Sabtu, 18 Agustus 2018 | 13.38 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Suku Simalungun Dilecehan, IKEIS Desak DPRD Sidangkan Walikota

Suku Simalungun Dilecehan, IKEIS Desak DPRD Sidangkan Walikota

Senin, 16 April 2018 - 18:42 WIB

IMG-56073

Walikota Siantar Hefriansyah

SIANTAR, metro24jam.com – Rombongan pengurus Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) Siantar mendatangi gedung DPRD Siantar di Jalan Haji Adam Malik, Senin (16/4) siang.

Mereka ke sana menyampaikan pernyataan sikap mendesak lembaga itu segera bersidang menyusul dugaan penistaan, pelecehana, dan penghinaan suku Simalungun yang dilakukan Walikota Siantar Hefriansyah dan jajarannya.

Di gedung DPRD, sekira jam 12.00 Wib, mereka disambut sejumlah anggota Komisi 1, seperti Tongam Pangaribuan, Denny Siahaan dan Nurlela Sikumbang.

Ketua IKEIS Siantar, Lisman Saragih didampingi Sekretarisnya, Bakti Damanik mengatakan, mereka menyampaikan pernyataan sikap secara resmi ke DPRD lantaran adanya penistaan, pelecehan dan penghinaan suku Simalungun oleh Pemko Siantar.

Menurut Lisman, tindakan penistaan, pelecehan dan penghinaan dilakukan Pemko di antaranya menyebut Siantar sebagai kota pusaka, yang bermakna suku Simalungun sebagai pemilik tanah leluhur, tanah adat dan tanah budaya di Siantar sudah tinggal pusaka atau tinggal sejarah semata.

Memaknai suku Simalungun tinggal pusaka dilihat dari gambar atau desain yang dibuat panitia HUT Siantar, di mana ada rumah bolon kecil mirip dengan yang terbakar di Kecamatan Purba, dikelilingi tujuh suku lain mengenakan pakaian adat masing-masing tanpa menyertakan suku Simalungun.

“Dari gambar itu kami menganggap Pemko sengaja dan terencana untuk menghapuskan suku Simalungun dari Kota Siantar,” tutur Lisman.

Pada kesempatan lain, terang Lisman, Pemko melecehkan adat dan budaya suku Simalungun, di mana saat pembukaan MTQ di Kecamatan Siantar Simarimbun, menyambut walikota menggunakan adat suku Melayu dan menolak penggunaan adat suku Simalungun sebagaimana lazimnya.

Lalu pada saat kedatangan Presiden Jokowi ke Siantar tidak disambut dengan adat dan budaya suku Simalungun, sebaliknya para pelajar yang dikerahkan menggunakan adat dan budaya suku lain.

“Bahkan untuk ulang tahun Siantar sebagai tanah leluhur kami, kepanitiaan lebih memberikan kepada pihak lain daripada suku Simalungun yang memiliki lembaga adat dan budaya yang berkompeten,” ungkapnya.

Disebutkan, akibat kebijakan Pemko itu, telah menimbulkan dan menciptakan kemarahan yang besar dan kecewa, serta gejolak batin, keresahan di dalam diri suku Simalungun yang dikhawatirkan akan berdampak pada hal-hal kurang baik.

“Maka itu kami meminta DPRD Siantar segera mengambil langkah dengan bersidang menyikapi besarnya tuntutan dan amarah suku Simalungun saat ini dengan mempertimbangkan Walikota Siantar telah melanggar sumpah jabatan dengan menciptakan keresahan pada suku Simalungun dan menenukan sikap sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tukas Lisman.

Merespons tuntutan IKEIS, anggota Komisi 1 Tongam Pangaribuan menyebut, sementara pihaknya menerima aspirasi tersebut. Sebelum kemudian nanti disampaikan ke Ketua DPRD.

Untuk desakan bersidang sebagaimana desakan IKEIS, dia menyebut akan dilakukan sepanjang Pimpinan DPRD menyetujui hal itu dilakukan.

“Kita tunggu lah ketua. Yang pasti kita tampung dulu 7 tuntutan IKEIS ini. Soal bersidang akan disampaikan ke pimpinan,” terang Tongam Pangaribuan.

#Dua Kali Ditolak

Lisman lebih jauh menyebut, sebelum muncul kisruh saat ini, IKEIS Siantar juga pernah dilecehkan oleh Walikota Siantar Hefriansyah.

Ceritanya, pada Januari hingga Februari 2018 lalu, IKEIS Siantar sudah layangkan permohonan audensi terhadap walikota. Awalnya dikabari akan diterima di ruang kerja walikota. Namun mendadak dibatalkan sepihak.

Dilakukan jadwal ulang, disebut IKEIS akan diterima audensi di rumah dinas. Setelah disepekati waktu dan jam, pengurus pun berangkat. Namun kemudian pertemuan tersebut dibatalkan lewat ajudan secara sepihak tanpa memberitahu alasannya.

“Dari kejadian itu saja walikota sudah melecehkan IKEIS sebagai lembaga orang Simalungun yang beragama Islam,” katanya.

Lebih parah, tutur Lisman, sebagai lembaga resmi yang terdaftar di Kesbang Linmas, Pemko terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tak pernah melibatkan IKEIS dalam setiap kegiatan bernafas kebudayaan.

Padahal menurut dia, IKEIS merupakan lembaga berisi orang-orang Simalungun yang memahami adat dan budaya Simalungun. (tig)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Duka Mendalam Menyusul Kepergian Siska, Anak Yatim Itu Belum Bisa Mewujudkan Cita-citanya
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 13:11 WIB

Duka Mendalam Menyusul Kepergian Siska, Anak Yatim Itu Belum Bisa Mewujudkan Cita-citanya

Kematian Siska Susanti (18), anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) 2018, di mes latihan di PTPN 3 ...
36 Tahun Tak Menikmati Aliran Listrik, Sani br Siahaan Seolah Belum Merdeka
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 13:00 WIB

36 Tahun Tak Menikmati Aliran Listrik, Sani br Siahaan Seolah Belum Merdeka

Ironi masih terlihat pada Peringatan HUT Kemerdekaan Republik ke-73. Di saat hampir seluruh rakyat Indonesia merayakan kegembiraan memperingati Hari Proklamasi, ...
Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Deliserdang Berlangsung Meriah
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 12:34 WIB

Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Deliserdang Berlangsung Meriah

Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 Tahun 2018 di Kabupaten Deliserdang berlangsung meriah yang digelar di Lapangan Alun-alun Pemkab ...
Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-73 di Deliserdang Diwarnai Penyerahan Hadiah
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 12:28 WIB

Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-73 di Deliserdang Diwarnai Penyerahan Hadiah

Matahari sore masih terasa panas. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Deliserdang terlihat menyusun formasi untuk melaksanakan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih ...
H Zainuddin Mars Serahkan Surat Remisi Kepada 490 Napi
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 12:16 WIB

H Zainuddin Mars Serahkan Surat Remisi Kepada 490 Napi

Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars menyerahkan surat remisi kepada 490 narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B ...
Gunung Sinabung Tenang, Suara Gemuruh Terus Berlanjut
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 12:09 WIB

Gunung Sinabung Tenang, Suara Gemuruh Terus Berlanjut

Sejak terjadi erupsi tanggal 19 Februari 2018 lalu dengan menyemburkan awan panas keudara mencapai 5 KM serta luncuran awan panas ...