Jumat, 20 Juli 2018 | 05.48 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Cekcok Berebut Harta Warisan, Malik Sihuhaji Ditabrak Iparnya Hingga Tewas

Cekcok Berebut Harta Warisan, Malik Sihuhaji Ditabrak Iparnya Hingga Tewas

Jumat, 30 Maret 2018 - 19:14 WIB

IMG-55139

Jenazah Malik Sinuhaji di rumah duka. (ist/metro24jam.com)

PANCURBATU, metro24jam.com – Ditengarai perebutan harta warisan, 2 abang beradik, Malik Syahputra Sinuhaji dan Adam Adi Sinuhaji dan iparnya Hendrik Roy Ginting, saling serang. Peristiwa keributan itu akhirnya merenggut nyawa Malik Sinuhaji. Dia tewas setelah diterjang mobil yang dikemudikan iparnya, Hendrik.

Informasi diperoleh, sebelum insiden maut tersebut, dua abang beradik itu telah terlibat cekcok mempermasalahkan harta warisan berupa tanah dan rumah, yang terletak di Dusun Timbang Julu, Desa Rambung Baru, Kecamatan Sibolangit.

Hingga perseteruan kemarin, fisik rumah dan lahan itu masih dikuasai oleh saudara laki-laki Novi, Malik dan Adam Adi Sinuhaji.

Tumah itu diketahui merupakan warisan yang menjadi bagian dari saudara perempuan mereka, sekaligus kakak ipar Hendrik, Novi Masitah Sinuhaji. Namun dengan alasan yang belum diketahui, oleh Novi, kuasa jual tanah dan rumah tersebut diberikan kepada Hendrik.

Dua saudara laki-laki Novi, Malik dan adiknya Adam, tak terima hal itu, karena menurut mereka itu adalah harta peninggalan orangtuanya.

Hendrik yang telah diberi kuasa akan tanah dan bangunan tersebut hendak, disebut hendak menguasai tanah maupun rumah tersebut tanpa proses persidangan perdata.

“Surat pembagian warisan itu diberikan kepada Novi Masitah Sinuhaji yang merupakan kakak ipar Hendrik. Lalu Novi memberikan kuasa jual kepada Hendrik. Sehingga Hendrik ingin menguasai tanpa proses persidangan,” sebut Kapolsek Pancurbatu, Kompol Choky Sentosa Meliala, melalui Kanit Reskrim, Iptu Nelson Silalahi, Jumat (30/3/2018).

Kreta yang digunakan Malik. (ist/metro24jam.com)

Keributan itu sempat ditengahi pihak Kecamatan Pancurbatu dengan memediasi ketiganya, Kamis (29/3/2018). Namun mediasi tersebut berjalan alot dan tidak tercapai kesepakatan. Keributan pun sempat terjadi di kantor camat.

Usai keributan di kantor Camat, Hendrik yang tak puas mendatangi lokasi tanah warisan tersebut. Membawa 6 orang temannya, Hendrik merusak bangunan yang ditinggali Malik dan Adam tersebut.

Kedua abang beradik yang tak terima rumahnya dihancurkan pun melakukan perlawanan dan melempari Hendrik beserta 6 orang rekannya, yang mengakibatkan kaca mobil milik ipar mereka itu pecah.

“Dalam kondisi kaca mobil pecah, Hendrik kabur ke arah Kabanjahe. Namun salah seorang rekannya, Iwan tertinggal di lokasi dan menjadi pelampiasan kedua abang beradik beserta teman-temannya. Makanya Hendrik kembali ke lokasi dan membawa Iwan keluar dari penganiayaan itu,” tambah Nelson.

Malik yang tak terima Hendrik kabur kemudian mengejar dengan mengendarai kreta RX King. Sementara Adam beserta 4 orang rekannya mengejar menggunakan mobil L300.

Namun naas, saat berada di halaman salah satu rumah warga di Jalan Jamin Ginting, Desa Bintang Meriah, Hendrik menabrakkan mobil yang dikemudikannya ke arah Malik. Tabrakan itu membuat Malik pun tewas akibat luka yang dideritanya.

“Saat di Jalan Jamin Ginting Desa Bintang Meriah Malik Syahputra Sinuhaji berhasil mendahului mobil Hendrik Ginting dan menunggu di halaman rumah penduduk. Selanjutnya Hendrik Ginting menabrak Malik sehingga meninggal dunia,” lanjut Kanit Reskrim.

Tak terima dengan kematian abangnya, Adam Adi Sinuhaji pun melaporkan Hendrik Roy Ginting atas tuduhan penganiayaan yang mengakibatkan Malik tewas.

Mobil yang dikemudikan Hendrik. (ist/metro24jam.com)

Sementara itu, Hendrik tak mau kalah dan balik melaporkan Adam atas tuduhan secara bersama-sama melakukan pengrusakan mobil Mitshubishi double cabin, BK 9696, warna silver miliknya.

Alhasil, keduanya pun diamankan petugas Polsek Pancurbatu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing.

“Saat ini keduanya, baik Adam Adi Sinuhaji dan Hendrik Roy Ginting telah kita amankan untuk proses lebih lanjut,” pungkas Nelson. (put)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
BRI Gelar Evaluasi dan Monitoring Penyaluran BPNT Bersama Agen Brilink
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 03:21 WIB

BRI Gelar Evaluasi dan Monitoring Penyaluran BPNT Bersama Agen Brilink

BRI Cabang Kisaran mengajak agen Brilink-nya yang tersebar di tiga kabupaten, masing-masing Asahan, Tanjungbalai dan Batubara untuk duduk bersama dalam ...
Tanding Futsal, Tim Pemenang Katanya Dipukuli Belasan Orang, Nyaris Diamuk Orang Sekampung
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 03:11 WIB

Tanding Futsal, Tim Pemenang Katanya Dipukuli Belasan Orang, Nyaris Diamuk Orang Sekampung

Suasana di Kenanga Futsal, Jalan Bunga Kenanga, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, mendadak riuh. Dua tim yang ...
Banting Stir Jadi Pengecer Sabu, Nelayan Terciduk di Rumahnya
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 02:25 WIB

Banting Stir Jadi Pengecer Sabu, Nelayan Terciduk di Rumahnya

Penghasilan sebagai nelayan mulai seret. Kadang melaut, terkadang tidak. Alhasil Sukma Pauji Hasibuan alias Pauji (21) jadi gelap mata. Tergiur ...
“Abang Sangat Menyayangi Kalian Berdua Sampai Mati”: Lelaki Itu Pun Gantung Diri
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 02:04 WIB

“Abang Sangat Menyayangi Kalian Berdua Sampai Mati”: Lelaki Itu Pun Gantung Diri

Seorang pria bernama Dedi Siswanto (31) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung dengan seutas tali nilon, di kediamannya, Komplek Jakarta, Dusun ...
Ditabrak KA di Lintasan Tanpa Palang, Istri Sekarat, Suami Tewas di Tempat
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Juli 2018 - 21:23 WIB

Ditabrak KA di Lintasan Tanpa Palang, Istri Sekarat, Suami Tewas di Tempat

Malang tak dapat ditolak. Itulah yang terjadi pada pasangan suami istri yang sehari-harinya berjualan ikan asin ini. Keduanya tertabrak kereta ...
Air Tirtadeli Mati Lagi, Warga Meminta Bupati Copot Direkturnya
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Juli 2018 - 20:28 WIB

Air Tirtadeli Mati Lagi, Warga Meminta Bupati Copot Direkturnya

Air PDAM Tirtadeli Deliserdang kembali 'mandek'. Sebelumnya pada bulan Juni 2018 lalu, yang bertepatan dengan Ramadhan, air dari pipa PDAM ...