Kamis, 16 Agustus 2018 | 11.35 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Primadona Kampus Dihabisi Usai Disetubuhi, Pembunuhnya Menyerah ke Polres Tapsel

Primadona Kampus Dihabisi Usai Disetubuhi, Pembunuhnya Menyerah ke Polres Tapsel

Rabu, 14 Februari 2018 - 16:30 WIB

IMG-52161

Kapolres dan Kasat Reskrim mengapit tersangka Wawan saat paparan di Mapolres Labuhanbatu. (Tanjung/metro24jam.com)

LABUHANBATU, metro24jam.com – Pelaku pembunuhan Susi Lestari (19), mahasiswi Jurusan Bahasa Indonesia semester 2, di Unisla Aek Kanopan, warga Dusun V Desa Mekar Marjanji, Kecamatan Aek Songsongan, Asahan, terungkap sudah.

Pelaku bernama Aryawan alias Wawan (24), sudah menyerahkan diri ke Mapolres Tapanuli Selatan, Senin (12/2/2018) kemarin. Sang jagal sadis itu juga mengaku telah menyetubuhi pacar gelapnya itu sebelum nyawanya dihabisi.

Peristiwa pembunuhan yang terjadi Kamis (8/2) di areal perkebunan Afdeling IV, Desa Londut, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) itu, ternyata dilatarbelakangi kisah cinta terlarang antara korban dengan tersangka, yang sudah memiliki seorang istri dan seorang anak yang tinggal di Tapanuli Selatan.

Kepada wartawan saat diwawancarai di Mapolres Labuhanbatu Rabu (14/2/2018) sebelum paparan, Wawan mengaku kalau dirinya dan korban sudah berpacaran satu bulan lamanya. Namun, diakuinya, Susi tidak mengetahui kalau tersangka sudah memiliki anak dan istri, karena saat berkenalan dia mengaku lajang.

“Kami sudah sebulan berpacaran. Awal perkenalan kami di Simpang Tugu, Londut. Dia tidak tahu saya sudah berkeluarga, karena saya mengaku lajang,” katanya.

Selama sebulan pacaran, Wawan mengaku sudah menggauli korban sebanyak dua kali dan yang keduanya mereka lakukan sebelum di TKP pembunuhan itu.

Menurut Wawan, malam kejadian itu, sekira jam 19.00 Wib, dia dan Susi bertemu di lokasi tempat mereka biasa menjalin kasih. Saat itulah menurut Wawan, dia berterus terang kepada Susi tentang statusnya yang sudah berkeluarga.

Mendengar pengakuan Wawan itu, Susi sontak histeris. Namun ia masih bisa menenangkannya.

“Mendengar pengakuan saya, dia berteriak, dan mengaku kalau dia sebenarnya sudah lama curiga bahwa saya sudah berkeluarga,” beber Wawan.

Setelah berhasil ditenangkan, Wawan kemudian meminta uang sebanyak Rp700 ribu kepada Susi. Tetapi permintaan itu ditolak, karena Susi mengaku tidak punya uang sebanyak itu.

Karena tak dapat uang kontan, Wawan akhirnya mendesak agar kreta milik Susi digadaikan dan akan ditebus dalam waktu satu bulan. Lagi-lagi permintaan itu ditolak Susi, seraya mengancam akan menjerit agar di dengar orang.

“Dia mengancam akan menjerit dan mengaku mau saya perkosa jika ada orang lewat dari tempat itu,” ucapnya.

“Waktu itu, kebetulan ada kedengaran suara kreta menuju ke tempat kami,” sambung Wawan.

Takut Susi nekat menjerit, Wawan pun mencekik leher kekasihnya itu dan menutup mulutnya sambil bersembunyi agar tidak kelihatan orang yang melintas mengendarai kerea itu.

Setelah kreta itu berlalu, Wawan mengaku bahwa dia melepaskan tangannya dari leher dan mulut Susi. Saat itulah dia melihat selingkuhannya sudah tidak bergerak lagi.

Dia kemudian coba mendekatkan telinganya ke hidung Susi, dan ternyata tidak terdengar lagi dengus nafasnya. Begitu jiga dengan denyut nadi, sudah tidak terasa lagi. “Saya pikir dia sudah mati. Terus saya jatuhkan dia ke tanah dan saya pergi meninggalkannya,” kenangnya.

Namun, sekira 6 langkah dia berjalan, dia kemudian dikejutkan suara Susi yang menjerit minta tolong. Mendengar itu, spontan Wawan kembali mendatangi Susi seraya membawa sepotong kayu bulat.

Bukk…Bakk..! Wawan langsung menghajar Susi dengan kayu tersebut di bagian leher dan wajah. Seketika itu juga, tubuh Susi terkapar dan tewas.

“Setelah saya pukul leher dan wajahnya, dia terjatuh dan tidak bergeral lagi. Saya pun langsung pergi dan lari ke Tapsel untuk menemui istri dan anak saya,” akunya. Satu hari berada di Tapsel, akhirnya dia memutuskan untuk menyerahkan diri ke Mapolres Tapsel.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang didampingi Kasat Reskrim AKP Teuku Fatir Mustafa mengatakan, setelah menerima laporan peristiwa pembunuhan itu, tim dari Polres Labuhanbatu langsung bergerak ke TKP guna melakukan olah TKP.

“Saat lidik di TKP, tim menemukan jam tangan, sandal dan sepeda motor korban. Atas temuan itu, disimpulkan bahwa pelaku adalah orang dekat korban,” katanya.

Seperti diketahui, Susi Lestari ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan sepulang dari kampus bersama seorang temannya, warga Afdeling 4, Desa Londut.

Jelang magrib itu, Susi lebih dulu mengantarkan sang teman ke rumahnya. Selanjutnya, Susi pun beranjak hendak pulang menuju Sibalanga mengendarai kreta sendirian.

Dalam perjalanan itulah, Susi Lestari akhirnya tak pernah tiba di rumahnya hingga ditemukan sudah tak bernyawa lagi.

Susi yang tinggal di Dusun V Desa Mekar Marjanji, Kecamatan Aek Songsongan, Asahan, selama ini dilaporkan juga menjadi guru honor di SDN 118253, Afdeling 4, Londut.

Saat ditemukan, kondisinya tampak mengenaskan. Luka akibat pukulan benda keras di sekujur kepalanya mengeluarkan darah.

Darah juga ke luar dari hidung dan telinganya. Jasad Susi yang sudah kaku telentang belepotan darah, saat itu tak lagi mengenakan celana dalam. Pakaian yang dikenakannya pun tampak acak-acakan. (ast)

BACA JUGA:
Pulang Kuliah Dibuntuti Cowok Sadis, Primadona Kampus Diperkosa, Dibunuh


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lagi Heboh! Ada Pohon Randu ‘Kencing’ di Rembang
Metro 24 Jam - Kamis, 16 Agustus 2018 - 07:52 WIB

Lagi Heboh! Ada Pohon Randu ‘Kencing’ di Rembang

Warga Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Rembang, sejak Selasa (14/8/2018) kemarin dihebohkan fenomena unik. Sebatang pohon randu tiba-tiba bisa menyemburkan air, ...
2 Tahun Berdiri, PT Todo Raka Prawira Semakin Mendapat Kepercayaan Mitra Usaha
BISNIS - Kamis, 16 Agustus 2018 - 07:14 WIB

2 Tahun Berdiri, PT Todo Raka Prawira Semakin Mendapat Kepercayaan Mitra Usaha

PT Todo Raka Prawira, perusahaan yang bergerak di bidang Eksternal Leasing Mitra Jasa, merayakan HUT ke-2 di Cafe OH 5 ...
Tak ke Laut Utang ‘Mandosak’, Jual Sabu Saufi ke Balik ‘Jarojak’
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:36 WIB

Tak ke Laut Utang ‘Mandosak’, Jual Sabu Saufi ke Balik ‘Jarojak’

Tak ke laut utang mandosak (mendesak). Demikian sepenggal pepatah di daerah pesisir Asahan. Seperti bunyinya, berdalih mencari tambahan, Muhammad Saufi ...
Meninggal Dunia Usai Latihan, Siska Susanti ‘Menunaikan Tugas Pengabdian Sampai Nafas Terakhir’
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:19 WIB

Meninggal Dunia Usai Latihan, Siska Susanti ‘Menunaikan Tugas Pengabdian Sampai Nafas Terakhir’

Kepergiaan Siska Susanti (18), siswi kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Wasliyah, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, menyisakan duka mendalam bagi keluarga ...
Kasihan…! Pengemudi Betor Ini Tewas Gara-gara Kesetrum Busi
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:11 WIB

Kasihan…! Pengemudi Betor Ini Tewas Gara-gara Kesetrum Busi

Kasihan...! Pria ini meregang nyawa saat memperbaiki becak bermotor miliknya di Jalan Datuk Kabu Pasar III, Desa Tembung, Percut Sei ...
Terkait OTT ASN Inspektorat dan Kades, Inspektur Batubara Diperiksa Selama 3 Jam
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:00 WIB

Terkait OTT ASN Inspektorat dan Kades, Inspektur Batubara Diperiksa Selama 3 Jam

Dua orang pejabat Inspektorat diperiksa polisi, menyusul 3 oknum ASN yang terjaring OTT bebearpa waktu lalu. Salah satunya adalah Inspektur ...