Sabtu, 21 April 2018 | 14.53 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Sadis!!! Suami Pergi, Penjaga Kantin SMK Merek Tewas Ditikami, Mulut Dilakban

Sadis!!! Suami Pergi, Penjaga Kantin SMK Merek Tewas Ditikami, Mulut Dilakban

Kamis, 8 Maret 2018 - 23:22 WIB

IMG-53784

Jasad Haerani saat akan dievakuasi. (ist/metro24jam.com)

MEREK, metro24jam.com – Seorang perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kantin di SMKN Merek, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Jasad wanita tersebut ditemukan dalam keadaan mulut dibalut lakban, serta tubuh penuh luka tikaman, Kamis (8/3/2018) sekira jam 10.00 Wib.

Temuan jasad Haerani (30), sontak membuat geger seisi sekolah, Kamis pagi itu.

Informasi yang diterima, wanita yang juga merangkap sebagai petugas kebersihan di sekolah tersebut, diketahui tewas, setelah guru dan siswa sekolah mendatangi kantin.

Mereka curiga, karena tak seperti biasanya, kantin itu tetap tutup hingga siang hari. Selain itu, Haerani juga tak kelihatan batang hidungnya sedari pagi.

Para guru dan siswa pun sempat menggedor pintu kantin itu sembari memanggil nama Haerani dari luar. Tapi, setelah beberapa kali digedor, mereka tak kunjung mendapat jawaban dari orang yang dipanggil.

Keanehan itu pun kemudian dilaporkan kepada Kepala Sekolah (Kepsek), Eduard Ginting, yang saat itu sedang mengikuti rapat di Kabanjahe.

Menerima laporan tersebut, Kepsek pun langsung menyuruh mereka mendobrak pintu kantin. Begitu pintu terbuka setelah didobrak, para guru dan siswa akhirnya menemukan Haerani sudah tewas dengan tubuh ditutupi selimut.

Temuan itu pun sontak membuat para guru dan siswa langsung menjerit histeris. Selain mulut ditutup dengan lakban, di leher dan dada terlihat luka menganga bekas tikaman. Selanjutnya salah seorang guru menghubungi Polsek Tigapanah.

Setelah polisi tiba, jenazah korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe untuk dilakukan visum.

Kepala SMKN Merek, Eduard Ginting, ketika dihubungi melalui ponselnya membenarkan peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolahnya.

Dijelaskan Kepsek, Haerani sudah lebih kurang setahun tinggal di sekolah tersebut. Saat kejadian itu, suaminya sedang berada di luar kota karena mengunjungi keluarganya.

“Kami juga tidak menyangka hal itu bisa terjadi. Padahal, setau kami dia itu sangat baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Tiga Panah, AKP B Manurung, melalui Kanit Reskrim, Aiptu R Situmeang SSos, yang dikonfirmasi lewat aplikasi WhatsApp, mengatakan, bahwa kasus tersebut sedang dalam penanganan polisi

“Motifnya pembunuhan belum diketahui sama sekali,” ujarnya.

Dikatakannya, dari keterangan beberapa orang saksi, terduka pelakunya sudah diketahui identitasnya, yaitu PM (16), warga Desa Pertibi Tembe, Kecamatan Merek dan R (20), warga Medan.

Dari lokasi, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah parang babat bergagang kayu sepanjang 80 cm yang ada bekas darah, parang sabit bergagang kayu sepanjang 45 cm juga ada bekas darah, gunting yang terdapat bercak darah, pakaian korban dan satu gulungan lakban merek Davis warna hitam. (Ana/Bay)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 05:05 WIB

Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar

Waktu makan siang yang dimanfaatkan Sihar Sitorus untuk mengunjungi pusat perbelanjaan di Medan ternyata mengundang perhatian sejumlah pengunjung. Kedatangan Calon ...
Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 04:59 WIB

Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat

Hukuman Savita Linda Hora Panjaitan selaku mantan bendahara pemenangan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan Periode 2015-2020 yakni Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma, ...
Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:35 WIB

Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut

Sudah lebih seminggu kreta milik Uba Pasaribu hilang digasak maling. Hingga kini, Polsek Medan Sunggal tak kunjung berhasil menemukan pelaku ...
Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:27 WIB

Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun

Wira Pranata alias Tompel, terdakwa pemilik 8 paket sabu, divonis selama 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) ...
Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:18 WIB

Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes

Pemerintahan Kota (Pemko) Siantar melantik pejabat Eselon III dan IV di ruang data Balai Kota, Jalan Merdeka. Komite Pemerhati Aparatur ...
Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:05 WIB

Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut

Pertemuan pembahasan rencana revitalisasi Pasar Horas antara Aliansi Pedagang Balerong, Kaki Lima dan Kios Tempel (Balimbel) dengan Perusahaan Daerah Pasar ...