Kamis, 16 Agustus 2018 | 11.39 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Tragis! Siswi SMA Negeri 11 Dibantai di Kamar Mandi (Dinding Penuh Cipratan Darah, Mulut & Tangan Terikat)

Tragis! Siswi SMA Negeri 11 Dibantai di Kamar Mandi (Dinding Penuh Cipratan Darah, Mulut & Tangan Terikat)

Sabtu, 20 Januari 2018 - 02:47 WIB

IMG-50384

Kondisi Anggi Sapitri saat ditemukan. (Arvin/metro24jam.com)

PERCUT, metro24jam.com – Warga Tembung geger! Tepatnya di Jalan Satria, Gang Buntu 4, Pasar 10 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, kehebohan itu berawal dari jerit tangis sambil meminta tolong seorang wanita paruh baya yang biasa disapa Ani (46) oleh warga di sana, Jum’at (19/1/2018) sekira jam 19.00 wib. Rumah No 12 dikawasan itu pun sontak dipenuhi warga setelah mendengar teriakan jerit tangis Ani.

Di dalam kamar mandi, warga melihat anak kedua Ani, Anggi Safitri Tanjung (17), siswi SMA Negri 11 Medan Tembung, telah tewas bersimbah darah.

Saat pertama kali ditemukan, Anggi tewas dengan posisi di dalam ember plastik penampung air dengan kondisi mulut dan tangan terikat kain, serta wajah berlumuran darah.

Bercak darah terlihat berceceran di pintu kamar, juga di tembok rumah. Diduga kuat, Anggi sengaja dihabisi dengan menghantamkan kepalanya ke dinding rumah.

“Rumahnya dan kamar-kamar berserakan. Selain mukanya hancur penuh luka, di perutnya juga ada bekas tusukan,” kata Surya (18), seorang warga di sana yang sempat melihat kondisi Anggi seusai ditemukan orangtua korban.

Melihat kondisi putrinya itu, Ani sempat pingsan beberapa kali. Ketika sadar, ibu tiga anak ini kembali menangis tak henti sembari menyebut-nyebut nama putrinya.

“Anggi…Anggi. Tega kali lah yang buat gini. Macam binatang anak ku dibunuh. Gak ada perikemanusiaannya,” ucap Ani terus menangis histeris.

Dari para tetangga diketahui, Anggi ditemukan oleh kedua orangtuanya sudah dalam kondisi tewas di dalam kamar mandi rumahnya. Sebelum itu, Anggi diketahui sedang sendirian di dalam rumah, karena kedua orangtuanya sejak pagi berangkat kerja dan pulang jelang magrib itu.

“Setiap pagi kedua orangtuanya pergi kerja dan pulangnya magrib tadi. Di situ lah baru tau anaknya sudah meninggal. Kakaknya masih kuliah dan adiknya pergi belum pulang sekolah,” beber tetangga sebelah rumah korban dan Nuri (18).

Kedua orangtua Anggi baru mengetahui putrinya tewas setelah berhasil mendobrak pintu rumahnya yang terkunci. “Tadi didobrak pintunya baru bisa masuk,” kata tetangga lagi.

Terkait kematian tragis Anggi, warga bahkan berani memastikan kalau remaja putri itu sengaja dibunuh.

“Pasti dibunuh. Kami gak tau dia punya pacar atau tidak, tapi kawan-kawan sekolahnya pernah datang dan masuk ke rumah itu. Kalau keluarganya ramah, anaknya pun periang. Mereka baru sekitar 2 tahun tinggal di sini,” sebut Susi (39), tetangga korban lainnya.

Warga juga menduga, kalau korban dihabisi saat kedua orangtuanya dan saudara lain tengah pergi sejak pagi tadi. “Mayatnya sudah kaku, darahnya pun mengering, ku rasa dibunuh sejak pagi atau siang tadi,” timpal Surya, lagi yang langsung dimintai keterangannya oleh polisi.

Dari amatan wartawan, sejak jasad korban ditemukan magrib itu, ratusan masyarakat terus berkumpul memadati lokasi untuk melihat langsung.

Ibu korban histeris dan beberapa kali pingsan. (Arvin/metro24jam.com)

Bahkan selain kerabat dan para warga di sana, beberapa teman sekolah Anggi juga terlihat datang dan hiteris ke rumah korban.

Dari pengakuan, teman sekolahnya, korban merupakan murid periang dan banyak digemari serta aktif dalam kegiatan organisasi sekolah.

“Kami gak nyangka bang, teman kami ini baik dan ramah. Sebenarnya kami sudah masuk sekolah tadi bang, tapi dia belum masuk karena sakit. Padahal, rencananya kami akan ngadakan pramuka ke Brastagi di Bukit Kubu,” ungkap Nani Khairani Nst dan Falen, yang merupakan teman sebangku Anggi di sekolah.

Beberapa jam, setelah polisi melakukan olah TKP membantu Tim Inafis Polrestabes Medan yang didatangkan, akhirnya jasad Anggi dibawa ke RS Bhayangkara Medan, guna dilakukan otopsi.

“Sabar ya, masih dalam penyelidikan,” kata Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Philip A Purba, di lokasi kejadian. (vin/rif)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lagi Heboh! Ada Pohon Randu ‘Kencing’ di Rembang
Metro 24 Jam - Kamis, 16 Agustus 2018 - 07:52 WIB

Lagi Heboh! Ada Pohon Randu ‘Kencing’ di Rembang

Warga Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Rembang, sejak Selasa (14/8/2018) kemarin dihebohkan fenomena unik. Sebatang pohon randu tiba-tiba bisa menyemburkan air, ...
2 Tahun Berdiri, PT Todo Raka Prawira Semakin Mendapat Kepercayaan Mitra Usaha
BISNIS - Kamis, 16 Agustus 2018 - 07:14 WIB

2 Tahun Berdiri, PT Todo Raka Prawira Semakin Mendapat Kepercayaan Mitra Usaha

PT Todo Raka Prawira, perusahaan yang bergerak di bidang Eksternal Leasing Mitra Jasa, merayakan HUT ke-2 di Cafe OH 5 ...
Tak ke Laut Utang ‘Mandosak’, Jual Sabu Saufi ke Balik ‘Jarojak’
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:36 WIB

Tak ke Laut Utang ‘Mandosak’, Jual Sabu Saufi ke Balik ‘Jarojak’

Tak ke laut utang mandosak (mendesak). Demikian sepenggal pepatah di daerah pesisir Asahan. Seperti bunyinya, berdalih mencari tambahan, Muhammad Saufi ...
Meninggal Dunia Usai Latihan, Siska Susanti ‘Menunaikan Tugas Pengabdian Sampai Nafas Terakhir’
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:19 WIB

Meninggal Dunia Usai Latihan, Siska Susanti ‘Menunaikan Tugas Pengabdian Sampai Nafas Terakhir’

Kepergiaan Siska Susanti (18), siswi kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Wasliyah, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, menyisakan duka mendalam bagi keluarga ...
Kasihan…! Pengemudi Betor Ini Tewas Gara-gara Kesetrum Busi
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:11 WIB

Kasihan…! Pengemudi Betor Ini Tewas Gara-gara Kesetrum Busi

Kasihan...! Pria ini meregang nyawa saat memperbaiki becak bermotor miliknya di Jalan Datuk Kabu Pasar III, Desa Tembung, Percut Sei ...
Terkait OTT ASN Inspektorat dan Kades, Inspektur Batubara Diperiksa Selama 3 Jam
Metro 24 Jam - Rabu, 15 Agustus 2018 - 22:00 WIB

Terkait OTT ASN Inspektorat dan Kades, Inspektur Batubara Diperiksa Selama 3 Jam

Dua orang pejabat Inspektorat diperiksa polisi, menyusul 3 oknum ASN yang terjaring OTT bebearpa waktu lalu. Salah satunya adalah Inspektur ...