Sabtu, 21 April 2018 | 14.54 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Modus Ditawari Pekerjaan, Kreta Scoopy Lewong

Modus Ditawari Pekerjaan, Kreta Scoopy Lewong

Selasa, 17 April 2018 - 06:48 WIB

IMG-56101

Yoyok usai melapor di Mapolsek Delitua. (Barus/metro24jam.com)

DELITUA, metro24jam.com – Yoyok (28), benar-benar apes. Bagaimana tidak, saat dia butuh pekerjaan, kreta miliknya yang dirasa bisa menjadi modal untuk mencari nafkah malah dilarikan orang. Alhasil, pria yang ngekos di Perumahan Putri Deli, Namorambe ini terpaksa mendatangi Mapolsek Delitua, untuk melaporkan kehilangan kretanya itu, Senin (16/4/2018) sore kemarin.

Ditemui wartawan seusai melapor ke polisi, Yoyok bercerita. Peristiwa itu terjadi dia ditawari pekerjaan oleh seorang pria bermata juling, di sebuah perusahaan alat berat yang beralamat di Jalan Tritura/A Haris Nasution, Kecamatan Medan Johor, Minggu (15/4/2018) kemarin.

Ceritanya berawal Minggu pagi. Ketika itu tetangganya Romiati (47), seorang pedagang sarapan, sedang berjualan pagi di Jalan Sejarah, Kecamatan Delitua. Saat itulah, Romiati kedatangan pelaku yang membeli sarapan pagi.

Seusai makan, pria itu pun bercerita panjang lebar dengan Romiati. Nah, saat itulah dia mengakatakan sedang mencari orang untuk dipekerjakan di sebuah perusahaan alat berat.

Mendengar itu, Romiati pun langsung teringat pada tetangganya Yoyok yang memang pernah bercerita kepadanya sedang butuh pekerjaan. Tanpa merasa curiga, Romiati pun memberitahukan hal itu kepada pelaku.

Anehnya, mendengar itu pelaku langsung mengajak Romiati untuk menemaninya ke kediaman Yoyok. Tapi, berhubung jualannya belum habis, Romiati pun menolaknya.

Lagi-lagi keanehan sebenarnya terjadi, karena pelaku langsung memborong semua jualan Romiati dengan memberikan uang sebesar 250 ribu. Menerima uang itu, Romiati pun langsung setuju untuk menemani pelaku.

Sesampainya di kos-kosan Yoyok di Perumahan Putri Deli, Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, Romiati pun memanggil pemuda itu dan menceritakan apa yang baru didengarnya dari pelaku.

Yoyok yang memang butuh pekerjaan pun langsung setuju dan mengambil semua surat-surat keperluan untuk lamaran kerja di perusahaan yang ditawarkan.

Singkat cerita, keduanya pun akhirnya berangkat menggunakan kreta Honda Scoopy warna merah, BK 5169 MBA, milik Yoyok.

Tiba di persimpangan Jalan Brigjen Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, tak jauh dari kantor perusahaan yang disebut pelaku, Yoyok tiba-tiba disuruh menghentikan kretanya.

Di situ, pria itu menanyakan apakah surat-surat lamaran yang dibawa Yoyok sudah difotokopi apa belum. Umpan itu ternyata berhasil, karena memang belum satu pun surat yang sudah difotokopi Yoyok.

Berlagak seakan malaikat penolong, pelaku pun meminta agar semua surat-surat Yoyok tersebut dan dia mengatakan bahwa akan memfotokopikannya lebih dulu, dengan alasan agar tidak ada yang salah dan kurang.

Yoyok pun percaya begitu saja dan memberikan surat-surat itu, berikut kretanya kepada pelaku. Namun, setelah sekian lama menunggu, pelaku ternyata tak kunjung kembali.

Yoyok pun akhirnya sadar bahwa pria yang ditaksir berusia 50-an itu adalah penipu. Yoyok pun pulang ke rumah dengan lunglai. “Sebenarnya aku sama Romiati nggak kenal dengan pelaku. Romiati itu karena kasihan sama aku maka dibawanya pelaku ke rumah ku,” aku Yoyok.

Kapolsek Delitua Kompol BL Malau, mengamini adanya laporan tersebut. “Kita sudah cek TKP dan menerima laporan korban,” jawabnya singkat. (bar)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 05:05 WIB

Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar

Waktu makan siang yang dimanfaatkan Sihar Sitorus untuk mengunjungi pusat perbelanjaan di Medan ternyata mengundang perhatian sejumlah pengunjung. Kedatangan Calon ...
Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 04:59 WIB

Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat

Hukuman Savita Linda Hora Panjaitan selaku mantan bendahara pemenangan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan Periode 2015-2020 yakni Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma, ...
Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:35 WIB

Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut

Sudah lebih seminggu kreta milik Uba Pasaribu hilang digasak maling. Hingga kini, Polsek Medan Sunggal tak kunjung berhasil menemukan pelaku ...
Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:27 WIB

Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun

Wira Pranata alias Tompel, terdakwa pemilik 8 paket sabu, divonis selama 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) ...
Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:18 WIB

Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes

Pemerintahan Kota (Pemko) Siantar melantik pejabat Eselon III dan IV di ruang data Balai Kota, Jalan Merdeka. Komite Pemerhati Aparatur ...
Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:05 WIB

Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut

Pertemuan pembahasan rencana revitalisasi Pasar Horas antara Aliansi Pedagang Balerong, Kaki Lima dan Kios Tempel (Balimbel) dengan Perusahaan Daerah Pasar ...