Sabtu, 22 September 2018 | 18.02 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Beredar Isu Perekrutan Dari Luar, Puluhan Tenaga Magang Datangi RSUD

Beredar Isu Perekrutan Dari Luar, Puluhan Tenaga Magang Datangi RSUD

Sabtu, 13 Januari 2018 - 03:23 WIB

IMG-49751

Puluhan tenaga magang saat bertemu dengan manajemen RSUD. (Elisbet/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Puluhan tenaga magang Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (BLUD RSUD) Djasamen Saragih berunjuk rasa di lingkungan rumah sakit pemerintah tersebut. Mereka kembali meminta kepastian menjadi pegawai tetap. Apalagi, ada isu berkembang bahwa pengangkatan pegawai dikatakan justru dari luar, Jumat (12/1/2018) sekira jam 09.00 Wib.

“Sebanyak 55 orang yang terdaftar di SBSI meminta pengangkatan tenaga BLUD. Pengangkatan bukan justru dari luar karena masih banyak tenaga magang yang sudah lama bekerja dan itu yang harus diangkat,” ucap Henny pengurus SBSI melalui orasinya.

Dikatakan, bahwa sebanyak 75 orang yang ada saat ini harus diprioritaskan pengangkatannya. Para tenaga magang menilai bahwa pihak rumah sakit sengaja membuat ujian sebelum mengangkat dan menempatkan menjadi pegawai BLUD RSUD untuk menyingkirkan mereka. Padahal, bicara soal kemampuan mereka menyatakan siap membuktikannya, karena rata-rata sudah bekerja antara empat sampai delapan tahun.

Kehadiran para tenaga magang tersebut yang didampingi SBSI dengan Ketua Ramlan Sinaga diterima Wakil Direktur III, Ronny Sinaga, karena Dirut BLUD RSUD Djasamen Saragih tidak berada di tempat. Selanjutnya, dilakukan pertemuan di salah satu ruangan. Namun, tak lama kemudian Dirut dr Susanti akhirnya hadir.

Pada pertemuan tersebut, Ramlan Sinaga mengatakan bahwa kedatangan mereka untuk mempertanyakan isu yang beredar mengenai pengangkatan pegawai dengan sistem ujian dan adanya pegawai akan diterima di luar dari tenaga magang.

Mendengar hal itu, Dirut BLUD RSUD, dr Susanti mengakui jika sistem rekrutmen sedang dipersiapkan dan telah diterbitkan Surat Keputusan (SK) tim pelaksana seleksi.

“Ini sedang bekerja. Tentunya akan diangkat yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Asal itu sesuai dengan peraturan. Untung saat ini datang (para tenaga magang dan SBSI) sehingga issu yang beredar itu bisa dijawab,” katanya.

Wakil Direktur III Rony Sinaga menjelaskan bahwa pengangkatan pegawai harus memiliki kriteria dan sedang dipikirkan apa solusi untuk melakukan rekrutmen. Untuk itu Ronny meminta agar mereka diberi kepercayaan menentukan pegawai yang terbaik apalagi jumlah TM ada 75 orang sementara yang dibutuhkan hanya 50 orang.

“Mungkin bulan Februari baru bisa kita lakukan dan kita tidak bisa mengangkat sesuka-suka karena ada peraturan yang mengikatnya. Kami mau memberikan harapan baru, bukan janji palsu. Untuk itu mari kita saling menghargai agar bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Bendahara SBSI, Lina Pakpahan, meminta agar pihak rumah sakit tidak memberhentikan seorang pun TM dan soal upah dikatakan bisa disesuaikan dengan keuangan RSUD tanpa harus berpatokan ke UMK.

Sementara, Ramlan Sinaga justru balik bertanya balik kepada jajaran direksi apakah selama sekitar 10 tahun ini para tenaga magang tidak teruji? Tidak digaji juga Ramlan mengatakan sudah siap.

Selanjutnya, dr Susanti mengatakan bahwa kebijakan yang akan dilakukan sudah berdasarkan saran Walikota dan seleksi supaya tidak ada titip-titipan. Dia juga mengaku sudah koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan terkait dengan UMK.

Berkaitan dengan seleksi, menurut dr Susanti hanya berupa psikotes apakah masih punya nalar atau naluri yang baik.

“Jadi di sana tidak ada yang dipelajari. Itu alami dari diri kita. Kalau kita memang hidup lempang yang baik hasilnya. Karena pertanyaan terkait kehidupan sehari-hari. Jadi yang dilihat itu hanya jiwanya. Bentuk ujiannya juga akan kita sesuaikan dengan kondisi tenaga magang di sini. Kalau dari hati saya semua mau diangkat tetapi kami sudah dikunci Disnaker,” terangnya.

Apa yang disampaikan jajaran direksi malah dinilai tidak berpihak kepada tenaga magang dan hanya salah satu upaya untuk menyinggirkan secara tidak langsung. Untuk itu, Ramlan meminta agar Direksi BLUD RSUD Djasamen Saragih menangguhkan para tenaga magang hingga kemampuan rumah sakit untuk menggaji dapat berjalan sesuai ketentuan peraturan.

Setelah pertemuan itu berjalan dengan argumentasi panjang, akhirnya tenaga magang bersama SBSI yang mendampingi dengan jajaran Direksi BLUD sepakat akan berkoordinasi kembali soal rencana penetapan upah. (els)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 15:20 WIB

Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya

Personel Polsek Patumbak mengamankan seorang oknum polisi gadungan dari kediamannya, Perumahan Lembayung Asri No 52, Jalan Pertahanan, Gang Lembayun, ...
Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 14:59 WIB

Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi

Personel Polres Siantar mengamankan seorang pelajar inisial AH (16), karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap agama Kristendengan kalimat yang tak ...
5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 03:01 WIB

5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit

Sabar Prianto alias Anto (34), warga Dusun 1, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, ditangkap personel Polsek Teluk Mengkudu, Kamis ...
Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK  Melepuh
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 02:45 WIB

Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK Melepuh

Satu unit boat pukat tarik mini yang sedang mencari ikan di perairan sekitar wilayah Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Batubara, ...
Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar
BISNIS - Sabtu, 22 September 2018 - 01:06 WIB

Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar

Pria yang akrab disapa Wak Keteng ini, kesehariannya hanya sebagai penjaga kos-kosan Pondok Joy, di Jalan Panyabungan, Kelurahan Timbang Galung, ...
UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2
Metro 24 Jam - Jumat, 21 September 2018 - 21:24 WIB

UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMSU yang sudah terakreditasi B memberikan keringanan potongan uang kuliah sebanyak 50 persen kepada para ...