Sabtu, 22 September 2018 | 17.38 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>5 Bulan Tak Pulang, Buruh Bangunan Ditemukan Tinggal Tengkorak di Kebun Tebu Tandem

5 Bulan Tak Pulang, Buruh Bangunan Ditemukan Tinggal Tengkorak di Kebun Tebu Tandem

Kamis, 8 Maret 2018 - 20:21 WIB

IMG-53774

Tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan. (ist/metro24jam.com)

BINJAI, metro24jam.com – Pekerja panen tebu dan warga di kawasan Tandem digegerkan dengan temuan seonggok tengkorak manusia, di Dusun IX Pasar II, persisnya di areal perkebunan tebu PTPN-2, Kebun Tandem DP I, Kav B Blok 87, Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang, Kamis (8/3/2018) pagi, sekira jam 10.15 Wib.

Tumpukan tulang belulang itu akhirnya diketahui sebagai jasad Septian (20), warga Dusun III, Jalan Sayur, Gang Perjuangan Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang.

Pemuda yang semasa hidup bekerja sebagai buruh bangunan itu diduga telah menjadi korban pembuhan dan dibiarkan di sana hingga mayatnya ditemukan tinggal tengkorak.

Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak, melalui Kasar Reskrim AKP Hendro S, mengatakan, temuan itu pertama kali diketahui oleh Trinem (46), seorang penebang borongan tebu, warga Jalan Swadaya Pasar 8, Desa Tandem Hilir I.

“Jasad korban ditemukan pekerja borongan,” kata Hendro lewat pesan WhatsApp.

Temuan itu pun diteruskan kepada ke mandor kebun bernama T Zainila (46).

Menurut Hendro, saat itu Trinem yang sedang menebang pohon tebu. Tiba-tiba, Trinem mengaku melihat benda aneh di sekitar tanaman tebu. Setelah didekati, ternyata benda aneh itu adalah tengkorak manusia.

“Saat melakukan penebangan tanaman tebu saksi melihat ada tengkorak. Lalu saksi menanyakan hal itu ke mandor, ‘Ini tengkorak kambing apa tengkorak manusia’,” lanjut Hendro mengulang ucapan Trinem.

Lokasi temuan tulang belulang. (ist/metro24jam.com)

Mendengar pertanyaan, Trinem, Zainila pun langsung mendekati dan melihat tumpukan tengkorak tengkorak itu dan memastikan bahwa itu adalah tulang belulang manusia.

Selanjutnya, Zainila kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Danton Hansip PTPN2, Sarjono yang selanjutnya diteruskan kepada Kepala Desa dan Babinkamtibmas.

Selanjutnya Kanit Reskrim Polsek Binjai, Ipda Sopi, mendatang lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.

Selain menemukan tengkorak kepala di lokasi petugas menemukan baju dan celana jeans warna hijau, celana dalam abu-abu.

Dari kantong celana jeans ditemukan dompet berisikan plastik bening ber klip merah, pipet yang biasa dipakai minum mineral gelas dan pisau silet.

“Potongan tulang-tulang rusuk manusia masih lengkap,” sebut mantan Kasat Reskrim Polres Madina ini.

Kehilangan anak
Masih di lokasi, saat petugas melakukan olah TKP, Sutino (48), warga Dusun 3 Jalan Sayur Gang Perjuangan Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Delserdang, mengaku telah kehilangan anak laki-laki selama hampir 6 bulan.

Septian semasa hidup. (ist/metro24jam.com)

Saat melihat pakaian yang ditemukan di lokasi, Sutiono mengaku bahwa pakaian itu mirip dengan milik putranya yang hilang sejak Oktober 2017.

Namun, karena menurut dia yang lebih kenal adalah istrinya, Sutino kemudian disarankan agar datang ke Polsek Binjai untuk mengidentifikasi jasad tersebut bersama istrinya.

Setelah barangbukti berupa tengkorak dan tulang belulang serta pakaian yang ditemukan di bawa ke Polsek Binjai, Sutino pun datang bersama istrinya Suriana (38), untuk mengenali barang barang yang ditemukan di TKP.

Begitu dilihat Suriana, dia memastikan bahwa pakaian berupa celana yang ditemukan di TKP bahwa benar merupakan celana anaknya.

Salah satu ciri-cirinya, dari ritsleting yang dipakai saat itu rusak. Dia pun memastikan bahwa dilihat dari barangbukti berupa baju dan celana yang ada di TKP benar merupakan pakaian anak laki-lakinya bernama Septian.

Menurut Suriana, Septian sudah tak pulang ke rumah sejak 23 Oktober 2017 sekira jam 19.00 wib. Namun saat itu, dia tidak sempat membuat laporan secara tertulis kepada polisi.

Saat Septian meninggalkan rumah, menurut Sutiono, anaknya itu membawa kereta Supra X 125, BK-4625 AGK, dan sampai saat ini kendaraan tersebut belum diketahui keberadaannya.

Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, personel Sat Reskrim Polres Binjai mencurigai bahwa Septian kemungkinan telah dibunuh oleh temannya yang masih tinggal satu kampung.

Kecurigaan ke arah tersangka sesuai hasil pemeriksaan ayah korban Sutiono yang mengaku terakhir putranya menerima telepon dari seseorang yang diduga tak lain pelakunya.

“Kita masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” kata Hendro. (zal)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 15:20 WIB

Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya

Personel Polsek Patumbak mengamankan seorang oknum polisi gadungan dari kediamannya, Perumahan Lembayung Asri No 52, Jalan Pertahanan, Gang Lembayun, ...
Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 14:59 WIB

Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi

Personel Polres Siantar mengamankan seorang pelajar inisial AH (16), karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap agama Kristendengan kalimat yang tak ...
5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 03:01 WIB

5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit

Sabar Prianto alias Anto (34), warga Dusun 1, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, ditangkap personel Polsek Teluk Mengkudu, Kamis ...
Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK  Melepuh
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 02:45 WIB

Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK Melepuh

Satu unit boat pukat tarik mini yang sedang mencari ikan di perairan sekitar wilayah Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Batubara, ...
Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar
BISNIS - Sabtu, 22 September 2018 - 01:06 WIB

Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar

Pria yang akrab disapa Wak Keteng ini, kesehariannya hanya sebagai penjaga kos-kosan Pondok Joy, di Jalan Panyabungan, Kelurahan Timbang Galung, ...
UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2
Metro 24 Jam - Jumat, 21 September 2018 - 21:24 WIB

UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMSU yang sudah terakreditasi B memberikan keringanan potongan uang kuliah sebanyak 50 persen kepada para ...