Selasa, 21 Mei 2019 | 11.29 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Servis Tak Jadi, Pengusaha Playstation Nekat Pukuli Prajurit TNI AU Ini Hingga Babak-Belur

Servis Tak Jadi, Pengusaha Playstation Nekat Pukuli Prajurit TNI AU Ini Hingga Babak-Belur

Senin, 24 September 2018 - 15:50 WIB

IMG-61942

Korban penganiayaan, Pelda Muhammad Chalik, memperlihatkan luka yang dialaminya. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Muhammad Chalik, seorang prajurit TNI AU, babak-belur dengan luka di sekujur tubuhnya usai disekap dan dikeroyok oleh pengusaha serta pekerja rental service Playstation, Minggu (23/9/2018) sekira pukul 20.15 Wib.

Akibatnya, personel yang bertugas di Dinas Logistik (Dislog) Lanud Soewondo Medan tersebut terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Putri Hijau Medan untuk mendapatkan perawatan.

Informasi yang dihimpun, Senin (24/9/2018) menyebutkan, penganiayaan itu dilakukan di tempat usaha rental dan service milik pelaku di Jalan Brigjen Hamid, Medan.

Peristiwa itu berawal ketika anak dari Pelda M Chalik–inisial S (15), mengantarkan alat playstation miliknya yang rusak untuk diservis ke toko milik Jhoni (34), warga Lingkungan 06, Desa Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, di Jalan Besar Brigjen Hamid.

Tiba di sana, S kemudian menyerahkan playstation itu kepada Jhoni dengan tanda terima dan pada saat itu belum ditentukan berapa biaya servisnya, karena menurut Jhoni, harus diperiksa terlebih dahulu apa kerusakannya.

Beberapa menit kemudian, S dihubungi melalui handphone oleh pemilik toko, yang menerangkan bahwa playstation itu sudah rusak parah. Dia pun menyebebutkan biaya yang harus dibayar untuk perbaikan dan itu dinilai S terlalu mahal.

Selanjutnya, S langsung mendatangi toko servis playstation tersebut dengan maksud membatalkan servis dan sekaligus mengambil kembali playstation miliknya.

Namun, ketika tiba di sana, S sekali lagi dikagetkan sang pemilik usaha, karena untuk mengambil playstation miliknya itu, dia harus membayar biaya Rp 100 ribu. Padahal, playstation miliknya tak jadi diservis.

Merasa keberatan, apalagi pada saat itu S juga tak memiliki cukup uang, dia pun pulang ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada ayahnya, Pelda Muhammad Chalik.

Selanjutnya, Chalik mendatangi toko tersebut dan menanyakan pada Jhoni kenapa playstation milik anaknya yang belum sempat direparasi dikenakan biaya Rp100 ribu.

Namun, karyawan servis mengatakan, uang itu adalah biaya kwitansi dan pemeriksaan alat playstation. Tak terima akan yang dikatakan oleh pegawai toko, Chalik pun protes dengan biaya yang dinilai cukup mahal tersebut.

Saat itulah Jhoni bersama teman sekaligus pekerjanya yang bernama Indra Jaya (38), warga Desa Sibirik-birik, Gunung Tinggi, Kabupaten Deliserdang langsung menyekap Chalik ke dalam ruko miliknya.

Selanjutnya, Jhoni dan temannya secara membabibuta menghajar M Chalik yang belum diketahui mereka merupakan prajurit TNI AU.

Tak tanggung-tanggung, Chalik kemudian dihajar menggunakan pemukul baseball dan sebatang besi. Akibatnya, darah pun langsung mengucur dari kepala Chalik hingga berceceran di lantai dan tubuhnya.

Setelah Chalik terkulai lemas, tak satupun pekerja di tempat itu yang mau membantu. Bahkan, seorang pekerja wanita yang disebut-sebut teman dekat Jhoni serta kasir di tempat itu semakin memprovokasi dengan mengatakan, “Habisi saja, kasih mati!”.

Beruntung, Chalik berhasil menghubungi rekan-rekannya sesama TNI AU. Tak berapa lama, beberapa personel TNI AU dan POMAU Lanud Soewondo tiba di lokasi dan berhasil membebaskannya.

Kedatangan para personil TNI AU langsung membuat heboh warga di sana.

Kedua pelaku kemudian diringkus para personel TNI AU dan langsung diboyong ke kantor satuan Polisi Militer Angkatan Udara Lanud Soewondo beserta alat bukti penganiayaan.

Sementara korban, Pelda Muhammad Chalik juga membuat laporan awal di Satpom AU Lanud Soewondo. (asn)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Geng Motor Lempari Gedung SMAN 5, 3 Tersangka Ditahan, 1 Orang Mahasiswa Fakultas Hukum USU
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 10:16 WIB

Geng Motor Lempari Gedung SMAN 5, 3 Tersangka Ditahan, 1 Orang Mahasiswa Fakultas Hukum USU

Tim Satgas Anti Geng Motor Polrestabes Medan akhirnya menetapkan 3 orang sebagai tersangka terkait perang antar anggota geng motor yang ...
Ribut Gara-gara Anjing, Oknum PNS Pelapor Dugaan Penganiayaan di Delitua Akhirnya Ditahan di Sunggal
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 07:17 WIB

Ribut Gara-gara Anjing, Oknum PNS Pelapor Dugaan Penganiayaan di Delitua Akhirnya Ditahan di Sunggal

Gelbok Simbolon (52), pria yang sebelumnya mengaku menjadi korban penganiyaan tetangganya di Polsek Delitua kini resmi ditahan di Polsek Sunggal, ...
Razia Pekat Toba 2019, Polsek Medan Baru Amankan 192 Botol Miras dari 2 Toko
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 04:03 WIB

Razia Pekat Toba 2019, Polsek Medan Baru Amankan 192 Botol Miras dari 2 Toko

Personel Polsek Medan Baru melakukan razia Pekat Toba 2019 di wilayah hukumnya, Minggu (19/5/2019) malam. Hasilnya, polisi mengamankan 192 botol ...
Antisipasi Maling Musiman Saat Puasa dan Idul Fitri, Polrestabes Medan Giat Patroli, Warga Diimbau Waspada
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:56 WIB

Antisipasi Maling Musiman Saat Puasa dan Idul Fitri, Polrestabes Medan Giat Patroli, Warga Diimbau Waspada

Sepanjang bulan Ramadhan hingga jelang Hari Raya Idul Fitri, aksi pencurian semakin meningkat. Untuk itu, polisi dinilai mulai giat melaksanakan ...
Minta Motor yang Ketinggalan Saat Mencuri Dipulangkan, Maling Preman Dipolisikan Warga
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:45 WIB

Minta Motor yang Ketinggalan Saat Mencuri Dipulangkan, Maling Preman Dipolisikan Warga

Sejumlah warga yang berdomisili di Lahan Garapan Jalan Selambo Raya, Gang Teratai, mendatang Polsek Percut Sei Tuan, Senin (20/5/2019) sekira ...
Lihat Dompet Jatuh Langsung Diambil, Pas Ditanya Jukir Ini Tak Mengaku, Katanya Takut, Bah!
Metro 24 Jam - Selasa, 21 Mei 2019 - 03:12 WIB

Lihat Dompet Jatuh Langsung Diambil, Pas Ditanya Jukir Ini Tak Mengaku, Katanya Takut, Bah!

Juru Parkir (jukir) Toko Harum Manis di Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Barat, nyaris jadi bulan-bulanan massa, Senin (20/5/2019) malam. Pasalnya, ...
Loading...