Sabtu, 21 April 2018 | 14.56 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Warga Ramunia Mengadu kepada Sihar: “Kami Sudah Lama Diintimidasi”

Warga Ramunia Mengadu kepada Sihar: “Kami Sudah Lama Diintimidasi”

Selasa, 17 April 2018 - 15:11 WIB

IMG-56114

Sihar Sitorus mendengarkan keluhan warga korban sengketa tanah Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang, Senin (16/4/18). (ist/metro24jam.com)

PANTAI LABU, metro24jam.com – Warga Desa Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang menyampaikan penderitaan yang mereka rasakan akibat sengketa lahan yang terjadi selama ini kepada Sihar Sitorus dengan harapan mereka bisa dibantu.

Warga menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir mereka tidak henti-henti diintimidasi sejumlah oknum. Mereka mengaku sejak sengketa lahan itu, intimidasi terus terjadi yang membuat mereka semakin tertekan.

“Kami sangat tertindas, kami tidak tahu harus berbuat apa-apa. Sebab kami hanya korban dari perampasan. Tanah itu milik kami dan sekarang dipagari dan kami tidak bisa keluar, kami harus memanjat,” beber Samsiah (50), seorang ibu berhijab kepada kepada Sihar.

Samsiah mengatakan, bahwa mereka menolak perampasan tanah itu. Sejak tiga tahun terakhir, listrik di rumah mereka sudah diputus akibat melawan. Yang lebih menyakitkan lagi, lahan mereka juga ditembok sehingga mereka merasa benar-benar terpenjara.

“Kami bolak-balik diintimidasi dan kami tidak tahu mau mengadu pada siapa. Kami berharap bapak memperhatikan nasib kami,” jelasnya.

Senada dengan itu, Iran (60), warga Dusun Ramunia, Desa Ramunia, Kecamatan Pantai Labu lainnya juga mengatakan hal sama.

Secara singkat Iran menceritakan bahwa tanah itu adalah milik mereka. Dulu tanah itu dikuasai Belanda. Sejak Indonesia merdeka, mereka menguasai lahan itu.

Melalui proses yang cukup panjang, pada tahun 1956 Menteri Agraria pada masa itu memberikan mereka kartu kepemilikan. Namun belakangan, banyak konflik yang terjadi dan ada oknum yang mengambil alih tanah tersebut.

“Oknum dari petugas negara mengambil lahan itu, bahkan kami diintimidasi terus menerus. Kami tidak merampas tanah, tetapi kami mempertahankan tanah kami,” katanya.

Open Manurung, seorang warga lainnya bahkan sempat terlihat dibentak-bentak dalam salah satu pemberitaan media TV nasional, karena demo mempertahankan tanah tersebut.

Open mengatakan, bahwa dia sangat tertekan atas tindakan tersebut. Alasannya pada waktu itu Medan harus bersih, karena Presiden ingin berkunjung. Waktu itu mereka tidak tahu harus mengadu kemana lagi.

“Bahkan gubernur pada masa itu justru mengolok-olok kami dan mengatakan kami merampas tanah,” katanya.

Setelah menerima curhatan mereka, Sihar Sitorus mengatakan bahwa banyak persoalan tanah di Sumut yang tidak selesai. Karena itu wakil Djarot Saiful Hidayat tersebut mengatakan bahwa pasangan mereka akan memprioritaskan penuntasan masalah tanah yang ada di Sumut.

Karena hal tersebut mengakibatkan banyak korban. Yang pasti menurut calon yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, masyarakat harus sama-sama berjuang dalam menuntaskan persoalan yang ada saat ini.

“Ini bukan hanya di Deliserdang, kita akan bergerak cepat menuntaskan persoalan yang terjadi saat ini apabila sudah terpilih nanti,” katanya. (*/san)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 05:05 WIB

Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar

Waktu makan siang yang dimanfaatkan Sihar Sitorus untuk mengunjungi pusat perbelanjaan di Medan ternyata mengundang perhatian sejumlah pengunjung. Kedatangan Calon ...
Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 04:59 WIB

Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat

Hukuman Savita Linda Hora Panjaitan selaku mantan bendahara pemenangan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan Periode 2015-2020 yakni Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma, ...
Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:35 WIB

Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut

Sudah lebih seminggu kreta milik Uba Pasaribu hilang digasak maling. Hingga kini, Polsek Medan Sunggal tak kunjung berhasil menemukan pelaku ...
Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:27 WIB

Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun

Wira Pranata alias Tompel, terdakwa pemilik 8 paket sabu, divonis selama 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) ...
Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:18 WIB

Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes

Pemerintahan Kota (Pemko) Siantar melantik pejabat Eselon III dan IV di ruang data Balai Kota, Jalan Merdeka. Komite Pemerhati Aparatur ...
Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:05 WIB

Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut

Pertemuan pembahasan rencana revitalisasi Pasar Horas antara Aliansi Pedagang Balerong, Kaki Lima dan Kios Tempel (Balimbel) dengan Perusahaan Daerah Pasar ...