi dari Asahan itu diterima bagian Humas KPK dan personel kepolisian yang sedang berjaga di depan kantor KPK.

Setelah mengetahui maksud kedatangan para penggiat anti korupsi dari Asahan, pihak KPK kemudian mempersilahkan mereka masuk ke ruangan Humas.

Sesampainya di dalam ruangan, pihak Humas KPK kembali mempertanyakan maksud kedatangan para pegiat anti korupsi dari Asahan tersebut.

Setelah diberi penjelasan, bahwa kedatangan mereka ke Gedung Merah Putih itu adalah untuk mencari tahu cara membuat pengaduan kasus dugaan korupsi bagi-bagi uang anggota DPRD Asahan dalam pengesahan APBD, sesuai bukti rekaman yang dimiliki keempat orang tersebut, sekaligus soal dugaan korupsi dana PKK dan anggaran di Disdik Asahan.

Pihak KPK melalui Humas kemudian memberikan penjelasan, bahwa selain bukti rekaman, pengaduan juga harus dibuat secara tertulis dan dijelaskan rincian dugaan korupsinya di atas berkas yang diberi meterai Rp6.000.

Perwakilan Gerakan Anti Narkoba dan Korupsi (Granko) di Kantor KPK. (ist/metro24jam.com)

Lalu mengenai anggaran dugaan korupsi dana PKK dan Disdik Asahan, pihak KPK juga meminta kelengkapan berkas-berkas lainnya.

Setelah itu, pihak humas KPK mengarahkan keempat orang tersebut menemui juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Sayangnya, karena saat yang bersamaan Febri sedang sibuk, maka mereka belum bisa bertemu.

“Pak Febri Diansyah sedang sibuk, karena banyak kasus yang ditangani KPK. Hari ini saja, ada dua kasus yang ditangani dan penetapan sebagai tersangka,” beber personel Humas KPK, seperti dituturkan Ibnu Hajar Piliang kepada metro24jam.com, Selasa (4/11/2018) melalui pesan WhatsApp.

Menurut Ibu, mereka diminta datang kembali besok, Rabu (5/12/2018).

Dijelaskan Ibnu, kedatangan mereka ke kantor KPK adalah untuk melaporkan kasus dugaan korupsi berjamaah dalam pengesahan APBD Asahan.

“Kita punya bukti rekaman pembicaraan dua anggota DPRD Asahan terkait bagi-bagi uang untuk pengesahan APBD,” beber Ibnu.

Dalam rekaman itu, jelas Ibnu, anggota DPRD menerima uang berjumlah puluhan juta rupiah, sedangkan ketua fraksi, banggar dan komisi masing-masing menerima lebih banyak.

Senada dikatakan Salomo Malau. Menurut dia ada 3 bukti rekaman pembicaraan anggota DPRD Asahan tentang bagi-bagi uang untuk pengesahan APBD.

Salomo menambahkan, pihaknya juga akan melaporkan anggaran PKK yang ditampung di beberapa dinas di Pemkab Asahan, juga anggaran disdik Asahan. Bukan hanya itu, pihaknya juga ingin menanyakan hasil kedatangan tim penyidik KPK ke Asahan beberapa hari lalu. (Dir)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Pasangan Mesum Terjaring Satpol-PP Sergai di Hotel Graha Soeltan
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 18:14 WIB

Pasangan Mesum Terjaring Satpol-PP Sergai di Hotel Graha Soeltan

Pasangan mesum digrebek tim gabungan operasi Terpadu Sergai dari salah satu kamar di Hotel Graha Soeltan terletak di Dusun 4, ...
Gilang Tama Tak Kunjung Terbangun dari Tidur, Begini Kata Direktur RSUD Deliserdang
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 18:09 WIB

Gilang Tama Tak Kunjung Terbangun dari Tidur, Begini Kata Direktur RSUD Deliserdang

Kondisi Gilang Tama Alfarizi, bocah berusia empat setengah tahun yang tak kunjung terjaga dari tidurnya setelah 20 hari, setidaknya turut ...
Dirukyah Jumat Malam, Gilang Masih Belum Terbangun, Warga dan Keluarga Terus Berdatangan
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 18:05 WIB

Dirukyah Jumat Malam, Gilang Masih Belum Terbangun, Warga dan Keluarga Terus Berdatangan

Keanehan yang terjadi pada Gilang Tama Alfarizi membuat kerabat dan warga serta orang-orang yang coba menyembuhkan bocah berusia empat setengah ...
Kisah Pilu 2 Keluarga Kurang Mampu Ketika Dijenguk Panitia Natal Wartawan Siantar
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 17:20 WIB

Kisah Pilu 2 Keluarga Kurang Mampu Ketika Dijenguk Panitia Natal Wartawan Siantar

Panitia Perayaan Natal Wartawan Pematangsiantar, menyerahkan bantuan kepada dua kepala keluarga yang kurang mampu di dua lokasi berbeda, Sabtu (15/12/2018). ...
Beastudi Etos Dompet Dhuafa Antar Lutfi Raih Mimpi Menjadi Sarjana Pertanian
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 16:52 WIB

Beastudi Etos Dompet Dhuafa Antar Lutfi Raih Mimpi Menjadi Sarjana Pertanian

Senyum tak lepas dari wajah Lutfi ketika ia dinobatkan sebagai sarjana lulusan terbaik dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada wisudanya, ...
Ratusan Warga Ikuti Jalan Sehat Polres dan KONI Asahan
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 16:35 WIB

Ratusan Warga Ikuti Jalan Sehat Polres dan KONI Asahan

Ratusan warga antusias mengikuti acara Jalan Sehat yang digelar Polres Asahan dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Asahan. Forkopimda dan ...
bupati serdang bedagai
Loading...