Jumat, 26 April 2019 | 23.44 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Tahanan Narkoba Polrestabes Medan Tewas Saat Makan Siang, Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi

Tahanan Narkoba Polrestabes Medan Tewas Saat Makan Siang, Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi

Kamis, 8 November 2018 - 06:11 WIB

IMG-63421

Jenazah Muhammad Imron Rosadi saat akan dimakamkan. Inzet: Trisna Irawadi. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Kematian Muhammad Imron Rosadi alias Membot (28) warga Jalan Walet 4, Perumnas Mandala, seorang tahanan kasus narkoba di Polrestabes Medan pada saat makan siang Selasa (6/11/2018) kemarin masih menjadi misteri.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Priambodo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (7/11/2018) mengatakan, pada saat diketahui meninggal, pihak keluarga Muhammad Imron Rosadi telah dipanggil agar menyetujui dilakukan otopsi jenazah.

“Sebelum kita lakukan otopsi, kita undang dulu keluarganya untuk dilakukan otopsi. Jangan sampai ada berpersepsi yang katanya keracunanlah, padahal belum diatopsi,” ujarnya.

Menurut Raphael, awalnya pihak keluarga bahkan menolak untuk melakukan otopsi, dengan berbagai macam alasan dan takut dengan hal-hal ataupun bertentangan kaidah keagamaan.

“Untung saya lakukan otopsi. Karena jangan seperti ini di media jangan ada blunder-blunder. Jadi, kita sama-sama menunggu hasil Lab atau hasil otopsinya dan keterangan dokter,” katanya.

Terkait kabar bahwa teman-teman satu sel Imron yang disebut juga sempat muntah-muntah ketika makan bersamanya, AKBP Raphael membantahnya.

“Temen-temennya yang makan sama dia (Imron) juga kita periksa. Tidak ada 5 orang muntah-muntah dan di rawat di rumah sakit. Silahkan cek ke Tahti (tahanan). Di situ ada petugas Paminal dan temen-temennya yang 5 itu sedang diperiksa. Cuma dia aja yang meninggal. Jadi gak bener itu soal 5 orang temannya ikut muntah dan gak benar keracunan,” jelasnya.

Kepada wartawan, AKBP Sandhy juga menuturkan bahwa tidak menutup kemungkinan kalau korban tewas akibat tersedak nasi yang dimakannya. Pasalnya, pihak dokter menemukan adanya nasi di saluran pernafasan korban.

“Dokter ngomong sama saya pada saat pemeriksaan, itu disaluran pernafasannya banyak nasi. Tertutup nasi banyak. Kemungkinan tersedak. Ini belum resmi lho,” tuturnya.

AKBP Raphael kembali menegaskan, bahwa hanya Imron sendiri yang meninggal dunia saat makan dan membantah terkait kabar ada 5 teman satu selnya yang juga keracunan. Selain itu, perwira dua melati emas itu mengatakan bahwa pihah Polrestabes Medan lah yang mendesak untuk dilakukan otopsi.

“Supaya tidak ada unsur yang gimana-gimana. Inilah supaya menjaga tidak ada berita miring gini. Jadi setatemen kami, teman-temannya gak benar muntah-muntah dan masih sehat walafiat yang makan sama dia. Dan sampai saat ini kita masih menunggu hasil lab beberapa sampel tubuh badannya ataupun tubuhnya. Dan nanti yang menjelaskan hasilnya adalah dokter. Karena pihak dokter lah yang lebih berkompeten,” pungkasnya.

Sementara itu di rumah duka, di Jalan Walet, Prumnas Mandala, pihak keluarga dan jiran tetangga sudah ramai berkumpul guna melaksanakan fardhu kifayah terhadap jenazah Muhamad Imron Rosadi.

Trisna Irawadi orangtua Imron ketika diwawancarai wartawan mengaku tidak mengetahui penyebab kematian anaknya. Menurut dia, anaknya itu tak memiliki riwayat penyakit mematikan.

“Kami pun gak tau kenapa bisa meninggal tiba-tiba. Hasil otopsi belum keluar, tapi penyidiknya, Bripka Jhon Paul, mengatakan bahwa kematian Membot (almarhum) disebabkan karena adanya nasi yang menyumbat pada saluran pernafasannya,” ungkapnya.

Trisna mengaku merasa ada keganjilan terkait kematian anaknya yang mendadak.

“Jika kematian anak saya karena tersedak, kami pasrah. Tapi bila karena ada unsur kesengajaan dan kelalaian, kami akan menuntut bila perlu sampai ke Mabes Polri dan ke presiden,” ucapnya.

Dari rumah duka, usai dimandikan dan disholatkan di masjid terdekat, jenazah Imron kemudian dikebumikan di perkuburan Muslim belakang kantor PLN, Prumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Dberitakan sebelumnya, saat itu rekan satu sel Membot sedang dibesuk oleh keluarganya dengan membawa makanan. Imron alis Membot kemudian kebagian makanan tersebut.

Saat sedang menyantap makanan itu, tiba-tiba Imron tersedak. Tak lama berselang, dia mengehembuskan napas terakhirnya. (tim)

BACA JUGA:
Tahanan Narkoba Polrestabes Medan Tewas Saat Makan Siang


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Pria Berkaos Loreng Tewas Dalam Kamarnya, di Lokasi Ditemukan Bong
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:48 WIB

Pria Berkaos Loreng Tewas Dalam Kamarnya, di Lokasi Ditemukan Bong

Seorang pria paruh baya yang mengenakan seragam loreng ditemukan tak bernyawa di kediamannya Jalan Sei Mencirim, Dusun 11 Desa Paya ...
Dicegat Polisi di Jalan Irian Desa Dagang Kerawan, Pemuda Ini Kedapatan Pegang Sabu
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:24 WIB

Dicegat Polisi di Jalan Irian Desa Dagang Kerawan, Pemuda Ini Kedapatan Pegang Sabu

Personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa meringkus seorang pemuda yang kedapatan memiliki sabu-sabu, di Jalan Irian, Dusun 4, Desa Dagang ...
Rokontruksi Pembunuhan Ngatiem, Pria Berkumis Coba Serang Pelaku
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 20:10 WIB

Rokontruksi Pembunuhan Ngatiem, Pria Berkumis Coba Serang Pelaku

Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan korban Ngatiem alias Ati, di areal perkebunan kelapa sawit Afdeling III PTPN 4 Kebun Laras, Nagori ...
Kesal Sering Dicaci-maki, Karyawan Cuci Steam Nekat Bunuh Majikan
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 19:28 WIB

Kesal Sering Dicaci-maki, Karyawan Cuci Steam Nekat Bunuh Majikan

Pelaku pembunuhan pengusaha cuci steam, Robby Diandra (39), yang ditemukan tewas diKapuk Kamal Raya Tegal alur, Kalideres Jakarta Barat, pada ...
Demi Nyabu, Motor Milik Keluarga Sendiri Disikat, Pemuda Ini Diantar Pemilik ke Kantor Polisi
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 19:18 WIB

Demi Nyabu, Motor Milik Keluarga Sendiri Disikat, Pemuda Ini Diantar Pemilik ke Kantor Polisi

Gara-gara belajar nyabu, pekerjaan sebagai pedagang pakaian, akhirnya tak mencukupi untuk bagi Kevin Syah (19). Pemuda yang tinggal di Jalan ...
BNNP Gagalkan Peredaran Sabu Dalam Kemasan Milo dari Malaysia, Dikendalikan dari Lapas Tanjung Gusta
Metro 24 Jam - Jumat, 26 April 2019 - 18:55 WIB

BNNP Gagalkan Peredaran Sabu Dalam Kemasan Milo dari Malaysia, Dikendalikan dari Lapas Tanjung Gusta

Personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu asal Malaysia. Jaringan ini juga disebut dikendalikan ...
Loading...