Sabtu, 22 September 2018 | 18.43 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Paten! Pilgubsu Tanpa Tengku Erry, Shohibul: Memang Pantas Ditinggal

Paten! Pilgubsu Tanpa Tengku Erry, Shohibul: Memang Pantas Ditinggal

Rabu, 10 Januari 2018 - 16:55 WIB

IMG-49539

Shohibul Anshor Siregar. (Ihsan/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Banyak pihak yang ikut terhenyak mendapati kenyataan, bahwa Tengku Erry Nuradi dipastikan tidak ikut Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018. Apalagi, sudah tiga pasangan yang mendaftar ke KPU Sumut; Edy-Ijeck, JR-Ance dan Djarot-Sihar.

Otomatis, tak ada tempat untuk Tengku Erry di dalam gelanggang Pilgubsu. Hal itu dianggap sesuatu yang menyedihkan, sehingga ramai reaksi masyarakat yang “meratapi” kegagalan petahana itu.

Namun, pengamat politik dan sosial Sumut, Shohibul Anshor Siregar menganggap kegagalan suami Evi Diana Erry Nuradi Sitorus itu merupakan sesuatu yang “wajar”. Terlebih, setelah melihat gaya dan komunikasi Tengku Erry yang kemudian menjadi faktor yang menyebabkan dirinya pantas ditinggal oleh partai sendiri maupun partai pendukung.

“Saya kira hasil yang kita dapati hari ini bukan hal yang mengejutkan, karena faktor itu ada pada Tengku Erry sendiri,” katanya, Rabu (10/1/2018) jam 09.00 WIB.

Faktor yang sangat disayangkan itu adalah figuritas, networking dan budgeting. Shohibul merinci tiap-tiap faktor tersebut. Faktor figuritas yang dimaksud adalah bahwa sosok Tengku Erry Nuradi tidak punya body language sebagai sosok pemimpin yang enerjik dan penuh ide apalagi semangat, sehingga tidak menciptakan chemistry dengan partai politik atau orang-orang yang berperan penting dalam pengambil keputusan.

“Dia sangat pede (percaya diri/over confident) bahwa dia adalah gubernur, makanya tidak memunculkan kesan sebagai pemimpin yang diidamkan,” ujarnya.

Sedangkan faktor networking adalah bahwa jejaring yang dibangun Tengku Erry selama ini masih lemah. Selain itu, juga masih berbasis kepentingan primordialis dan pragmatis. Hal itu membuatnya terlihat kaku dalam mengambil keputusan-keputusan yang taktis sehingga tidak tepat dan bahkan terkesan seremonial belaka.

“Lagi-lagi karena dia gubernur sehingga sepertinya semua orang butuh dengan dirinya. Kan tidak semua orang rela dipandang sebelah mata. Dia lupa kalau jabatan gubernur itu tidak selamanya. Makanya, kita lihat hari ini, dia ditinggal partai sendiri dan partai-partai yang sejak awal mendukung,” urainya.

Masih terkait dengan dua faktor di atas, mantan Bupati Serdangbedagai ini juga kerap mengecewakan publik dalam pengelolaan keuangan (budgeting) daerah ini. Bahkan, right men on the right place yang digaungkan bersama jargon Sumut Paten tidak sepenuhnya dilakukan dengan benar.

Shohibul mengingatkan kembali tentang bongkar-pasang sejumlah SKPD atau kepala dinas. Ada yang diancam akan dicopot, lalu tidak jadi dan ada yang didesak dicopot, malah tidak dipakukan. Bahkan ada kesan, politik balas jasa dan balas dendam dengan mengganti perangkat rezim Gatot Pujonugroho dengan orang-orang Serdangbedagai.

“Ya masih karena dia merasa gubernur, jadi semua orang butuh dia. Padahal, seharusnya dengan jabatan gubernur itulah dia bisa berbuat banyak dan memberikan sebuah legacy (sesuatu yang bisa diwariskan dan akan dikenang) dalam sejarah. Tapi hari ini, akan menjadi sejarah juga bahwa dia tidak jadi maju dalam Pilgubsu 2018 ini,” pungkasnya.

Sementara beberapa waktu lalu, Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan ST sangat kasihan dengan apa yang dialami Tengku Erry. Dia mengatakan bahwa Tengku Erry “dibantai” secara kejam dalam sebuah eksekusi yang dia sebut dengan brutalisme politik. Tengku Erry ditinggal partainya dan partai pendukung, meski sudah deklarasi besar-besaran yang menyatakan dukungan terhadap dirinya.

Sutrisno melihat, masih ada sisa-sisa sisi kebaikan pada Tengku Erry yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai sesuatu energi yang besar. Bahkan dia mengusulkan agar DPP PDI Perjuangan “memungut” Tengku Erry menjadi wakil Djarot.

Tapi, pada akhirnya, permintaan Sutrisno ini tak dikabulkan Megawati Soekarno Putri yang lebih memilih Sihar Sitorus untuk maju mendampingi Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgubsu 2018. (san)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 15:20 WIB

Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya

Personel Polsek Patumbak mengamankan seorang oknum polisi gadungan dari kediamannya, Perumahan Lembayung Asri No 52, Jalan Pertahanan, Gang Lembayun, ...
Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 14:59 WIB

Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi

Personel Polres Siantar mengamankan seorang pelajar inisial AH (16), karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap agama Kristendengan kalimat yang tak ...
5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 03:01 WIB

5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit

Sabar Prianto alias Anto (34), warga Dusun 1, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, ditangkap personel Polsek Teluk Mengkudu, Kamis ...
Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK  Melepuh
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 02:45 WIB

Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK Melepuh

Satu unit boat pukat tarik mini yang sedang mencari ikan di perairan sekitar wilayah Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Batubara, ...
Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar
BISNIS - Sabtu, 22 September 2018 - 01:06 WIB

Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar

Pria yang akrab disapa Wak Keteng ini, kesehariannya hanya sebagai penjaga kos-kosan Pondok Joy, di Jalan Panyabungan, Kelurahan Timbang Galung, ...
UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2
Metro 24 Jam - Jumat, 21 September 2018 - 21:24 WIB

UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMSU yang sudah terakreditasi B memberikan keringanan potongan uang kuliah sebanyak 50 persen kepada para ...