Kamis, 20 September 2018 | 03.54 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut

Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut

Sabtu, 21 April 2018 - 02:05 WIB

IMG-56323

Suasana rapat di ruang Komisi II DPRD Siantar. (Elisbet/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Pertemuan pembahasan rencana revitalisasi Pasar Horas antara Aliansi Pedagang Balerong, Kaki Lima dan Kios Tempel (Balimbel) dengan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) yang dimediasi Komisi II DPRD Siantar dan dihadiri Sekda Kota Budi Utari memanas, Jumat (20/4/2018) sekira jam 11.00 wib.

Situasi mulai memanas ketika Balimbel, melalui juru bicaranya, David Marpaung, A Siallagan dan M Silalahi menyatakan bahwa revitalisasi pasar Horas yang terdiri dari balairung, penataan pedagang kaki lima dan pembangunan kios tempel ditolak pedagang.

Penolakan tersebut dituding tidak sesuai dengan UU No 4 Tahun 2014, tentang kriteria lokasi prioritas, yang mentatakan bahwa direvitalisasi minimal berusia 25 tahun. Sedangkan bangunan yang akan direvitalisasi itu belum berusia 25 tahun.

Perwakilan Belimbel mengatakan, revitalisasi adalah pemiskinan terhadap pedagang. Masalahnya, angsuran pedagang justru berada di atas upah minimum regional (UMR) Rp1,8 juta. Sedangkan angsuran perbulan untuk kios Rp3,6 juta.

Menanggapi hal itu, Kennedy Parapat sebagai pimpinan sidang langsung menyatakan bahwa usia Pasar Horas tersebut malah sudah berusia 40 tahun lebih. Kemudian, soal balairung dan kios temple serta lokasi pedagang kaki lima merupakan kesatuan yang utuh dari Pasar Horas.

Kennedy juga membantah akan terjadi pemiskinan pedagang dengan proses revitalisasi itu. Dia menyebut, kondisi pasar Horas akan semakin baik dan pendapatan pedagang akan bertambah. Lagi pula, kondisi pasar tradisional itu dikatakan sangat kumuh dan memang perlu direvitalisasi agar lebih baik.

“Kalau bisa, pasar Horas itu dibuat lebih baik lagi. Jadi, kita berharap agar pedagang menghilangkan sikap ke-aku-an. Mari kita persilahkan PD PHJ melakukan revitalisasi supaya Pasar Horas semakin indah, nyaman dan teratur sehingga pendapatan pedagang bertambah, karena orang yang belanja akan semakin ramai,” kata Kennedy.

Lebih Lanjut dikatakan, penolakan revitalisasi pedagang tersebut dikatakan arogan. Kennedy meminta, pedagang harus memberi solusi.

Pada kesempatan itu, Dirut PD PHJ, Benny Sitohang, dipersilahkan untuk memberi keterangan rencana revitalisasi tersebut.

Saat menjelaskan, bahwa sebelum direvitalisasi, pedagang akan dipindahkan ke lokasi penampungan yang sudah mulai dibangun di sekitar Jalan Merdeka dan Jalan Sutomo yang semula dijadikan sebagai lokasi parkir, suasana masih tertib.

Namun, ketika Benny mengatakan bahwa revitalisasi itu sudah disetujui 80 persen pedagang, keriuhan pun bermula. Para pedagang menuding, bahwa pernyataan Benny tersebut adalah rekayasa.

Saat suasana semakin riuh, Kennedy Parapat meminta Satpol PP untuk menertibkan pedagang, sekaligus meminta para pedagang menghormati pertemuan yang dihadiri anggota DPRD Siantar seperti Eliakim Simanjuntak, Hendri Yunan, Frans Herbet Siahaan dan Boy Priadin Purba dan Rini Silalahi.

Selanjutnya, Dirut PD PHJ kembali memaparkan bahwa jumlah pedagang yang akan terkena dampak revitalisasi adalah 3.870 orang. Terdiri dari 168 pedagang kaki lima, kios tempel sebanyak 56 unit dan pedagang balairung sebanyak 156 orang.

Revitalisasi disebut akan dilakukan dalam dua tahap. Kemudian, setelah selesai revitalisasi, hanya pedagang yang boleh menempati lapak atau kios yang sudah dibangun. Kalau ada yang menempati selain pedagang yang terkena revitalisasi, Benny mengatakan siap dituntut sesuai jalur hukum.

Selanjutnya Benny menjelaskan, setelah kios direvitalisasi, Pasar Horas Gedung II dikatakan lebih baik dan teratur dari kondisi sebelumnya. Karena, balairung dibangun menjadi dua tingkat dan kios tempel posisinya tidak menjorok lagi ke luar. Sementara, jarak antara kios tempel dengan balairung dijadikan lokasi parkir mobil.

Pedagang yang menunggu di luar ruang rapat. (Elisbet/metro24jam.com)

Khusus parkir sepeda motor, dirancang berada di lantai dua yang juga dijadikan sebagai tempat berjualan sandang atau pakaian dan sepatu maupun segala aksesoris. Sedangkan di lantai dasar untuk pedagang basah seperti ikan dan sayur-mayur maupun jenis kebutuhan pangan.

“Kalau kita melihat kondisi Pasar Horas saat ini, tidak ada pengelompokan jenis dagangan sehingga tampak semrawut,” ujar Benny.

Namun, saat pedagang kembali diberi kesempatan berbicara, mereka tetap menyatakan menolak revitalisasi, apalagi Benny Sitohang dikatakan masih sebagai Pelaksana (Plt) Dirut, yang masa jabatannya tingal empat bulan lagi atau akan berakhir bulan Oktober mendatang.

Pedagang menyatakan setuju revitalisasi apabila sudah ada Dirut permanen.

Karena waktu sudah mepet dengan pelaksanaan sholat Jumat, rapat kemudian diskor sampai jam 13.30 Wib dan pedagang setuju. Kemudian, para peserta rapat membubarkan diri.

Usai sholat Jumat, rapat kembali dibuka meski sempat terlambat. Namun, pada pertemuan kedua itu tetap tidak ada titik temu. Artinya, pedagang tetap menolak revitalisasi. Bahkan, kalau tetap dilanjutkan, pedagang mengancam akan tetap menduduki lapak tempat mereka berdagang selama ini.

Sementara, pihak PD PHJ tetap mengatakan bahwa revitalisasi terus dilanjutkan. Dengan tidak adanya titik temu, rapat akhirnya bubar tanpa kesimpulan. (ran/els)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Katanya Cuma Dikasih Jatah Belanja Rp200.000 Tiap Bulan, Bersama TTM Wanita Ini Bunuh Suami
Metro 24 Jam - Rabu, 19 September 2018 - 20:12 WIB

Katanya Cuma Dikasih Jatah Belanja Rp200.000 Tiap Bulan, Bersama TTM Wanita Ini Bunuh Suami

Polisi akhirnya mengungkap kasus pembunuhan jasad yang ditemukan di perladangan Dusun I, Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, Jumat (14/9/2018) lalu. ...
Kepergok Gerayangi Rumah Warga, Pemuda Ini Ancam Penghuninya Pakai Obeng, Bonyoklah!
Metro 24 Jam - Rabu, 19 September 2018 - 19:16 WIB

Kepergok Gerayangi Rumah Warga, Pemuda Ini Ancam Penghuninya Pakai Obeng, Bonyoklah!

Pria satu ini bisa dibilang memang kurang kerjaan. Saat kepergok mencuri di rumah warga, dia malah mengancam sang pemilik. Akibatnya, ...
Distop Polisi Buang Bungkusan Kecil, Pria Ini Terciduk!
Metro 24 Jam - Rabu, 19 September 2018 - 16:55 WIB

Distop Polisi Buang Bungkusan Kecil, Pria Ini Terciduk!

Satuan Narkoba Polres Siantar menangkap seorang pengendara sepeda motor saat melintas di Jalan Langkat, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Minggu ...
Polres Siantar Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2018
Metro 24 Jam - Rabu, 19 September 2018 - 16:41 WIB

Polres Siantar Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2018

Polres Pematangsiantar apel gelar pasukan operasi mantap Brata 2018 yang dilaksanakan di Lapangan H Adam Malik, Rabu (19/09/2018) sekira jam ...
Jual Sabu Pakai Catatan, Pengecer Asal Sei Apung Diciduk di Kos-Kosan
Metro 24 Jam - Rabu, 19 September 2018 - 16:29 WIB

Jual Sabu Pakai Catatan, Pengecer Asal Sei Apung Diciduk di Kos-Kosan

Adriansyah mungkin ingin menjalankan bisnis secara profesional. Semua transaksinya ditulis dalam sebuah block notes alias buku catatan. Sayang, bisnis sabu ...
Bupati dan Pimpinan DPRD Pakpak Bharat Tandatangani Nota Kesepkatan KUA PPAS P-APBD 2018
Metro 24 Jam - Rabu, 19 September 2018 - 16:05 WIB

Bupati dan Pimpinan DPRD Pakpak Bharat Tandatangani Nota Kesepkatan KUA PPAS P-APBD 2018

Bupati Dr Remigo Yolando Berutu MFin MBA, bersama unsur pimpinan DPRD, yaitu Ketua Sonni P Berutu STh, Wakil Ketua Edison ...