Sabtu, 18 Agustus 2018 | 13.37 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Garangnya Sama Perempuan, Pacar Dianiaya! Mahasiswa Sari Mutiara Melongo Diborgol Polisi

Garangnya Sama Perempuan, Pacar Dianiaya! Mahasiswa Sari Mutiara Melongo Diborgol Polisi

Senin, 16 April 2018 - 16:40 WIB

IMG-56062

ERP Bulolo di Mapolsek Helvetia. (ist/metro24jam.com)

HELVETIA, metro24jam.com – ERP Bulolo (19), begitu nama pemuda yang masih berstatus mahasiswa di Universitas Sari Mutiara ini. Sifatnya memang sedikit ‘aneh’. Beraninya sama perempuan saja. Pacar yang katanya disayang, berulangkali dianiaya.

Akibatnya, YZ (19) sang gadis pun tak tahan dan mengadu ke polisi. Garang sang pemuda langsung hilang begitu melihat polisi dan hanya bisa melongo saat digiring ke sel Mapolsek Helvetia, Jumat (13/4/2018) kemarin.

Begitulah kisah pilu YZ. Harapannya untuk menjalin hubungan serius hingga ke jenjang rumah tangga pupus sudah. Bagaimana tidak, belum lagi menjadi suami, kekasihnya EPR Bulolo (19), seringkali ringan tangan memukulinya. Padahal, dalam setiap rayuannya, Bulolo selalu menyebut gadis putih semampai itu adalah calon pendamping hidupnya.

Hubungan kedua remaja itu akhirnya tak sampai di pelaminan, karena sang arjuna untuk sementara harus mendekam di sel Mapolsek Helvetia sebelum berlanjut ke penjara.

Cerita sedih gadis yang tinggal di Jalan Kapten Muslim, Amaluhur, Kelurahan Dwikora, Kecatan Medan Helvetia itu berawal dari cekcok mulut dengan sang arjuna, Senin (9/4/2018) lalu.

Saat itu YZ, yang juga berstatus mahasiswi di Universitas Sari Mutiara tersebut, tak menghiraukan kata-kata pemuda yang masih diakui sebagai pacarnya itu. Emosi dicueki, Bulolo langsung merampas dan membawa handphone merk Xiaomi milik YZ.

Keesokan harinya, Selasa (10/4/2018) EPR yang ngekos di Inamakost Jalan Kapten Muslim/Budi Luhur, mendatangi Yulia di kampusnya. Namun, karena masih mengikuti kuliah, YZ pun enggan menjumpai pacarnya tersebut.

Bulolo yang sudah emosi kemudian menunggu hingga proses kuliah selesai. Begitu dosen pengajar keluar dari ruangan, dia pun langsung masuk.

Tiba di depan YZ, Bulolo langsung memarahi gadis itu di hadapan teman-teman sekelasnya. Tak sampai di situ, dia kemudian membanting HP milik YZ hingga hancur berserakan.

Tak juga puas, pemuda itu kemudian menampar dan mengayunkan tinjunya ke arah YZ. Seperti kesurupan setan, pemuda itu kemudian menyeret YZ keluar ruangan kelas lalu menendang dan mencakar wajah gadis berparas cantik itu. 

Tindakan itu membuat YZ patah arang. Sang gadis bertekad untuk PHK (Putus Hubungan Kekasih) dan langsung mendatangi Mapolsek Helvetia guna melaporkan pacarnya itu yang tertuang dalam surat bukti lapor nomor: LP/272/ IV/2018/SU/Restabes Medan/ SPK Medan Helvetia, tertanggal 10 April 2018.

Tiga hari kemudian, Jumat (13/4/2018), Bulolo yang masih pede menjadi kekasih dan tak mengetahui bahwa dirinya telah dilaporkan ke polisi, kembali menemui YZ di depan gerbang kampus Sari Mutiara.

Namun, YZ yang merasa trauma dengan perilaku mantan pacarnya itu pun enggan menemui Bulolo ketika dipanggil.

Keengganan YZ itu kembali menyulut emosi Bulolo. Tanpa sungkan-sungkan, pemuda itu kembali memarahi dan dan menampar pipi mulus YZ.

Gadis bekulit putih yang tak mau terus-terusan menjadi sandsack hidup Bulolo kemudian langsung menghubungi personel Polsek Helvetia.

Petugas yang tiba di sana kemudian memborgol Bulolo tanpa perlawanan dan selanjutnya memboyong pemuda itu ke Mapolsek Helvetia untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

Kapolsek Helvetia, Kompol Trila Murni ketika dikonfirmasi melalui Panit Reskrim Sahri Sebayang, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan pemuda itu.

“Benar, pelaku sudah kita amankan dan masih dalam pemeriksaan,” terang Sahri Sebayang, Senin (16/4/2018).

Menurut Sahri, dari hasil interogasi, Bulolo juga mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap YZ.

“Pelaku telah melakukan penganiayaan dengan cara menampar pipi kiri 1 kali, meninju lengan kiri berulang kali, menarik kerah baju korban, meninju payudara kanan 1 kali, mencubit perut kanan 1 kali, menendang kaki kanan dan kiri korban berulang kali,” jelas Sahri.

Akibat perbuatannya, Bulolo kini dijerat dengan pasal 351 Ayat (1) KUHPidana. “Pelaku diancam dengan hukuman diatas 5 tahun penjara,” pungkas Sebayang. (put)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Duka Mendalam Menyusul Kepergian Siska, Anak Yatim Itu Belum Bisa Mewujudkan Cita-citanya
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 13:11 WIB

Duka Mendalam Menyusul Kepergian Siska, Anak Yatim Itu Belum Bisa Mewujudkan Cita-citanya

Kematian Siska Susanti (18), anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) 2018, di mes latihan di PTPN 3 ...
36 Tahun Tak Menikmati Aliran Listrik, Sani br Siahaan Seolah Belum Merdeka
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 13:00 WIB

36 Tahun Tak Menikmati Aliran Listrik, Sani br Siahaan Seolah Belum Merdeka

Ironi masih terlihat pada Peringatan HUT Kemerdekaan Republik ke-73. Di saat hampir seluruh rakyat Indonesia merayakan kegembiraan memperingati Hari Proklamasi, ...
Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Deliserdang Berlangsung Meriah
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 12:34 WIB

Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Deliserdang Berlangsung Meriah

Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 Tahun 2018 di Kabupaten Deliserdang berlangsung meriah yang digelar di Lapangan Alun-alun Pemkab ...
Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-73 di Deliserdang Diwarnai Penyerahan Hadiah
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 12:28 WIB

Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-73 di Deliserdang Diwarnai Penyerahan Hadiah

Matahari sore masih terasa panas. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Deliserdang terlihat menyusun formasi untuk melaksanakan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih ...
H Zainuddin Mars Serahkan Surat Remisi Kepada 490 Napi
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 12:16 WIB

H Zainuddin Mars Serahkan Surat Remisi Kepada 490 Napi

Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars menyerahkan surat remisi kepada 490 narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B ...
Gunung Sinabung Tenang, Suara Gemuruh Terus Berlanjut
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 Agustus 2018 - 12:09 WIB

Gunung Sinabung Tenang, Suara Gemuruh Terus Berlanjut

Sejak terjadi erupsi tanggal 19 Februari 2018 lalu dengan menyemburkan awan panas keudara mencapai 5 KM serta luncuran awan panas ...