Sabtu, 15 Desember 2018 | 19.24 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Empat Kecamatan di Langkat Masih Terendam Banjir

Empat Kecamatan di Langkat Masih Terendam Banjir

Jumat, 12 Oktober 2018 - 13:24 WIB

IMG-62504

Kondisi banjir di salah satu kecamatan di Kabupaten Langkat. (Antaranews.com)

LANGKAT, metro24jam.com – Empat kecamatan di Kabupaten Langkat saat ini masih terdampak banjir. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat Noto Atmojo, di Stabat, Jumat (12/10/2018).

Melansir Antaranews.com, keempat kecamatan tersebut adalah Stabat, Secanggang, Tanjungpura dan Sei Lepan.

Menurut Noto Atmojo, untuk Kecamatan Stabat hingga sekarang ini amsih terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30-80 centimeter, yang menggenangi kediaman 98 kepala keluarga.

Sedangkan di Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, ketinggian air antara 50-100 centimeter, berdampak terhadap 352 kepala keluarga, Desa Mangga ketinggian air juga 50-100 centimeter berdampak terhadap 99 kepala keluarga, Desa Ara Condong, ketinggian air 20-60 centimeter berdampak terhadap 170 kepala keluarga, katanya.

Kecamatan Secanggang, di Desa Kepala Sungai terdampak banjir sebanyak 130 kepala keluarga, satu unit bangunan sekolah dasar, satu masjid, persawahan seluas 105 hektare, Desa Perkotaan 70 kepala keluarga.

“Dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Secanggang ini juga dirasakan warga di Desa Karang Gading dengan 151 kepala keluarga dan 8,7 hektare persawahan serta Desa Karang Anyar 50 kepala keluarga,” ujarnya.

Noto Atmojo juga menjelaskan, dampak banjir lainnya di Kecamatan Tanjungpura sebanyak 286 kepaal keluarga yang terendam dan Kecamatan Sei Lepan sebanyak 21 kepala keluarga.

Hingga pagi tadi, secara keseluruhan banjir masih berdampak terhadap 1.427 kepala keluarga yang bermukim di empat kecamatan tersebut.

Tanggul Jebol

Terpisah, sepanjang lima meter tanggul di Dusun Tebasan Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang yang terdampak banjir kini jebol, mengakibatkan air meluap kepemukiman warga.

Kepala Desa Kepala Sungai Suriono, di Secanggang, Jumat, menjelaskan air yang cukup tinggi akibat meluapnya sungai Mati, sungai Cabang, mengakibatkan tanggul yang ada di desanya jebol.

Pemukiman warga yang terendam banjir di Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang. (Antaranews.com)

“Jebolnya tanggul tersebut diketahui tengah malam tadi, sekarang warga sedang gotong royong untuk menutup jebolnya tanggul tersebut,” katanya.

Akibatnya 130 kepala keluarga kediamannya kini terendam banjir termasuk juga areal persawahan.

“Kami masih berusaha untuk meminta bantuan berupa karung goni guna menutup jebolnya tanggul tersebut secara swadaya kepada masyarakat, termasuk juga berharap bantuan dari pemerintah,” sambungnya.

Sementara itu, Hasan Basri selaku Kepala Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat menjelaskan, banjir masih menggenangi rumah warga, bahkan hingga jalan aspal seperti terjadi di Dusun IX, Kampung Baru, Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat.

Untuk menuju dusun yang dihuni 75 KK itu seakan terkepung, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sebab ketinggia air di aspal jalan menuju dusun itu sudah mencapai 100 centimeter.

“Sampai sekarang masih terisolir dan kita berharap ada bantuan dari Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Hasan Basri menjelaskan banjir yang melanda desanya disebabkan meluapnya Sungai Bengkel yang tidak dapat menampung debit air dari hulu sungai sehingga mengenangi ratusan pemukiman warga serta lahan pertanian padi yang sedang ditanam hingga menggenagi aspal jalan Dusun Kampung Baru.

“Guna mengantisipasi berkembangnya penyakit di kawasan yang kini terendam banjir tersebut, pihaknya sudah mendirikan posko kesehatan, agar warga bisa dibantu secepatnya terutama terhadap penyakit ISPA, demam, flu, maupun gatal-gatal,” ujarnya. (ant/asp)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Disenggol Motor Lalu Disambar Pickup, Ayah dan Anak Nyaris Tewas
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 19:03 WIB

Disenggol Motor Lalu Disambar Pickup, Ayah dan Anak Nyaris Tewas

Seorang pria dan dua anaknya nyaris tewas setelah ditabrak satu unit mobil pickup di Jalan Lintas Sumatera Medan-T Tinggi, tepatnya ...
Pasangan Mesum Terjaring Satpol-PP Sergai di Hotel Graha Soeltan
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 18:14 WIB

Pasangan Mesum Terjaring Satpol-PP Sergai di Hotel Graha Soeltan

Pasangan mesum digrebek tim gabungan operasi Terpadu Sergai dari salah satu kamar di Hotel Graha Soeltan terletak di Dusun 4, ...
Gilang Tama Tak Kunjung Terbangun dari Tidur, Begini Kata Direktur RSUD Deliserdang
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 18:09 WIB

Gilang Tama Tak Kunjung Terbangun dari Tidur, Begini Kata Direktur RSUD Deliserdang

Kondisi Gilang Tama Alfarizi, bocah berusia empat setengah tahun yang tak kunjung terjaga dari tidurnya setelah 20 hari, setidaknya turut ...
Dirukyah Jumat Malam, Gilang Masih Belum Terbangun, Warga dan Keluarga Terus Berdatangan
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 18:05 WIB

Dirukyah Jumat Malam, Gilang Masih Belum Terbangun, Warga dan Keluarga Terus Berdatangan

Keanehan yang terjadi pada Gilang Tama Alfarizi membuat kerabat dan warga serta orang-orang yang coba menyembuhkan bocah berusia empat setengah ...
Kisah Pilu 2 Keluarga Kurang Mampu Ketika Dijenguk Panitia Natal Wartawan Siantar
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 17:20 WIB

Kisah Pilu 2 Keluarga Kurang Mampu Ketika Dijenguk Panitia Natal Wartawan Siantar

Panitia Perayaan Natal Wartawan Pematangsiantar, menyerahkan bantuan kepada dua kepala keluarga yang kurang mampu di dua lokasi berbeda, Sabtu (15/12/2018). ...
Beastudi Etos Dompet Dhuafa Antar Lutfi Raih Mimpi Menjadi Sarjana Pertanian
Metro 24 Jam - Sabtu, 15 Desember 2018 - 16:52 WIB

Beastudi Etos Dompet Dhuafa Antar Lutfi Raih Mimpi Menjadi Sarjana Pertanian

Senyum tak lepas dari wajah Lutfi ketika ia dinobatkan sebagai sarjana lulusan terbaik dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada wisudanya, ...
bupati serdang bedagai
Loading...