Kamis, 18 Oktober 2018 | 09.26 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Servis Tak Jadi, Pengusaha Playstation Nekat Pukuli Prajurit TNI AU Ini Hingga Babak-Belur

Servis Tak Jadi, Pengusaha Playstation Nekat Pukuli Prajurit TNI AU Ini Hingga Babak-Belur

Senin, 24 September 2018 - 15:50 WIB

IMG-61942

Korban penganiayaan, Pelda Muhammad Chalik, memperlihatkan luka yang dialaminya. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Muhammad Chalik, seorang prajurit TNI AU, babak-belur dengan luka di sekujur tubuhnya usai disekap dan dikeroyok oleh pengusaha serta pekerja rental service Playstation, Minggu (23/9/2018) sekira pukul 20.15 Wib.

Akibatnya, personel yang bertugas di Dinas Logistik (Dislog) Lanud Soewondo Medan tersebut terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Putri Hijau Medan untuk mendapatkan perawatan.

Informasi yang dihimpun, Senin (24/9/2018) menyebutkan, penganiayaan itu dilakukan di tempat usaha rental dan service milik pelaku di Jalan Brigjen Hamid, Medan.

Peristiwa itu berawal ketika anak dari Pelda M Chalik–inisial S (15), mengantarkan alat playstation miliknya yang rusak untuk diservis ke toko milik Jhoni (34), warga Lingkungan 06, Desa Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, di Jalan Besar Brigjen Hamid.

Tiba di sana, S kemudian menyerahkan playstation itu kepada Jhoni dengan tanda terima dan pada saat itu belum ditentukan berapa biaya servisnya, karena menurut Jhoni, harus diperiksa terlebih dahulu apa kerusakannya.

Beberapa menit kemudian, S dihubungi melalui handphone oleh pemilik toko, yang menerangkan bahwa playstation itu sudah rusak parah. Dia pun menyebebutkan biaya yang harus dibayar untuk perbaikan dan itu dinilai S terlalu mahal.

Selanjutnya, S langsung mendatangi toko servis playstation tersebut dengan maksud membatalkan servis dan sekaligus mengambil kembali playstation miliknya.

Namun, ketika tiba di sana, S sekali lagi dikagetkan sang pemilik usaha, karena untuk mengambil playstation miliknya itu, dia harus membayar biaya Rp 100 ribu. Padahal, playstation miliknya tak jadi diservis.

Merasa keberatan, apalagi pada saat itu S juga tak memiliki cukup uang, dia pun pulang ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada ayahnya, Pelda Muhammad Chalik.

Selanjutnya, Chalik mendatangi toko tersebut dan menanyakan pada Jhoni kenapa playstation milik anaknya yang belum sempat direparasi dikenakan biaya Rp100 ribu.

Namun, karyawan servis mengatakan, uang itu adalah biaya kwitansi dan pemeriksaan alat playstation. Tak terima akan yang dikatakan oleh pegawai toko, Chalik pun protes dengan biaya yang dinilai cukup mahal tersebut.

Saat itulah Jhoni bersama teman sekaligus pekerjanya yang bernama Indra Jaya (38), warga Desa Sibirik-birik, Gunung Tinggi, Kabupaten Deliserdang langsung menyekap Chalik ke dalam ruko miliknya.

Selanjutnya, Jhoni dan temannya secara membabibuta menghajar M Chalik yang belum diketahui mereka merupakan prajurit TNI AU.

Tak tanggung-tanggung, Chalik kemudian dihajar menggunakan pemukul baseball dan sebatang besi. Akibatnya, darah pun langsung mengucur dari kepala Chalik hingga berceceran di lantai dan tubuhnya.

Setelah Chalik terkulai lemas, tak satupun pekerja di tempat itu yang mau membantu. Bahkan, seorang pekerja wanita yang disebut-sebut teman dekat Jhoni serta kasir di tempat itu semakin memprovokasi dengan mengatakan, “Habisi saja, kasih mati!”.

Beruntung, Chalik berhasil menghubungi rekan-rekannya sesama TNI AU. Tak berapa lama, beberapa personel TNI AU dan POMAU Lanud Soewondo tiba di lokasi dan berhasil membebaskannya.

Kedatangan para personil TNI AU langsung membuat heboh warga di sana.

Kedua pelaku kemudian diringkus para personel TNI AU dan langsung diboyong ke kantor satuan Polisi Militer Angkatan Udara Lanud Soewondo beserta alat bukti penganiayaan.

Sementara korban, Pelda Muhammad Chalik juga membuat laporan awal di Satpom AU Lanud Soewondo. (asn)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Suzuki Ertiga Hangus Terbakar, Beruntung Penumpangnya Selamat
Metro 24 Jam - Kamis, 18 Oktober 2018 - 01:21 WIB

Suzuki Ertiga Hangus Terbakar, Beruntung Penumpangnya Selamat

Mobil Suzuki Ertiga nomor polisi W 1774 YT mendadak terbakar saat melintas di Jalan Raya Alpha, Desa Sawotratap, Gedangan, Rabu ...
Iming-Iming Uang Jajan 5 Ribu, Petugas Kebersihan Berhasil Cabuli Puluhan Siswi
Metro 24 Jam - Kamis, 18 Oktober 2018 - 00:43 WIB

Iming-Iming Uang Jajan 5 Ribu, Petugas Kebersihan Berhasil Cabuli Puluhan Siswi

Dengan memberikan iming-iming uang jajan Rp 5 ribu, akhirnya Ud (62) berhasil mencabuli puluhan siswi Sekolah Dasar (SD). Warga pendatang ...
Jatuh Dari Rakit Melintasi Sungai, Kek Asman Belum Ditemukan
Metro 24 Jam - Kamis, 18 Oktober 2018 - 00:14 WIB

Jatuh Dari Rakit Melintasi Sungai, Kek Asman Belum Ditemukan

Asman (60) warga Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terjatuh dari rakitnya sehingga hanyut terbawa arus sungai Cisadane ...
Antisipasi Kecelakaan, Satlantas Polres Tebing Tinggi Semen Lubang Jalan, Salut!
Metro 24 Jam - Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:50 WIB

Antisipasi Kecelakaan, Satlantas Polres Tebing Tinggi Semen Lubang Jalan, Salut!

Personel Satlantas Polres Tebing Tinggi melakukan upaya meminimalisir kecelakaan lalulintas dengan menutup lobang jalan yang menganga di beberapa titik, di ...
Kabur dari Sel Polsek Simpang Empat, Tersangka Pencurian Ditembak Polisi di Tanjungbalai
Metro 24 Jam - Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:30 WIB

Kabur dari Sel Polsek Simpang Empat, Tersangka Pencurian Ditembak Polisi di Tanjungbalai

Tim gabungan dari Polres Asahan dan Polsek Simpang Empat mengakhiri pelarian Bambang Hirwansyah (27), tersangka pencurian yang sempat kabur dari ...
Klaim Keluarga, Jasad Wanita di Perairan Batubara Adalah Suniati, Desy: Gigi Ibu Pernah Dikikir
Metro 24 Jam - Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:19 WIB

Klaim Keluarga, Jasad Wanita di Perairan Batubara Adalah Suniati, Desy: Gigi Ibu Pernah Dikikir

Misteri hilangnya 3 orang sekeluarga akhirnya terungkap sebagian. Pertanyaan terkait keberadaan Muhajir (49) dan istrinya Suniati (50) serta putra mereka ...