Selasa, 19 Februari 2019 | 18.18 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Sidang Perdana Dokter Gigi Diskor 2 Kali, PH dari Kodam I/BB Tidak Diizinkan Dampingi Terdakwa

Sidang Perdana Dokter Gigi Diskor 2 Kali, PH dari Kodam I/BB Tidak Diizinkan Dampingi Terdakwa

Rabu, 10 Oktober 2018 - 20:59 WIB

IMG-62448

SIANTAR, metro24jam.com – Herawati Sinaga menjalani sidang perdana kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap pembantu rumah tangganya (PRT) Serti Mariani Butarbutar.

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (9/10/2018), Herawati yang diketahui merupakan istri dari personel TNI yang bertugas di Kodam I Bukit Barisan, tidak sendirian. Dia didampingi penasehat hukum dari Kodam I Bukit Barisan.

Namun, Rahma Sinaga dan Henny Simandalahi yang bertindak sebagai jaksa penuntut umum keberatan dengan penasehat hukum yang dihadirkan terdakwa, karena berstatus sebagai anggota militer Kodam I/BB.

Dalam keberatan, kedua JPU menyatakan bahwa pada UU Advokat nomor 18 tahun 2003, yang tertuang dalam pasal 2 ayat (1), yang dapat diangkat sebagai advokat adalah sarjana yang berlatarbelakang pendidikan hukum dan setelah mengikuti pendidikan khusus provesi advokat yang dilaksanakan oleh organisasi advokat.

“Pengangkatan advokat dilakukan oleh organisasi advokat, dan salinan surat keputusan pengangkatan advokat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada mahkamah agung dan mentri,” kata JPU Henny kepada Hakim Ketua Fitra Dewi.

Menanggapi keberatan kedua JPU, Fitra Dewi dan dua hakim anggota Nuzuli serta Fhyyta langsung menskor sidang selama 1 jam.

Setelah 1 jam diskor, sidang kembali dibuka. Kemudian kuasa hukum dari terdakwa Herawati juga diberi kesempatan oleh hakim untuk membuat hal yang sama agar meyakinkan apakah mereka bisa mendampingi terdakwa atau tidak.

Kuasa hukum Herawati pun menerangkan, bahwa saat itu Pengadilan Tinggi Jawa Tengah tidak perlu memberikan izin beracara kepada anggota Kundam IV/Diponegoro untuk bersidang di pengadilan negeri, akan tetapi cukup dengan menunjukan surat penugasan dari kepala Kundam IV/Diponegoro.

“Mengenai pasal 31 UU Nomor 18 tahun 2003 tentang advokat, Mahkamah Konstitusi dengan putusannya 006/PUU-II/2004, tanggal 13 Desember 2004, menyatakan pasal tersebut bertentangan dengan UU dasar 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum meningkat,” kata kuasa hukum Herawati.

Dikatakannya, dalam salah satu pertimbangan Mahkamah Konstitusi menyatakan, “Menimbang bahwa sebagai UU yang mengatur profesi, UU nomor 18 tahun 2003 tidak boleh dimaksudkan sebagai sarana legilisasi dan legitimasi bahwa yang boleh tampil di depan pengadilan hanya advokat karena hal demikian harus diatur dalam hukum acara”.

Dengan demikian, anggota Kumdan IV/Diponegoro dapat menjadi kuasa keluarga TNI Angkatan Darat yang masih aktif terdiri dari, istri/suami, anak anak yang belum berkeluarga, orangtua suami/istri tersebut.

Mendengar itu, Hakim Ketua Fitra Dewi kembali menskor sidang selama 10 menit untuk bermusyawarah terkait keberatan dan permohonannya.

Setelah itu, sidang kembali dibuka dan Hakim Fitra Dewi menyatakan tidak memberikan izin kepada penasihat hukum terdakwa yang merupakan bantuan hukum dari Kodam I/BB.

Pembatalan tersebut didasarkan pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

“Melihat pertimbangan bantuan hukum dari Kodam I Bukit Barisan mendampingi terdakwa, majelis hakim menilai dan mengambil sikap, tidak memberikan izin bantuan hukum kepada terdakwa untuk menguggunakan kuasa hukum dari Kodam,” ujar Hakim Fitra di hadapan terdakwa Herawati Sinaga.

Majelis Hakim juga meminta supaya terdakwa segera mengambil penasihat hukum lain. Sidang akan kembali digelar pada Kamis depan.

Pantauan metro24jam.com, ada dua penasehat hukum terdakwa mengenakan seragam TNI. Mereka membawa surat tugas dari Kodam I/BB.

Berdasarkan surat dari Bantuan Hukum Kodam I/BB penasihat hukum tersebut yakni Mayor M Bilal, Kapten PF Simamora dan Lettu Alep Priyoambodo.

Majelis hakim dua kali melakukan diskusi perihal penggunaan penasehat hukum dari Kodam I/BB.

Terdakwa Herawati yang duduk di bangku pesakitan dengan mengenakan baju kuning menerima keputusan dari hakim. Ia pun keluar dari sidang bersama dengan suami dan keluarganya yang menyaksikan jalannya sidang perdana tersebut.

Personel TNI yang juga ikut mendampingi keluar dari persidangan tanpa ada protes.

Terdakwa Herawati tidak mau memberikan komentar terkait keputusan ini. Bahkan, dua penasihat hukum juga tidak memberikan jawaban.

“Tanya ke Kapenrem saja,” kata seorang panisehat hukum terdakwa.

Sekedar informasi, sekitar delapan bulan lalu, korban Serti Butarbutar mendatangi Mapolres Kota Siantar.

Serti bersama ibunya Nurmaida Hasibuan membuat laporan penganiayaan yang dilakukan majikannya Herawati Sinaga di Jalan Viyata Yudha. Serti mengaku mendapatkan perlakuan kasar dari dokter gigi tersebut.

Serti mengatakan sempat disekap di dalam kamar mandi, dipukuli, dan tidak digaji selama bekerja di rumah Herawati. Serti pun berhasil kabur dari dalam kamar mandi saat Herawati sedang melangsungkan aktivitas di gereja. (zeg)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Bongkar Toko Tetangga, 2 Pemuda Ini Mendekam di Sel Polsek Lima Puluh
Metro 24 Jam - Selasa, 19 Februari 2019 - 18:15 WIB

Bongkar Toko Tetangga, 2 Pemuda Ini Mendekam di Sel Polsek Lima Puluh

Dua pemuda warga III, Desa Simpang Dolok, Kecamatan Datuk Limapuluh, Batubara, terpaksa meringkuk di sel tahanan polisi. ASR alias Lajang ...
4 Hari Terjebak di Atap Rumah, Kucing Warga Diselamatkan Petugas Damkar Medan
Metro 24 Jam - Selasa, 19 Februari 2019 - 16:41 WIB

4 Hari Terjebak di Atap Rumah, Kucing Warga Diselamatkan Petugas Damkar Medan

Petugas Pemadam Kebakaran Medan berhasil menyelamatkan seekor kucing yang terjebak selama empat hari di atap rumah warga di Jalan Kayu ...
Curi Sepedamotor Milik Driver Ojol di Depan RM Sederhana Ringroad, 2 Anak Medan Krio KO
Metro 24 Jam - Selasa, 19 Februari 2019 - 16:26 WIB

Curi Sepedamotor Milik Driver Ojol di Depan RM Sederhana Ringroad, 2 Anak Medan Krio KO

Dua pemuda warga Dusun II, Jalan Citarum VII, Desa Medan Krio, Sunggal, Deliserdang, babak-belur dihakimi massa di depan RM Sederhana, ...
Disergap Polisi, Pria Ini Lari ke Kebun Ubi, Sangkutlah!
Metro 24 Jam - Senin, 18 Februari 2019 - 23:19 WIB

Disergap Polisi, Pria Ini Lari ke Kebun Ubi, Sangkutlah!

Kaget disergap polisi, Aneka Ria Safari alias Ucok Dollong coba melarikan diri ke kebun ubi tak jauh dari kediamannya di ...
Kasi PMD Akui Warga Desa Bantan Pertanyakan Masalah ADD, Tapi…
Metro 24 Jam - Senin, 18 Februari 2019 - 23:14 WIB

Kasi PMD Akui Warga Desa Bantan Pertanyakan Masalah ADD, Tapi…

Aparatur Desa Bantan, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, meminta pihak kecamatan setempat dapat memberikan solusi atas permasalahan Anggaran Dana ...
Nekat Curi Ikan Gurami Pak Babinsa, Residivis Curanmor Kembali Masuk Sel
Metro 24 Jam - Senin, 18 Februari 2019 - 23:02 WIB

Nekat Curi Ikan Gurami Pak Babinsa, Residivis Curanmor Kembali Masuk Sel

Ada-ada saja ulah remaja satu ini. Seakan tak bosan hidup di penjara. Belum lama bebas dari hukuman setelah tertangkap mencuri ...
bupati serdang bedagai
Loading...