Selasa, 11 Desember 2018 | 14.26 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Sidang Perdana Dokter Gigi Diskor 2 Kali, PH dari Kodam I/BB Tidak Diizinkan Dampingi Terdakwa

Sidang Perdana Dokter Gigi Diskor 2 Kali, PH dari Kodam I/BB Tidak Diizinkan Dampingi Terdakwa

Rabu, 10 Oktober 2018 - 20:59 WIB

IMG-62448

SIANTAR, metro24jam.com – Herawati Sinaga menjalani sidang perdana kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap pembantu rumah tangganya (PRT) Serti Mariani Butarbutar.

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (9/10/2018), Herawati yang diketahui merupakan istri dari personel TNI yang bertugas di Kodam I Bukit Barisan, tidak sendirian. Dia didampingi penasehat hukum dari Kodam I Bukit Barisan.

Namun, Rahma Sinaga dan Henny Simandalahi yang bertindak sebagai jaksa penuntut umum keberatan dengan penasehat hukum yang dihadirkan terdakwa, karena berstatus sebagai anggota militer Kodam I/BB.

Dalam keberatan, kedua JPU menyatakan bahwa pada UU Advokat nomor 18 tahun 2003, yang tertuang dalam pasal 2 ayat (1), yang dapat diangkat sebagai advokat adalah sarjana yang berlatarbelakang pendidikan hukum dan setelah mengikuti pendidikan khusus provesi advokat yang dilaksanakan oleh organisasi advokat.

“Pengangkatan advokat dilakukan oleh organisasi advokat, dan salinan surat keputusan pengangkatan advokat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada mahkamah agung dan mentri,” kata JPU Henny kepada Hakim Ketua Fitra Dewi.

Menanggapi keberatan kedua JPU, Fitra Dewi dan dua hakim anggota Nuzuli serta Fhyyta langsung menskor sidang selama 1 jam.

Setelah 1 jam diskor, sidang kembali dibuka. Kemudian kuasa hukum dari terdakwa Herawati juga diberi kesempatan oleh hakim untuk membuat hal yang sama agar meyakinkan apakah mereka bisa mendampingi terdakwa atau tidak.

Kuasa hukum Herawati pun menerangkan, bahwa saat itu Pengadilan Tinggi Jawa Tengah tidak perlu memberikan izin beracara kepada anggota Kundam IV/Diponegoro untuk bersidang di pengadilan negeri, akan tetapi cukup dengan menunjukan surat penugasan dari kepala Kundam IV/Diponegoro.

“Mengenai pasal 31 UU Nomor 18 tahun 2003 tentang advokat, Mahkamah Konstitusi dengan putusannya 006/PUU-II/2004, tanggal 13 Desember 2004, menyatakan pasal tersebut bertentangan dengan UU dasar 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum meningkat,” kata kuasa hukum Herawati.

Dikatakannya, dalam salah satu pertimbangan Mahkamah Konstitusi menyatakan, “Menimbang bahwa sebagai UU yang mengatur profesi, UU nomor 18 tahun 2003 tidak boleh dimaksudkan sebagai sarana legilisasi dan legitimasi bahwa yang boleh tampil di depan pengadilan hanya advokat karena hal demikian harus diatur dalam hukum acara”.

Dengan demikian, anggota Kumdan IV/Diponegoro dapat menjadi kuasa keluarga TNI Angkatan Darat yang masih aktif terdiri dari, istri/suami, anak anak yang belum berkeluarga, orangtua suami/istri tersebut.

Mendengar itu, Hakim Ketua Fitra Dewi kembali menskor sidang selama 10 menit untuk bermusyawarah terkait keberatan dan permohonannya.

Setelah itu, sidang kembali dibuka dan Hakim Fitra Dewi menyatakan tidak memberikan izin kepada penasihat hukum terdakwa yang merupakan bantuan hukum dari Kodam I/BB.

Pembatalan tersebut didasarkan pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

“Melihat pertimbangan bantuan hukum dari Kodam I Bukit Barisan mendampingi terdakwa, majelis hakim menilai dan mengambil sikap, tidak memberikan izin bantuan hukum kepada terdakwa untuk menguggunakan kuasa hukum dari Kodam,” ujar Hakim Fitra di hadapan terdakwa Herawati Sinaga.

Majelis Hakim juga meminta supaya terdakwa segera mengambil penasihat hukum lain. Sidang akan kembali digelar pada Kamis depan.

Pantauan metro24jam.com, ada dua penasehat hukum terdakwa mengenakan seragam TNI. Mereka membawa surat tugas dari Kodam I/BB.

Berdasarkan surat dari Bantuan Hukum Kodam I/BB penasihat hukum tersebut yakni Mayor M Bilal, Kapten PF Simamora dan Lettu Alep Priyoambodo.

Majelis hakim dua kali melakukan diskusi perihal penggunaan penasehat hukum dari Kodam I/BB.

Terdakwa Herawati yang duduk di bangku pesakitan dengan mengenakan baju kuning menerima keputusan dari hakim. Ia pun keluar dari sidang bersama dengan suami dan keluarganya yang menyaksikan jalannya sidang perdana tersebut.

Personel TNI yang juga ikut mendampingi keluar dari persidangan tanpa ada protes.

Terdakwa Herawati tidak mau memberikan komentar terkait keputusan ini. Bahkan, dua penasihat hukum juga tidak memberikan jawaban.

“Tanya ke Kapenrem saja,” kata seorang panisehat hukum terdakwa.

Sekedar informasi, sekitar delapan bulan lalu, korban Serti Butarbutar mendatangi Mapolres Kota Siantar.

Serti bersama ibunya Nurmaida Hasibuan membuat laporan penganiayaan yang dilakukan majikannya Herawati Sinaga di Jalan Viyata Yudha. Serti mengaku mendapatkan perlakuan kasar dari dokter gigi tersebut.

Serti mengatakan sempat disekap di dalam kamar mandi, dipukuli, dan tidak digaji selama bekerja di rumah Herawati. Serti pun berhasil kabur dari dalam kamar mandi saat Herawati sedang melangsungkan aktivitas di gereja. (zeg)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Memalak Sambil Bawa Ganja dan Sabu, Pria Ini ‘Diangkut’ Polisi
Metro 24 Jam - Selasa, 11 Desember 2018 - 12:08 WIB

Memalak Sambil Bawa Ganja dan Sabu, Pria Ini ‘Diangkut’ Polisi

Merasa preman besar, pria yang beralamat di Jalan Selamat, Gang Bersama, Simpang Limun, terang-terangan memalak warga di Jalan AR Hakim, ...
Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia Deliserdang Dilantik
Metro 24 Jam - Selasa, 11 Desember 2018 - 11:55 WIB

Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia Deliserdang Dilantik

Pengurus Daerah (PD) Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten Deliserdang dilantik oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPEMI Sumatera Utara Hj ...
Sejak Januari Hingga November 2018, Kejari Siantar Tangani 1481 Perkara Korupsi, 762 Sudah Dituntut
Metro 24 Jam - Senin, 10 Desember 2018 - 20:51 WIB

Sejak Januari Hingga November 2018, Kejari Siantar Tangani 1481 Perkara Korupsi, 762 Sudah Dituntut

Memperingati hari Anti Korupsi yang jatuh pada 9 Desember 2018, seluruh pegawai dan tenaga honorer Kejaksaan Negeri Siantar melaksanakan apel ...
Ribut Di Parter Tuak, Irfan Dibacok Preman Kampung
Metro 24 Jam - Senin, 10 Desember 2018 - 19:53 WIB

Ribut Di Parter Tuak, Irfan Dibacok Preman Kampung

Irpan Hasibuan (42) warga Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengalami luka bacok dilengan kiri. Pembacokan setelah ...
Ditangkap Gara-gara Memalak, Pria Ini Terciduk Simpan Sabu di Dubur, Makin Dalamlah!
Metro 24 Jam - Senin, 10 Desember 2018 - 19:37 WIB

Ditangkap Gara-gara Memalak, Pria Ini Terciduk Simpan Sabu di Dubur, Makin Dalamlah!

Beni Tarigan (27), warga Dusun III, Desa Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, ditangkap polisi bersama temannya, Ramadani Ginting (23), warga ...
PC Muhammadiyah Galang Peringati Milad ke-109
Metro 24 Jam - Senin, 10 Desember 2018 - 19:09 WIB

PC Muhammadiyah Galang Peringati Milad ke-109

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Galang memperingati Milad ke -109 di halaman Sekolah Muhammadiyah Galang, Minggu (9/12/2018). Peringatan milad dirangkaikan dengan ...
bupati serdang bedagai
Loading...