Kamis, 16 Agustus 2018 | 11.37 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul

Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul

Minggu, 21 Januari 2018 - 23:32 WIB

IMG-50526

AT, bocah korban cabul dipangku ayahnya. (Raen/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – SIANTAR, JAM 15.00 WIB

Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat orangtua AT (3)–bocah yang dicabuli keluarganya sendiri–tak mampu membayar biaya visum, yang menjadi persyaratan untuk melengkapi berkas laporan ke polisi.

Hal itu menggerakkan simpati dari sejumlah warga yang spontan memberikan bantuan kepada keluarga sang bocah, agar si pelaku cabul segera menjalani proses hukum.

Minggu (21/1/2018), Generasi Muda Tomuan (Gemuman) yang merupakan komunitas para perantau Siantar, memberikan bantuan uang kepada orangtua sang bocah. Bantuan itu disampaikan melalui Sopian Situmorang, didampingi Julia Silalahi sebagai warga Kelurahan Tomuan.

“Kita prihatin atas musibah yang dialami keluarga ini, karena orangtuanya tak punya biaya untuk visum anaknya. Bantuan kita tidak seberapa, tapi kalau untuk biaya visum mungkin cukup,” kata Sopian Situmorang usai menyampaikan bantuan yang langsung diterima ibu korban NB (33) didampingi suami di kediaman mereka.

Lebih lanjut dikatakan, bantuan tersebut akan berlanjut karena ada warga lain yang turut prihatin dan akan memberi bantuan secara pribadi.

“Bantuan yang kita sampaikan juga untuk mempercepat proses hukum. Kalau soal siapa pelakunya kita serahkan kepada aparat polisi untuk diusut sesuai hukum yang berlaku,” kata Sopian.

Dikatakan bahwa, selain dari Gemuman, warga yang tergabung dalam grup Gojek Jalan Pattimura, Kelurahan Tomuan juga berniat memberikan bantuan.

Kedua orangtua korban tak dapat menahan haru saat menerima bantuan dari Gemuman tersebut. Keduanya terlihat sempat meneteskan air mata, karena mereka memang sangat membutuhkan dana untuk melancarkan proses hukum terkait hal yang dialami putri mereka.

Kepada perwakilan Gemuman, ibu korban menceritakan kronologi kejadian yang menimpa AT secara berulang-ulang.

Dikatakannya, bahwa mereka baru sekitar sebulan menempati rumah tersebut, setelah pindah dari Panyabungan, Kabupaten Mandailing Nata (Madina).

Ayah korban yang pernah merantau ke Malaysia menjadi TKI, saat ini hanya bekerja serabutan. Dia kembali ke Indonesia untuk menjalani operasi, dan saat tak lagi bisa melakukan pekerjaan yang terlalu berat.

Diberitakan sebelumnya, Friska dari LSM Penegak Keadilan orangtua korban telah melaporkan peristiwa pencabulan yang dialami AT bersama ke Polres Siantar. Untuk melengkapi berkas laporan tersebut, korban kemudian harus menjalani visum di RSUD Djasamen Saragih.

Namun, karena ketiadaan biaya, orangtua bocah AT kemudian tidak bisa melakukan visum tersebut.

Rencananya, Senin (22/1/2018), berkas AT akan dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Siantar. (ran)

BACA JUGA:
Bocah 3 Tahun Dicabuli Opung, Penyidikan Terkendala Biaya Visum


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lagi Heboh! Ada Pohon Randu ‘Kencing’ di Rembang
Metro 24 Jam - Kamis, 16 Agustus 2018 - 07:52 WIB

Lagi Heboh! Ada Pohon Randu ‘Kencing’ di Rembang

Warga Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Rembang, sejak Selasa (14/8/2018) kemarin dihebohkan fenomena unik. Sebatang pohon randu tiba-tiba bisa menyemburkan air, ...
2 Tahun Berdiri, PT Todo Raka Prawira Semakin Mendapat Kepercayaan Mitra Usaha
BISNIS - Kamis, 16 Agustus 2018 - 07:14 WIB

2 Tahun Berdiri, PT Todo Raka Prawira Semakin Mendapat Kepercayaan Mitra Usaha

PT Todo Raka Prawira, perusahaan yang bergerak di bidang Eksternal Leasing Mitra Jasa, merayakan HUT ke-2 di Cafe OH 5 ...
Tak ke Laut Utang ‘Mandosak’, Jual Sabu Saufi ke Balik ‘Jarojak’
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:36 WIB

Tak ke Laut Utang ‘Mandosak’, Jual Sabu Saufi ke Balik ‘Jarojak’

Tak ke laut utang mandosak (mendesak). Demikian sepenggal pepatah di daerah pesisir Asahan. Seperti bunyinya, berdalih mencari tambahan, Muhammad Saufi ...
Meninggal Dunia Usai Latihan, Siska Susanti ‘Menunaikan Tugas Pengabdian Sampai Nafas Terakhir’
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:19 WIB

Meninggal Dunia Usai Latihan, Siska Susanti ‘Menunaikan Tugas Pengabdian Sampai Nafas Terakhir’

Kepergiaan Siska Susanti (18), siswi kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Wasliyah, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, menyisakan duka mendalam bagi keluarga ...
Kasihan…! Pengemudi Betor Ini Tewas Gara-gara Kesetrum Busi
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:11 WIB

Kasihan…! Pengemudi Betor Ini Tewas Gara-gara Kesetrum Busi

Kasihan...! Pria ini meregang nyawa saat memperbaiki becak bermotor miliknya di Jalan Datuk Kabu Pasar III, Desa Tembung, Percut Sei ...
Terkait OTT ASN Inspektorat dan Kades, Inspektur Batubara Diperiksa Selama 3 Jam
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:00 WIB

Terkait OTT ASN Inspektorat dan Kades, Inspektur Batubara Diperiksa Selama 3 Jam

Dua orang pejabat Inspektorat diperiksa polisi, menyusul 3 oknum ASN yang terjaring OTT bebearpa waktu lalu. Salah satunya adalah Inspektur ...