Rabu, 21 November 2018 | 05.22 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Tahanan Narkoba Polrestabes Medan Tewas Saat Makan Siang, Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi

Tahanan Narkoba Polrestabes Medan Tewas Saat Makan Siang, Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi

Kamis, 8 November 2018 - 06:11 WIB

IMG-63421

Jenazah Muhammad Imron Rosadi saat akan dimakamkan. Inzet: Trisna Irawadi. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Kematian Muhammad Imron Rosadi alias Membot (28) warga Jalan Walet 4, Perumnas Mandala, seorang tahanan kasus narkoba di Polrestabes Medan pada saat makan siang Selasa (6/11/2018) kemarin masih menjadi misteri.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Priambodo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (7/11/2018) mengatakan, pada saat diketahui meninggal, pihak keluarga Muhammad Imron Rosadi telah dipanggil agar menyetujui dilakukan otopsi jenazah.

“Sebelum kita lakukan otopsi, kita undang dulu keluarganya untuk dilakukan otopsi. Jangan sampai ada berpersepsi yang katanya keracunanlah, padahal belum diatopsi,” ujarnya.

Menurut Raphael, awalnya pihak keluarga bahkan menolak untuk melakukan otopsi, dengan berbagai macam alasan dan takut dengan hal-hal ataupun bertentangan kaidah keagamaan.

“Untung saya lakukan otopsi. Karena jangan seperti ini di media jangan ada blunder-blunder. Jadi, kita sama-sama menunggu hasil Lab atau hasil otopsinya dan keterangan dokter,” katanya.

Terkait kabar bahwa teman-teman satu sel Imron yang disebut juga sempat muntah-muntah ketika makan bersamanya, AKBP Raphael membantahnya.

“Temen-temennya yang makan sama dia (Imron) juga kita periksa. Tidak ada 5 orang muntah-muntah dan di rawat di rumah sakit. Silahkan cek ke Tahti (tahanan). Di situ ada petugas Paminal dan temen-temennya yang 5 itu sedang diperiksa. Cuma dia aja yang meninggal. Jadi gak bener itu soal 5 orang temannya ikut muntah dan gak benar keracunan,” jelasnya.

Kepada wartawan, AKBP Sandhy juga menuturkan bahwa tidak menutup kemungkinan kalau korban tewas akibat tersedak nasi yang dimakannya. Pasalnya, pihak dokter menemukan adanya nasi di saluran pernafasan korban.

“Dokter ngomong sama saya pada saat pemeriksaan, itu disaluran pernafasannya banyak nasi. Tertutup nasi banyak. Kemungkinan tersedak. Ini belum resmi lho,” tuturnya.

AKBP Raphael kembali menegaskan, bahwa hanya Imron sendiri yang meninggal dunia saat makan dan membantah terkait kabar ada 5 teman satu selnya yang juga keracunan. Selain itu, perwira dua melati emas itu mengatakan bahwa pihah Polrestabes Medan lah yang mendesak untuk dilakukan otopsi.

“Supaya tidak ada unsur yang gimana-gimana. Inilah supaya menjaga tidak ada berita miring gini. Jadi setatemen kami, teman-temannya gak benar muntah-muntah dan masih sehat walafiat yang makan sama dia. Dan sampai saat ini kita masih menunggu hasil lab beberapa sampel tubuh badannya ataupun tubuhnya. Dan nanti yang menjelaskan hasilnya adalah dokter. Karena pihak dokter lah yang lebih berkompeten,” pungkasnya.

Sementara itu di rumah duka, di Jalan Walet, Prumnas Mandala, pihak keluarga dan jiran tetangga sudah ramai berkumpul guna melaksanakan fardhu kifayah terhadap jenazah Muhamad Imron Rosadi.

Trisna Irawadi orangtua Imron ketika diwawancarai wartawan mengaku tidak mengetahui penyebab kematian anaknya. Menurut dia, anaknya itu tak memiliki riwayat penyakit mematikan.

“Kami pun gak tau kenapa bisa meninggal tiba-tiba. Hasil otopsi belum keluar, tapi penyidiknya, Bripka Jhon Paul, mengatakan bahwa kematian Membot (almarhum) disebabkan karena adanya nasi yang menyumbat pada saluran pernafasannya,” ungkapnya.

Trisna mengaku merasa ada keganjilan terkait kematian anaknya yang mendadak.

“Jika kematian anak saya karena tersedak, kami pasrah. Tapi bila karena ada unsur kesengajaan dan kelalaian, kami akan menuntut bila perlu sampai ke Mabes Polri dan ke presiden,” ucapnya.

Dari rumah duka, usai dimandikan dan disholatkan di masjid terdekat, jenazah Imron kemudian dikebumikan di perkuburan Muslim belakang kantor PLN, Prumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Dberitakan sebelumnya, saat itu rekan satu sel Membot sedang dibesuk oleh keluarganya dengan membawa makanan. Imron alis Membot kemudian kebagian makanan tersebut.

Saat sedang menyantap makanan itu, tiba-tiba Imron tersedak. Tak lama berselang, dia mengehembuskan napas terakhirnya. (tim)

BACA JUGA:
Tahanan Narkoba Polrestabes Medan Tewas Saat Makan Siang


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Bawa 4 Kg Ganja Tujuan Pekanbaru, Pelajar Aceh Ditangkap di Kwala Begumit
Metro 24 Jam - Selasa, 20 November 2018 - 22:54 WIB

Bawa 4 Kg Ganja Tujuan Pekanbaru, Pelajar Aceh Ditangkap di Kwala Begumit

Seorang pelajar asal Aceh ditangkap personel Polres Langkat yang menggelar razia di Jalan Lintas Sumatera, Pos Lantas Sei Karang, Desa ...
Bangunan Kosong Dekat Mapolsek Percut Sei Tuan Kembali Digerebek, Polisi Temukan Sabu dan Bong
Metro 24 Jam - Selasa, 20 November 2018 - 21:29 WIB

Bangunan Kosong Dekat Mapolsek Percut Sei Tuan Kembali Digerebek, Polisi Temukan Sabu dan Bong

Personel Percut Sei Tuan menggerebek sebuah gedung bekas sekolah lantaran terindikasi menjadi lapak pengguna dan transaksi narkoba di Jalan Letda ...
Sering Beroperasi Hingga Larut Malam, Warnet L-NET Disegel Polisi, 13 Pemain Diamankan
Metro 24 Jam - Selasa, 20 November 2018 - 15:43 WIB

Sering Beroperasi Hingga Larut Malam, Warnet L-NET Disegel Polisi, 13 Pemain Diamankan

Kepolisian Sektor (Polsek) Percut Sei Tuan menutup salah satu warung internet (warnet) di Perumnas Mandala, Jalan Garuda Raya, Kelurahan Kenangan, ...
Tujuan Tangerang, Kurir Asal Aceh Diciduk Bersama 1 Kg Sabu-sabu
Metro 24 Jam - Selasa, 20 November 2018 - 15:31 WIB

Tujuan Tangerang, Kurir Asal Aceh Diciduk Bersama 1 Kg Sabu-sabu

Personel Satuan Narkoba Polres Langkat, menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu, bernilai miliaran rupiah. Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan melalui Kasubbag ...
Polsek Padang Hilir Sosialisasi Pileg dan Pilpres
Metro 24 Jam - Selasa, 20 November 2018 - 10:38 WIB

Polsek Padang Hilir Sosialisasi Pileg dan Pilpres

Jelang Pemilu 2019, Polsek Padang Hilir melakukan Sosialisasi Pileg dan Pilpres yang bertujuan menciptakan suasana damai, aman, tertib dan sejuk ...
Wartawan Dibunuh di Klapanunggal Bogor, FPII Desak Polisi Usut Pelaku dan Motifnya
Metro 24 Jam - Selasa, 20 November 2018 - 10:37 WIB

Wartawan Dibunuh di Klapanunggal Bogor, FPII Desak Polisi Usut Pelaku dan Motifnya

Dunia jurnalistik kembali berduka dengan ditemukannya sosok jenazah yang dimasukkan ke dalam drum plastik di Klapanunggal, Bogor, Minggu pagi (18/11/2018). ...
bupati serdang bedagai
Loading...