Jumat, 20 Juli 2018 | 06.06 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Masuk ke Taman Mejuah-Juah Masih Bayar, OPD Pariwisata Abaikan Keputusan Bupati?

Masuk ke Taman Mejuah-Juah Masih Bayar, OPD Pariwisata Abaikan Keputusan Bupati?

Rabu, 11 Juli 2018 - 22:43 WIB

IMG-59492

Bupati Karo Terkelin Brahmana saat berada di Taman Mejuah - Juah Brastagi. (ist/metro24jam.com)

BERASTAGI, metro24jam.com – Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau langsung Taman Mejuah-Juah Berastagi, sekaligus melihat fasilitas umum yang tersedia di dalam taman tersebut, Rabu (11/7/2018), sekira jam 11.30 Wib

Pada peninjauan tersebut, Bupati merasa sedih dan malu, sebab sudah lama menggulirkan terkait penggunaan Taman Menjuah-Juah dibebaskan masuk tanpa bayar alias gratis bagi pengunjung. Namun, tak kunjung ada reaksi dan aksi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pariwisata Karo untuk menindaklanjuti program Pemkab yang digaungkan sejak lama.

“Apa ruginya kalau kita tidak tarik PAD masuk ke dalam Taman Mejuah-Juah tersebut?. Demi kepentingan masyarakat, agar masyarakat dapat menikmati fasilitas bersama keluarga, dan anak-anaknya untuk bersantai ria menikmati udara yang sejuk,” sebut Bupati Terkelin Brahmana.

“Dengan menikmati keademan di dalam taman serta pemandangannya yang diklaim sebagai salah satu destinasi objek wisata alam terbaik, yang menjadi salah satu unggulan di Karo yang didirikan oleh pemerintah. Ini alasan tujuan saya ke mari. SebabĀ , tidak selamanya pemerintah menarik dana PAD, jika tidak berpihak kepada masyarakat,” imbuhnya.

Kedatangangan Bupati didampingi Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kadis PU PR Paten Purba, Kadis Parawisata Mulia Barus, Kabid Lingkungan Hidup Hotman Brahmana, Djoko Sujarwanto Kabag Humas Protokoler Djoko Sujarwanto.

Dikatakan Terkelin, memang untuk mencabut Perda yang telah ada, harus ada kajian terlebih dulu agar tidak menyalahi azas hukum tata negara dan memperhatikan beberapa asas di antaranya, kepastian hukum, akuntabiltas, kecermatan dan kehati-hatian.

“Penghapusan Perda ini, segera ajukan ke BPKPAD Karo dan selalu monitor perkembangannya, Bappeda dan pihak dari Pariwisata saya tugaskan untuk ikuti itu. Saya minta bulan September 2018 sudah dapat kita ajukan ke DPRD Karo, supaya bulan Desember 2018 ini minimal masyarakat sudah tidak lagi bayar masuk ke Taman Mejuah-Juah,” tegas Terkelin.

“Saya berprinsip utamakan pelayanan umum yang menyentuh masyarakat. Jangan sebagai ASN, di pikiran kita hanya mengolah cara mendapatkan duit, lupa menyejahterakan masyarakat. Sebab hidup ini adalah kesempatan, berbuatlah dan bekerja dengan baik, ihklas dan tidak kerja ngasal,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda, Nasib Sianturi mengatakan, merujuk UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (UU Pemda), hanya ada tiga alasan suatu Perda dapat dibatalkan baik secara komulatif maupun alternatif. Yakni, apabila Perda tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi kepentingan umum dan/atau kesusilaan.

“Nah salah satunya kepentingan umum dapat menjadikan tolak ukur seperti yang disampaikan Bupati tadi. Sebagai pintu masuk Perda nomor 5 tahun 2012 dapat dicabut, demi kepentingan masyarakat banyak,” terangnya.

Sedangkan Kadis Pariwisata Mulia Barus mengatakan, apa yang disampaikan Bupati terkait pencabutan Perda, sudah dilayangkan kepada Dinas BPKPAD Karo, agar dipelajari dan diteliti.

“Untuk seterusnya, nanti kita ajukan ke DPRD Karo agar Perda nomor 5 tahun 2012 tentang pengutipan retribusi ke Taman Mejuah-Juah, dengan argumen dan alasan yang sudah disebutkan pak Bupati dan Pak Bappeda tadi,” ucapnya. (bay)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
BRI Gelar Evaluasi dan Monitoring Penyaluran BPNT Bersama Agen Brilink
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 03:21 WIB

BRI Gelar Evaluasi dan Monitoring Penyaluran BPNT Bersama Agen Brilink

BRI Cabang Kisaran mengajak agen Brilink-nya yang tersebar di tiga kabupaten, masing-masing Asahan, Tanjungbalai dan Batubara untuk duduk bersama dalam ...
Tanding Futsal, Tim Pemenang Katanya Dipukuli Belasan Orang, Nyaris Diamuk Orang Sekampung
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 03:11 WIB

Tanding Futsal, Tim Pemenang Katanya Dipukuli Belasan Orang, Nyaris Diamuk Orang Sekampung

Suasana di Kenanga Futsal, Jalan Bunga Kenanga, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, mendadak riuh. Dua tim yang ...
Banting Stir Jadi Pengecer Sabu, Nelayan Terciduk di Rumahnya
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 02:25 WIB

Banting Stir Jadi Pengecer Sabu, Nelayan Terciduk di Rumahnya

Penghasilan sebagai nelayan mulai seret. Kadang melaut, terkadang tidak. Alhasil Sukma Pauji Hasibuan alias Pauji (21) jadi gelap mata. Tergiur ...
“Abang Sangat Menyayangi Kalian Berdua Sampai Mati”: Lelaki Itu Pun Gantung Diri
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 02:04 WIB

“Abang Sangat Menyayangi Kalian Berdua Sampai Mati”: Lelaki Itu Pun Gantung Diri

Seorang pria bernama Dedi Siswanto (31) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung dengan seutas tali nilon, di kediamannya, Komplek Jakarta, Dusun ...
Ditabrak KA di Lintasan Tanpa Palang, Istri Sekarat, Suami Tewas di Tempat
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Juli 2018 - 21:23 WIB

Ditabrak KA di Lintasan Tanpa Palang, Istri Sekarat, Suami Tewas di Tempat

Malang tak dapat ditolak. Itulah yang terjadi pada pasangan suami istri yang sehari-harinya berjualan ikan asin ini. Keduanya tertabrak kereta ...
Air Tirtadeli Mati Lagi, Warga Meminta Bupati Copot Direkturnya
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Juli 2018 - 20:28 WIB

Air Tirtadeli Mati Lagi, Warga Meminta Bupati Copot Direkturnya

Air PDAM Tirtadeli Deliserdang kembali 'mandek'. Sebelumnya pada bulan Juni 2018 lalu, yang bertepatan dengan Ramadhan, air dari pipa PDAM ...