Sabtu, 21 April 2018 | 14.51 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Mayat Dipendam Dalam Got, Toke Kedai Sampah Dibunuh Atas Suruhan Istri, Dibayar Rp2 Juta

Mayat Dipendam Dalam Got, Toke Kedai Sampah Dibunuh Atas Suruhan Istri, Dibayar Rp2 Juta

Minggu, 15 April 2018 - 07:07 WIB

IMG-55974

Rosmalinda Saragih. (ist/metro24jam.com)

BINJAI, metro24jam.com – Misteri temuan mayat di Jalan Teratai, Lingkungan 7, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara, Sabtu (24/3/2018) lalu akhirnya berhasil diungkap polisi. Ironisnya, pembunuhan itu ternyata atas suruhan istrinya sendiri dan mirisnya lagi, nyawa sang suami hanya dihargai Rp2 juta.

Sebelum ditemukan membusuk di dalam parit di depan rumahnya, Jasiaman Purba alias Oppung (53) dinyatakan sudah 3 hari menghilang.

Informasi yang dihimpun, Sabtu (14/4/2018), polisi berhasil meringkus pelakunya, Hardi Sihaloho (42), Jumat (13/4/2018), warga Jalan Suka Damai, Kelurahan Suka Ramai, Binjai Barat.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot itu ditangkap saat minum tuak di lapo tuak milik Tampubolon di Pasar 9, Binjai Barat, Jumat (13/4/2018) pukul 20.30 wib.

Namun, ketika akan digelandang ke Mapolres Binjai, Hardi berusaha melarikan diri, sehingga, terpaksa dilakukan tindakan tegas dengan menembak kakinya.

Hasil interogasi di kantor polisi, Hardi mengakui bahwa dia memang membunuh Jasiaman Purba.

Dikatakannya, dia menghabisi nyawa Jasiaman dengan cara memukuli kepala pria bertato Naga itu menggunakan batu koral. Setelah tewas, Hardi kemudian membuang mayat Oppung ke dalam selokan yang sudah dicor semen, persis di depan rumahnya.

Ironisnya, pembunuhan Jasiaman itu bukan karena Hardi memiliki masalah dengan pria itu. Pembunuhan itu dilakukan Hardi karena disuruh oleh Rosmalinda br Saragih, yang tak lain adalah istri Jasiaman Purba sendiri.

Mendengar pengakuan itu, polisi kemudian bergegas ke kediaman Jasiaman, untuk mencari Rosmalinda. Namun, sesampai di sana, polisi tidak menemukan Rosmalinda, karena rumah itu ternyata sudah tidak ditinggali lagi pasca temuan mayat Jasiaman tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan beberapa waktu, Rosmalinda akhirnya diketahui berada di rumah anaknya, Bilmar Purba, di Jalan Masjid, Dusun 2, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang. Tak membuang waktu, petugas pun langsung meluncur ke alamat dimaksud.

Kedatangan polisi ke rumah Bilmar tak ayal membuat pihak keluarga bertanya-tanya.

Pihak keluarga Bilmar semakin kaget setelah mendengar penjelasan polisi yang mengatakan kedatangan mereka hendak menangkap Rosmalinda, karena menjadi otak pelaku pembunuhan Jasiaman. Bismar tak menyangka bahwa kematian ayahnya tersebut ternuata direncanakan oleh ibunya sendiri.

Kapolres Binjai AKBP Donald P Simanjuntak melalui Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno mengatakan, ketika diinterogasi polisi, Rosmalinda akhirnya mengakui perbuatannya. Dia telah membayar Hardi Sihaloho untuk menghilangkan nyawa suaminya itu.

Dijelaskan Hendro, sebelum membunuh suami Jasiaman, Rosmalinda menghubungi Hardi dan ditawarkan untuk membunuh suaminya.

“Rosmalinda membayar Hardi untuk membunuh suaminya seharga Rp2 juta,” sebut AKP Hendro.

Hardi Sihaloho usai mendapat perawatan. (ist/metro24jam.com)

Lebih lanjut dijelaskan mantan Kasat Reskrim Polres Madina itu, pembunuhan dilakukan dengan cara memukuli kepala Jasiaman menggunakan batu koral.

“Setelah tewas, pelaku membuang mayat Jasiaman ke dalam parit, persis di depan rumahnya. Setelah itu, pelaku melarikan diri,” katanya.

Pengungkapan itu tak lepas dari hasil penyelidikan yang dilakukan Unit Pidum Sat Reskrim Polres Binjai. Setelah ditelusuri, pihak kepolisian mengetahui bahwa ada panggilan telepon yang dilakukan Rosmalinda dengan Hardi.

“Dari situ awalnya kita melakukan penyelidikan. Kemudian memeriksa para saksi, keluarga dan para tetangga,” beber perwira yang pernah menjadi anggota Densus 88 tersebut.

Meski begitu Hingga Sabtu (14/2018) kemarin, belum diketahui dengan jelas motif pembunuhan tersebut. Kedua pelaku masih diperiksa secara intensif.

Dari pengungkapan itu dikatakan, polisi kembali mengamankan beberapa barang bukti berupa, batu koral berlumuran darah dan sarung belati, pakaian yang diberi Rosmalinda kepada Hardi, pakaian korban dan handphone, yang digunakan pelaku.

“Kedua pelaku dijerat Pasal 340 subs 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” pungkas AKP Hendro. (*/asp)

BACA JUGA:
Toke Kedai Sampah Dibunuh, Mayatnya Dipendam Dalam Got


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 05:05 WIB

Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar

Waktu makan siang yang dimanfaatkan Sihar Sitorus untuk mengunjungi pusat perbelanjaan di Medan ternyata mengundang perhatian sejumlah pengunjung. Kedatangan Calon ...
Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 04:59 WIB

Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat

Hukuman Savita Linda Hora Panjaitan selaku mantan bendahara pemenangan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan Periode 2015-2020 yakni Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma, ...
Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:35 WIB

Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut

Sudah lebih seminggu kreta milik Uba Pasaribu hilang digasak maling. Hingga kini, Polsek Medan Sunggal tak kunjung berhasil menemukan pelaku ...
Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:27 WIB

Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun

Wira Pranata alias Tompel, terdakwa pemilik 8 paket sabu, divonis selama 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) ...
Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:18 WIB

Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes

Pemerintahan Kota (Pemko) Siantar melantik pejabat Eselon III dan IV di ruang data Balai Kota, Jalan Merdeka. Komite Pemerhati Aparatur ...
Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:05 WIB

Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut

Pertemuan pembahasan rencana revitalisasi Pasar Horas antara Aliansi Pedagang Balerong, Kaki Lima dan Kios Tempel (Balimbel) dengan Perusahaan Daerah Pasar ...