Minggu, 6 Desember 2020 | 00.39 WIB
MGID BANNER
Metro24Jam>News>Si Jagal Sekeluarga di Mabar Ikhlas Dihukum Mati, Pembunuh Tersadis 2017 Menangis…

Si Jagal Sekeluarga di Mabar Ikhlas Dihukum Mati, Pembunuh Tersadis 2017 Menangis…

Sabtu, 30 Desember 2017 - 08:43 WIB

IMG-48806
Reklam Flip
Loading...

PENGADILAN, metro24jam.com – Ingat Andi Lala, pembunuh sekeluarga di Mabar, Medan Deli, April lalu? Kemarin (29/12/2017), sang jagal bengis itu malah berlinang air mata. Laki dari Lubuk Pakam itu menangis seiring mendengar penetapan tuntutan mati terhadapnya.

Pada kisah pembantaian 8 bulan lalu itu, Andi Lala alias Andi Matalata, si tukang las dari Lubuk Pakam itu terbukti melakukan pembunuhan sadis dan berencana terhadap 5 anggota sebuah keluarga yang bermukim di Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli, itu.

Berstatus suami, istri, mertua dan anak, 5 orang yang dihabisi Andi Lala itu adalah Riyanto (40), Sri Ariyani (35), Sumarni (60), serta Naya (13) dan Gilang (8). Dari aksi pembantaian itu, Kinara (4), anak bungsu pasangan Riyanto – Sri Ariyani, selamat meski kondisinya saat itu kritis.

“Menuntut, meminta kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara supaya menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Andi Lala alias Andi Matalata dengan pidana mati,” tegas jaksa penuntut (JPU) Kadlan di hadapan majelis hakim diketuai Dominggus Silaban.

Jaksa Kadlan menyebut Andi Lala terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. “Hal yang memberatkan, perbuatan Andi Lala merampas dan menghilangkan nyawa 5 orang serta satu orang mengalami luka berat,” tandas Kadlan.

Selain Andi Lala, jaksa juga menuntut 2 terdakwa lain, yakni Andi Sahputra alias Andi Keleng dan Roni Anggara alias Roni. Andi dituntut selama 20 tahun penjara, sementara Roni dituntut bui seumur hidup. “Kedua terdakwa terbukti turut serta dalam melakukan pembunuhan berencana tersebut,” imbuh Kadlan.

Dalam dakwaan jaksa, Maret 2017 atau sebulan sebelum aksi pembantaiannya, Andi Lala diketahui menyerahkan uang Rp 5 juta kepada temannya, Rianto, guna membeli sabu. Itu terjadi karena sebelumnya Rianto berjanji membantu membeli sabu pada temannya.

Tapi hingga beberapa hari kemudian, Rianto malah tidak menyerahkan sabu itu pada Andi Lala. Asal ditagih Andi Lala, dia selalu berkelit dengan ragam alasan. “Alasan Rianto itu membuat Andi Lala merasa sakit hati dan dendam sehingga timbul niat untuk membunuh korban,” jelas Kadlan.

Usai mendengar tuntutan jaksa, majelis hakim lalu menunda sidang hingga Senin 8 Januari 2018. Persidangan di awal tahun baru itu sedianya beragendakan pembelaan (pledoi) dari 3 terdakwa lewat sang penasehat hukum.

Sementara, atas tuntutan mati terhadapnya, dengan mata berkaca-kaca Andi Lala mengaku ikhlas jika dihukum mati. Meski mengaku agak berat, Andi menyebut akan menerima takdir pahit tersebut.

“Agak berat tuntutan itu, tapi saya ikhlas. Kalau itu memang takdir saya,” katanya kepada wartawan saat diboyong ke sel tahanan sementara di Pengadilan Negeri Medan.

Andi Lala sangat menyesalkan tuntutan tinggi JPU juga diberikan kepada keponakannya. Menurutnya, Roni tidak ada ikut melakukan pembunuhan terhadap Rianto dan keluarganya.

“Yang saya sesalkan kenapa keponakan saya gak berbuat tapi dituntut setinggi itu. Saya mohon maaf kepada keluarga besar saya yang ditinggalkan,” ujar Andi Lala. Ia juga memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim. “Minimal seumur hidup,” pintanya.

Pembunuh Jadi Pembantai Sadis
Jaksa Kadlan ternyata menuntut Andi Lala dengan pidana mati atas 2 kasus pembunuhan berencana. Selain kasus pembunuhan terhadap Rianto dan keluarganya, Andi Lala juga terlibat pembunuhan terhadap Suherman alias Iwan Kakek.

Aksi pembunuhan berencana terhadap Iwan Kakek terjadi di Lubuk Pakam. Dalam dakwaan jaksa penuntut, pembunuhan terhadap Iwan Kakek berawal dari temuan aksi selingkuh antara laki itu dengan Ny Reni Safitri, istri Andi Lala. Perselingkuhan itu bahkan telah membuat Reni dan Iwan Kakek 7 kali bersetubuh -lazimnya suami istri.

Tak nyana, perselingkuhan itu kemudian diketahui Andi Lala. “Bukan menceraikan istrinya, Andi Lala malah mengajak Reni Safitri untuk melampiaskan dendamnya dengan membunuh Iwan Kakek,” imbuh Kadlan. Di situ, Andi Lala mengatur siasat guna menghabisi Iwan Kakek.

Ceritanya, sebelum pembunuhan terjadi, Reni Safitri mengundang Iwan Kakek ke rumahnya. Itu terjadi malam Ramadhan 12 Juli 2015. Saat itu, pada Iwan Kakek, Reni mengaku suaminya tengah ke Dairi. Begitulah. Iwan yang terjebak, setiba di rumah cewek gelapnya itu langsung dihabisi Andi Lala dengan palu.

“Pembunuhan terjadi saat warga sedang salat Tarawih,” sebut Kadlan. Usai membantai, tengah malam di bulan suci itu, dibantu temannya, Irfan, Andi Lala memboyong mayat laki penidur istrinya itu ke kawasan Karang Jati, Deli Serdang. Di situ, bersama motor yang dikendarai Iwan Kakek saat mendatangi Reni, mayat korban jagal itu pun dibuang ke dalam parit.

Peristiwa itu sengaja dibuat Andi Lala agar kematian Iwan Kakek diyakini akibat kecelakaan lalu lintas. Besok paginya, temuan mayat Iwan Kakek segera menghebohkan warga di sana, lalu polisi memastikan kematian itu tidak normal. (rez)

BACA JUGA:
Psikopat, Andi Lala Pernah Membunuh Bersama Istri!
6 Hari Bersembunyi, Andi Lala Ditangkap di Riau, Melawan Terpaksa Ditembak

KOMENTAR ANDA
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Kasat Lantas Polres Simalungun Ajak Wartawan Edukasi Masyarakat Keselamatan Berlalulintas

Kasat Lantas Polres Simalungun Ajak Wartawan Edukasi Masyarakat Keselamatan Berlalulintas

Menempati jabatan baru sebagai Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Hendrik F Aritonang SIK, mengajak wartawan mensosialisasikan edukasi keselamatan berlalulintas kepada ...
Air Sungai Kuala Namu Meluap, Puluhan Rumah di Lubukpakam Mulai Terendam Banjir

Air Sungai Kuala Namu Meluap, Puluhan Rumah di Lubukpakam Mulai Terendam Banjir

Debit air Sungai Kuala Namu Kecamatan Lubukpakam terus meningkat sejak Jum'at (4/12/2020) malam hingga Sabtu (5/12/2020). Bahkan saat ini, air ...
Banjir di Aceh Utara Meluas ke Sejumlah Kecamatan, Begini Kondisi Teranyar

Banjir di Aceh Utara Meluas ke Sejumlah Kecamatan, Begini Kondisi Teranyar

Banjir yang melanda sejumlah desa di Kemukiman Lhoksukon Teungoh Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara terus meluas hingga Sabtu (05/12/2020) sore. ...
Hanyut Saat Mandi di Aliran Sungai Bejangkar Ujung Padang, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Hanyut Saat Mandi di Aliran Sungai Bejangkar Ujung Padang, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Seorang bocah perempuan ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Bejangkar, Huta II Nagori Riah Naposo, Kecamatan Ujung Padang, Simalungun, Jum'at ...
Krueng Peuto Meluap, Banjir Rendam Sejumlah Desa di Kemukiman Lhoksukon Teungoh

Krueng Peuto Meluap, Banjir Rendam Sejumlah Desa di Kemukiman Lhoksukon Teungoh

Sejumlah desa di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peutoe di Kemukiman Lhoksukon Teungoh (LT), Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara ...
Dua Pemuda Curi Sapi Kepergok Warga di Bandar Huluan, 1 Tertangkap, 1 Lagi Kabur

Dua Pemuda Curi Sapi Kepergok Warga di Bandar Huluan, 1 Tertangkap, 1 Lagi Kabur

Seorang remaja nyaris dimassa warga setelah tertangkap basah mencuri sapi di Simpang Tiga, Nagori Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan, Simalungun, ...
Reklam Sticky Ads
Reklam Inread
MGID

Loading…


Awie
Jawa Elektrik
ReklamStore Scroll