Selasa, 23 Juli 2019 | 14.08 WIB
Metro24Jam>News>Hefriansyah Didesak Copot Kadis Yang Merupakan Mantan Napi Korupsi

Hefriansyah Didesak Copot Kadis Yang Merupakan Mantan Napi Korupsi

Jumat, 1 Juni 2018 - 18:42 WIB

IMG-58191

Sekretaris KPKN Amri Simanjuntak

SIANTAR, metro24jam.com – Walikota Siantar, Hefriansyah didesak mencopot Kepala Dinas Pariwisata Siantar, Fatimah Siregar, karena yang bersangkutan merupakan mantan narapidana kasus korupsi tahun 2004.

Desakan itu disampaikan Ketua Sumut Watch, Daulat Sihombing dan Sekretaris Komunitas Pengawasan Keuangan Negara (KPKN), Amri Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (31/5).

Menurut Daulat, pihaknya sudah berulangkali mengirimkan surat kepada Walikota Hefriansyah, tentang tuntutan pencopotan Fatimah Siregar dari jabatan Kepala Dinas Pariwisata.

Karena pengangkatannya bertentangan dengan Pasal 23, UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian, Pasal 23 Ayat (3) dan (4), UU Nomor 43 Tahun 1999, Pasal 3 dan 7 PP Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian sementara PNS, Pasal 8 PP Nomor 32 Tahun 1979 dan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, dan SE Mendagri RI Nomor : 800/4329/SJ, tentang larangan untuk mengangkat mantan narapidana korupsi dalam jabatan struktural.

Selain itu, ujar Daulat, Perwakilan Ombudsman Sumut dan Komite Aparatur Sipil Negara, juga telah menyampaikan peringatan kepada Walikota Hefriansyah Noor tentang potensi pelanggaran hukum dalam pengangkatan bekas narapidana korupsi atas nama Fatimah Siregar.

Fatimah Siregar, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pematangsiantar Nomor : 327/Pid.B/2006/PN. Pms, tanggal 29 Januari 2007, telah dihukum penjara selama satu tahun tiga bulan dan denda sebesar Rp 50 juta subsider  enam bulan kurungan dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan mobil Puskesmas Keliling Roda 4 sebanyak lima unit milik Pemko Siantar TA 2004.

“Yang bersangkutan telah menjalani hukuman penjara sebagaimana dimaksud secara tuntas,” terang Daulat.

Daulat menyebut, dalam putusan perkara yang juga telah disampaikan kepada Walikota, Fatimah Siregar terbukti bersalah secara pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999  junto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Walikota kata Daulat, berkali-kali pula berjanji akan segera mencopot Fatimah Siregar, bahkan sempat memberi tenggang waktu hanya menunggu sampai selesainya pembangunan rest area Siantar.

“Namun sangat disesalkan Walikota Hefriansyah sepertinya tak peduli dengan janjinya bahkan tak peduli dengan persepsi publik yang semakin buruk terhadap pemerintahannya. Konyolnya lagi malah Fatimah Siregar seolah-olah diberi proporsi pembagian proyek dan kekuasaan yang lebih besar karena kedekatannya dengan Walikota Hefriansyah,” tegas Daulat.

Daulat menegaskan, tindakan Walikota Hefriansyah mempertahankan Fatimah Siregar sebagai Kepala Dinas Pariwisata sebagai langkah kontra produktif yang merusak citra pemerintahan. Tidak saja karena status Fatimah Siregar sebagai bekas narapidana korupsi, tetapi secara integritas dan moral Fatimah Siregar sangat tidak layak untuk dipertahankan sebagai pejabat pemerintahan kota.  

Dia kemudian mendesak Walikota Hefriansyah agar dalam waktu paling lama sepuluh hari kerja, segera mencopot Fatimah Siregar dari jabatan Kepala Dinas Pariwisata demi penguatan pemerintahan kota yang bersih, berwibawa dan berintegritas.

“Dalam hal Walikota Hefriansyah, tak memfollow-up tentang pencopotan Fatimah Siregar, maka Sumut Watch mengartikan bahwa Walikota Hefriansyah secara sengaja telah menyalahgunakan jabatan atau kekuasaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang- undangan yang berlaku,” katanya.

Hal sama disampaikan Sekretaris Komunitas Pengawasan Keuangan Negara (KPKN), Amri Simanjuntak. Menurut dia, jika Walikota tidak segera mengganti pejabatnya yang mantan napi korupsi sama halnya Walikota tidak mendukung program Nawacita Jokowi dalam hal revolusi mental dan tidak mendukung program pemerintahan yang bersih.

“Seakan-akan Walikota hanya kepikiran bahwa mantan napi koruptor itulah yang mampu menambah pundi-pundinya, sebab telah berpengalaman menggerogoti uang negara,” tegas Amri.

Satu hal lagi yang penting disampaikan, tandas Amri, bahwa jika pejabat dimaksud tetap dipertahankan maka Walikota telah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni mengangkat pejabat mantan napi korupsi, dan itu menjadi alasan agar Walikota dapat dan lebih mudah dimakzulkan.

Terkait desakan ini, Walikota Hefriansyah sejauh ini belum berhasil dimintai konfirmasi. Pesan yang dikirim ke nomor ponselnya, Jumat (1/6) sore, tak mendapat balasan. (tig)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Bandar Sabu Kecamatan Air Putih Ditangkap Bersama Teman, Istrinya Pun Terlibat
Metro 24 Jam - Selasa, 23 Juli 2019 - 14:07 WIB

Bandar Sabu Kecamatan Air Putih Ditangkap Bersama Teman, Istrinya Pun Terlibat

Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Batubara meringkus tiga warga Kecamatan Air Putih Batubara, dalam dugaan penyalahgunaan narkoba, Senin (22/7/2019) ...
Terjaring Razia Kasih Sayang, 6 Pelajar di Sergai Ternyata Positif Narkoba, Gawat!
Metro 24 Jam - Selasa, 23 Juli 2019 - 13:39 WIB

Terjaring Razia Kasih Sayang, 6 Pelajar di Sergai Ternyata Positif Narkoba, Gawat!

Sebanyak enam pelajar SMA dan SMK Swasta di Kabupaten Serdang Bedagai positif mengkonsumsi narkoba setelah menjalani hasil tes urine dilakukan ...
7 Kadus di Desa Perkebunan Petatal Berencana Adukan Mantan Kades ke Polres Batubara
Metro 24 Jam - Selasa, 23 Juli 2019 - 13:09 WIB

7 Kadus di Desa Perkebunan Petatal Berencana Adukan Mantan Kades ke Polres Batubara

Sebanyak 7 kepala dusun dan tokoh masyarakat di Desa Perkebunan Petatal, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batubara, berencana melaporkan mantan ...
Curi Sepedamotor di Tandam Hulu, Warga Mencirim Asri Ini Ditembak Polisi
Metro 24 Jam - Selasa, 23 Juli 2019 - 12:49 WIB

Curi Sepedamotor di Tandam Hulu, Warga Mencirim Asri Ini Ditembak Polisi

Personel Sat Reskrim Polres Binjai meringkus Bambang Irawan (36), warga perumahan Mencirim Asri, Sunggal, Deliserdang, terduga pelaku pencurian satu unit ...
Satpol-PP Sergai Kejar-Kejaran Sama Pelajar Saat Lakukan Razia
Metro 24 Jam - Selasa, 23 Juli 2019 - 12:24 WIB

Satpol-PP Sergai Kejar-Kejaran Sama Pelajar Saat Lakukan Razia

Puluhan pelajar SMU, SMK dan SMP di Kabupaten Serdang Bedagai terjaring razia Satpol PP. Hal ini dikarenakan petugas gerah melihat ...
Siswi SMP Ditawarkan Rp10 Juta ke Polisi, Tante dan Muncikari Ditangkap di Hotel Milala
Metro 24 Jam - Selasa, 23 Juli 2019 - 07:19 WIB

Siswi SMP Ditawarkan Rp10 Juta ke Polisi, Tante dan Muncikari Ditangkap di Hotel Milala

Dua wanita masing-masing SA alias Sri (40) dan SZ (23), warga Jalan Kesatria, Kelurahan Satria, Binjai, diringkus personel Polsek Sunggal, Rabu ...
Loading...

Loading…


Bupati Padang Lawas
BPKAD Padang Lawas
Dinas Perindag dan UMKM Padang Lawas
Bank Sumut Sibuhuan
Dinas PU & PE Padang Lawas
Bappeda Padang Lawas
Dinas LH dan Hut Padang Lawas
Dinas PMD Padang Lawas