Selasa, 7 Juli 2020 | 09.55 WIB
Metro24Jam>News>Terduga Pelaku Pembunuhan Nelayan Tak Takut Sama Polisi

Terduga Pelaku Pembunuhan Nelayan Tak Takut Sama Polisi

Senin, 28 November 2016 - 06:54 WIB

Loading...

BELAWAN, metro24jam.com – Khairuddin alias Enden, nakhoda kapal ikan PT Jasa Hasil Laut Gabion Belawan, warga lingkungan 23, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, yang diduga merupakan satu dari sejumlah pelaku pembunuhan 4 nelayan pancing asal Kelurahan Bagan Deli, sesumbar tidak takut dengan proses hukum.

“Aku tidak takut sama polisi. Jendreal sekalipun aku tidak takut. Silakan aja mau lapor ke mana. Sekarang kalian (wartawan) ke luar,” kata Enden sambil memukul dinding rumahnya untuk mengusir wartawan yang tengah mengkonfirmasinya, Minggu (27/11).

Perilaku kasar Enden sempat memantik amarah wartawan. Namun untungnya, beberapa wartawan lainnya berupaya untuk melerai, sehingga tidak terjadi keributan.

Diberitakan sebelumnya, karena tak jelasnya penanganan kasus tewasnya Rajali Abdi (42), Fachruddin Ahmad (38), Hamdani (43), dan Muhammad Zein (43), 4 nelayan pancing asal Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, yang ditangani Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sumut, berujung ke Mabes Polri.

Dengan keluarnya dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian No.R/1938/X/2016/Itwasum tanggal 28 Oktober 216 yang diteruskan Irwasum Mabes Polri, Komjen Pol Taufik Nurhidayat, pihak keluarga korban berharap, agar pelaku pembunuhan keempat nelayan tersebut bisa segera ditangkap.

“Kami (keluarga korban) merasa lega atas jawaban Kapolri yang menindaklanjuti pengaduan ahli waris. Kami berharap kebenaran segera terungkap dan semua pelaku yang terlibat pembunuhan itu ditangkap,” ungkap Muhammad Amin, salah seorang keluarga korban kepada wartawan, Rabu (23/11), jam 16.00 wib.

Diketahui sebelumnya, 4 nelayan pancing asal Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, yakni Rajali Abdi, Fahruddin Ahmad, Muhammad Zein, dan Hamdani, dilaporkan ketiga istri korban, Nurhayati, Juli Manurung dan Dina ke Ditpolari Polda Sumut dengan nomor laporan: STPL/08/II/2016/Ditpolair itu.

Namun sampai sekarang, kasus itu tak kunjung tuntas. Ditpolair Polda Sumut tak mampu menangkap para pelaku pembunuhan keempat nelayan itu.

“Kita heran dengan Ditpolair, titik terang hilangnya 4 nelayan pancing asal Bagan Deli saat melaut itu sudah jelas, banyak pihak memberikan masukan pada penyidik Polair. Anehnya tak seorangpun yang ditangkap, padahal 200 orang dapat dijadikan saksi bahkan bisa tersangka atas hilangnya 4 nelayan pancing tersebut. Parahnya, saksi sekaligus yang disebut-sebut sebagai pelaku Agus alias Doyok sudah diperiksa, tapi penyidik Polair tak menangkapnya. Luar biasa Polair ini,” kata A Ahmad, anggota Forum Komunikasi Wartawan Indonesia ketika ditemui kru koran ini beberapa waktu lalu.

Dia membeberkan, terungkapnya pembantaian 4 nelayan pancing yang melibatkan 9 nakhoda kapal ikan pukat langgar gudang Cerewet Gabion Belawan, berawal dari pengakuan Agus alias Doyok yang diduga merupakan salah seorang dari 9 pelaku. Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Penindakan dan Penegakan Hukum Ditpolair Polda Sumut, AKBP Sudung yang dikonfirmasi kru koran ini via seluler, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus itu.

“Perkaranya masih dalam penyelidikan dan ditangani. Dalam pengungkapan perkara itu, dibutuhkan kerjasama antar pihak untuk mengungkap pelakunya. Dalam penetapan pelaku pidana, diperlukan bukti permulaan yang cukup. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga yang diduga sebagai korban untuk memberikan penjelasan tentang perkembangan penanganan kasusnya. Kami berharap kasus tersebut dapat segera terungkap, dan kepada pihak-pihak yang mengetahui tentang peristiwa pidana tersebut dapat menyampaikan info dengan bukti pendukung kepada penyidik kami guna ditindaklanjuti,” Kata Sudung via pesan singkat.(nik)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Saksi Pembunuhan Ditahan Selama 5 Hari, Warga Geruduk Mapolsek Percut Sei Tuan

Saksi Pembunuhan Ditahan Selama 5 Hari, Warga Geruduk Mapolsek Percut Sei Tuan

Ratusan warga Jalan Sidomulyo, Desa Bandar Klippa, berunjukrasa ke Mapolsek Percut Sei Tuan, Jalan Letda Sujono, Medan, Senin (6/7/2020) sore. ...
Ibu dan Anak Asal Balige Dinyatakan Positif, Pasien Covid-19 di Toba Bertambah 2 Orang

Ibu dan Anak Asal Balige Dinyatakan Positif, Pasien Covid-19 di Toba Bertambah 2 Orang

Dua warga asal Kelurahan Sangkar Nihuta, Kecamatan Balige, dinyatakan positif Covid-19, Senin (6/7/2020). Kedua pasien tersebut, RMS (43) dan RS ...
Fortuner Oleng Tabrak Pohon Lalu ‘Disambut’ Innova (Katanya Rombongan Sekwan DPRD SU), TKP: Jalinsum Batubara

Fortuner Oleng Tabrak Pohon Lalu ‘Disambut’ Innova (Katanya Rombongan Sekwan DPRD SU), TKP: Jalinsum Batubara

Dua unit mobil bertabrakan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Petatal, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Senin (06/07/2020), sekira pukul 16:30 ...
Tunggu Pembeli Sabu Sambil Jongkok di Jalan TVRI Siantar, Pria Ini ‘Pasrah’ Disergap Polisi

Tunggu Pembeli Sabu Sambil Jongkok di Jalan TVRI Siantar, Pria Ini ‘Pasrah’ Disergap Polisi

Satuan Narkoba Polres Pematang Siantar kembali menangkap seorang pengedar sabu-sabu, Minggu (5/7/2020) malam. Tersangka bernama Suranta (44), diciduk polisi tak ...
Tuntut Rekan Mereka yang Sudah Sebulan Dirawat Dipulangkan, Warga Tanjung Hataran Unjukrasa ke RSUD Perdagangan

Tuntut Rekan Mereka yang Sudah Sebulan Dirawat Dipulangkan, Warga Tanjung Hataran Unjukrasa ke RSUD Perdagangan

Ratusan warga Nagori (Desa) Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, berunjukrasa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Perdagangan, Kecamatan Bandar, ...
Ditangkap Pegang Sabu-sabu, ASN Pemko Siantar Divonis 5,5 Tahun Penjara

Ditangkap Pegang Sabu-sabu, ASN Pemko Siantar Divonis 5,5 Tahun Penjara

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar menjatuhkan vonis 5 tahun 6 bulan penjara kepada terdakwa Nurita Ningsih Hasibuan alias Ningsih (52). Wanita ...
Loading...
Awie

Loading…