Sabtu, 21 April 2018 | 14.53 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Cekcok Berebut Harta Warisan, Malik Sihuhaji Ditabrak Iparnya Hingga Tewas

Cekcok Berebut Harta Warisan, Malik Sihuhaji Ditabrak Iparnya Hingga Tewas

Jumat, 30 Maret 2018 - 19:14 WIB

IMG-55139

Jenazah Malik Sinuhaji di rumah duka. (ist/metro24jam.com)

PANCURBATU, metro24jam.com – Ditengarai perebutan harta warisan, 2 abang beradik, Malik Syahputra Sinuhaji dan Adam Adi Sinuhaji dan iparnya Hendrik Roy Ginting, saling serang. Peristiwa keributan itu akhirnya merenggut nyawa Malik Sinuhaji. Dia tewas setelah diterjang mobil yang dikemudikan iparnya, Hendrik.

Informasi diperoleh, sebelum insiden maut tersebut, dua abang beradik itu telah terlibat cekcok mempermasalahkan harta warisan berupa tanah dan rumah, yang terletak di Dusun Timbang Julu, Desa Rambung Baru, Kecamatan Sibolangit.

Hingga perseteruan kemarin, fisik rumah dan lahan itu masih dikuasai oleh saudara laki-laki Novi, Malik dan Adam Adi Sinuhaji.

Tumah itu diketahui merupakan warisan yang menjadi bagian dari saudara perempuan mereka, sekaligus kakak ipar Hendrik, Novi Masitah Sinuhaji. Namun dengan alasan yang belum diketahui, oleh Novi, kuasa jual tanah dan rumah tersebut diberikan kepada Hendrik.

Dua saudara laki-laki Novi, Malik dan adiknya Adam, tak terima hal itu, karena menurut mereka itu adalah harta peninggalan orangtuanya.

Hendrik yang telah diberi kuasa akan tanah dan bangunan tersebut hendak, disebut hendak menguasai tanah maupun rumah tersebut tanpa proses persidangan perdata.

“Surat pembagian warisan itu diberikan kepada Novi Masitah Sinuhaji yang merupakan kakak ipar Hendrik. Lalu Novi memberikan kuasa jual kepada Hendrik. Sehingga Hendrik ingin menguasai tanpa proses persidangan,” sebut Kapolsek Pancurbatu, Kompol Choky Sentosa Meliala, melalui Kanit Reskrim, Iptu Nelson Silalahi, Jumat (30/3/2018).

Kreta yang digunakan Malik. (ist/metro24jam.com)

Keributan itu sempat ditengahi pihak Kecamatan Pancurbatu dengan memediasi ketiganya, Kamis (29/3/2018). Namun mediasi tersebut berjalan alot dan tidak tercapai kesepakatan. Keributan pun sempat terjadi di kantor camat.

Usai keributan di kantor Camat, Hendrik yang tak puas mendatangi lokasi tanah warisan tersebut. Membawa 6 orang temannya, Hendrik merusak bangunan yang ditinggali Malik dan Adam tersebut.

Kedua abang beradik yang tak terima rumahnya dihancurkan pun melakukan perlawanan dan melempari Hendrik beserta 6 orang rekannya, yang mengakibatkan kaca mobil milik ipar mereka itu pecah.

“Dalam kondisi kaca mobil pecah, Hendrik kabur ke arah Kabanjahe. Namun salah seorang rekannya, Iwan tertinggal di lokasi dan menjadi pelampiasan kedua abang beradik beserta teman-temannya. Makanya Hendrik kembali ke lokasi dan membawa Iwan keluar dari penganiayaan itu,” tambah Nelson.

Malik yang tak terima Hendrik kabur kemudian mengejar dengan mengendarai kreta RX King. Sementara Adam beserta 4 orang rekannya mengejar menggunakan mobil L300.

Namun naas, saat berada di halaman salah satu rumah warga di Jalan Jamin Ginting, Desa Bintang Meriah, Hendrik menabrakkan mobil yang dikemudikannya ke arah Malik. Tabrakan itu membuat Malik pun tewas akibat luka yang dideritanya.

“Saat di Jalan Jamin Ginting Desa Bintang Meriah Malik Syahputra Sinuhaji berhasil mendahului mobil Hendrik Ginting dan menunggu di halaman rumah penduduk. Selanjutnya Hendrik Ginting menabrak Malik sehingga meninggal dunia,” lanjut Kanit Reskrim.

Tak terima dengan kematian abangnya, Adam Adi Sinuhaji pun melaporkan Hendrik Roy Ginting atas tuduhan penganiayaan yang mengakibatkan Malik tewas.

Mobil yang dikemudikan Hendrik. (ist/metro24jam.com)

Sementara itu, Hendrik tak mau kalah dan balik melaporkan Adam atas tuduhan secara bersama-sama melakukan pengrusakan mobil Mitshubishi double cabin, BK 9696, warna silver miliknya.

Alhasil, keduanya pun diamankan petugas Polsek Pancurbatu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing.

“Saat ini keduanya, baik Adam Adi Sinuhaji dan Hendrik Roy Ginting telah kita amankan untuk proses lebih lanjut,” pungkas Nelson. (put)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 05:05 WIB

Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar

Waktu makan siang yang dimanfaatkan Sihar Sitorus untuk mengunjungi pusat perbelanjaan di Medan ternyata mengundang perhatian sejumlah pengunjung. Kedatangan Calon ...
Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 04:59 WIB

Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat

Hukuman Savita Linda Hora Panjaitan selaku mantan bendahara pemenangan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan Periode 2015-2020 yakni Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma, ...
Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:35 WIB

Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut

Sudah lebih seminggu kreta milik Uba Pasaribu hilang digasak maling. Hingga kini, Polsek Medan Sunggal tak kunjung berhasil menemukan pelaku ...
Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:27 WIB

Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun

Wira Pranata alias Tompel, terdakwa pemilik 8 paket sabu, divonis selama 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) ...
Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:18 WIB

Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes

Pemerintahan Kota (Pemko) Siantar melantik pejabat Eselon III dan IV di ruang data Balai Kota, Jalan Merdeka. Komite Pemerhati Aparatur ...
Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:05 WIB

Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut

Pertemuan pembahasan rencana revitalisasi Pasar Horas antara Aliansi Pedagang Balerong, Kaki Lima dan Kios Tempel (Balimbel) dengan Perusahaan Daerah Pasar ...