Rabu, 29 Januari 2020 | 13.23 WIB
Metro24Jam>News>Besok, Serikat Tani Kabupaten Samosir Unjukrasa ke Kantor Bupati dan DPRD

Besok, Serikat Tani Kabupaten Samosir Unjukrasa ke Kantor Bupati dan DPRD

Minggu, 23 September 2018 - 18:16 WIB

IMG-61920

Para petani Samosir yang tergabung dalam STKS sedang melakukan koordinasi jelang aksi Senin, (24/9/2018). (Fernando/metro24jam.com)

Loading...

PANGURURAN, metro24jam.com – Serikat Tani Kabupaten Samosir (STKS) akan melakukan aksi unjukrasa ke Kantor Bupati dan DPRD Samosir, Senin (24/9/2018). Aksi itu dikatakan akan mengajukan tuntutan penyelesaian terkait persoalan tanah ulayat dan rendahnya kesejahteraan petani di Samosir.

Penanggungjawab aksi, Agustinus Situmorang, ketika ditemui metro24jam.com di Sopo KSPPM Pangururan mengatakan, unjuk rasa akan dimulai dari Terminal Pangururan menuju Kantor Bupati dan dilanjutkan ke Kantor DPRD Samosir.

“Kita akan melakukan aksi besok ke Bupati Samosir. Ini terpaksa kami lakukan, karena semakin rendahnya pengakuan pemerintah kabupaten kepada petani, terutama terkait pelaksanaan Undang-undang Pokok Agraria dan peningkatan kesejahteraan petani yang terlupakan,” ujar Agustinus Situmorang.

Persoalan reformasi agraria menjadi hal yang paling disorot oleh para petani dalam aksi kali ini.

Hal itu diungkapkan Ketua Serikat Tani Kabupaten Samosir, Parulian Siburian, dalam rilis yang diterima redaksi, Minggu (23/9/2018) sore.

“Reforma Agraria, adalah aspirasi sejati rakyat yang menghendaki terwujudnya keadilan atas hak kepemilikan tanah, kebebasan akses rakyat atas sumberdaya alam di Indonesia dan terhapusnya setiap bentuk monopoli, baik monopoli atas tanah (tanah-tanah dikuasai oleh Negara dan pengusaha), monopoli sarana produksi dan produksi pertanian hingga distribusi,” sebutnya.

Pembangunan Samosir saat ini masih belum berbasiskan pertanian, terlihat dari porsi anggaran yang dialokasikan untuk bidang pertanian hanya di kisaran 5% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Samosir tahun 2018. Porsi anggaran ini sudah termasuk belanja rutin pegawai.

Minimnya pengadaan alat-alat dan teknologi pendukung pertanian–yang sering tidak tepat sasaran dan tidak tepat guna akibat kurangnya pendidikan teknis sehingga banyak alat tersebut hanya menjadi pajangan dan kalaupun dipergunakan, banyak yang tidak terawat.

“Di beberapa tempat, peralatan ini menjadi milik pribadi karena praktik korupsi, kolusi dan nepotisme dengan pejabat di dinas terkait, maupun pihak legislatif,” lanjut Situmorang.

Kondisi infrasuktur jalan sebagai penghubung desa sebagai produsen ke kota untuk menyalurkan produk-produk petani juga masih sangat memprihatinkan.

Walaupun saat ini sudah memasuki tahap perbaikan, masih banyak jalan kecamatan dalam kondisi rusak parah dan sulit untuk dilalui, khususnya pada saat kondisi hujan.

Jalur lingkar Samosir sebagai jalur utama aktivitas perekonomian juga masih banyak yang perlu perbaikan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap harga dan distribusi produk pertanian.

Akses masyarakat, khususnya petani, dibidang kesehatan juga sangat sulit. Masih banyak masyarakat tidak mampu yang tidak memiliki jaminan kesehatan gratis dari pemerintah.

Khusus untuk asuransi kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), akses mereka juga sangat terbatas akibat mahalnya biaya iuran yang harus dibayar setiap bulannya, bahkan untuk kelas III sekalipun.

Penyedia layanan kesehatan pemerintah (Rumah Sakit, Puskemas, Poskesdes) sering memperlakukan masyarakat dengan tidak adil dan diskriminatif hanya karena mereka miskin.

Kekhawatiran petani/komunitas-komunitas masyarakat yang ada di Kabupaten Samosir saat ini terkait kepemilikan, pengelolaan dan penguasaan terhadap lahan pertanian dan tanah adat mereka yang tidak diakui negara.

Bagaimana tanah dan lahan mereka yang sudah ratusan tahun saat ini banyak yang di klaim sebagai tanah dan hutan negara. Padahal sebagai petani identik terhadap kepentingan dan kebutuhan akan tanah.

Belum adanya perda yang mengatur perlindungan dan pemberdayaan petani dalam pemenuhan hak ekosob petani di Kabupaten Samosir menunjukkan kurangnya eksistensi pemerintah dalam mewujudkan masyarakat petani yang mandiri dan sejahtera sesuai visi dan misi bupati terpilih. (fer)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Banjir Tapteng, 3 Orang Meninggal Dunia Termasuk Ortu Anggota DPRD
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 11:23 WIB

Banjir Tapteng, 3 Orang Meninggal Dunia Termasuk Ortu Anggota DPRD

Hujan deras dan angin kencang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, sejak Selasa (28/1/2020) sore kemarin. Akibatnya sejumlah kecamatan terendam banjir. Informasi ...
Pemko Medan Diminta Segera Perbaiki Jembatan Gantung di Jalan Avros Gang Mesjid
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 09:12 WIB

Pemko Medan Diminta Segera Perbaiki Jembatan Gantung di Jalan Avros Gang Mesjid

Wakil Ketua DPRD Medan mendesak agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera membenahi jembatan gantung yang terletak di Jalan Avros ...
Berawal dari Cekcok dengan Keluarga, Pria 46 Tahun di Air Joman Bakar Diri
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 08:55 WIB

Berawal dari Cekcok dengan Keluarga, Pria 46 Tahun di Air Joman Bakar Diri

Zainuddin alias Udin Tompel, diduga bunuh diri dengan cara bakar diri di kediamannya di Lingkungan VIII, Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan ...
Banmus DPRD Batubara Belajar ke DPRD Medan
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 07:57 WIB

Banmus DPRD Batubara Belajar ke DPRD Medan

Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan menerima kunjungan kerja anggota DPRD Batubara, Selasa (28/1/2020). Pertemuan digelar di Ruangan Banmus, Lantai II, ...
Curi Motor Polisi dan Mahasiswa, Gembel Spesialis Curanmor Ditembak
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 07:32 WIB

Curi Motor Polisi dan Mahasiswa, Gembel Spesialis Curanmor Ditembak

Berulang kali mencuri sepedamotor dari berbagai tempat di wilayah hukum Polrestabes Medan, Andrian Sihombing alias Gembel (22), akhirnya ditangkap personel ...
2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 19:30 WIB

2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP

Rangga (14) dan Bisma (12) warga Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun, 2 bocah yang sempat viral di YouTube, lantaran ...
Loading...

Loading…