Sabtu, 22 September 2018 | 18.36 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Beraksi Seorang Diri, Agung Prasetiyo Bunuh Anggi Syahputri, Begini Kronologis Lengkapnya!

BREAKING NEWS

Beraksi Seorang Diri, Agung Prasetiyo Bunuh Anggi Syahputri, Begini Kronologis Lengkapnya!

Minggu, 21 Januari 2018 - 18:25 WIB

IMG-50511

Polisi memperlihatkan barang bukti perampokan dan pembunuhan Anggi Syahputri Tanjung. (Arvin/metro24jam.com)

POLRESTABES, metro24jam.com – Polisi akhisnya berhasil mengungkap jagal keji Anggi Syahputri Tanjung (17), siswi kelas 2 SMA Negri 11 Medan, Sabtu (20/1/2018) malam sekira jam 20.00 Wib kemarin.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yuda di dampingi Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, dalam konferensi pers pengungkapan pembunuhan di halaman Mapolrestabes Medan, mengatakan bahwa aksi perampokan dilakukan seorang diri oleh pelaku bernama Agung Prasetiyo (28) alias Agung.

Polisi juga menangkap tersangka lainnya bernama Anto, menurut Kasat Reskrim, hanya terlibat dalam penjualan barang hasil rampokan di rumah korban.

“Tidak ada pelaku lainnya. Pelaku Agung alias AP melakukannya seorang diri. Dan tersangka ini diancam dengan pasal 338 yo 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” sambung Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahean.

Di hadapan polisi dan wartawan, Angung juga tak menyangka kehadiran Anggi di dalam rumah No 12, Jalan Satria Gang Buntu, yang sudah diincarnya dari kejauhan itu.

Berbekal pisau kecil yang sudah dipersiapkannya, Jum’at (19/1/2018) sekira jam 10 pagi, Agung yang menganggap rumah dalam keadaan kosong, masuk dari atap pintu belakang.

“Awalnya aku sengaja jalan-jalan bang, cari rumah kosong. Terus kulihat rumah korban itu sunyi, baru aku masuk. Rupanya ada orangnya di dalam seorang diri (korban Anggi),” sebut Agung, Minggu (21/1/2018) sore.

Saat masuk ke dalam rumah itulah, aksi Agung kepergok oleh Anggi. Takut ketahuan, Agung langsung mengejar dan menangkap siswi SMA Negeri 11 itu dan membekap mulutnya agar tak berteriak.

“Pisau yang ku bawa bukan ku pakai untuk membunuh korban, aku tikam korban pakai pisau dari dapur rumahnya. Pisau ku terjatuh saat meletakkan korban ke ember (bak) mandi,” akunya.

“Dia Tetap Meronta, Makanya Aku Bunuh”
Agung mengaku terpaksa menghabisi nyawa Anggi, karena takut gadis itu berteriak. “Iya bang, aku khilaf. Terpaksa aku, karena korban berteriak dan meronta. Makanya aku bunuh,” akunya.

Pria yang mengaku sudah menikah dua kali ini mengatakan bahwa dia sempat membekap dan mengikat mulut Anggi dengan kain. Pun begitu, Anggi terus berusaha berteriak dan meronta.

Kalap dan takut ketahuan, Agung akhirnya membenturkan wajah anak kedua dari pasangan Darmansyah Tanjung dan Anni Kholila itu ke lantai keramik dan dinding rumah. Spontan darah pun memercik dari kepala Anggi.

Tindakan itu tak ayal membuat Anggi meraung dan mengerang menahan rasa sakit serta menangis minta tolong. Namun, tak seorang pun yang mendengar jeritan Anggi saat itu.

Agung akhirnya kesetanan. Sambil memegangi tubuh Anggi yang masih meronta, dia kemudian membekap mulut gadis remaja itu dan membawanya ke ruang belakang. Di situ, Agung mengambil pisau dapur di, lalu menikamkannya ke dada serta perut Anggi.

“Habis itu, korban aku seret ke kamar mandi. Dia masih bernapas, tapi gak bersuara keras lagi. Lalu aku masukkan kepalanya duluan ke dalam ember yang berisi air. Kakinya kelihatan di atas,” beber Agung pelaku dengan jelas dan gamblang.

Usai menghabisi nyawa korban, Agung kemudian kabur melalui tempat dia masuk sebelumnya.

“Aku masuk dari pintu belakang, lalu aku manjat ke atas seng. Ku buka seng rumahnya selembar, baru aku bisa masuk,” lanjut Agung Prasetiyo kepada wartawan.

Beberapa jam usai peristiwa itu, ternyata Agung tak langsung kabur. Bagai tak ada kejahatan yang dia lakukan, Agung pergi ke kediaman temannya, Anto.

“Aku gak tau dia mencuri dan membunuh bang, dia (Agung) sendiri yang masuk rumah korban (Anggi). Dia datang ke rumah ku dan membangunkan aku pas lagi tidur. Aku disuruh jual HP Samsung J2, dan udah sempat ku jual HP itu seharga Rp 700 ribu. Terus aku jual Lapyo Acer seharga Rp 400 ribu. Jualnya sama orang yang berbeda-beda dan gak kenal,” sebut lajang yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu membela diri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggi Syahputri Tanjung (17), ditemukan orangtua kandungnya tewas berlumuran darah di dalam kamar mandi rumah mereka, Jumat (19/1/2018) lalu. Sebelum peristiwa itu, Anggi diketahui berada seorang diri di dalam rumah. (vin)

BACA JUGA:
Tragis! Siswi SMA Negeri 11 Dibantai di Kamar Mandi (Dinding Penuh Cipratan Darah, Mulut & Tangan Terikat)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 15:20 WIB

Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya

Personel Polsek Patumbak mengamankan seorang oknum polisi gadungan dari kediamannya, Perumahan Lembayung Asri No 52, Jalan Pertahanan, Gang Lembayun, ...
Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 14:59 WIB

Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi

Personel Polres Siantar mengamankan seorang pelajar inisial AH (16), karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap agama Kristendengan kalimat yang tak ...
5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 03:01 WIB

5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit

Sabar Prianto alias Anto (34), warga Dusun 1, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, ditangkap personel Polsek Teluk Mengkudu, Kamis ...
Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK  Melepuh
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 02:45 WIB

Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK Melepuh

Satu unit boat pukat tarik mini yang sedang mencari ikan di perairan sekitar wilayah Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Batubara, ...
Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar
BISNIS - Sabtu, 22 September 2018 - 01:06 WIB

Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar

Pria yang akrab disapa Wak Keteng ini, kesehariannya hanya sebagai penjaga kos-kosan Pondok Joy, di Jalan Panyabungan, Kelurahan Timbang Galung, ...
UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2
Metro 24 Jam - Jumat, 21 September 2018 - 21:24 WIB

UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMSU yang sudah terakreditasi B memberikan keringanan potongan uang kuliah sebanyak 50 persen kepada para ...