Rabu, 19 Juni 2019 | 22.11 WIB
Metro24Jam>News>Terduga Pelaku Pembunuhan Nelayan Tak Takut Sama Polisi

Terduga Pelaku Pembunuhan Nelayan Tak Takut Sama Polisi

Senin, 28 November 2016 - 06:54 WIB

BELAWAN, metro24jam.com – Khairuddin alias Enden, nakhoda kapal ikan PT Jasa Hasil Laut Gabion Belawan, warga lingkungan 23, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, yang diduga merupakan satu dari sejumlah pelaku pembunuhan 4 nelayan pancing asal Kelurahan Bagan Deli, sesumbar tidak takut dengan proses hukum.

“Aku tidak takut sama polisi. Jendreal sekalipun aku tidak takut. Silakan aja mau lapor ke mana. Sekarang kalian (wartawan) ke luar,” kata Enden sambil memukul dinding rumahnya untuk mengusir wartawan yang tengah mengkonfirmasinya, Minggu (27/11).

Perilaku kasar Enden sempat memantik amarah wartawan. Namun untungnya, beberapa wartawan lainnya berupaya untuk melerai, sehingga tidak terjadi keributan.

Diberitakan sebelumnya, karena tak jelasnya penanganan kasus tewasnya Rajali Abdi (42), Fachruddin Ahmad (38), Hamdani (43), dan Muhammad Zein (43), 4 nelayan pancing asal Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, yang ditangani Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sumut, berujung ke Mabes Polri.

Dengan keluarnya dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian No.R/1938/X/2016/Itwasum tanggal 28 Oktober 216 yang diteruskan Irwasum Mabes Polri, Komjen Pol Taufik Nurhidayat, pihak keluarga korban berharap, agar pelaku pembunuhan keempat nelayan tersebut bisa segera ditangkap.

“Kami (keluarga korban) merasa lega atas jawaban Kapolri yang menindaklanjuti pengaduan ahli waris. Kami berharap kebenaran segera terungkap dan semua pelaku yang terlibat pembunuhan itu ditangkap,” ungkap Muhammad Amin, salah seorang keluarga korban kepada wartawan, Rabu (23/11), jam 16.00 wib.

Diketahui sebelumnya, 4 nelayan pancing asal Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, yakni Rajali Abdi, Fahruddin Ahmad, Muhammad Zein, dan Hamdani, dilaporkan ketiga istri korban, Nurhayati, Juli Manurung dan Dina ke Ditpolari Polda Sumut dengan nomor laporan: STPL/08/II/2016/Ditpolair itu.

Namun sampai sekarang, kasus itu tak kunjung tuntas. Ditpolair Polda Sumut tak mampu menangkap para pelaku pembunuhan keempat nelayan itu.

“Kita heran dengan Ditpolair, titik terang hilangnya 4 nelayan pancing asal Bagan Deli saat melaut itu sudah jelas, banyak pihak memberikan masukan pada penyidik Polair. Anehnya tak seorangpun yang ditangkap, padahal 200 orang dapat dijadikan saksi bahkan bisa tersangka atas hilangnya 4 nelayan pancing tersebut. Parahnya, saksi sekaligus yang disebut-sebut sebagai pelaku Agus alias Doyok sudah diperiksa, tapi penyidik Polair tak menangkapnya. Luar biasa Polair ini,” kata A Ahmad, anggota Forum Komunikasi Wartawan Indonesia ketika ditemui kru koran ini beberapa waktu lalu.

Dia membeberkan, terungkapnya pembantaian 4 nelayan pancing yang melibatkan 9 nakhoda kapal ikan pukat langgar gudang Cerewet Gabion Belawan, berawal dari pengakuan Agus alias Doyok yang diduga merupakan salah seorang dari 9 pelaku. Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Penindakan dan Penegakan Hukum Ditpolair Polda Sumut, AKBP Sudung yang dikonfirmasi kru koran ini via seluler, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus itu.

“Perkaranya masih dalam penyelidikan dan ditangani. Dalam pengungkapan perkara itu, dibutuhkan kerjasama antar pihak untuk mengungkap pelakunya. Dalam penetapan pelaku pidana, diperlukan bukti permulaan yang cukup. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga yang diduga sebagai korban untuk memberikan penjelasan tentang perkembangan penanganan kasusnya. Kami berharap kasus tersebut dapat segera terungkap, dan kepada pihak-pihak yang mengetahui tentang peristiwa pidana tersebut dapat menyampaikan info dengan bukti pendukung kepada penyidik kami guna ditindaklanjuti,” Kata Sudung via pesan singkat.(nik)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Bocah Kelas 6 SD Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi, TKP: Silakkidir
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 22:09 WIB

Bocah Kelas 6 SD Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi, TKP: Silakkidir

Muhammad Iqbal Anshori (13),ditemukan tersangkut di saluran irigasi belakang rumahnya, di Nagori Silakkidir, Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun, dalam kondisi ...
Berharap Dapat Upah Saat Antar 900 Gram Sabu, Pria Ini Rupanya Ditunggu Polisi
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 21:43 WIB

Berharap Dapat Upah Saat Antar 900 Gram Sabu, Pria Ini Rupanya Ditunggu Polisi

Riki Pratama, warga Jalan Kepodang I Nomor 372, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, hanya bisa pasrah saat dituntut Jaksa ...
Sengketa Pemilu Dapil 2 Deliserdang, Sidang Agenda Konklusi, Pelapor Optimis Menang
- Rabu, 19 Juni 2019 - 21:00 WIB

Sengketa Pemilu Dapil 2 Deliserdang, Sidang Agenda Konklusi, Pelapor Optimis Menang

Sidang Sengketa Pemilu dapil 2 Deliserdang kembali dilanjutkan dengan agenda konklusi (kesimpulan) di ruang sidang Kantor Bawaslu Deliserdang, Jalan Tanjung ...
Jurtul Togel Terima Dihukum 1 Tahun Penjara, “Saya Capek Sidang!”
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 20:48 WIB

Jurtul Togel Terima Dihukum 1 Tahun Penjara, “Saya Capek Sidang!”

Juru tulis (jurtul) Togel, Syapril (34), langsung menerima putusan majelis hakim yang menjatuhkan hukuman 1 tahun pidana penjara kepada dirinya. ...
12 Pekan Setelah Digigit Anjing, Warga Nauli Baru Meninggal Dunia
Metro 24 Jam - Rabu, 19 Juni 2019 - 20:41 WIB

12 Pekan Setelah Digigit Anjing, Warga Nauli Baru Meninggal Dunia

Setelah selama 12 pekan berjuang melawan virus rabies, korban gigitan anjing Sarmati boru Purba (42), menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ...
Didakwa Korupsi Pembangunan Tugu Mejuah-juah, Dirut CV Akonas Dituntut 1,5 Tahun
- Rabu, 19 Juni 2019 - 20:19 WIB

Didakwa Korupsi Pembangunan Tugu Mejuah-juah, Dirut CV Akonas Dituntut 1,5 Tahun

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dapot Manurung dan Hendrianto menuntut Direktur Utama (Dirut) CV Askonas Konstruksi Utama, Roy Hefry Simorangkir (38) ...
Loading...

Loading…