Sabtu, 22 September 2018 | 18.24 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Neta S Pane: Djarot Maju, PDIP Hina Warga Sumut

Neta S Pane: Djarot Maju, PDIP Hina Warga Sumut

Kamis, 4 Januari 2018 - 20:49 WIB

IMG-49072

Neta S Pane (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Munculnya Djarot Saiful Hidayat sebagai Bakal Calon Gubernur untuk Pilgubsu 2018, dikatakan merupakan penghinaan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap warga Sumatera Utara.

Pandangan itu disampaikan langsung Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, kepada Metro24Jam, Kamis (4/11/2018).

Mantan Redaktur Pelaksana Harian Merdeka itu menilai, bahwa dengan pencalonan Djarot, PDIP yang mengaku sebagai partai Wong Cilik, sudah menghina masyarakat Sumut. Penghinaan itu menurut Neta, dikarenakan ketidakmampuan PDIP membangun kader kepemimpinan PDIP di kawasan ini.

“Megawati sudah menghina masyarakat Sumut. Kenapa saya mengatakan PDIP dan Megawati sudah menghina masyarakat Sumut? Ini tak lain karena sejak dulu Sumut adalah gudangnya kader-kader dan calon pemimpin bangsa. Tokoh tokoh pers, para pejuang, pemimpin politik dan lain-lain untuk negeri ini banyak yang lahir dari Sumut,” sebut Neta S Pane saat diwawancarai lewat aplikasi WhatsApp, Kamis (4/1/2018), jam 20.00 Wib.

Menurut Neta, banyak bukti bahwa putra-putri asal Sumut berhasil di kancah perpolitikan nasional. Salah satunya adalah almarhum H Adam Malik, yang pernah menjadi wakil presiden.

“Sekarang pun banyak tokoh-tokoh muda di Sumut. Walikota Pematangsiantar misalnya, adalah tokoh muda potensial Sumut saat ini,” lanjut Neta.

Pendapat itu bukan tanpa alasan. Sebagai Redaktur Pelaksana di Harian Merdeka selama 9 tahun (1984 s/d 1993), dan sejumlah media lain di Jakarta, Neta mengaku tetap mengikuti dinamika politik nasional dari waktu ke waktu.

“Di PDIP pun banyak anak-anak Sumut yg potensial untuk jadi tokoh masional. Lalu kenapa PDIP dan Megawati tidak melihat kenyataan ini dan tidak memberi kesempatan pada kader-kadernya di Sumut untuk menjadi calon gubernur?” cetus Neta lagi.

“Apakah karena kurang peka dan tidak peduli dengan Sumut atau sengaja mau menghina warga Sumut? Sehingga dengan gagah berani memunculkan nama Djarot yang sudah “afkir” dari Jakarta untuk calon Gubernur Sumut?” tanyanya beretorika.

Bagi Neta, tindakan politik PDIP ini adalah suatu blunder atau kecerobohan luar biasa yang dilakukan partai pemenang Pemilu 2014.

Djarot memang belum secara resmi mendapat rekomendasi untuk maju di Pilgub Sumut. Kemungkinan hal itu ditetapkan pada 7 Januari 2018 mendatang oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

Namun, berdasarkan analisa politik, Neta menilai, jika nama Djarot muncul, bisa dipastikan mantan Gubernur DKI itu akan keok dalam pertarungannya di Sumatera Utara.

“Selain dukungan suara PDIP yang tidak memadai untuk Jarot, dalam budaya politik Jawa ada yang namanya ‘Jago Pedotan’. Yakni ayam jago yang sudah kalah dalam aduan langsung dibawa ke kedai Gudeg untuk di sayur. Sebab kalau diadu lagi pasti akan kalah,” sambung Neta lagi.

Fakta itu, menurut Neta, bisa dilihat dari banyaknya tokoh-tokoh yang kalah dalam pemilihan dan ketika ikut lagi, hasilnya tak akan berbeda, tetap kalah.

“Salah satu yang merasakan stigma “Jago Pedotan” itu, ya Megawati di Pilpres 2004. Fenomena ini sepertinya juga akan dialami Djarot,” katanya.

Sambungnya lagi, jika itu terjadi, maka diprediksi dampaknya adalah pada perolehan suara PDIP di Sumut pada Pemilu 2019.

“Dengan adanya kasus Djarot ini saya berharap warga Sumut membuka mata lebar-lebar bahwa di Sumut masih banyak tokoh yang berkualitas karena Sumut memang gudangnya para tokoh dan Sumut tidak butuh figur yang ‘afkiran’,” pungkasnya.

Pendapat itu tentunya berlawanan dengan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Medan, Hasyim SE. Dia menilai apa yang diputuskan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, merupakan langkah yang tepat.

Ia beralasan bahwa Djarot adalah sosok yang diyakini bisa membawa perubahan di Sumatera ke depan, karena sudah terbukti bisa menjadi pemimpin yang kerja keras, bersih, dan jujur dan sudah banyak pengalaman. (asp)

BACA JUGA:
Djarot Direkomendasikan Maju, PDIP Medan Siap Berjuang


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 15:20 WIB

Sering Ngaku Polisi, Pria Ini Ditangkap Polisi Betulan di Rumahnya

Personel Polsek Patumbak mengamankan seorang oknum polisi gadungan dari kediamannya, Perumahan Lembayung Asri No 52, Jalan Pertahanan, Gang Lembayun, ...
Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 14:59 WIB

Posting Ujaran Kebencian Agama Melalui Facebook, Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi

Personel Polres Siantar mengamankan seorang pelajar inisial AH (16), karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap agama Kristendengan kalimat yang tak ...
5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 03:01 WIB

5 Bulan Lalu Lolos Saat Disergap Satpam Kebon, Pria Ini Tertangkap Saat akan Kembali Curi Sawit

Sabar Prianto alias Anto (34), warga Dusun 1, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, ditangkap personel Polsek Teluk Mengkudu, Kamis ...
Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK  Melepuh
Metro 24 Jam - Sabtu, 22 September 2018 - 02:45 WIB

Biat Pukat Tarik Mini Dibakar, 4 ABK Melepuh

Satu unit boat pukat tarik mini yang sedang mencari ikan di perairan sekitar wilayah Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Batubara, ...
Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar
BISNIS - Sabtu, 22 September 2018 - 01:06 WIB

Kegigihan Wak Keteng, Jaga Kos-kosan Nyambi Pengerajin Pot Bunga di Siantar

Pria yang akrab disapa Wak Keteng ini, kesehariannya hanya sebagai penjaga kos-kosan Pondok Joy, di Jalan Panyabungan, Kelurahan Timbang Galung, ...
UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2
Metro 24 Jam - Jumat, 21 September 2018 - 21:24 WIB

UMSU Dorong Anggota PFI Medan Kuliah S2

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMSU yang sudah terakreditasi B memberikan keringanan potongan uang kuliah sebanyak 50 persen kepada para ...