Kamis, 16 Agustus 2018 | 11.37 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat

7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat

Senin, 22 Januari 2018 - 02:39 WIB

IMG-50539

Para tahanan yang lari. (file/metro24jam.com)

KEMENKUMHAM, metro24jam.com – Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) RI akan menyampaikan dan mengeluarkan langsung sanksi berat kepada petugas lalai, sehingga mengakibatkan 7 tahanan di Lapas Klas IIA Binjai melarikan diri pada Senin 18 Desember 2017 lalu.

“Sanksi sudah diserahkan untuk pengambilan keputusan ada di Jakarta (Kemenkum HAM RI). Karena hukumannya berat-berat itu semuanya,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum HAM Sumut, Hermawan Yunianto kepada wartawan, Minggu (21/1/2018) sore.

Ketujuh napi yang berhasil melarikan diri adalah:

1. Sayifuddin alias Fuddin (34 tahun), warga Pabayu, Kelurahan Pabatu, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, tahanan kasus narkotika, ditahan sejak 20 Februai 2014 dengan masa hukuman 8 tahun.

2. Abdul Rahman alias Rahman (33), warga Dusun X Sidodadi, Kampung Tempel, Kecamatan Stabat, Langkat, kasus penadah, belum vonis.

3. Fahrul Azmi Nasution (35), warga Jalan H Hasan, Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat, kasus narkotika, mulai ditahan tanggal 22 Agustus 2017.

4. Yusrizal alias Rizal (39), Jalan Medan-Binjai Km 15,5, Gang Abadi, Desa Sumber Melati, Diski, Sunggal, Deliserdang, kasus pencurian, vonis 2 tahun 6 bulan, mulai ditahan 15 Maret 2016.

5. Roni Adianto alias Roni (25), warga Gg Jambu, Dusun VIII Karangrejo, Desa Sei Semayang, Diski, Deliserdang, kasus pencurian, vonis 3 tahun 7 bulan, mulai ditahan, 1 Januari 2017.

6. Suhelmi alias Helmi (45), warga Jalan Bangau, Lingkungan IX, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, kasus narkotika, vonis 4 tahun, mulai ditahan 3 Oktober 2016.

7. Rudi alias Ajun (33), warga Jalan Perjuangan, Dusun III, Kelurahan Helvetia, Kecamtan Labuhan Deli, Deliserdang, kasus narkotika (tangkapan BNN), divonis 10 tahun, mulai ditahan 11 November 2013.

Dari ketujuh napi itu, Hermawan menyebut petugas kepolisian sudah mengamankan 4 orang. Namun, ia tidak menjelaskan secara rini identitas napi yang berhasil diamankan itu.

“Untuk di Lapas Binjai, ada 3 lagi yang belum ditangkap,” sebutnya, sembari mengatakan pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian untuk proses pengejaran.

Ia mengungkapkan, sudah melakukan pemeriksaan sejumlah petugas sipir secara internal. Namun, Hermawan enggan membeberkan hasilnya. Tapi, dari keseluruhan pemeriksaan terdapat kelalaian petugas saat menjalani pengamanan di lapas tersebut.

Disinggung soal berapa petugas sipir di diberikan sanksi ‎dan sanksi apa yang akan diterima petugas, Hermawan mengaku menunggu keputusan dari inspektorat Kemenkum HAM RI di Jakarta.

“Sudah kita periksa dan sudah kita usulkan (untuk petugas lalai yang menerima sanksi). Saya tidak bisa share itu, kalau ada keputusan baru bisa share itu kepada media,” ujar Hermawan.

Hermawan menjelaskan, kelalaian dilakukan petugas melihat situasi dimana ketujuh napi saat itu berada di Strap Sel (sel hukuman). Namun, ia heran kenapa ketujuh napi itu bisa keluar dari sel hukuman tersebut.

“Tujuh napi ini melanggar disiplin dan ditempati di strap sel. Mereka melarikan diri dengan cara menggergaji teralis besi di kamar mandi. Kalau tidak sering dicek setiap hari seperti ini kejadiannya,” jelasnya.

Ia juga menuturkan tengah melakukan penyidikan kenapa bisa gergaji bisa masuk ke dalam Lapas Klas II A Binjai. Kemudian, rencana pelarian sudah dilakukan secara matang dan dilakukan beberapa hari untuk menggergaji teralis besi tersebut.

“Tidak mungkin satu hari mereka menggergaji terali besi itu.‎ Gak mungkin dalam keadaan banyak orang mereka menggergaji teralis besi itu, pasti ketahuan. Mereka melakukan pasti dicicil (untuk menggergaji teralis besi itu). Mereka pasti tahu dan mematau aktivitas petugas sendiri,” tutur Hermawan.

Hermawan mengakui kelemahan petugas keamanan Lapas tidak memantau seluruh kegiatan napi dengan jumlah besar dan tidak sesuai dengan jumlah petugas sipir. (rez)

BACA JUGA:
7 Napi Lapas Binjai Kabur, Kemenkum HAM: Pasti Ada Kelalaian Petugas


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lagi Heboh! Ada Pohon Randu ‘Kencing’ di Rembang
Metro 24 Jam - Kamis, 16 Agustus 2018 - 07:52 WIB

Lagi Heboh! Ada Pohon Randu ‘Kencing’ di Rembang

Warga Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Rembang, sejak Selasa (14/8/2018) kemarin dihebohkan fenomena unik. Sebatang pohon randu tiba-tiba bisa menyemburkan air, ...
2 Tahun Berdiri, PT Todo Raka Prawira Semakin Mendapat Kepercayaan Mitra Usaha
BISNIS - Kamis, 16 Agustus 2018 - 07:14 WIB

2 Tahun Berdiri, PT Todo Raka Prawira Semakin Mendapat Kepercayaan Mitra Usaha

PT Todo Raka Prawira, perusahaan yang bergerak di bidang Eksternal Leasing Mitra Jasa, merayakan HUT ke-2 di Cafe OH 5 ...
Tak ke Laut Utang ‘Mandosak’, Jual Sabu Saufi ke Balik ‘Jarojak’
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:36 WIB

Tak ke Laut Utang ‘Mandosak’, Jual Sabu Saufi ke Balik ‘Jarojak’

Tak ke laut utang mandosak (mendesak). Demikian sepenggal pepatah di daerah pesisir Asahan. Seperti bunyinya, berdalih mencari tambahan, Muhammad Saufi ...
Meninggal Dunia Usai Latihan, Siska Susanti ‘Menunaikan Tugas Pengabdian Sampai Nafas Terakhir’
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:19 WIB

Meninggal Dunia Usai Latihan, Siska Susanti ‘Menunaikan Tugas Pengabdian Sampai Nafas Terakhir’

Kepergiaan Siska Susanti (18), siswi kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Wasliyah, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, menyisakan duka mendalam bagi keluarga ...
Kasihan…! Pengemudi Betor Ini Tewas Gara-gara Kesetrum Busi
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:11 WIB

Kasihan…! Pengemudi Betor Ini Tewas Gara-gara Kesetrum Busi

Kasihan...! Pria ini meregang nyawa saat memperbaiki becak bermotor miliknya di Jalan Datuk Kabu Pasar III, Desa Tembung, Percut Sei ...
Terkait OTT ASN Inspektorat dan Kades, Inspektur Batubara Diperiksa Selama 3 Jam
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:00 WIB

Terkait OTT ASN Inspektorat dan Kades, Inspektur Batubara Diperiksa Selama 3 Jam

Dua orang pejabat Inspektorat diperiksa polisi, menyusul 3 oknum ASN yang terjaring OTT bebearpa waktu lalu. Salah satunya adalah Inspektur ...