Rabu, 23 Januari 2019 | 00.25 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Tahanan Narkoba Polrestabes Medan Tewas Saat Makan Siang, Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi

Tahanan Narkoba Polrestabes Medan Tewas Saat Makan Siang, Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi

Kamis, 8 November 2018 - 06:11 WIB

IMG-63421

Jenazah Muhammad Imron Rosadi saat akan dimakamkan. Inzet: Trisna Irawadi. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Kematian Muhammad Imron Rosadi alias Membot (28) warga Jalan Walet 4, Perumnas Mandala, seorang tahanan kasus narkoba di Polrestabes Medan pada saat makan siang Selasa (6/11/2018) kemarin masih menjadi misteri.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Priambodo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (7/11/2018) mengatakan, pada saat diketahui meninggal, pihak keluarga Muhammad Imron Rosadi telah dipanggil agar menyetujui dilakukan otopsi jenazah.

“Sebelum kita lakukan otopsi, kita undang dulu keluarganya untuk dilakukan otopsi. Jangan sampai ada berpersepsi yang katanya keracunanlah, padahal belum diatopsi,” ujarnya.

Menurut Raphael, awalnya pihak keluarga bahkan menolak untuk melakukan otopsi, dengan berbagai macam alasan dan takut dengan hal-hal ataupun bertentangan kaidah keagamaan.

“Untung saya lakukan otopsi. Karena jangan seperti ini di media jangan ada blunder-blunder. Jadi, kita sama-sama menunggu hasil Lab atau hasil otopsinya dan keterangan dokter,” katanya.

Terkait kabar bahwa teman-teman satu sel Imron yang disebut juga sempat muntah-muntah ketika makan bersamanya, AKBP Raphael membantahnya.

“Temen-temennya yang makan sama dia (Imron) juga kita periksa. Tidak ada 5 orang muntah-muntah dan di rawat di rumah sakit. Silahkan cek ke Tahti (tahanan). Di situ ada petugas Paminal dan temen-temennya yang 5 itu sedang diperiksa. Cuma dia aja yang meninggal. Jadi gak bener itu soal 5 orang temannya ikut muntah dan gak benar keracunan,” jelasnya.

Kepada wartawan, AKBP Sandhy juga menuturkan bahwa tidak menutup kemungkinan kalau korban tewas akibat tersedak nasi yang dimakannya. Pasalnya, pihak dokter menemukan adanya nasi di saluran pernafasan korban.

“Dokter ngomong sama saya pada saat pemeriksaan, itu disaluran pernafasannya banyak nasi. Tertutup nasi banyak. Kemungkinan tersedak. Ini belum resmi lho,” tuturnya.

AKBP Raphael kembali menegaskan, bahwa hanya Imron sendiri yang meninggal dunia saat makan dan membantah terkait kabar ada 5 teman satu selnya yang juga keracunan. Selain itu, perwira dua melati emas itu mengatakan bahwa pihah Polrestabes Medan lah yang mendesak untuk dilakukan otopsi.

“Supaya tidak ada unsur yang gimana-gimana. Inilah supaya menjaga tidak ada berita miring gini. Jadi setatemen kami, teman-temannya gak benar muntah-muntah dan masih sehat walafiat yang makan sama dia. Dan sampai saat ini kita masih menunggu hasil lab beberapa sampel tubuh badannya ataupun tubuhnya. Dan nanti yang menjelaskan hasilnya adalah dokter. Karena pihak dokter lah yang lebih berkompeten,” pungkasnya.

Sementara itu di rumah duka, di Jalan Walet, Prumnas Mandala, pihak keluarga dan jiran tetangga sudah ramai berkumpul guna melaksanakan fardhu kifayah terhadap jenazah Muhamad Imron Rosadi.

Trisna Irawadi orangtua Imron ketika diwawancarai wartawan mengaku tidak mengetahui penyebab kematian anaknya. Menurut dia, anaknya itu tak memiliki riwayat penyakit mematikan.

“Kami pun gak tau kenapa bisa meninggal tiba-tiba. Hasil otopsi belum keluar, tapi penyidiknya, Bripka Jhon Paul, mengatakan bahwa kematian Membot (almarhum) disebabkan karena adanya nasi yang menyumbat pada saluran pernafasannya,” ungkapnya.

Trisna mengaku merasa ada keganjilan terkait kematian anaknya yang mendadak.

“Jika kematian anak saya karena tersedak, kami pasrah. Tapi bila karena ada unsur kesengajaan dan kelalaian, kami akan menuntut bila perlu sampai ke Mabes Polri dan ke presiden,” ucapnya.

Dari rumah duka, usai dimandikan dan disholatkan di masjid terdekat, jenazah Imron kemudian dikebumikan di perkuburan Muslim belakang kantor PLN, Prumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Dberitakan sebelumnya, saat itu rekan satu sel Membot sedang dibesuk oleh keluarganya dengan membawa makanan. Imron alis Membot kemudian kebagian makanan tersebut.

Saat sedang menyantap makanan itu, tiba-tiba Imron tersedak. Tak lama berselang, dia mengehembuskan napas terakhirnya. (tim)

BACA JUGA:
Tahanan Narkoba Polrestabes Medan Tewas Saat Makan Siang


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Bupati Aceh Selatan Mutasi 137 Pejabat Eselon III dan IV
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 22:16 WIB

Bupati Aceh Selatan Mutasi 137 Pejabat Eselon III dan IV

Bupati Aceh Selatan, Azwir SSos, melantik dan memutasikan 137 pejabat, Selasa (22/01/2019). Dari jumlah tersebut, 59 di antaranya merupakan pejabat ...
Satlantas Polrestabes Medan dan Unit Lantas Polsek Sunggal Gelar ‘Simon Mapan’ di Desa Lalang
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 22:07 WIB

Satlantas Polrestabes Medan dan Unit Lantas Polsek Sunggal Gelar ‘Simon Mapan’ di Desa Lalang

Personel Unit lantas Polsek Sunggal bekerja sama dengan Satlantas Polrestabes Medan, mendatangi masyarakat yang bermukim di Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, ...
Dibuka Wakil Bupati, Muzakarah Ulama di Lhoksukon Berjalan Lancar
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 21:59 WIB

Dibuka Wakil Bupati, Muzakarah Ulama di Lhoksukon Berjalan Lancar

Muzakarah Ulama ke-2 yang dilaksanakan di kompleks pengajian Dayah Budi Nurussalam Desa Geulumpang KM 10, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, berjalan ...
Oknum PNS Terjaring OTT Jumat Lalu, Tim Polda Sumut Geledah Kantor Walikota Binjai
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 20:52 WIB

Oknum PNS Terjaring OTT Jumat Lalu, Tim Polda Sumut Geledah Kantor Walikota Binjai

Personel Subdit 1 Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sumut, menggeledah kantor Walikota Binjai di Jalan Sudirman, Binjai Kota, Selasa (22/1/2019) ...
Dering HP Terdengar dari Balik Celana Dalamnya, Anak Muda Ini Babak-belur Dihakimi Massa
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 20:38 WIB

Dering HP Terdengar dari Balik Celana Dalamnya, Anak Muda Ini Babak-belur Dihakimi Massa

Sudah pernah dipenjara lantaran mencuri ternyata tak membuat Endriko Riki Simanjuntak alias Kucing tobat dan tetap mengulangi perbuatannya. Dengan modus ...
Kodim 0204/DS, BNNK, Polres dan Pemkab Deliserdang Rapat Program Desa Bersinar
Metro 24 Jam - Selasa, 22 Januari 2019 - 20:10 WIB

Kodim 0204/DS, BNNK, Polres dan Pemkab Deliserdang Rapat Program Desa Bersinar

Kodim 0204/DS bersama BNNK, Polres dan Pemkab Deliserdang melaksanakan rapat persiapan Program Desa Bersih Narkoba (Bersinar), bertempat di Ruang Data ...
bupati serdang bedagai
Loading...