Sabtu, 22 September 2018 | 17.38 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Anak Kadis PU Siantar & Sopir Angkot Saling Lapor

Anak Kadis PU Siantar & Sopir Angkot Saling Lapor

Rabu, 14 Maret 2018 - 07:23 WIB

IMG-54125

Lokasi pertengkaran. (Agus Suhendra/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Setelah CLS (22) melaporkan seorang sopir angkutan kota (angkot), NMT (28), karena dituduh melakukan penganiayaan, ibu CLS berinisial NS malah dilaporkan NMT dengan tuduhan melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

Diketahui, CLS yang diketahui merupakan putri Kadis PU Siantar yang tinggal di Jalan Mahoni Raya, No 247, Nagori Sitalasari, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun itu lebih dulu melapor ke Polsek Bangun, Sabtu (10/3) lalu, sekira jam 17.00 wib. Kemudian, NMT yang rumahnya tak jauh dari rumah CLS, melapor sekira jam 18.30 wib.

Kepada kru koran ini, NMT membenarkan telah melaporkan NS yang menganiaya dirinya dengan cara memukul pipi sebelah kirinya sampai luka. “Iya benar lae, saya sudah melaporkannya ke Polsek Bangun, dia PNS sebagai guru di sekolah swasta,” ucap NMT, Selasa (12/3) siang.

Sebelum melakukan penganiayaan itu, NMT mengatakan mereka lebih dulu bertengkar gara-gara masalah mobil di Jalan Makadame Raya, Nagori Nusa Harapan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sabtu (10/3) lalu, sekira jam 13.30 wib. Saat itu, CLS ada di lokasi.

Bahkan, NMT mengaku bukan hanya dianiaya tapi juga dihina dengan kata-kata yang menyakitkan. Bahkan, setelah disebut sebagai orang miskin, NS menyuruh NMT supaya membuat laporan ke polisi.

“Orang miskinnya kau, sopirnya kau, visumlah kau biar kubayar, lapor kau ke polisi. Itu perkataannya kepada saya dan saya sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan penganiayaan itu. Tapi perkatan-perkataan penghinaan itu yang tidak saya terima. Katanya saya anak haram, uruslah keluargamu, kau kan supir,” tutur NTM melalui sambungan telepon seluler (ponsel) menirukan perkataan NS.

Sementara, CLS dalam laporannya di Polsek Bangun mengaku jadi korban penganiayaan NMT dengan bukti lapor LP/III/2018/SU/Simal Bangun tanggal 10 Maret 2018.

Dalam laporannya itu, CLS menyebut NMT (28) telah menyikut daun telinganya. Peristiwa itu terjadi tak jauh dari Pos Polisi Batu 6, Jalan Makadame Raya, Nagori Nusa Harapan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sabtu (10/3) sekira jam 13.30 wib.

Sebelumnya, pelapor dan terlapor terlibat pertengkaran karena masalah mobil di jalan Raya. Saat kedua bertengkar warga banyak yanga menyaksikan dan sempat melerai keduanya untuk bubar.

Kemudian setiba di rumah, CLS menceritakan keributan itu kepada adiknya, ST yang kemudian langsung mendatangi NMT di rumahnya tak jauh dari kediamannya juga di Jalan Mahoni Raya, Nagori Sitalasari, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Takut terjadi keributan, CLS bersama seorang warga menemui ST dengan mengendarai kereta. Saat mendekati rumah NMT, NMT katanya melakukan ancaman. “Kau yang mau kumatikan itu yah,” ucapnya menirukan ancaman tersebut.

Tak hanya itu, NMT menyebut CLS menyikut daun telinga sebelah kanannya. Sehingga, sempat terjadi keributan dibarengi kontak fisik. Kemudian, adik NMT yang mendengar keributan keluar rumah membawa Samurai. Tak ingin ada korban, warga yang menjadi saksi langsung melerai dan membawa CLS ke rumahnya. Kemudian, mereka membuat laporan ke Polsek Bangun.

Kapolsek Bangun AKP Putra Jani Purba, ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan kedua belah pihak. Hanya saja, kedua belah pihak yang saling lapor itu masih sebatas dimintai keterangan.

Sementara, oknum Plt Kadis PU kota Siantar berinisial JT ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, membenarkan CLS adalah putrinya dan NS adalah istrinya. Tapi, dia tidak mengetahui NMT melaporkan istrinya.

Ketika ditanyakan lebih jauh lagi, oknum Kakdis itu sepertinya enggan bercerita, “Bapak kan sudah tau,” katanya menutup pembicaraan. (ag)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 15:20 WIB

Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya

Personel Polsek Patumbak mengamankan seorang oknum polisi gadungan dari kediamannya, Perumahan Lembayung Asri No 52, Jalan Pertahanan, Gang Lembayun, ...
Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 14:59 WIB

Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi

Personel Polres Siantar mengamankan seorang pelajar inisial AH (16), karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap agama Kristendengan kalimat yang tak ...
5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 03:01 WIB

5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit

Sabar Prianto alias Anto (34), warga Dusun 1, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, ditangkap personel Polsek Teluk Mengkudu, Kamis ...
Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK  Melepuh
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 02:45 WIB

Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK Melepuh

Satu unit boat pukat tarik mini yang sedang mencari ikan di perairan sekitar wilayah Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Batubara, ...
Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar
BISNIS - Sabtu, 22 September 2018 - 01:06 WIB

Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar

Pria yang akrab disapa Wak Keteng ini, kesehariannya hanya sebagai penjaga kos-kosan Pondok Joy, di Jalan Panyabungan, Kelurahan Timbang Galung, ...
UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2
Metro 24 Jam - Jumat, 21 September 2018 - 21:24 WIB

UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMSU yang sudah terakreditasi B memberikan keringanan potongan uang kuliah sebanyak 50 persen kepada para ...