Minggu, 20 Mei 2018 | 20.55 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Dendam Diejek, Septian Dihabisi di Kebun PTPN 2 Tandem

Dendam Diejek, Septian Dihabisi di Kebun PTPN 2 Tandem

Selasa, 13 Maret 2018 - 20:26 WIB

IMG-54095

Tersangka dirawat usai ditembak petugas. (ist/metro24jam.com)

BINJAI, metro24jam.com – Misteri kematian sosok yang diketahui bernama Septian (20), warga Dusun III Jalan Sayur Gang Perjuangan Desa Tandem Hilir akhirnya terungkap. Buruh bangunan ini dihabisi dua teman sekampungnya dengan motif dendam.

“Sudah kita tangkap dua tersangkanya,” kata Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak melalui Kasat Reskrim AKP Hendro S, lewat sambungan telepon seluler, Selasa (13/3/2018).

Terungkapnya kasus ini menurut AKP Hendro, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, kreta dan handphone korban yang ikut dijarah dari lokasi kejadian di Dusun IX Pasar II, areal Perkebunan tebu PTPN-2, Kebun Tandem Blok 87, Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang.

Polisi menangkap dua pelaku, Rahma Gustiawan alias Dika alias Borjong dan Reza (21) dari dua lokasi berbeda.

Rahma ditangkap di kawasan Laut Tawar, Blangkejeren, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Minggu (11/3/2018). Sedangkan Reza diringkus petugas di lokasi terminal bus Blangkejeren. “Motifnya dendam. ” kata AKP Hendro.

Dalam kasus ini, Borjong dan Reza, masih bekerja sebagai buruh bangunan di Blangkejeren. “Keduanya buruh bangunan di sana,” kata Hendro lagi.

Motif ini pun membuka latar belakang dibalik ini. Seperti pengakuan Borjong. Dia (Borjong) mengaku sakit hati dengan Septian (korban).

“Dia (Borjong) sakit hati, selalu diejek karena sering mencuri uang orangtua,” kata Hendro.

Sebulan sebelum melakukan aksinya, tersangka Borjong, dikatakan mengajak Reza untuk menghabisi Septian. “Ayok kita habisi dia,” kata Borjong mengajak Reza kala itu, seperti dituturkan AKP Hendro.

Namun saat itu, Reza menolak mentah-mentah ajakan Borjong. “Satu bulan sebelum kejadian Borjong mengajak Reza, ditolak,” sambungnya.

Tapi paginya, Reza kembali bertemu Borjong dan akhirnya setuju untuk menghabisi teman sekampung mereka itu.

Setelah sepakat, mereka pun mengajak korban ke kebun tebu. Di sana, Septian pun dihabisi. Selanjutnya mereka kemudian melarikan kreta dan HP milik korban.

Reza mengaku terpaksa melakukanya karena terlilit hutang. “Ayo kita ambil saja,” kata Reza kala itu. Kreta yang dilarikan selanjutnya dijual ke penadah.

Usai menghabisi Septian dan menjual barang rampasan mereka, Borjong dan Reza kembali merantau ke Blangkejeren sebagai buruh bangunan. “Keduanya memang bekerja di sana,” kata Hendro.

Penadah Kabur
Beberapa jam berselang dari penangkapan Reza, petugas kembali bergerak cepat mengejar pelaku penadah kereta Supra X 125 BK-4625 AGK di kawasan Gudang Atap Belawan. “Kereta dijual Rp2,2 juta,” kata Hendro.

Dan kemarin, pihaknya telah mengrebek lokasi yang disebutkan kedua tersangka sebagai penadah. “Sudah kita grebek, tapi kabur,” katanya lagi.

Dengan pengungkapan ini, Polres Binjai telah menetapkan keduanya sebagai tersangka dan barangbukti lainnya.

Sebelumnya diberitakan, temuan tulang-belulang sempat menghebohkan pekerja panen tebu dan warga di kawasan Dusun IX Pasar II, persisnya di areal perkebunan tebu PTPN-2, Kebun Tandem DP I, Kav B Blok 87, Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang, Kamis (8/3/2018) pagi.

Tumpukan tulang belulang itu akhirnya diketahui sebagai jasad Septian (20), warga Dusun III, Jalan Sayur, Gang Perjuangan Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang.

Pemuda yang semasa hidup bekerja sebagai buruh bangunan itu diduga telah menjadi korban pembuhan dan dibiarkan di sana hingga mayatnya ditemukan tinggal tengkorak. (zal)

BACA JUGA:
Misteri Temuan Tengkorak di Kebun Tebu PTPN-II Terungkap, 2 Pembunuh Septian Ditembak


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Jamaah Mesjid Ar Ridho Demo dan Grebek Judi Berkedok Game di Titipapan
Metro 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 19:05 WIB

Jamaah Mesjid Ar Ridho Demo dan Grebek Judi Berkedok Game di Titipapan

Seratusan umat Islam spontan melakukan demo dan menggrebek lokasi perjudian game online Golden, di Jalan Platina Raya, Lingkungan II Kelurahan ...
Periode April-Mei, Polres Asahan Ungkap 48 Kasus Narkoba dan Sita Ribuan Botol Miras
Metro 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 18:23 WIB

Periode April-Mei, Polres Asahan Ungkap 48 Kasus Narkoba dan Sita Ribuan Botol Miras

Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan berhasil mengungkap 48 kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Hasil pengungkapan itu, polisi menyita 25 batang ...
Resmi Ditahan, Dosen USU Himma Lubis Sempat Pingsan
Metro 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 17:22 WIB

Resmi Ditahan, Dosen USU Himma Lubis Sempat Pingsan

Sehari pasca dijemput dari kediamannya, Himma Dewiyana Lubis (45), akhirnya resmi ditahan Subdit II/Cybercrime Ditreskrimsus Poldasu, Minggu (20/5/2018) sore.Himma, resmi ...
Dikejar dan Dipukuli Begal, Pemuda Ini Selamat Setelah Pak Polisi Lewat
Metro 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 17:01 WIB

Dikejar dan Dipukuli Begal, Pemuda Ini Selamat Setelah Pak Polisi Lewat

Dengan wajah tampak memar terkenal pukulan dan bagian mulut mengeluarkan darah, Safrizal (19) tiba di Mapolsek Percut Sei Tuan, dengan ...
Dugaan ’86′ Kasus Pemerasan 11 Kepsek, Oknum Jaksa Kejari Siantar Bakal Dilapor ke Komjak
Siantar 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 16:26 WIB

Dugaan ’86′ Kasus Pemerasan 11 Kepsek, Oknum Jaksa Kejari Siantar Bakal Dilapor ke Komjak

Jaksa di Kejaksaan Negeri Siantar, yang dibentuk dalam satu tim, di antaranya, Kasubbag Pembinaan, Kasi Pidsus, Kasi Intel dan Kasi ...
Kapoldasu Interogasi Oknum Polisi Terduga Perusak Al-Qur’an: Ancamannya Pecat!
Metro 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 15:46 WIB

Kapoldasu Interogasi Oknum Polisi Terduga Perusak Al-Qur’an: Ancamannya Pecat!

Brigadir TH, oknum polisi yang bertugas di Dokkes Polrestabes Medan yang diduga melakukan pengrusakan Al-Quran di Masjid Nurul Iman RSUP ...