Jumat, 20 Juli 2018 | 06.08 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Perampokan BTPN Tembung, Ada Kelalaian SOP Karyawan? Ini Penjelasan OJK Sumbagut

Perampokan BTPN Tembung, Ada Kelalaian SOP Karyawan? Ini Penjelasan OJK Sumbagut

Selasa, 10 Juli 2018 - 19:27 WIB

IMG-59435

Seseorang sempat berkomunikasi dengan Satpam bank sebelum perampokan. (Arvin/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Aksi perampokan bersenpi yang melenyapkan dana pensiun berjumlah Rp148 juta di kantor BTPN cabang Tembung, disebut-sebut ada kelalaian Standard Operational Procedur (SOP) yang dilakukan karyawan bank BTPN.

Banyak kalangan mempertanyakan tingkat pengamanan yang begitu rendah di bank tersebut. Pasalnya, saat terjadi perampokan, di dalam gedung bank BTPN cabang Tembung berlantai III tersebut hanya terdapat 2 orang karyawan.

Di lokasi bank juga diketahu tidak ada pengamanan ganda, seperti polisi dan pengaman ahli (satpam bersenjata) yang dipersiapkan.

Terkait hal itu, Yovvi Sukandar selaku Humas OJK KR5 Sumbagut mengatakan, akan di dalam oleh timnya. “Masih sedang didalami oleh tim,” kata Yovvi, kepada wartawan, Selasa (10/7/2018) sore.

Mengenai tidak adanya pengaman dari kepolisian, Yovvi menjelaskan bahwa penggunaan jasa keamanan dalam (Kamdal) sepenuhnya merupakan kewenangan manajemen bank dalam menilai kecakapan kualitasnya dan dengan berbagai pertimbangan manajemen yang telah dievaluasi sejak awal.

“OJK tidak mengharuskan bank untuk memilih dan juga tidak merekomendasikan provider jasa keamanan tertentu dalam rangka pengamanan internal bank. Namun demikian, hal tersebut tidak menggugurkan kewajiban bank untuk tetap melakukan upaya mitigasi seluruh risiko keamanan yang patut diindentifikasi sejak awal,” akunya.

Dijelaskannya, penggunaan tenaga keamanan dalam (Kamdal) merupakan salah satu upaya dalam rangka mitigasi ‘risk event’ yang bersumber dari potensi gangguan keamanan.

“Dalam hal diperlukan, bank dapat saja memilih provider jasa Kamdal yang dinilai bank dapat memenuhi tuntutan kebutuhan keamanan bisnis operasionalnya,” sebutnya.

Karyawan Sempat Layani 3 Nasabah

Terkait perampokan yang terjadi di kantor Bank BTPN cabang Tembung, Jalan Medan Batang Kuis, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (10/7/2018) pagi, OJK mengaku menerima laporan aksi itu terjadi sekitar jam 08.40 Wib.

Sebelum kejadian itu, menurut Humas OJK KRS5 Sumbagut, kegiatan atau pelayanan perbankan telah dilaksanakan terhadap 3 nasabah. Namun demikian, saat dugaan perampokan terjadi tidak terdapat nasabah di dalam gedung bank.

“Setelah melayani 3 nasabah, di dalam gedung nasabah sudah keluar/pergi. Saat kejadian, terdapat 1 petugas keamanan internal bank, dan tidak terdapat korban jiwa ataupun luka,” ungkapnya.

Hingga sore ini, sambung Yovvi, pihak bank masih menginvetarisasi nominal kerugian yg dialami.

Ditanya mengenai kebenaran pihak bank sudah mengasuransikan kerugian terkait peristiwa tersebut, dibenarkan Humas OJK.

“Seluruh nominal terduga kerugian akibat dugaan perampokan dimaksud telah masuk dalam lingkup penjaminan asuransi kas bank. Sehingga mitigasi risiko operasional yang bersumber dari risk event dugaan perampokan dimaksud telah dimitigasi,” tegasnya.

Untuk itu, sambungnya, OJK KR5 Sumbagut bersama dengan pihak bank masih berkoordinasi terkait penanganan risk event yang sedang dialami kantor bank tersebut serta tetap menghormati proses penyelidikan yang sedang dilaksanakan oleh pihak kepolisian. (vin)

BACA JUGA:
Perampokan BTPN Tembung: Ini Penjelasan Polrestabes Medan, Pelayanan Dihentikan Sementara


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
BRI Gelar Evaluasi dan Monitoring Penyaluran BPNT Bersama Agen Brilink
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 03:21 WIB

BRI Gelar Evaluasi dan Monitoring Penyaluran BPNT Bersama Agen Brilink

BRI Cabang Kisaran mengajak agen Brilink-nya yang tersebar di tiga kabupaten, masing-masing Asahan, Tanjungbalai dan Batubara untuk duduk bersama dalam ...
Tanding Futsal, Tim Pemenang Katanya Dipukuli Belasan Orang, Nyaris Diamuk Orang Sekampung
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 03:11 WIB

Tanding Futsal, Tim Pemenang Katanya Dipukuli Belasan Orang, Nyaris Diamuk Orang Sekampung

Suasana di Kenanga Futsal, Jalan Bunga Kenanga, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, mendadak riuh. Dua tim yang ...
Banting Stir Jadi Pengecer Sabu, Nelayan Terciduk di Rumahnya
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 02:25 WIB

Banting Stir Jadi Pengecer Sabu, Nelayan Terciduk di Rumahnya

Penghasilan sebagai nelayan mulai seret. Kadang melaut, terkadang tidak. Alhasil Sukma Pauji Hasibuan alias Pauji (21) jadi gelap mata. Tergiur ...
“Abang Sangat Menyayangi Kalian Berdua Sampai Mati”: Lelaki Itu Pun Gantung Diri
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 02:04 WIB

“Abang Sangat Menyayangi Kalian Berdua Sampai Mati”: Lelaki Itu Pun Gantung Diri

Seorang pria bernama Dedi Siswanto (31) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung dengan seutas tali nilon, di kediamannya, Komplek Jakarta, Dusun ...
Ditabrak KA di Lintasan Tanpa Palang, Istri Sekarat, Suami Tewas di Tempat
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Juli 2018 - 21:23 WIB

Ditabrak KA di Lintasan Tanpa Palang, Istri Sekarat, Suami Tewas di Tempat

Malang tak dapat ditolak. Itulah yang terjadi pada pasangan suami istri yang sehari-harinya berjualan ikan asin ini. Keduanya tertabrak kereta ...
Air Tirtadeli Mati Lagi, Warga Meminta Bupati Copot Direkturnya
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Juli 2018 - 20:28 WIB

Air Tirtadeli Mati Lagi, Warga Meminta Bupati Copot Direkturnya

Air PDAM Tirtadeli Deliserdang kembali 'mandek'. Sebelumnya pada bulan Juni 2018 lalu, yang bertepatan dengan Ramadhan, air dari pipa PDAM ...