Senin, 18 Februari 2019 | 23.43 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Pegiat Anti Korupsi Asahan Konsultasikan Sejumlah Kasus ke KPK

Pegiat Anti Korupsi Asahan Konsultasikan Sejumlah Kasus ke KPK

Selasa, 4 Desember 2018 - 21:52 WIB

IMG-64351

Pegiat anti korupsi dari Granko Asahan membentangkan spanduk di depan gedung KPK. (ist/metro24jam.com)

JAKARTA, metro24jam.com – Perwakilan Gerakan Anti Narkoba dan Korupsi (Granko) Kabupaten Asahan melakukan kunjungan sekaligus konsultasi ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada No 4, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Para penggiat anti korupsi yang mengatasnamakan Lembaga DPC Granko Kabupaten Asahan yang dipimpin Ibnu Hajar Piliang didampingi Ketua IWO Asahan Batubara Syarifuddin Harahap, Yunus dan Salomo Malau, sempat melakukan aksi di Gedung Merah Putih itu ketika tiba di sana sekira pukul 10.00 Wib.

Kedatangan para pegiat anti korupsi dari Asahan itu diterima bagian Humas KPK dan personel kepolisian yang sedang berjaga di depan kantor KPK.

Setelah mengetahui maksud kedatangan para penggiat anti korupsi dari Asahan, pihak KPK kemudian mempersilahkan mereka masuk ke ruangan Humas.

Sesampainya di dalam ruangan, pihak Humas KPK kembali mempertanyakan maksud kedatangan para pegiat anti korupsi dari Asahan tersebut.

Setelah diberi penjelasan, bahwa kedatangan mereka ke Gedung Merah Putih itu adalah untuk mencari tahu cara membuat pengaduan kasus dugaan korupsi bagi-bagi uang anggota DPRD Asahan dalam pengesahan APBD, sesuai bukti rekaman yang dimiliki keempat orang tersebut, sekaligus soal dugaan korupsi dana PKK dan anggaran di Disdik Asahan.

Pihak KPK melalui Humas kemudian memberikan penjelasan, bahwa selain bukti rekaman, pengaduan juga harus dibuat secara tertulis dan dijelaskan rincian dugaan korupsinya di atas berkas yang diberi meterai Rp6.000.

Perwakilan Gerakan Anti Narkoba dan Korupsi (Granko) di Kantor KPK. (ist/metro24jam.com)

Lalu mengenai anggaran dugaan korupsi dana PKK dan Disdik Asahan, pihak KPK juga meminta kelengkapan berkas-berkas lainnya.

Setelah itu, pihak humas KPK mengarahkan keempat orang tersebut menemui juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Sayangnya, karena saat yang bersamaan Febri sedang sibuk, maka mereka belum bisa bertemu.

“Pak Febri Diansyah sedang sibuk, karena banyak kasus yang ditangani KPK. Hari ini saja, ada dua kasus yang ditangani dan penetapan sebagai tersangka,” beber personel Humas KPK, seperti dituturkan Ibnu Hajar Piliang kepada metro24jam.com, Selasa (4/11/2018) melalui pesan WhatsApp.

Menurut Ibu, mereka diminta datang kembali besok, Rabu (5/12/2018).

Dijelaskan Ibnu, kedatangan mereka ke kantor KPK adalah untuk melaporkan kasus dugaan korupsi berjamaah dalam pengesahan APBD Asahan.

“Kita punya bukti rekaman pembicaraan dua anggota DPRD Asahan terkait bagi-bagi uang untuk pengesahan APBD,” beber Ibnu.

Dalam rekaman itu, jelas Ibnu, anggota DPRD menerima uang berjumlah puluhan juta rupiah, sedangkan ketua fraksi, banggar dan komisi masing-masing menerima lebih banyak.

Senada dikatakan Salomo Malau. Menurut dia ada 3 bukti rekaman pembicaraan anggota DPRD Asahan tentang bagi-bagi uang untuk pengesahan APBD.

Salomo menambahkan, pihaknya juga akan melaporkan anggaran PKK yang ditampung di beberapa dinas di Pemkab Asahan, juga anggaran disdik Asahan. Bukan hanya itu, pihaknya juga ingin menanyakan hasil kedatangan tim penyidik KPK ke Asahan beberapa hari lalu. (Dir)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Disergap Polisi, Pria Ini Lari ke Kebun Ubi, Sangkutlah!
Metro 24 Jam - Senin, 18 Februari 2019 - 23:19 WIB

Disergap Polisi, Pria Ini Lari ke Kebun Ubi, Sangkutlah!

Kaget disergap polisi, Aneka Ria Safari alias Ucok Dollong coba melarikan diri ke kebun ubi tak jauh dari kediamannya di ...
Kasi PMD Akui Warga Desa Bantan Pertanyakan Masalah ADD, Tapi…
Metro 24 Jam - Senin, 18 Februari 2019 - 23:14 WIB

Kasi PMD Akui Warga Desa Bantan Pertanyakan Masalah ADD, Tapi…

Aparatur Desa Bantan, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, meminta pihak kecamatan setempat dapat memberikan solusi atas permasalahan Anggaran Dana ...
Nekat Curi Ikan Gurami Pak Babinsa, Residivis Curanmor Kembali Masuk Sel
Metro 24 Jam - Senin, 18 Februari 2019 - 23:02 WIB

Nekat Curi Ikan Gurami Pak Babinsa, Residivis Curanmor Kembali Masuk Sel

Ada-ada saja ulah remaja satu ini. Seakan tak bosan hidup di penjara. Belum lama bebas dari hukuman setelah tertangkap mencuri ...
Dua Ahli Waris Gampong di Aceh Utara Terima Santunan Klaim BPJS
Metro 24 Jam - Senin, 18 Februari 2019 - 22:10 WIB

Dua Ahli Waris Gampong di Aceh Utara Terima Santunan Klaim BPJS

Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib (Cek Mad) secara simbolis menyerahkan klaim Santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris dua orang ...
Bupati Aceh Utara Resmikan Pabrik CPO Milik Investor Sumut
Metro 24 Jam - Senin, 18 Februari 2019 - 21:56 WIB

Bupati Aceh Utara Resmikan Pabrik CPO Milik Investor Sumut

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang memproduksi minyak Crude Palm Oil (CPO) dengan kapasitas 30 ton per jam, diresmikan Bupati Aceh ...
Personel BNN Amankan Seorang Oknum TNI di Sergai, BB Ribuan Butir Ekstasi
Metro 24 Jam - Senin, 18 Februari 2019 - 21:48 WIB

Personel BNN Amankan Seorang Oknum TNI di Sergai, BB Ribuan Butir Ekstasi

Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Polisi Militer dilaporkan berhasil menangkap seorang oknum anggota TNI berinisial SM ...
bupati serdang bedagai
Loading...