Selasa, 12 November 2019 | 03.07 WIB
Metro24Jam>News>Terduga Pelaku Pembunuhan Nelayan Tak Takut Sama Polisi

Terduga Pelaku Pembunuhan Nelayan Tak Takut Sama Polisi

Senin, 28 November 2016 - 06:54 WIB

BELAWAN, metro24jam.com – Khairuddin alias Enden, nakhoda kapal ikan PT Jasa Hasil Laut Gabion Belawan, warga lingkungan 23, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, yang diduga merupakan satu dari sejumlah pelaku pembunuhan 4 nelayan pancing asal Kelurahan Bagan Deli, sesumbar tidak takut dengan proses hukum.

“Aku tidak takut sama polisi. Jendreal sekalipun aku tidak takut. Silakan aja mau lapor ke mana. Sekarang kalian (wartawan) ke luar,” kata Enden sambil memukul dinding rumahnya untuk mengusir wartawan yang tengah mengkonfirmasinya, Minggu (27/11).

Perilaku kasar Enden sempat memantik amarah wartawan. Namun untungnya, beberapa wartawan lainnya berupaya untuk melerai, sehingga tidak terjadi keributan.

Diberitakan sebelumnya, karena tak jelasnya penanganan kasus tewasnya Rajali Abdi (42), Fachruddin Ahmad (38), Hamdani (43), dan Muhammad Zein (43), 4 nelayan pancing asal Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, yang ditangani Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sumut, berujung ke Mabes Polri.

Dengan keluarnya dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian No.R/1938/X/2016/Itwasum tanggal 28 Oktober 216 yang diteruskan Irwasum Mabes Polri, Komjen Pol Taufik Nurhidayat, pihak keluarga korban berharap, agar pelaku pembunuhan keempat nelayan tersebut bisa segera ditangkap.

“Kami (keluarga korban) merasa lega atas jawaban Kapolri yang menindaklanjuti pengaduan ahli waris. Kami berharap kebenaran segera terungkap dan semua pelaku yang terlibat pembunuhan itu ditangkap,” ungkap Muhammad Amin, salah seorang keluarga korban kepada wartawan, Rabu (23/11), jam 16.00 wib.

Diketahui sebelumnya, 4 nelayan pancing asal Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, yakni Rajali Abdi, Fahruddin Ahmad, Muhammad Zein, dan Hamdani, dilaporkan ketiga istri korban, Nurhayati, Juli Manurung dan Dina ke Ditpolari Polda Sumut dengan nomor laporan: STPL/08/II/2016/Ditpolair itu.

Namun sampai sekarang, kasus itu tak kunjung tuntas. Ditpolair Polda Sumut tak mampu menangkap para pelaku pembunuhan keempat nelayan itu.

“Kita heran dengan Ditpolair, titik terang hilangnya 4 nelayan pancing asal Bagan Deli saat melaut itu sudah jelas, banyak pihak memberikan masukan pada penyidik Polair. Anehnya tak seorangpun yang ditangkap, padahal 200 orang dapat dijadikan saksi bahkan bisa tersangka atas hilangnya 4 nelayan pancing tersebut. Parahnya, saksi sekaligus yang disebut-sebut sebagai pelaku Agus alias Doyok sudah diperiksa, tapi penyidik Polair tak menangkapnya. Luar biasa Polair ini,” kata A Ahmad, anggota Forum Komunikasi Wartawan Indonesia ketika ditemui kru koran ini beberapa waktu lalu.

Dia membeberkan, terungkapnya pembantaian 4 nelayan pancing yang melibatkan 9 nakhoda kapal ikan pukat langgar gudang Cerewet Gabion Belawan, berawal dari pengakuan Agus alias Doyok yang diduga merupakan salah seorang dari 9 pelaku. Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Penindakan dan Penegakan Hukum Ditpolair Polda Sumut, AKBP Sudung yang dikonfirmasi kru koran ini via seluler, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus itu.

“Perkaranya masih dalam penyelidikan dan ditangani. Dalam pengungkapan perkara itu, dibutuhkan kerjasama antar pihak untuk mengungkap pelakunya. Dalam penetapan pelaku pidana, diperlukan bukti permulaan yang cukup. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga yang diduga sebagai korban untuk memberikan penjelasan tentang perkembangan penanganan kasusnya. Kami berharap kasus tersebut dapat segera terungkap, dan kepada pihak-pihak yang mengetahui tentang peristiwa pidana tersebut dapat menyampaikan info dengan bukti pendukung kepada penyidik kami guna ditindaklanjuti,” Kata Sudung via pesan singkat.(nik)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 00:03 WIB

Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan

Aksi tawuran berkepanjangan antar kelompok warga di Kelurahan Tanjung Tiram, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, disebut sudah mendapat perhatian dari pihak ...
Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:47 WIB

Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?

Sepanjang tahun 2019, angka stunting balita di dua nagori (desa) di Kabupaten Simalungun, tercatat mengalami peningkatan. Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, ...
Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:00 WIB

Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas

Seorang wanita meninggal dunia di kediamannya di kawasan Afdeling VI Kebun Bah Jambi, Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, ...
CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:43 WIB

CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!

Pemerintah Kabupaten Asahan membuka pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun ini, mulai Senin (11/11/2019) hingga 24 November ...
Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:27 WIB

Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP

Pangulu (Kades) Nagori Sibaganding mengundang sejumlah masyarakat dalam Rapat Rencangan Kerja Pemerintah (RKP) TA 2020 dengan tujuan mendukung program pemerintah ...
Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 21:09 WIB

Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam

Kematian Rili Kemit--Kepala Desa Ketangkuhen, Sibolangit, Deliserdang--masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Temuan sebilah pisau yang menancap di dada pria berusia 57 ...
Loading...

Loading…