Kamis, 16 Agustus 2018 | 11.40 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Soal Proses Hukum JR Saragih, Lobi Pengajuan Hak Angket Terus Berjalan

Soal Proses Hukum JR Saragih, Lobi Pengajuan Hak Angket Terus Berjalan

Senin, 16 April 2018 - 02:24 WIB

IMG-56042

Fotokopi formulir pengajuan hak angket untuk ditandatangani anggota DPRD Simalungun. (Raen/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Sejumlah anggota DPRD Simalungun mengaku bahwa proses pengajuan hak angket untuk mempercepat proses hukum terhadap JR Saragih yang sudah dijadikan tersangka terkait dugaan pemalsuan dokumen terus berjalan.

Tujuannya, supaya aparat penegak hukum seperti Kejaksaan dan Gakumdu Pilgubsu 2018 segera mempercepat proses penegakan hukum terhadap JR Saragih. Apalagi kasus tersebut sudah diketahui secara nasional, meski dalam beberapa minggu terakhir justru terlihat seperti terhenti.

“Benar, saya sebagai salah seorang yang punya insiatif sudah melakukan lobi atau pendekatan politik kepada sesama anggota dewan untuk pengajuan hak angket itu. Tujuan kita untuk memperjelas status hukum JR Saragih karena berkaitan dengan kepimpinannya sebagai Bupati Simalungun,” beber anggota DPRD Simalungun, Bernhard Damanik dari Fraksi Nasdem, Minggu (15/4/2018) sekira jam 16.30 wib.

Dijelaskan, semula Bernhard ingin mengajukan hak interplasi atau hak bertanya tentang status JR Saragih yang sudah dijadikan tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen dimaksud.

Namun, karena proses hukumnya terkesan lambat bahkan seperti terhenti, maka politisi Nasdem tersebut mengaku lebih baik langsung menggalang pengajuan hak angket.

“Saya sudah mengajukan formulir tentang pengajuan hak angket itu di luar lembaga dewan. Artinya, ini masih tahap lobi-lobi dan mayoritas anggota dewan sudah mengetahuinya. Meski ada bernada kontra tetapi tetap ada pro,” ujarnya.

Terkait dengan mekanisme pengajuan hak angket supaya bisa ditindaklanjuti melalui sidang paripurna, Bernhard mengatakan minimal tujuh orang anggota dewan dari tiga fraksi. Kemudian, dari hasil lobi yang dilakukannya itu sudah tercapai.

Kalau sudah memenuhi persyaratan, formulir yang sudah ditandatangani tersebut akan diajukan kepada unsur pimpinan dewan. Kemudian, kalau memang berlangsung sesuai rencana, JR Saragih diminta untuk bisa hadir memberi keterangan terkait dengan statusnya saat ini.

“Terlepas dari hak angket yang akan kita ajukan nanti, saya sangat berharap kepada JR Saragih supaya taat hukum. Karena, sepengetahuan kita dan itu sudah diekspos media secara terbuka, JR Saragih belum memenuhi panggilan dari pihak Kejaksaan dan bukti-bukti pendukung juga belum disampaikan pihak Poldasu kepada Kejaksaan Tinggi,” jelas Bernhard.

Terkait dengan itu, Bernhard berharap kepada aparat penegak hukum yang menangani kasus JR Saragih untuk bertindak tegas. “Jangan hukum itu tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” tegasnya.

Bernard juga menyebut bahwa bisa saja Fraksi Partai Nasdem menyurati Poldasu untuk mempertanyakan sudah sejauh mana penanganan yang dilakukan terhadap proses hukum terhadap JR Saragih tersebut.

Sementara, Hendra Sinaga anggota DPRD Simalungun yang dihubungi sekira Jam 16.40 wib membenarkan sudah ada beredar formulir untuk ditandatangani terkait dengan pengajuan hak angket. Bahkan, sudah mendapat respon positif dari sejumlah anggota dewan.

“Kalau pendapat saya pribadi sah saja pengajuan hak angket itu supaya jelas bagaimana proses hukum terhadap JR Saragih. Tapi, kalau saya tetap harus tunduk kepada Fraksi karena semua tidak lepas dari Fraksi,” kata Hendra Sinaga yang mengaku sudah mendapat respon positif terkait usulan hak angket tersebut.

Meski begitu, dia masih enggan memberitahu secara personal, karena itu menyangkut masalah pribadi.

Lebih lanjut, Hendra mengamati bahwa proses hukum terhadap JR Saragih memang memiliki sejumlah kejanggalan. Apalagi saat ini menurutnya malah sudah “sepi-sepi“ saja.

Agar masalahnya jelas, sebaiknya pihak terkait lanagsung menindaklanjuti proses hukum lanjutan demi penegakan hukum itu sendiri. (ran)

BACA JUGA:
Kejatisu Ancam Kembalikan Berkas JR Saragih, Ada Apa?


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lagi Heboh! Ada Pohon Randu ‘Kencing’ di Rembang
Metro 24 Jam - Kamis, 16 Agustus 2018 - 07:52 WIB

Lagi Heboh! Ada Pohon Randu ‘Kencing’ di Rembang

Warga Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Rembang, sejak Selasa (14/8/2018) kemarin dihebohkan fenomena unik. Sebatang pohon randu tiba-tiba bisa menyemburkan air, ...
2 Tahun Berdiri, PT Todo Raka Prawira Semakin Mendapat Kepercayaan Mitra Usaha
BISNIS - Kamis, 16 Agustus 2018 - 07:14 WIB

2 Tahun Berdiri, PT Todo Raka Prawira Semakin Mendapat Kepercayaan Mitra Usaha

PT Todo Raka Prawira, perusahaan yang bergerak di bidang Eksternal Leasing Mitra Jasa, merayakan HUT ke-2 di Cafe OH 5 ...
Tak ke Laut Utang ‘Mandosak’, Jual Sabu Saufi ke Balik ‘Jarojak’
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:36 WIB

Tak ke Laut Utang ‘Mandosak’, Jual Sabu Saufi ke Balik ‘Jarojak’

Tak ke laut utang mandosak (mendesak). Demikian sepenggal pepatah di daerah pesisir Asahan. Seperti bunyinya, berdalih mencari tambahan, Muhammad Saufi ...
Meninggal Dunia Usai Latihan, Siska Susanti ‘Menunaikan Tugas Pengabdian Sampai Nafas Terakhir’
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:19 WIB

Meninggal Dunia Usai Latihan, Siska Susanti ‘Menunaikan Tugas Pengabdian Sampai Nafas Terakhir’

Kepergiaan Siska Susanti (18), siswi kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Wasliyah, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, menyisakan duka mendalam bagi keluarga ...
Kasihan…! Pengemudi Betor Ini Tewas Gara-gara Kesetrum Busi
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:11 WIB

Kasihan…! Pengemudi Betor Ini Tewas Gara-gara Kesetrum Busi

Kasihan...! Pria ini meregang nyawa saat memperbaiki becak bermotor miliknya di Jalan Datuk Kabu Pasar III, Desa Tembung, Percut Sei ...
Terkait OTT ASN Inspektorat dan Kades, Inspektur Batubara Diperiksa Selama 3 Jam
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:00 WIB

Terkait OTT ASN Inspektorat dan Kades, Inspektur Batubara Diperiksa Selama 3 Jam

Dua orang pejabat Inspektorat diperiksa polisi, menyusul 3 oknum ASN yang terjaring OTT bebearpa waktu lalu. Salah satunya adalah Inspektur ...