Jumat, 20 Juli 2018 | 05.54 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Mayat Dipendam Dalam Got, Toke Kedai Sampah Dibunuh Atas Suruhan Istri, Dibayar Rp2 Juta

Mayat Dipendam Dalam Got, Toke Kedai Sampah Dibunuh Atas Suruhan Istri, Dibayar Rp2 Juta

Minggu, 15 April 2018 - 07:07 WIB

IMG-55974

Rosmalinda Saragih. (ist/metro24jam.com)

BINJAI, metro24jam.com – Misteri temuan mayat di Jalan Teratai, Lingkungan 7, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara, Sabtu (24/3/2018) lalu akhirnya berhasil diungkap polisi. Ironisnya, pembunuhan itu ternyata atas suruhan istrinya sendiri dan mirisnya lagi, nyawa sang suami hanya dihargai Rp2 juta.

Sebelum ditemukan membusuk di dalam parit di depan rumahnya, Jasiaman Purba alias Oppung (53) dinyatakan sudah 3 hari menghilang.

Informasi yang dihimpun, Sabtu (14/4/2018), polisi berhasil meringkus pelakunya, Hardi Sihaloho (42), Jumat (13/4/2018), warga Jalan Suka Damai, Kelurahan Suka Ramai, Binjai Barat.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot itu ditangkap saat minum tuak di lapo tuak milik Tampubolon di Pasar 9, Binjai Barat, Jumat (13/4/2018) pukul 20.30 wib.

Namun, ketika akan digelandang ke Mapolres Binjai, Hardi berusaha melarikan diri, sehingga, terpaksa dilakukan tindakan tegas dengan menembak kakinya.

Hasil interogasi di kantor polisi, Hardi mengakui bahwa dia memang membunuh Jasiaman Purba.

Dikatakannya, dia menghabisi nyawa Jasiaman dengan cara memukuli kepala pria bertato Naga itu menggunakan batu koral. Setelah tewas, Hardi kemudian membuang mayat Oppung ke dalam selokan yang sudah dicor semen, persis di depan rumahnya.

Ironisnya, pembunuhan Jasiaman itu bukan karena Hardi memiliki masalah dengan pria itu. Pembunuhan itu dilakukan Hardi karena disuruh oleh Rosmalinda br Saragih, yang tak lain adalah istri Jasiaman Purba sendiri.

Mendengar pengakuan itu, polisi kemudian bergegas ke kediaman Jasiaman, untuk mencari Rosmalinda. Namun, sesampai di sana, polisi tidak menemukan Rosmalinda, karena rumah itu ternyata sudah tidak ditinggali lagi pasca temuan mayat Jasiaman tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan beberapa waktu, Rosmalinda akhirnya diketahui berada di rumah anaknya, Bilmar Purba, di Jalan Masjid, Dusun 2, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang. Tak membuang waktu, petugas pun langsung meluncur ke alamat dimaksud.

Kedatangan polisi ke rumah Bilmar tak ayal membuat pihak keluarga bertanya-tanya.

Pihak keluarga Bilmar semakin kaget setelah mendengar penjelasan polisi yang mengatakan kedatangan mereka hendak menangkap Rosmalinda, karena menjadi otak pelaku pembunuhan Jasiaman. Bismar tak menyangka bahwa kematian ayahnya tersebut ternuata direncanakan oleh ibunya sendiri.

Kapolres Binjai AKBP Donald P Simanjuntak melalui Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno mengatakan, ketika diinterogasi polisi, Rosmalinda akhirnya mengakui perbuatannya. Dia telah membayar Hardi Sihaloho untuk menghilangkan nyawa suaminya itu.

Dijelaskan Hendro, sebelum membunuh suami Jasiaman, Rosmalinda menghubungi Hardi dan ditawarkan untuk membunuh suaminya.

“Rosmalinda membayar Hardi untuk membunuh suaminya seharga Rp2 juta,” sebut AKP Hendro.

Hardi Sihaloho usai mendapat perawatan. (ist/metro24jam.com)

Lebih lanjut dijelaskan mantan Kasat Reskrim Polres Madina itu, pembunuhan dilakukan dengan cara memukuli kepala Jasiaman menggunakan batu koral.

“Setelah tewas, pelaku membuang mayat Jasiaman ke dalam parit, persis di depan rumahnya. Setelah itu, pelaku melarikan diri,” katanya.

Pengungkapan itu tak lepas dari hasil penyelidikan yang dilakukan Unit Pidum Sat Reskrim Polres Binjai. Setelah ditelusuri, pihak kepolisian mengetahui bahwa ada panggilan telepon yang dilakukan Rosmalinda dengan Hardi.

“Dari situ awalnya kita melakukan penyelidikan. Kemudian memeriksa para saksi, keluarga dan para tetangga,” beber perwira yang pernah menjadi anggota Densus 88 tersebut.

Meski begitu Hingga Sabtu (14/2018) kemarin, belum diketahui dengan jelas motif pembunuhan tersebut. Kedua pelaku masih diperiksa secara intensif.

Dari pengungkapan itu dikatakan, polisi kembali mengamankan beberapa barang bukti berupa, batu koral berlumuran darah dan sarung belati, pakaian yang diberi Rosmalinda kepada Hardi, pakaian korban dan handphone, yang digunakan pelaku.

“Kedua pelaku dijerat Pasal 340 subs 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” pungkas AKP Hendro. (*/asp)

BACA JUGA:
Toke Kedai Sampah Dibunuh, Mayatnya Dipendam Dalam Got


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
BRI Gelar Evaluasi dan Monitoring Penyaluran BPNT Bersama Agen Brilink
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 03:21 WIB

BRI Gelar Evaluasi dan Monitoring Penyaluran BPNT Bersama Agen Brilink

BRI Cabang Kisaran mengajak agen Brilink-nya yang tersebar di tiga kabupaten, masing-masing Asahan, Tanjungbalai dan Batubara untuk duduk bersama dalam ...
Tanding Futsal, Tim Pemenang Katanya Dipukuli Belasan Orang, Nyaris Diamuk Orang Sekampung
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 03:11 WIB

Tanding Futsal, Tim Pemenang Katanya Dipukuli Belasan Orang, Nyaris Diamuk Orang Sekampung

Suasana di Kenanga Futsal, Jalan Bunga Kenanga, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, mendadak riuh. Dua tim yang ...
Banting Stir Jadi Pengecer Sabu, Nelayan Terciduk di Rumahnya
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 02:25 WIB

Banting Stir Jadi Pengecer Sabu, Nelayan Terciduk di Rumahnya

Penghasilan sebagai nelayan mulai seret. Kadang melaut, terkadang tidak. Alhasil Sukma Pauji Hasibuan alias Pauji (21) jadi gelap mata. Tergiur ...
“Abang Sangat Menyayangi Kalian Berdua Sampai Mati”: Lelaki Itu Pun Gantung Diri
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 02:04 WIB

“Abang Sangat Menyayangi Kalian Berdua Sampai Mati”: Lelaki Itu Pun Gantung Diri

Seorang pria bernama Dedi Siswanto (31) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung dengan seutas tali nilon, di kediamannya, Komplek Jakarta, Dusun ...
Ditabrak KA di Lintasan Tanpa Palang, Istri Sekarat, Suami Tewas di Tempat
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Juli 2018 - 21:23 WIB

Ditabrak KA di Lintasan Tanpa Palang, Istri Sekarat, Suami Tewas di Tempat

Malang tak dapat ditolak. Itulah yang terjadi pada pasangan suami istri yang sehari-harinya berjualan ikan asin ini. Keduanya tertabrak kereta ...
Air Tirtadeli Mati Lagi, Warga Meminta Bupati Copot Direkturnya
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Juli 2018 - 20:28 WIB

Air Tirtadeli Mati Lagi, Warga Meminta Bupati Copot Direkturnya

Air PDAM Tirtadeli Deliserdang kembali 'mandek'. Sebelumnya pada bulan Juni 2018 lalu, yang bertepatan dengan Ramadhan, air dari pipa PDAM ...