Rabu, 18 Juli 2018 | 01.44 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Warga Ramunia Mengadu kepada Sihar: “Kami Sudah Lama Diintimidasi”

Warga Ramunia Mengadu kepada Sihar: “Kami Sudah Lama Diintimidasi”

Selasa, 17 April 2018 - 15:11 WIB

IMG-56114

Sihar Sitorus mendengarkan keluhan warga korban sengketa tanah Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang, Senin (16/4/18). (ist/metro24jam.com)

PANTAI LABU, metro24jam.com – Warga Desa Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang menyampaikan penderitaan yang mereka rasakan akibat sengketa lahan yang terjadi selama ini kepada Sihar Sitorus dengan harapan mereka bisa dibantu.

Warga menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir mereka tidak henti-henti diintimidasi sejumlah oknum. Mereka mengaku sejak sengketa lahan itu, intimidasi terus terjadi yang membuat mereka semakin tertekan.

“Kami sangat tertindas, kami tidak tahu harus berbuat apa-apa. Sebab kami hanya korban dari perampasan. Tanah itu milik kami dan sekarang dipagari dan kami tidak bisa keluar, kami harus memanjat,” beber Samsiah (50), seorang ibu berhijab kepada kepada Sihar.

Samsiah mengatakan, bahwa mereka menolak perampasan tanah itu. Sejak tiga tahun terakhir, listrik di rumah mereka sudah diputus akibat melawan. Yang lebih menyakitkan lagi, lahan mereka juga ditembok sehingga mereka merasa benar-benar terpenjara.

“Kami bolak-balik diintimidasi dan kami tidak tahu mau mengadu pada siapa. Kami berharap bapak memperhatikan nasib kami,” jelasnya.

Senada dengan itu, Iran (60), warga Dusun Ramunia, Desa Ramunia, Kecamatan Pantai Labu lainnya juga mengatakan hal sama.

Secara singkat Iran menceritakan bahwa tanah itu adalah milik mereka. Dulu tanah itu dikuasai Belanda. Sejak Indonesia merdeka, mereka menguasai lahan itu.

Melalui proses yang cukup panjang, pada tahun 1956 Menteri Agraria pada masa itu memberikan mereka kartu kepemilikan. Namun belakangan, banyak konflik yang terjadi dan ada oknum yang mengambil alih tanah tersebut.

“Oknum dari petugas negara mengambil lahan itu, bahkan kami diintimidasi terus menerus. Kami tidak merampas tanah, tetapi kami mempertahankan tanah kami,” katanya.

Open Manurung, seorang warga lainnya bahkan sempat terlihat dibentak-bentak dalam salah satu pemberitaan media TV nasional, karena demo mempertahankan tanah tersebut.

Open mengatakan, bahwa dia sangat tertekan atas tindakan tersebut. Alasannya pada waktu itu Medan harus bersih, karena Presiden ingin berkunjung. Waktu itu mereka tidak tahu harus mengadu kemana lagi.

“Bahkan gubernur pada masa itu justru mengolok-olok kami dan mengatakan kami merampas tanah,” katanya.

Setelah menerima curhatan mereka, Sihar Sitorus mengatakan bahwa banyak persoalan tanah di Sumut yang tidak selesai. Karena itu wakil Djarot Saiful Hidayat tersebut mengatakan bahwa pasangan mereka akan memprioritaskan penuntasan masalah tanah yang ada di Sumut.

Karena hal tersebut mengakibatkan banyak korban. Yang pasti menurut calon yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, masyarakat harus sama-sama berjuang dalam menuntaskan persoalan yang ada saat ini.

“Ini bukan hanya di Deliserdang, kita akan bergerak cepat menuntaskan persoalan yang terjadi saat ini apabila sudah terpilih nanti,” katanya. (*/san)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Sambut HBA-58 dan HUT IAD-18, Kejari Deliserdang Bagikan 1.000 Nasi Bungkus
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 01:36 WIB

Sambut HBA-58 dan HUT IAD-18, Kejari Deliserdang Bagikan 1.000 Nasi Bungkus

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencari simpatik masyarakat dalam menyambut Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-58 tahun dan HUT Ikatan ...
Pengedar Sabu Ditembak Mati: Jaringan Rizal Cs dan Kasus 14 Kg Sabu di Namorambe
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 01:23 WIB

Pengedar Sabu Ditembak Mati: Jaringan Rizal Cs dan Kasus 14 Kg Sabu di Namorambe

Salah satu terduga jaringan pengedari sabu yang ditembak mati oleh polisi, Selasa (17/7/2018), merupakan bagian dari jaringan Rizal, yang sebelumnya ...
Maling Kreta Kualat! Sering Beraksi di Masjid, Ditembak Polisi
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 00:57 WIB

Maling Kreta Kualat! Sering Beraksi di Masjid, Ditembak Polisi

Sekali maen berhasil, duo kawanan maling kreta jadi ketagihan. Kemarin, aksi keduanya berakhir setelah ditembak tim anti bandit Polres Binjai ...
Pengedar Sabu Ditembak Mati, Ini Penjelasan Kapolrestabes Medan
Metro 24 Jam - Selasa, 17 Juli 2018 - 21:50 WIB

Pengedar Sabu Ditembak Mati, Ini Penjelasan Kapolrestabes Medan

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan meringkus 3 pengedar sabu asal Aceh di Jalan Rakyat, Kecamatan Medan Timur, Selasa (17/7/2018) pagi ...
Jelang Penutupan, Parpol Ramai-ramai Daftarkan Bacaleg ke KPU Sumut
Metro 24 Jam - Selasa, 17 Juli 2018 - 21:21 WIB

Jelang Penutupan, Parpol Ramai-ramai Daftarkan Bacaleg ke KPU Sumut

Jelang penutupan pendaftaran, partai politik mulai ramai berdatangan secara bergantian ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut di Jalan Perintis ...
Jalan-jalan Bawa Air Softgun, Anak Sembahe Terciduk Pas Razia
Metro 24 Jam - Selasa, 17 Juli 2018 - 20:52 WIB

Jalan-jalan Bawa Air Softgun, Anak Sembahe Terciduk Pas Razia

Yudodamaris (21), terpaksa berurusan dengan Kepolisian Sektor Pancur Batu. Pasalnya, pria asal Dusun 1 Sembahe Baru itu kedapatan membawa senjata ...