Jumat, 29 Oktober 2021 | 00.32 WIB
Regal Springs
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Hefriansyah Didesak Copot Kadis Yang Merupakan Mantan Napi Korupsi

Hefriansyah Didesak Copot Kadis Yang Merupakan Mantan Napi Korupsi

Jumat, 1 Juni 2018 - 18:42 WIB

IMG-58191

Sekretaris KPKN Amri Simanjuntak

AdvertNative 160×600

SIANTAR, metro24jam.com – Walikota Siantar, Hefriansyah didesak mencopot Kepala Dinas Pariwisata Siantar, Fatimah Siregar, karena yang bersangkutan merupakan mantan narapidana kasus korupsi tahun 2004.

Desakan itu disampaikan Ketua Sumut Watch, Daulat Sihombing dan Sekretaris Komunitas Pengawasan Keuangan Negara (KPKN), Amri Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (31/5).

Menurut Daulat, pihaknya sudah berulangkali mengirimkan surat kepada Walikota Hefriansyah, tentang tuntutan pencopotan Fatimah Siregar dari jabatan Kepala Dinas Pariwisata.

Karena pengangkatannya bertentangan dengan Pasal 23, UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian, Pasal 23 Ayat (3) dan (4), UU Nomor 43 Tahun 1999, Pasal 3 dan 7 PP Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian sementara PNS, Pasal 8 PP Nomor 32 Tahun 1979 dan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, dan SE Mendagri RI Nomor : 800/4329/SJ, tentang larangan untuk mengangkat mantan narapidana korupsi dalam jabatan struktural.

Selain itu, ujar Daulat, Perwakilan Ombudsman Sumut dan Komite Aparatur Sipil Negara, juga telah menyampaikan peringatan kepada Walikota Hefriansyah Noor tentang potensi pelanggaran hukum dalam pengangkatan bekas narapidana korupsi atas nama Fatimah Siregar.

Fatimah Siregar, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pematangsiantar Nomor : 327/Pid.B/2006/PN. Pms, tanggal 29 Januari 2007, telah dihukum penjara selama satu tahun tiga bulan dan denda sebesar Rp 50 juta subsider  enam bulan kurungan dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan mobil Puskesmas Keliling Roda 4 sebanyak lima unit milik Pemko Siantar TA 2004.

“Yang bersangkutan telah menjalani hukuman penjara sebagaimana dimaksud secara tuntas,” terang Daulat.

Daulat menyebut, dalam putusan perkara yang juga telah disampaikan kepada Walikota, Fatimah Siregar terbukti bersalah secara pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999  junto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Walikota kata Daulat, berkali-kali pula berjanji akan segera mencopot Fatimah Siregar, bahkan sempat memberi tenggang waktu hanya menunggu sampai selesainya pembangunan rest area Siantar.

“Namun sangat disesalkan Walikota Hefriansyah sepertinya tak peduli dengan janjinya bahkan tak peduli dengan persepsi publik yang semakin buruk terhadap pemerintahannya. Konyolnya lagi malah Fatimah Siregar seolah-olah diberi proporsi pembagian proyek dan kekuasaan yang lebih besar karena kedekatannya dengan Walikota Hefriansyah,” tegas Daulat.

Daulat menegaskan, tindakan Walikota Hefriansyah mempertahankan Fatimah Siregar sebagai Kepala Dinas Pariwisata sebagai langkah kontra produktif yang merusak citra pemerintahan. Tidak saja karena status Fatimah Siregar sebagai bekas narapidana korupsi, tetapi secara integritas dan moral Fatimah Siregar sangat tidak layak untuk dipertahankan sebagai pejabat pemerintahan kota.  

Dia kemudian mendesak Walikota Hefriansyah agar dalam waktu paling lama sepuluh hari kerja, segera mencopot Fatimah Siregar dari jabatan Kepala Dinas Pariwisata demi penguatan pemerintahan kota yang bersih, berwibawa dan berintegritas.

“Dalam hal Walikota Hefriansyah, tak memfollow-up tentang pencopotan Fatimah Siregar, maka Sumut Watch mengartikan bahwa Walikota Hefriansyah secara sengaja telah menyalahgunakan jabatan atau kekuasaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang- undangan yang berlaku,” katanya.

Hal sama disampaikan Sekretaris Komunitas Pengawasan Keuangan Negara (KPKN), Amri Simanjuntak. Menurut dia, jika Walikota tidak segera mengganti pejabatnya yang mantan napi korupsi sama halnya Walikota tidak mendukung program Nawacita Jokowi dalam hal revolusi mental dan tidak mendukung program pemerintahan yang bersih.

“Seakan-akan Walikota hanya kepikiran bahwa mantan napi koruptor itulah yang mampu menambah pundi-pundinya, sebab telah berpengalaman menggerogoti uang negara,” tegas Amri.

Satu hal lagi yang penting disampaikan, tandas Amri, bahwa jika pejabat dimaksud tetap dipertahankan maka Walikota telah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni mengangkat pejabat mantan napi korupsi, dan itu menjadi alasan agar Walikota dapat dan lebih mudah dimakzulkan.

Terkait desakan ini, Walikota Hefriansyah sejauh ini belum berhasil dimintai konfirmasi. Pesan yang dikirim ke nomor ponselnya, Jumat (1/6) sore, tak mendapat balasan. (tig)

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Rumah Sekaligus Bengkel Sepedamotor di Jalan Bakaran Batu Lubukpakam Terbakar

Rumah Sekaligus Bengkel Sepedamotor di Jalan Bakaran Batu Lubukpakam Terbakar

Rumah salah seorang warga di Jalan Bakaran Batu, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang ludes terbakar, Kamis (28/10/2021) sekira pukul 18.00 ...
Pelaku Pemerkosaan di Aceh Utara Diciduk Polisi, Korban Diancam Rekaman Mesum Akan Disebarkan

Pelaku Pemerkosaan di Aceh Utara Diciduk Polisi, Korban Diancam Rekaman Mesum Akan Disebarkan

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Utara, meringkus 2 pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Kedua tersangka, masing-masing SY ...
Oknum Perangkat Nagori Bandar Siantar Disebut Bantu Urus Identitas Palsu DPO Kasus Curanmor

Oknum Perangkat Nagori Bandar Siantar Disebut Bantu Urus Identitas Palsu DPO Kasus Curanmor

Penyebab kematian seorang terduga pelaku pencurian sepedamotor yang sempat dipertanyakan, menyeret banyak pihak dan menyisakan banyak cerita bagi warga Nagori ...
Sarang Narkoba di Kelurahan Banjar dan Karo Digrebek, 3 Pengedar Sabu dan Ganja Diciduk

Sarang Narkoba di Kelurahan Banjar dan Karo Digrebek, 3 Pengedar Sabu dan Ganja Diciduk

Selama 2 hari 'mengendap' melakukan penyelidikan, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar menggerebek 'sarang narkoba' di Kelurahan (Kampung) Banjar ...
Polisi Lhokseumawe Ringkus 3 Pengedar Sabu-sabu, Lebih 2 Kilogram Disita

Polisi Lhokseumawe Ringkus 3 Pengedar Sabu-sabu, Lebih 2 Kilogram Disita

Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe berhasil meringkus tiga pengedar sabu dari Kecamatan Muara Batu dan Samudera selama 2 pekan terakhir. ...
Tugas Khusus BPJS Kesehatan dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Tugas Khusus BPJS Kesehatan dalam Penanganan Pandemi Covid-19

BPJS Kesehatan menggelar kegiatan Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan ...
MGID

Loading…


Awie
Horas Laundry
AdvertNative 320 x 200