Kamis, 20 Juni 2019 | 04.45 WIB
Metro24Jam>News>Empat Kecamatan di Langkat Masih Terendam Banjir

Empat Kecamatan di Langkat Masih Terendam Banjir

Jumat, 12 Oktober 2018 - 13:24 WIB

IMG-62504

Kondisi banjir di salah satu kecamatan di Kabupaten Langkat. (Antaranews.com)

LANGKAT, metro24jam.com – Empat kecamatan di Kabupaten Langkat saat ini masih terdampak banjir. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat Noto Atmojo, di Stabat, Jumat (12/10/2018).

Melansir Antaranews.com, keempat kecamatan tersebut adalah Stabat, Secanggang, Tanjungpura dan Sei Lepan.

Menurut Noto Atmojo, untuk Kecamatan Stabat hingga sekarang ini amsih terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30-80 centimeter, yang menggenangi kediaman 98 kepala keluarga.

Sedangkan di Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, ketinggian air antara 50-100 centimeter, berdampak terhadap 352 kepala keluarga, Desa Mangga ketinggian air juga 50-100 centimeter berdampak terhadap 99 kepala keluarga, Desa Ara Condong, ketinggian air 20-60 centimeter berdampak terhadap 170 kepala keluarga, katanya.

Kecamatan Secanggang, di Desa Kepala Sungai terdampak banjir sebanyak 130 kepala keluarga, satu unit bangunan sekolah dasar, satu masjid, persawahan seluas 105 hektare, Desa Perkotaan 70 kepala keluarga.

“Dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Secanggang ini juga dirasakan warga di Desa Karang Gading dengan 151 kepala keluarga dan 8,7 hektare persawahan serta Desa Karang Anyar 50 kepala keluarga,” ujarnya.

Noto Atmojo juga menjelaskan, dampak banjir lainnya di Kecamatan Tanjungpura sebanyak 286 kepaal keluarga yang terendam dan Kecamatan Sei Lepan sebanyak 21 kepala keluarga.

Hingga pagi tadi, secara keseluruhan banjir masih berdampak terhadap 1.427 kepala keluarga yang bermukim di empat kecamatan tersebut.

Tanggul Jebol

Terpisah, sepanjang lima meter tanggul di Dusun Tebasan Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang yang terdampak banjir kini jebol, mengakibatkan air meluap kepemukiman warga.

Kepala Desa Kepala Sungai Suriono, di Secanggang, Jumat, menjelaskan air yang cukup tinggi akibat meluapnya sungai Mati, sungai Cabang, mengakibatkan tanggul yang ada di desanya jebol.

Pemukiman warga yang terendam banjir di Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang. (Antaranews.com)

“Jebolnya tanggul tersebut diketahui tengah malam tadi, sekarang warga sedang gotong royong untuk menutup jebolnya tanggul tersebut,” katanya.

Akibatnya 130 kepala keluarga kediamannya kini terendam banjir termasuk juga areal persawahan.

“Kami masih berusaha untuk meminta bantuan berupa karung goni guna menutup jebolnya tanggul tersebut secara swadaya kepada masyarakat, termasuk juga berharap bantuan dari pemerintah,” sambungnya.

Sementara itu, Hasan Basri selaku Kepala Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat menjelaskan, banjir masih menggenangi rumah warga, bahkan hingga jalan aspal seperti terjadi di Dusun IX, Kampung Baru, Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat.

Untuk menuju dusun yang dihuni 75 KK itu seakan terkepung, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sebab ketinggia air di aspal jalan menuju dusun itu sudah mencapai 100 centimeter.

“Sampai sekarang masih terisolir dan kita berharap ada bantuan dari Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Hasan Basri menjelaskan banjir yang melanda desanya disebabkan meluapnya Sungai Bengkel yang tidak dapat menampung debit air dari hulu sungai sehingga mengenangi ratusan pemukiman warga serta lahan pertanian padi yang sedang ditanam hingga menggenagi aspal jalan Dusun Kampung Baru.

“Guna mengantisipasi berkembangnya penyakit di kawasan yang kini terendam banjir tersebut, pihaknya sudah mendirikan posko kesehatan, agar warga bisa dibantu secepatnya terutama terhadap penyakit ISPA, demam, flu, maupun gatal-gatal,” ujarnya. (ant/asp)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Wanita Tukang Urut Dibunuh di Kutalimbaru, 12 Jam Kemudian Pelaku Menyerah
Metro 24 Jam - Kamis, 20 Juni 2019 - 02:55 WIB

Wanita Tukang Urut Dibunuh di Kutalimbaru, 12 Jam Kemudian Pelaku Menyerah

Keheningan pagi di Dusun VII, Tanjung Pama, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang mendadak heboh geger, Rabu (19/6/2019). Sesosok wanita ditemukan ...
Diversi Gagal, Remaja Tersangka Penista Agama di Tanjungbalai Segera Dilimpahkan ke Pengadilan
Metro 24 Jam - Kamis, 20 Juni 2019 - 00:19 WIB

Diversi Gagal, Remaja Tersangka Penista Agama di Tanjungbalai Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Polres Tanjungbalai menyerahkan Berkas Pelimpahan (Tahap II), tersangka pelaku penistaan agama JS (18), ke Kejaksaan Negeri Tanjungbalai-Asahan, Rabu (18/6/2019).Remaja yang ...
Lagi, Polres Siantar Tangkap Jurtul Togel, Bandarnya Masih Ngumpet?
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 23:58 WIB

Lagi, Polres Siantar Tangkap Jurtul Togel, Bandarnya Masih Ngumpet?

Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Siantar kembali menangkap seorang penulis togel jenis Hongkong. Pria itu bernama Edi Gunawa, warga Jalan ...
Bocah Kelas 6 SD Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi, TKP: Silakkidir
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 22:09 WIB

Bocah Kelas 6 SD Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi, TKP: Silakkidir

Muhammad Iqbal Anshori (13),ditemukan tersangkut di saluran irigasi belakang rumahnya, di Nagori Silakkidir, Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun, dalam kondisi ...
Berharap Dapat Upah Saat Antar 900 Gram Sabu, Pria Ini Rupanya Ditunggu Polisi
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 21:43 WIB

Berharap Dapat Upah Saat Antar 900 Gram Sabu, Pria Ini Rupanya Ditunggu Polisi

Riki Pratama, warga Jalan Kepodang I Nomor 372, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, hanya bisa pasrah saat dituntut Jaksa ...
Sengketa Pemilu Dapil 2 Deliserdang, Sidang Agenda Konklusi, Pelapor Optimis Menang
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 21:00 WIB

Sengketa Pemilu Dapil 2 Deliserdang, Sidang Agenda Konklusi, Pelapor Optimis Menang

Sidang Sengketa Pemilu dapil 2 Deliserdang kembali dilanjutkan dengan agenda konklusi (kesimpulan) di ruang sidang Kantor Bawaslu Deliserdang, Jalan Tanjung ...
Loading...

Loading…